Saat langit Lembang mulai berubah menjadi gelap, Dusun Bambu menyalakan wajah barunya di bumi pasundan. Cahaya lampu menari diantara pepohonan, menghadirkan suasana hangat yang memadukan keheningan malam dan cahaya lembut pegunungan. Kertawangi, Cisarua, Bandung Barat.
PR Division Marketing Communications Dusun Bambu, Horas Nicodemus L. Gaol, menjelaskan bahwa pembukaan wahana malam dilakukan untuk memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung. “Kami ingin menampilkan sisi baru Dusun Bambu yang tidak hanya indah di siang hari, tetapi juga mempesona di malam hari,” ujarnya pada Kamis (6/10/2025).
Program wisata malam Dusun Bambu berjalan khusus pada akhir pekan, mulai Jumat hingga Minggu malam. Wahana mystical forest mengusung konsep glow in the dark, mengubah area path of water menjadi lintasan cahaya penuh warna pada malam hari.
Ia menambahkan, jam operasional malam bersifat tentatif dan menyesuaikan jumlah pengunjung yang hadir saat program tersebut berlangsung. Jika masih ramai, area tetap dibuka hingga pukul delapan malam atau lebih, namun jika sudah sepi akan ditutup lebih cepat.
Sementara itu, pada hari biasa atau weekday, aktivitas malam di Dusun Bambu hanya berlangsung di area resort, restoran, dan spot foto yang tetap melayani tamu hingga malam. Nico menjelaskan, program wisata malam seperti Mystical Forestdan video mapping hanya diadakan pada akhir pekan, tepatnya dari Jumat hingga Minggu malam.
Dalam setiap kegiatan malamnya, kenyamanan dan keamanan pengunjung menjadi prioritas utama bagi Dusun Bambu agar menciptakan pengalaman yang memuaskan. Nico menjelaskan, pengunjung dapat menikmati area api unggun di ruang terbuka yang berfungsi untuk menghangatkan tubuh sekaligus menambah daya tarik visual di tengah udara dingin Lembang. “Kami ingin pengunjung merasakan suasana malam yang tenang tapi tetap hidup,” ucap pria ramah ini.
Ia menambahkan, kehadiran wisata malam ini juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan jumlah kunjungan pada akhir pekan khususnya malam hari. Banyak wisatawan datang khusus untuk menikmati pengalaman malam hari, menjadikan Dusun Bambu tidak hanya destinasi siang, tetapi juga ruang reflektif di malam hari yang penuh cahaya.
Meski demikian, Nico mengakui bahwa tantangan terbesar Dusun Bambu adalah lokasi yang tidak berada di jalur utama Lembang. Untuk mengatasinya, tim marketing aktif memanfaatkan media digital seperti Instagram dan TikTok sebagai sarana utama promosi. Ia menegaskan bahwa pemanfaatan media sosial merupakan cara paling efektif menjangkau calon pengunjung.
“Letak kami memang tidak di jalur utama, jadi konten digital jadi kunci agar orang tetap tahu apa yang kami tawarkan,” jelas Nico.
Menurutnya, setiap inovasi yang dilakukan, termasuk pembukaan wisata malam, tetap berpijak pada identitas Dusun Bambu sebagai destinasi alam dan budaya. Konsep pencahayaan, tata ruang, hingga aktivitas pengunjung di malam hari dirancang agar tetap sejalan dengan suasana alam dan nilai tradisional yang menjadi ciri kawasan ini. Untuk menikmati suasana malam di kawasan wisata alam ini, pengunjung dikenakan tiket masuk mulai Rp20.000 pada hari biasa dan Rp40.000 pada akhir pekan.
Sejak berdiri pada 2014, Dusun Bambu terus mempertahankan karakter khasnya sebagai wisata alam bernuansa budaya Sunda. Arsitektur kayu, nuansa tradisional, dan program Rebo Nyunda menjadi wujud nyata pelestarian budaya lokal. (*)