Beranda

Ramai Pengunjung Tapi Sepi Pembeli: Wajah Lain Wisata Lebaran di Pusat Kota Bandung

Oleh: Ilham Maulana Rabu 25 Mar 2026, 08:15 WIB
Wisatawan lokal memadati kawasan Alun-alun Kota Bandung pada libur lebaran. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

AYOBANDUNG.ID - Suasana sore di kawasan Alun-Alun Bandung tampak dipadati pengunjung yang memanfaatkan masa libur setelah Lebaran untuk berjalan-jalan di pusat kota.

Area teras masjid dan trotoar dipenuhi keluarga yang duduk bersantai, sementara anak-anak berlarian di selasar dan bahu jalan. Di beberapa sudut, kelompok anak muda bergantian berfoto dengan latar masjid dan taman kota.

Keramaian juga meluber hingga ke ruas Jalan Asia Afrika dan Jalan Dewi Sartika. Pengunjung berjalan kaki menikmati suasana kota, sebagian berhenti membeli jajanan dari pedagang kaki lima, sementara lainnya sekadar duduk santai menikmati udara sore.

Sebagai salah satu ruang publik ikonik di Kota Bandung, kawasan ini memang selalu menjadi tujuan favorit warga dan wisatawan untuk berkumpul. Letaknya yang strategis di pusat kota, serta akses yang mudah, membuat alun-alun menjadi simpul pergerakan sekaligus destinasi utama saat musim liburan.

Namun di balik padatnya arus pengunjung, tidak semua pelaku ekonomi kecil merasakan dampak yang sama.

Tya (27), salah satu pedagang yang sudah sekitar delapan tahun berjualan di kawasan alun-alun, mengatakan bahwa ramainya pengunjung tidak selalu berbanding lurus dengan jumlah pembeli.

“Kalau saya tidak tiap hari jualan di sini. Biasanya hanya Sabtu-Minggu atau kalau lagi ada liburan saja, karena biasanya pengunjung lebih ramai,” kata Tia.

Meski dipadati wisatawan, sejumlah pedagang di kawasan Alun-alun Kota Bandung mengeluhkan sepinya pembeli. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Menurutnya, setelah Lebaran jumlah pengunjung memang meningkat, termasuk wisatawan dari luar kota.

“Pengunjung sih ramai. Kadang ada yang dari Jakarta, Bogor, sampai Purwakarta juga datang ke sini,” ujarnya.

Namun kondisi tersebut tidak sepenuhnya membawa keuntungan.

“Yang ramai itu pengunjungnya, tapi yang beli tidak terlalu banyak. Daya beli terasa berkurang dibanding tahun sebelumnya,” katanya.

Ia menilai perubahan ini juga dipengaruhi oleh kondisi kawasan yang tidak lagi sepenuhnya bisa dimanfaatkan seperti dulu.

“Sekarang tamannya tidak bisa dipakai seperti dulu, jadi orang biasanya hanya datang untuk lihat-lihat atau foto saja,” jelasnya.

Hal serupa dirasakan Yani (40), pedagang lain di kawasan tersebut. Ia mengakui momen libur panjang seperti Lebaran memang mendatangkan lebih banyak orang, namun tidak selalu diikuti peningkatan transaksi.

“Kalau lagi libur seperti ini biasanya memang lebih ramai pengunjung yang datang,” katanya.

Di sisi lain, pengunjung tetap melihat kawasan alun-alun sebagai tempat rekreasi yang menarik, meski tanpa harus banyak mengeluarkan uang.

Raka (27) dan sepupunya Dani (26), misalnya, memilih menghabiskan waktu dengan berjalan santai dan menikmati suasana. Dani datang dari Surabaya untuk berlibur di Bandung, sementara Raka berasal dari Cimahi.

Raka mengatakan kunjungannya ke Bandung memang sudah direncanakan untuk memanfaatkan momen libur Lebaran bersama keluarga.

“Lagi libur Lebaran saja sebenarnya, jadi sekalian main ke Bandung. Saya dari Surabaya dan kebetulan sepupu saya ngajak ke sini. Katanya kalau ke Bandung belum lengkap kalau belum ke alun-alun,” ujarnya.

Menurutnya, suasana yang ramai justru menjadi daya tarik tersendiri.

“Di sini enak sih. Tempatnya terbuka dan suasananya juga seru karena banyak orang berkumpul. Ada keluarga yang piknik, ada juga anak muda yang foto-foto. Jadi terasa hidup,” katanya.

Dani menambahkan, dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah pengunjung tahun ini terasa lebih padat.

“Kalau dibanding tahun kemarin rasanya sekarang lebih ramai. Mungkin karena masih suasana libur Lebaran juga, jadi banyak orang yang datang ke pusat kota untuk jalan-jalan,” ujarnya.

Meski demikian, aktivitas yang dilakukan pengunjung cenderung sederhana.

“Biasanya kalau ke sini kita foto-foto dulu di alun-alun, habis itu jalan ke Braga buat nongkrong atau sekadar lihat suasana,” ujar Dani.

Setelah itu, mereka berencana melanjutkan perjalanan ke kawasan lain di Bandung.

“Mungkin nanti habis dari sini kita lanjut ke Lembang. Sekalian liburan selama masih suasana Lebaran,” kata Raka.

Reporter Ilham Maulana
Editor Andres Fatubun