Pengunjung menikmati kolam air panas alami di kawasan wisata Sari Ater pada siang hari (Sumber: sariater-hotel.com | Foto: Dokumentasi Sari Ater)

Ayo Netizen

Sari Ater dan Misteri Panas yang Tak Pernah Padam

Selasa 25 Nov 2025, 17:52 WIB

Udara pegunungan yang sejuk berpadu dengan uap hangat yang naik perlahan dari kolam, menciptakan suasana tenang di tengah hamparan hijau Subang, pada Rabu (5/11/2025). Di sinilah, di Desa Ciater, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, mengalir sumber air panas alami yang tak pernah padam.

Daya tarik utama Sari Ater bukan hanya pada suasananya yang asri, tetapi juga pada keunikan sumber air panasnya yang menyimpan kisah misterius. Menurut Yaya, pengelola Sari Ater, hingga kini belum ada yang mengetahui secara pasti dari mana asal panas yang memancar dari bumi Ciater ini.

“Belum ada yang tahu pasti asalnya dari mana,” ujarnya.

Asal-usul air panas yang muncul masih menyimpan misteri hingga kini. Namun, berdasarkan cerita Yaya, sekitar tahun 1940.

“Pendatang asing pernah datang ke wilayah ini dan menemukan aliran air hangat di tengah kebun. Awalnya disangka menyimpan harta karun, namun yang muncul justru air panas alami yang terus mengalir hingga kini,” ujarnya.

Misteri di Sari Ater ini terletak di bagian darimana sumber air panas ini berasal, karena panasnya mirip dengan yang ada di Gunung Papandayan, namun dari segi warna airnya mirip dengan yang ada di Tangkuban Perahu. Sehingga mrmbuat pengunjung merasakan sensasi yang berbeda saat berendam di Sari Ater.

Pengunjung menikmati kolam air panas alami di kawasan wisata Sari Ater pada siang hari (Sumber: sariater-hotel.com | Foto: Dokumentasi Sari Ater)

Sebelum dikenal sebagai objek wisata, kawasan Sari Ater dulunya digunakan oleh warga sekitar untuk mandi dan mencuci. Setelah pemerintahan Indonesia terbentuk, sumber air panas ini kemudian diakui sebagai aset pemerintah daerah dan dikelola oleh PT Sari Ater sejak awal 1970-an.

“Sekarang sudah 52 tahun kami dipercaya untuk mengelola kawasan ini,” ucap Pria baruh baya tersebut.

“Tugas kami bukan cuma menjaga fasilitas, tapi juga memastikan lingkungan dan sumber airnya tetap terpelihara,” tambahnya.

Kini, Sari Ater berkembang menjadi kompleks wisata alam dengan beragam fasilitas seperti hotel, restoran, area camping, camper van, water park, dan berbagai kolam pemandian. Meski begitu, pengelola tetap mempertahankan suasana alaminya tanpa mengubah karakter kawasan. Jadi setiap perkembangan yang dilakukan tetap memerhatikan lingkungan alam agar terjaga identitas Sari Ater sebagai wisata alam.

Meski menjadi destinasi legendaris, Sari Ater tetap menghadapi tantangan alam. Pengelola memperkirakan debit air panas dapat berkurang di masa mendatang akibat perubahan kondisi tanah dan iklim. Namun pengelola tetap optimis, sumber panas alami ini akan terus terjaga selama masyarakat dan pengelola menjaga keseimbangan alam di sekitarnya.

Untuk menjawab tantangan itu, pengelola kini tengah mengembangkan konsep wajah baru Sari Ater, mulai dari mempercantik area kolam hingga merancang jalur wisata alam yang terhubung dengan Tangkuban Parahu. Harapannya, pengunjung datang ke Sari Ater bukan hanya untuk menikmati air panasnya, tetapi juga untuk merasakan pengalaman dan ketenangan alam yang tak tergantikan. (*)

Tags:
wisata air panas alamiSari Ater

Ahmad Munadhil haq

Reporter

Aris Abdulsalam

Editor