AYOBANDUNG.ID - Setiap akhir pekan terlebih pada long weekend, gerbang masuk menuju Kota Bandung dari arah Jakarta dipastikan padat merayap. Sementara di kawasan pusat kota, ramai oleh pengunjung yang berburu foto dan jenis kuliner yang sedang viral. Tapi di balik pemandangan yang tampak "normal" itu, data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung menyimpan cerita menarik tentang bagaimana pandemi Covid-19 sempat meluluhlantakkan sektor pariwisata Paris van Java ini dan bagaimana Kota Bandung berjuang untuk bangkit kembali.
Berdasarkan data jumlah wisatawan mancanegara dan domestik yang berkunjung ke Kota Bandung periode 2019–2025, terlihat jelas ada tiga babak besar. Masa jaya sebelum pandemi, keterpurukan saat pandemi, dan proses pemulihan yang berliku setelahnya.

Sebelum Pandemi
Di sepanjang tahun 2019, Kota Bandung menerima 8.175.221 wisatawan domestik dan 252.842 wisatawan mancanegara. Artinya lebih dari 8,4 juta kunjungan dalam setahun. Angka ini mencerminkan posisi Bandung sebagai salah satu destinasi wisata utama di Jawa Barat, ditopang oleh kombinasi wisata kuliner, belanja, alam, dan sejarah kolonialnya yang khas.
Namun tak ada yang menyangka bahwa angka itu akan menjadi all-time high yang baru bisa didekati lagi enam tahun kemudian.

Saat Pandemi
Ketika Covid-19 melanda pada awal 2020, dampaknya terhadap pariwisata Bandung sangat telak dan hampir instan.
Dari sumber data yang sama, disebutkan wisatawan domestik anjlok dari 8,17 juta menjadi 3.229.090. Turun sekitar 60,5%. Sementara wisatawan bule nyaris lenyap total. Dari 252.842 menjadi hanya 3.021 orang atau anjlok 98,8%!.
Penutupan perbatasan internasional, larangan bepergian, dan pembatasan sosial membuat kota yang biasanya ramai di akhir pekan ini berubah senyap. Hotel-hotel kosong, tempat wisata tutup, dan pelaku usaha pariwisata dari sektor UMKM hingga hotel bintang lima sama-sama terpukul.
Tahun 2021 masih menjadi masa suram, meski mulai ada tanda pemulihan tipis.
Wisatawan domestik naik ke 4.973.649 atau tumbuh 54% dari 2020, tapi masih 39% di bawah ATH level 2019. Sementara wisatawan mancanegara merangkak naik ke 33.961 pengunjung, melonjak signifikan secara persentase sekitar 1.024%. Hal ini bisa dimengerti karena basisnya yang sangat rendah, namun secara absolut masih jauh dari kondisi normal.
Pemulihan Bertahap
Begitu pembatasan mulai dilonggarkan dan kepercayaan masyarakat untuk bepergian kembali tumbuh, kurva pemulihan Bandung mulai terlihat jelas dan konsisten.

Hal yang menarik, pada 2024, jumlah wisatawan domestik akhirnya melampaui capaian ATH 2019. Tonggak penting yang menandakan pemulihan penuh dari sisi pasar domestik. Namun, wisatawan mancanegara pada 2024 (43.629) masih jauh tertinggal dibanding 2019 (252.842). Pertumbunannya “hanya” sekitar 17% dari level sebelum pandemi.
Namun rupayanya, pola ini sejalan dengan tren nasional Dimana wisatawan domestik cenderung lebih cepat pulih karena tidak terikat pembukaan perbatasan internasional, visa, atau rute penerbangan luar negeri yang butuh waktu lebih lama untuk normal kembali. Selain itu buka tutup Bandara Internasional Husein Sastranegara di Kota Bandung bisa diperhitungkan sebagai faktor lainnya.

2025 ATH Baru?
Data tahun 2025 menunjukkan gambaran yang menarik sekaligus perlu dicermati.
Wisatawan domestik sedikit menurun menjadi 8.387.182. Turun sekitar dua% dari 2024, meski tetap berada sedikit di atas level 2019. Ini bisa menjadi indikasi bahwa pasar domestik mulai memasuki fase stabil atau matang setelah lonjakan pemulihan pasca-pandemi.
Angka yang mencolok adalah kunjungan wisatawan mancanegara yang melonjak tajam menjadi 401.282, naik lebih dari 819% dibanding 2024. Bahkan 58,7% lebih tinggi dari level sebelum pandemi di tahun 2019. Jika data ini akurat dan mencerminkan tren sepanjang tahun, lonjakan sebesar ini menjadi sinyal sangat positif bahwa Bandung berhasil menarik kembali minat wisatawan asing dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Jadi, Apakah Bandung Masih Menarik?
Total jumlah kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara pada 2025 mencapai sekitar 8,79 juta, sedikit lebih tinggi dari 2019 yang jumlahnya 8,43 juta. Selain kenaikan jumlah kunjungan wisatawan, hal yang berubah adalah komposisinya. Proporsi wisatawan mancanegara meningkat sekitar 3% total kunjungan pada 2019 menjadi sekitar 4,6% pada 2025. Mungkin saja pasar untuk wisatawan mancanegara masih tumbuh signifikan, sedangkan wisatawan domestik sudah di titik mentok.
Jadi jika melihat dari sisi jumlah kunjungan secara keseluruhan, Kota Bandung masih menarik. Bahkan Kota Bandung makin menarik dibanding sebelum pandemi. Terlebih pada Agustus 2026 ini, Bandara Husein Sastranegara dibuka lagi untuk penerbangan pesawat jet komersial. Hal ini menambah akses gerbang masuk ke Kota Bandung selain lewat tol dan jalur kereta api termasuk Whoosh.
