Membangun Kebiasaan Aman di Jalan Bersama Sadulur Bikers Bandung Timur

Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Ditulis oleh Eneng Reni Nuraisyah Jamil diterbitkan Jumat 28 Nov 2025, 21:27 WIB
Ilustrasi. Keselamatan berkendara di Bandung kini bukan lagi sekadar kampanye, melainkan sebuah kesadaran yang perlahan tumbuh menjadi budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

Ilustrasi. Keselamatan berkendara di Bandung kini bukan lagi sekadar kampanye, melainkan sebuah kesadaran yang perlahan tumbuh menjadi budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

AYOBANDUNG.ID -- Keselamatan berkendara di Bandung kini bukan lagi sekadar kampanye, melainkan sebuah kesadaran yang perlahan tumbuh menjadi budaya. Di tengah kota yang dikenal sebagai pusat kreativitas dan mobilitas tinggi, komunitas motor memainkan peran penting dalam menanamkan kebiasaan aman di jalan.

Fenomena ini terlihat jelas dalam ajang #Cari_Aman Skill Competition 2025 yang digelar PT Daya Adicipta Motora (DAM), meski kompetisi tersebut hanyalah contoh kecil dari gerakan yang lebih besar. Namun ada upaya dan semangat yang tumbuh yakni membangun kebiasaan keselamatan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Muhamad Ilham, Juara 1 dari komunitas Sadulur Bikers Bandung Timur (SBBT), menegaskan bahwa keselamatan bukan soal fokus sesaat, melainkan kebiasaan yang melekat. Ia menggambarkan bagaimana hal sederhana seperti memakai celana panjang bisa menjadi refleks, sama halnya dengan helm dan sarung tangan.

"Sebenarnya, kalau untuk saya pribadi bukan lebih jatuhnya ke focus tapi lebih ke harus jadi kebiasaan. Karena tanpa adanya perlombaan pun selama itu sudah jadi kebiasaan tanpa disadari, itu pun yang akan kita lakukan,ā€ ujarnya saat ditemui Ayobandung.

Kesadaran ini, menurutnya, harus dimulai dari diri sendiri sebelum menjadi gerakan kolektif. Perjalanan Ilham dalam dunia safety riding pun dimulai sejak 2008 ketika mengikuti pelatihan Honda di Polda Metro Jaya, Jakarta. Setelah pindah ke Bandung pada 2011, ia kembali aktif dan semakin intens mendalami dunia otomotif.

Baginya, pelatihan bukan sekadar teori, melainkan bekal untuk membentuk kebiasaan jangka panjang. Tantangan teknis dalam kompetisi, seperti breaking test, menjadi pengingat bahwa hal kecil bisa berakibat besar. Banyak peserta terbiasa melepas gas saat mengerem, padahal gerakan teknis yang benar menuntut presisi. ā€œKelihatan mudah, jalannya lurus, tapi di situlah jebakan mautnya,ā€ kata Ilham.

Komunitas motor di Bandung, seperti FCMB (Forum Club Motor Bandung) dan Safety Riding Center DAM, menjadi ruang belajar sekaligus laboratorium sosial. Di sana, Ilham mendorong agar pelatihan tidak berhenti pada satu-dua hari, melainkan menjadi kebiasaan jangka panjang. Ia pun menolak stigma komunitas motor sebagai geng ugal-ugalan.

ā€œJangan sampai kita club motor tapi dengan cara kita bawanya yang ugal-ugalan orang jadi menilai ini club motor apa geng motor. Nah itu yang jadi rancunya dulu,ā€ tegasnya.

Baginya, standar minimal seperti helm, jaket, sarung tangan, sepatu, dan celana panjang harus menjadi refleks sebelum berbicara soal modifikasi kendaraan. Kesadaran ini juga ia tularkan melalui pelatihan internal berbasis materi resmi yang pernah ia ikuti.

Langkah kecil ini menjadi cara komunitas menjaga konsistensi pengetahuan. Harapannya, setelah kompetisi, ada dukungan dari sponsor atau pihak lain agar pelatihan bisa lebih intensif.

Ilham mengatakan, dengan anggota SBBT mencapai 300 orang, pelatihan harus dilakukan bertahap agar semua bisa merasakan manfaatnya. Meski terkendala waktu kerja, antusiasme anggota sangat tinggi.

"Antusiasme positif banget malah mereka antusias. Cuma berbenturan dengan waktu itu aja kendalanya,ā€ ungkapnya.

Fenomena Bandung sendiri menunjukkan lapisan kesadaran yang beragam. Di satu sisi, komunitas motor disiplin membangun budaya aman. Di sisi lain, masih banyak pengendara harian yang abai terhadap perlengkapan dasar.

Data resmi Korlantas Polri mencatat penurunan kecelakaan lalu lintas dari 72.638 kasus pada Januari–Juni 2024 menjadi 70.749 kasus pada periode sama 2025, turun 2 persen. Korban meninggal juga menurun dari 12.781 menjadi 11.262 orang. Angka ini menunjukkan perbaikan, tetapi tetap mengingatkan bahwa ribuan nyawa masih melayang di jalan. Bandung, dengan kepadatan lalu lintasnya, menjadi cermin nasional di mana kebiasaan kecil bisa berdampak besar.

Kesadaran berkendara di Bandung bukan hanya soal regulasi, melainkan soal identitas. Kota ini dikenal sebagai rumah bagi komunitas kreatif, dan kini juga berpotensi menjadi pelopor budaya aman di jalan.

Jika komunitas motor mampu menularkan kebiasaan ini ke masyarakat luas, maka angka kecelakaan bisa ditekan lebih jauh. Keselamatan bukan sekadar aturan, melainkan kebiasaan hidup yang harus ditumbuhkan dari dalam diri.

ā€œAkhirnya saya bilang yuk kita mulai dulu dari diri kita sendiri. Jangan nyuruh orang tapi jadikan dulu kebiasaan untuk diri kita sendiri. Mulai dari helm, jaket, sarung tangan, sepatu, celana panjang. Itu aja dulu yang hal yang simple,ā€ pungkas Ilham.

Alternatif kebutuhan berkendaraan atau produk serupa:

  1. https://s.shopee.co.id/8V0e7BUiMU
  2. https://s.shopee.co.id/3Az7lP6UKq
  3. https://s.shopee.co.id/70BqKVLH67

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Nilai artikel ini
Klik bintang untuk menilai

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 08 Des 2025, 08:32 WIB

Menangkal Bencana Hoaks

Dari bencana inilah kita belajar ihwal pemimpin sejati bukanlah mereka yang tampil paling menonjol di layar.
Komisaris Bio Farma, Relly Reagen menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana di Padang, Sumatera Barat. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Budianto)
Ayo Netizen 07 Des 2025, 20:40 WIB

Sisi ā€˜Gelap’ Bandung di Batununggal

Keresahan masyarakat atas minimnya penerangan di area Jalan Batununggal, Kota Bandung.
Kondisi jalanan di Batununggal saat malam hari pada Rabu (3/12/25). (Sumber: Penulis | Foto: Adventia)
Ayo Netizen 07 Des 2025, 20:22 WIB

Farhan Vs. KDM

Banyak kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang berseberangan dengan Wali Kota dan Bupati Bandung.
Banyak kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang berseberangan dengan Wali Kota dan Bupati Bandung. (Sumber: Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung)
Ayo Netizen 07 Des 2025, 20:15 WIB

Catatan Warga untuk Wali Kota Farhan: Lubang Jalan, Lubang Kepercayaan Publik

Masyarakat selalu dihantui oleh satu masalah paling klise yang tak ada habisnya yaitu jalan berlubang dimana-mana.Ā 
Salah Satu titik jalan berlubang di Jl. Lombok, Merdeka, Kec.Sumur Bandung, Kota Bandung.(3/12/2025) (Sumber: Nabila Putri Wiritanaya)
Ayo Biz 07 Des 2025, 20:13 WIB

Bandung Menjadi Pusat Inovasi Hotel Ramah Lingkungan Bertaraf Internasional

Bandung kini menegaskan dirinya bukan hanya sebagai kota kreatif dan kuliner, tetapi juga sebagai laboratorium hidup bagi praktik keberlanjutan di sektor pariwisata.
The Gaia Hotel Bandung membuktikan bahwa komitmen terhadap keberlanjutan dapat menjadi sumber daya saing, peluang investasi, dan jalan menuju pariwisata yang lebih inklusif dan berdaya tahan. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 07 Des 2025, 20:07 WIB

Halte Bus Bandung: Wajah Buram Transportasi Publik

Halte menjadi salah satu fasilitas umum yang sangat terabaikan oleh Pemerintah Kota Bandung.
Kondisi halte yang basah dan minim pencahayaan pada malam hari di Halte Tegalgea, Jl. Moch. Toha, Kec. Regol, Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Tsaqifa Dhiyaul Hawa)
Ayo Jelajah 07 Des 2025, 19:54 WIB

Gunung Burangrang, Eksotisme Kaldera Tropis dalam Imajinasi Wisata Kolonial Priangan

Catatan kolonial menggambarkan Gunung Burangrang sebagai lanskap eksotik Priangan yang harus dipetakan dan ditaklukkan lewat wisata alam.
Gunung Burangrang.
Ayo Netizen 07 Des 2025, 19:46 WIB

Di Antara Ombak Buatan dan Tawa Keluarga di Bandung Barat

Wahoo Waterworld, taman air modern yang seru di Bandung Barat.
Area masuk Wahoo Waterworld yang menampilkan ikon roda kemudi besar di kawasan Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Bandung Barat, Senin (10/11/2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Adifa Arsyad)
Beranda 07 Des 2025, 19:44 WIB

Bencana Alam Itu Tidak Jauh, Sudah di Depan Hidung Kita

Data bencana alam BNPB tahun 2024 menyatakan Jawa Barat sebagai provinsi yang paling sering mengalami bencana, yakni sebanyak 461 kejadian.
Warga di lokasi bencana sedang membantu mencari korban tertimbun longsor di Arjasari, Kabupaten Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Biz 07 Des 2025, 19:30 WIB

Ekosistem Esports Bandung Menjadi Model Pertemuan Teknologi Komunitas dan Budaya

Industri esports Indonesia sedang berada di persimpangan penting dan tumbuh lebih besar menjadi ekosistem yang lebih dari sekadar tren hiburan.
Ilustrasi. Industri eSports telah berkembang dari sekadar hobi menjadi arena kompetitif yang melibatkan teknologi, komunitas, dan ekonomi kreatif. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Beranda 07 Des 2025, 19:02 WIB

Inklusiland 2025: Mewujudkan Indonesia Inklusif

Hari Disabilitas Internasional (HDI) tahun ini menjadi momentum bersejarah bagi sahabat disabilitas Indonesia.
Hari Disabilitas Internasional (HDI) tahun ini menjadi momentum bersejarah bagi sahabat disabilitas Indonesia. (Sumber: Istimewa)
Beranda 07 Des 2025, 18:57 WIB

Braga Beken: Wajah Baru Braga yang Lebih Ramah Pejalan Kaki di Akhir Pekan

Tidak ada lagi klakson atau deru mesin kendaraan yang memecah riuh suasana. Para pejalan kaki mendominasi jalan sepanjang kurang lebih 380 meter itu
Pengunjung Jalan Braga menikmati suasana jalan yang terbebas dari kendaraan, Sabtu (6/7). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)
Ayo Netizen 07 Des 2025, 18:40 WIB

Bila Gempa Terjadi Saat Berada di Mal

Apa yang akan dilakukan bila saat berada di dalam mal, di dalam stadion, di dalam gedung konser, terjadi gempa bumi?
Sebelum terjadi gempa, kenali kegunaan nomor dan tanda-tanda yang ada dalam panel di dinding litf. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: T Bachtiar)
Ayo Netizen 07 Des 2025, 18:21 WIB

Catatan Warga untuk Wali Kota M. Farhan: Menata Arah Penanganan Pengangguran Bandung

Meningkatnya angka pengangguran di Kota Bandung dan menyoroti bagaimana ketidakseimbangan antara kebutuhan industri dan keterampilan warga.
Seorang pengendara motor melaju di jalan Kota Bandung siang hari. (29/10/2024) (Sumber: Khalidullah As Syauqi)
Ayo Netizen 07 Des 2025, 07:27 WIB

Ketan Bakar Nurjaman: Cita Rasa Bandung ketika Malam

Di tengah dinginnya malam, ada satu kehangatan yang tetap hidup di sudut kota: Ketan Bakar Nurjaman.
Ketan Bakar Nurjaman. (Sumber: DokumentasiĀ pribadi | Foto: Fikri Akmal)
Ayo Netizen 07 Des 2025, 05:30 WIB

Tak Ada Teja Paku Alam, Fitrah Maulana pun Jadi

Fitrah Maulana—yang didapuk mendampingi pelatih Persib, Bojan Hodak-- menangis tersedu-sedu. Suasana pun menjadi haru.Ā 
Fitrah Maulana, kiper muda Persib Bandung. (Sumber: Dok. Persib)
Ayo Netizen 07 Des 2025, 05:06 WIB

Nasi Bakar Saparua, Hangatnya Malam Bandung dalam Sebungkus Rasa

Nasi Bakar Saparua adalah pilihan kuliner praktis di Bandung dengan cita rasa gurih pedas.
Di balik kepulan asap dan lampu kuning temaram, ada rasa yang bikin balik lagi. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Biz 06 Des 2025, 19:38 WIB

Gaya Hidup Sehat Anak Muda Bandung Tumbuh Bersama Treat a Cup

Treat a Cup tampil berbeda dengan menekankan pentingnya kesadaran akan kesehatan melalui makanan dan minuman yang mereka sajikan.
Treat a Cup tampil berbeda dengan menekankan pentingnya kesadaran akan kesehatan melalui makanan dan minuman yang mereka sajikan. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 06 Des 2025, 11:45 WIB

Momentum Libur Natal dan Tahun Baru Jadi Peluang Emas Industri Hotel Bandung

Momentum libur Natal dan Tahun Baru tetap menjadi peluang emas bagi hotel-hotel untuk meningkatkan hunian kamar sekaligus memperkuat citra mereka sebagai destinasi liburan.
Momentum libur Natal dan Tahun Baru tetap menjadi peluang emas bagi hotel-hotel untuk meningkatkan hunian kamar sekaligus memperkuat citra mereka sebagai destinasi liburan. (Sumber: Four Points by Sheraton Bandung)
Ayo Netizen 05 Des 2025, 21:20 WIB

Mewujudkan Asa Bandung TeknopolisĀ 

Di kawasan industri Gedebage ada entitas industri yang masih memberikan asa Bandung teknopolis.
Hangar machining Pudak Group di kawasan industri Gedebage Bandung yang memproduksi komponen pesawat terbang pesanan Airbus dan Boeing (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)