Ayo Netizen

Wisata Literasi di Bandung, Ini Ide Tema Ayo Netizen dari Pages & Plates Festival 2026

Oleh: Aris Abdulsalam
Festival Literasi Pages and Plates 2026 featuring Big Bad Wolf Books di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

AYOBANDUNG.ID -- Bandung sedang punya alasan baru untuk mampir ke perpustakaan, atau kali ini, ke sebuah lapangan olahraga yang disulap jadi lautan buku. Sejak Senin (3/8/2026), Bikasoga Sport Center riuh oleh warga yang berburu buku murah sambil menikmati aneka kuliner di satu tempat yang sama.

Acara bertajuk Pages & Plates Festival 2026 ini menjadi momentum yang layak ditangkap penulis Ayo Netizen. Selain baru pertama kali digelar di dalam Kota Bandung, festival ini juga mengusung konsep yang jarang ditemui, yakni memadukan urusan literasi dengan pengalaman wisata dan kuliner dalam satu kawasan.

Bagi penulis yang ingin mengangkat isu literasi dengan sudut pandang segar, berikut beberapa ide tema yang bisa dieksplorasi selama festival berlangsung hingga Minggu (9/8/2026) mendatang.

1. Reportase Langsung dari Lokasi Festival

Festival ini digelar oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung bersama Big Bad Wolf Books, penerbit asal Malaysia yang membawa lebih dari satu juta judul buku dari ratusan penerbit dunia. Seluruh rangkaian acara terbuka untuk umum dan gratis tanpa tiket masuk.

Penulis bisa datang langsung dan menuliskan suasana di lokasi, mulai dari antrean pengunjung, buku-buku yang paling diburu, hingga harga buku yang ditawarkan mulai dari puluhan ribu rupiah saja.

2. Konsep "Wisata Literasi", Efektifkah Menaikkan Minat Baca?

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut festival ini bukan sekadar pameran buku biasa, melainkan pengalaman wisata literasi pertama di kota ini. Konsep ini menarik untuk dibedah lebih jauh: apakah menggabungkan buku dengan kuliner dan hiburan keluarga benar-benar mampu menumbuhkan minat baca, atau justru hanya menarik warga karena diskon buku murah semata?

Festival Literasi Pages and Plates 2026 featuring Big Bad Wolf Books di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

3. Cerita Personal di Balik Buku yang Dibeli

Setiap pengunjung biasanya punya alasan tersendiri memilih sebuah buku. Penulis bisa mengangkat cerita personal, baik pengalaman sendiri maupun orang lain yang ditemui di lokasi, tentang buku yang dibeli dan alasan di baliknya. Tulisan semacam ini biasanya punya sisi emosional yang dekat dengan pembaca.

4. Nostalgia Toko Buku dan Perpustakaan Lawas Bandung

Di tengah gegap gempita festival buku modern, ada baiknya menengok ke belakang. Penulis bisa mengangkat cerita toko buku legendaris, perpustakaan keliling, atau taman bacaan warga yang pernah atau masih eksis di Bandung, sebagai pembanding dari geliat literasi masa kini.

5. Gerakan Literasi di Luar Sorotan Festival Besar

Selain festival berskala besar seperti ini, sejumlah komunitas baca dan taman bacaan warga di kampung-kampung Bandung juga rutin bergerak, meski jarang terekspos media. Ini kesempatan bagi penulis untuk mengangkat profil komunitas literasi akar rumput yang selama ini luput dari sorotan.

Sebagai catatan untuk penulis, festival ini berlangsung hingga 9 Agustus 2026, jadi masih ada waktu untuk turun langsung ke lokasi sebelum menulis. Reportase dari lapangan biasanya punya nilai lebih di mata pembaca dibanding tulisan yang hanya mengandalkan informasi sekunder.

Selamat menulis! (*)

Reporter Aris Abdulsalam
Editor Aris Abdulsalam