Mobil Listrik Mengubah Wajah Industri Otomotif Bandung dan Indonesia

Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Ditulis oleh Eneng Reni Nuraisyah Jamil diterbitkan Jumat 05 Des 2025, 18:11 WIB
Ilustrasi. Karakter masyarakat Bandung yang terbuka terhadap inovasi menjadikan kota ini laboratorium ideal untuk adopsi mobil listrik. (Sumber: VinFast Indonesia)

Ilustrasi. Karakter masyarakat Bandung yang terbuka terhadap inovasi menjadikan kota ini laboratorium ideal untuk adopsi mobil listrik. (Sumber: VinFast Indonesia)

AYOBANDUNG.ID -- Industri otomotif Indonesia sedang berada dalam fase transisi yang menentukan. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) hingga Oktober 2025 menunjukkan penurunan penjualan mobil konvensional wholesale sebesar 10,6 persen dan retail 9,6 persen.

Namun di tengah tren negatif ini, mobil listrik justru mencatat lonjakan signifikan dengan penjualan mencapai 69.000 unit, naik 112 persen dibanding tahun sebelumnya. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan sinyal kuat bahwa masyarakat mulai beralih ke kendaraan ramah lingkungan.

Bandung, kota urban dengan reputasi kreatif dan progresif, menjadi panggung penting dalam transformasi ini. Karakter masyarakat Bandung yang terbuka terhadap inovasi menjadikan kota ini laboratorium ideal untuk adopsi mobil listrik.

Fenomena urban lifestyle di Bandung pun memperlihatkan bahwa kendaraan listrik bukan hanya alat transportasi, tetapi juga simbol status, prestise, dan komitmen terhadap keberlanjutan.

Chief Executive Officer VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, bahkan menegaskan arah pasar yang paling potensial untuk industri kendaraan di Indonesia. Potensi ini pun kata dia, menjadi peluang emas bagi para produsen untuk membaca kebutuhan masyarakat dan menyesuaikan strategi dengan segmen terbesar.

“Kita semua tahulah ya di Indonesia ini segmen yang paling gemuk adalah segmen MPV. Jadi saya rasa kita pun di VinFast akan fokus ke segmen tersebut dari sisi produk untuk saat ini," ujarnya.

Kariyanto juga menegaskan, Bandung menjadi kota yang menjadi target ekspansi layanan taksi listrik setelah Jakarta. Apalagi Bandung sendiri memiliki daya tarik khusus sebagai pasar uji.

Kota ini sering menjadi barometer tren nasional, sehingga penetrasi mobil listrik di Bandung dapat menjadi katalis bagi adopsi lebih luas di Indonesia. Jika masyarakat Bandung menerima kendaraan listrik sebagai bagian dari gaya hidup, maka kota-kota lain akan mengikuti.

“Tentu Bandung merupakan salah satu kota kunci yang ingin segera kita layanin dengan taksi listrik kami. Tetapi kapannya kami belum bisa melihat waktu pastinya. Kita saat ini sedang tahap persiapan semuanya," jelas Kariyanto.

Selain itu, keberadaan Xanh SM Taxi Hijau di Jakarta yang sudah beroperasi lebih dari 4.000 unit menjadi bukti nyata bahwa layanan ini mampu mempercepat adopsi EV. Bandung diharapkan segera menyusul dengan skala yang signifikan.

Ilustrasi. Karakter masyarakat Bandung yang terbuka terhadap inovasi menjadikan kota ini laboratorium ideal untuk adopsi mobil listrik. (Sumber: VinFast Indonesia)
Ilustrasi. Karakter masyarakat Bandung yang terbuka terhadap inovasi menjadikan kota ini laboratorium ideal untuk adopsi mobil listrik. (Sumber: VinFast Indonesia)

Jika tren ini berlanjut, Bandung berpotensi menjadi kota percontohan mobil listrik di Indonesia. Dengan dukungan masyarakat urban, infrastruktur charging, serta komitmen produsen, Bandung dapat menjadi model kota ramah lingkungan yang menginspirasi daerah lain.

“Kita harap semoga tidak terlalu lama lagi taksi hijau VinFast sudah bisa mengaspal di Bandung,” kata Kariyanto.

Namun Kariyanto mengakui, kehadiran taksi listrik bukan hanya soal bisnis, tetapi juga strategi memperkenalkan kendaraan listrik kepada masyarakat luas. Karenanya, dia menilai ekspansi ini menuntut kesiapan matang.

“Kalau untuk kita bisa beropasi di sesuatu daerah, tentu perizinannya. Kedua, pool-nya harus sudah siap. Ketiga, training atau recruitment para drivernya itu juga harus dipersiapkan dengan matang,” ujarnya.

Tantangan ini menunjukkan bahwa penetrasi mobil listrik tidak hanya bergantung pada produk, tetapi juga ekosistem pendukung. Di sisi lain, Kariyanto pun memngatakan, responsivitas mobil listrik kerap menjadi tantangan tersendiri bagi para driver. Karenanya, dia menegaskan perlunya edukasi dan pelatihan agar transisi berjalan aman.

“Khususnya banyak driver itu yang masih kaget sebelumnya bawa mobil bensin, kemudian mobil listrik. Itu kadang masih banyak nyundul mobil depan karena mobil itu sangat responsif,” kata Kariyanto.

VinFast hanyalah satu contoh kecil dari fenomena besar ini. Sejak hadir pada Juli 2024, mereka menempati posisi ke-6 dari 30 pemain kendaraan listrik dengan penjualan 3.050 unit hingga Oktober 2025.

Menariknya, keunggulan VinFast juga terletak pada ekosistem kendaraan listrik terintegrasi. Ekosistem ini mencakup pabrik sendiri, jaringan charging Vi Green, hingga layanan taksi hijau atau Xanh SM.

“Karenanya kita cukup confident untuk terus bertumbuh dan berkembang di Indonesia bersama-sama dengan para pemain yang lainnya,” ujarnya.

Bahkan pabrik VinFast di Subang menjadi bukti komitmen jangka panjang dari produsen asal Vietnam tersebut. Pabrik ini bukan hanya untuk produksi, tetapi juga menyerap tenaga kerja lokal dan memperkuat rantai pasok regional.

“Keputusan membangun pabrik ini berdasarkan regulasi saat itu yang mewajibkan kesiapan operasi pada 1 Januari 2026. Ketentuan itu kami penuh dan peresmian pabrik Vinfast di Suban tidak lama lagi. Progres pabrik sudah berjalan. Tim kami sudah mulai reload, dan Lead Form Manager juga sudah dikirim," ujarnya.

Alternatif kebutuhan kendaraan atau produk serupa:

  1. https://s.shopee.co.id/8AOnq0kejg
  2. https://s.shopee.co.id/4Asf4gmI0i
  3. https://s.shopee.co.id/7AWGeE4mUy
  4. https://s.shopee.co.id/VzMhzqNFz
  5. https://s.shopee.co.id/5q0t3ovn2J

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Beranda 21 Jan 2026, 07:10 WIB

Tamu Tembus 4.000 Orang, Kampung Takakura Sukamiskin Jadi Pusat Edukasi Sampah Lintas Pulau dan Negara

Upaya warga Kampung Takakura ini mendapat perhatian pemerintah. Sejumlah dinas turut memberikan dukungan berupa fasilitas penunjang.
Sejumlah penghargaan yang diraih Kampung Takakura antara tahun 2018-2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Beranda 21 Jan 2026, 06:54 WIB

Di Malam yang Tidak Pernah Sama, Pasar Lilin Astana Anyar Tetap Ada

Suasana terasa hangat. Antar pedagang saling menyapa, berbagi cerita, dan sesekali diselingi gelak tawa di sela menunggu pembeli.
Pasar Lilin kini lebih terang setelah menggunakan cahaya dari lampu. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Biz 20 Jan 2026, 21:30 WIB

Menggenggam Harapan Bandung Lewat Wajib Belajar Pra Sekolah

PAUD bukan sekadar tempat bermain, di balik aktivitas sederhana seperti bernyanyi atau menggambar, tersimpan proses pembentukan karakter.
Ilustrasi. PAUD bukan sekadar tempat bermain, di balik aktivitas sederhana seperti bernyanyi atau menggambar, tersimpan proses pembentukan karakter. (Sumber: Freepik)
Ayo Jelajah 20 Jan 2026, 20:43 WIB

Hikayat Kelam Kasus Herry Wirawan, Kekerasan Seksual terhadap Santriwati di Bandung

Perkara Herry Wirawan, pemilk salahsatu peantren di Bandung, menjadi salah satu kasus kekerasan seksual anak terberat dalam sejarah hukum Indonesia.
Herry Wirawan.
Ayo Jelajah 20 Jan 2026, 20:26 WIB

Sejarah Longsor Cigembong Garut Zaman Kolonial, Warga Satu Kampung Lenyap Tanpa Jejak

Longsor besar Juni 1924 menghapus Kampung Cigembong di selatan Garut. Arsip kolonial mencatat retakan gunung, pergerakan tanah, ratusan korban jiwa, serta sawah dan rumah yang lenyap dalam sekejap.
Ilustrasi longsor Cigembong Garut 1924.
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 19:35 WIB

Menelaah Kaitan Penerangan Jalan dan Potensi Aksi Kejahatan

Warga Margahayu Raya berharap Walikota M. Farhan segera mengatasi masalah lampu jalan yang minim.
Kondisi jalan di Komplek Margahayu Raya yang hanya diterangi oleh rumah warga akibat minimnya lampu penerangan jalan umum pada malam hari, 1 Desember 2025. (Sumber : Dokumentasi Penulis | Foto : Nur Azizah) (Foto : Nur Azizah) (Foto: Nur Azizah)
Ayo Biz 20 Jan 2026, 19:25 WIB

Mimpi Swasembada Energi: Jalan Terjal Transisi di Era Prabowo

Keberhasilan PP Nomor 40/2025 sangat bergantung pada kemampuan pemerintah menggeser dominasi sistem energi dari energi fosil menuju energi bersih melalui instrumen kebijakan yang tepat sasaran.
Analis kebijakan dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bonti Wiradinata saat diskusi Ikatan Wartawan Ekonomi Bisnis (IWEB) di Bandung, Selasa (20/1/2026). (Sumber: Dok IWEB)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 18:37 WIB

Antara Warga, Amanah, dan Ketenangan

Sebuah potret tentang tokoh yang menjadi pusat diskusi warga dan organisasi lokal.
Firman adalah putra asli Bandung yang tumbuh di Kiara Condong, sebuah lingkungan yang menurutnya menjadi “sekolah kehidupan” pertama. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 17:35 WIB

Susahnya Memberantas Parkir Liar yang Merajalela di Kota Bandung

Di Kota Bandung, parkir liar sangat mudah ditemukan di berbagai macam tempat.
Potret juru parkir liar di salah satu titik Kota Bandung (04/12/25) (Foto: Salsafira Farelya)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 17:00 WIB

Belajar dari Artis, Seni Mengelola Circle Pertemanan Menjadi Aset Masa Depan

Nggak cuma lucu-lucuan, Prediksi dan Bedain jadi bukti kalau tongkrongan bisa menghasilkan cuan.
Prediksi dan Bedain. (Instagram/Prediksi)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 16:17 WIB

Efisiensi Fiskal dan Era Pariwisata Virtual

Efisiensi fiskal menuntut inovasi pemerintah. Bandung perlu cara baru untuk tetap bisa meningkatkan sumber PAD melalui promosi wisata dengan jangkauan luas, tanpa membebani anggaran.
Gunung Putri Lembang, Bandung. (Sumber: Unsplash | Foto: Dwinanda Nurhanif Mujito)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 16:00 WIB

Antara Janji Meritokrasi atau Realitas Politik Koalisi: Pembentukan Kabinet Merah Putih

Mengapa idealisme meritokrasi Prabowo luntur demi mengakomodasi kepentingan koalisi, melahirkan 'Kabinet Gemuk' yang lebih mengutamakan stabilitas politik daripada kompetensi ahli.
Masa Retreat Kabinet Merah Putih di Magelang. (Sumber: menpan.go.id)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 15:00 WIB

Ini Sosok John Herdman Pelatih Baru Timnas: Adakah Pemain Persib yang Dipanggil?

John Herdman akan didampingi Cesar Meylan, yang akan bertugas sebagai pelatih fisik Tim Garuda.
John Herdman, lahir 19 Juli 1975, mulai melatih sepak bola pada usia muda di Inggris, saat ia masih menjadi mahasiswa dan dosen universitas paruh waktu di Northumbria University. (Sumber: Kemenpora)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 12:21 WIB

Merawat Imajinasi

Aktivitas mendongeng (membacakan) cerita bukan semata soal hiburan, melainkan ikhtiar bersama dalam menanamkan benih pengetahuan, menumbuhkan rasa ingin tahu, sekaligus mengikat cinta.
Seseorang sedang asyik membaca. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 11:25 WIB

CSR di Bandung: Dari Kegiatan Simbolik Menuju Dampak Sosial Nyata

CSR di Bandung sering dipandang hanya sebagai agenda formal yang belum sepenuhnya menangani kebutuhan sosial secara mendalam.
Kota Bandung. (Sumber: Unsplash | Foto: Aditya Enggar Perdana)
Ayo Netizen 20 Jan 2026, 10:03 WIB

Nestapa Gaza, Akankah Dunia Islam Bisa Baik-Baik Saja?

Warga Gaza masih berduka, di tengah hujan musim dingin dan camp darurat.
Krisis Gaza masih berlanjut, semakin kritis di tengah cuaca dingin dan hujan yang semakin intens. (Sumber: Pexels | Foto: Ahsanul Haque Z)
Beranda 20 Jan 2026, 08:33 WIB

Tidak Dipilah Pasti Tidak Diangkut: Gaya Hidup Kampung Takakura dalam Mengatasi Krisis Sampah Bandung

Selama hidup, manusia pasti memproduksi sampah. Sampai kapan pun itu tidak akan hilang. Karena itu kita harus berteman dengan sampah dengan menjadikannya sesuatu yang bernilai.
Hasil dari pengolahan sampah organik salah satunya dijadikan eco enzyme yang kaya enzim ramah lingkungan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Jelajah 19 Jan 2026, 20:24 WIB

Sejarah Universitas Islam Bandung, Kampus Biru di Tamansari

Unisba lahir dari kegelisahan tokoh Islam Jawa Barat tentang pendidikan iman dan ilmu hingga tumbuh di Tamansari Bandung.
Kampus Unisba di tamansari. (Sumber: unisba.ac.id)
Ayo Netizen 19 Jan 2026, 18:26 WIB

Walau Lebih Mahal, Ada Alasan Gen-Z Lebih Suka Bus AKAP Fasilitas Lengkap

Ada nih Bus AKAP Luxury yang bisa dilirik oleh kalangan Anak Muda di Bandung cuy
Interior dari Cititrans Super Executive Busline 28S (CTB-102) saat malam hari pada 30 Oktober 2025. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Dean 'Izzan Rahmani)
Ayo Biz 19 Jan 2026, 18:21 WIB

Kontroversi Susu UHT dalam Program Makan Bergizi Gratis Menguji Kualitas Gizi Anak Sekolah

Kontroversi susu UHT dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memantik perdebatan publik.
Ilustrasi. Susu adalah simbol asupan protein, kalsium, dan vitamin yang esensial bagi pertumbuhan ana. (Sumber: Freepik)