Beranda

10 Kecamatan dengan Arus Pendatang Tertinggi di Kota Bandung

Oleh: Ilham Maulana Kamis 26 Mar 2026, 12:18 WIB
Petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) melakukan pendataan terhadap pemudik yang baru tiba di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Selasa 24 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

AYOBANDUNG.ID - Kota Bandung masih menjadi magnet bagi para pendatang. Arus migrasi masuk terus terjadi seiring dengan peran Bandung sebagai pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat, kota pendidikan, perdagangan, industri, hingga pariwisata.

Meski data terbaru belum dirilis, gambaran tren tersebut dapat terlihat dari Data Konsolidasi Bersih Kemendagri Semester II Tahun 2024. Dalam data itu, sejumlah kecamatan tercatat menjadi tujuan utama para pendatang.

Babakan Ciparay menempati posisi teratas dengan jumlah migrasi masuk mencapai 3.155 jiwa. Disusul Kiaracondong sebanyak 3.089 jiwa dan Buahbatu dengan 3.004 jiwa. Sementara itu, Batununggal mencatat 2.787 jiwa, Coblong 2.625 jiwa, dan Arcamanik 2.613 jiwa.

Kecamatan lain seperti Ujungberung mencatat 2.611 jiwa, Bandung Kulon 2.584 jiwa, Cibeunying Kidul 2.583 jiwa, serta Sumur Bandung dengan 2.518 jiwa. Angka-angka ini menunjukkan bahwa persebaran pendatang tidak hanya terpusat di tengah kota, tetapi juga merata ke berbagai wilayah.

Memasuki momen pascalebaran 2026, potensi lonjakan pendatang kembali terlihat di berbagai titik kedatangan. Salah satunya di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, dimana Petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) melakukan pendataan terhadap pemudik yang baru tiba.

Disdukcapil Kota Bandung mendata para pendatang usai libur Lebaran 2026 guna memastikan mereka tercatat dalam administrasi kependudukan. Kegiatan ini juga bertujuan mendata penduduk nonpermanen pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 H sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib administrasi kependudukan.

Suasana arus balik mulai terlihat di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Selasa 24 Maret 2026 (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Namun, Pemerintah Kota Bandung sendiri menegaskan tidak akan membatasi arus kedatangan tersebut. Pemerintah Kota Bandung menegaskan bahwa Kota Bandung tetap menjadi kota terbuka bagi siapa pun yang ingin datang dan menetap, khususnya masyarakat usia produktif yang dinilai mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa pihaknya tidak akan membatasi arus kedatangan penduduk pasca lebaran. Namun, pemerintah akan memastikan seluruh proses administrasi kependudukan berjalan tertib dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Ia menegaskan bahwa sebagai kota terbuka, Bandung tidak mungkin melarang orang untuk datang, tetapi penataan administrasi tetap menjadi hal yang utama.

Menurut Farhan, kehadiran masyarakat usia produktif justru menjadi peluang besar dalam meningkatkan kualitas demografi Kota Bandung. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, kelompok ini juga dinilai mampu membawa inovasi serta memperkuat daya saing kota di berbagai sektor.

Ia menyatakan bahwa pemerintah terbuka terhadap kehadiran kelompok tersebut karena kontribusinya yang positif bagi perkembangan kota.

Reporter Ilham Maulana
Editor Andres Fatubun