Beranda

Pernah Jadi Pintu Masuk Ratusan Ribu Wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara Kini Bangkit Lagi

Oleh: Andres Fatubun
Suasana bandara saat pesawat jet komersial Garuda Indonesia mendarat perdana di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jumat 14 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

AYOBANDUNG.ID - Kurang lebih 12 tahun lalu landasan Bandara Husein Sastranegara di jantung Kota Bandung ini tak pernah sepi oleh deru pesawat dari luar negeri. Kini, setelah bertahun-tahun mati suri dan kehilangan status internasionalnya, Bandara Husein Sastranegara perlahan mencoba bangkit dengan cerita yang berbeda.

Masa Keemasan yang Kini Tinggal Angka

Data kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) di Bandara Husein Sastranegara Bandung menyimpan jejak kejayaan yang sulit dipercaya jika dibandingkan kondisinya hari ini.

Pada 2014, tercatat 180.532 wisman mendarat di bandara ini sepanjang tahun. Dua tahun berselang, angka itu bahkan terlampaui. Pada tahun 2016 mencapai 180.960 wisman yang menjadi puncak tertinggi dari tahun 2014 hingga 2025.

Sepanjang periode 2014–2019, Husein Sastranegara secara konsisten mencatatkan lebih dari 150.000 kedatangan wisman per tahun, dengan rata-rata di atas 166.000 orang. Bulan-bulan seperti Januari dan Maret kerap menjadi high season.

Pada saat masa jayanya, Bandara Husein melayani penerbangan internasioanl dari dan ke Singapura dan Kuala Lumpur.

Namun grafik itu kemudian jatuh curam. Pandemi Covid-19 pada 2020 memangkas angka kedatangan wisman menjadi hanya 30.953 orang, dan sejak April tahun itu, data mencatat nol kedatangan selama berbulan-bulan berturut-turut. Hal yang lebih memilukan, pemulihan yang diharapkan tak pernah benar-benar terjadi. Pada 2021 hanya tersisa 123 wisman sepanjang tahun, turun lagi menjadi 88 pada 2022, dan hanya 44 pada 2023.

Kemudian pada 2023, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendukung rencana pemerintah pusat yang akan memindahkan seluruh penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati yang dimulai Oktober 2024.

Memasuki 2024, angka kedatangan wisman mancanegara di bandara milik TNI AU ini menjadi 0. Tak ada lagi penerbangan internasional yang mendarat di Husein Sastranegara. Dalam data tersebut, pada tahun 2025 tidak tercatat kedatangan wisman menyusul pencabutan status bandara internasional, sebelum reaktivasi parsial pada Agustus 2026.

Jumlah Wisatawan Mancanegara Menurut Kedatangan (Jiwa) di Bandara Husein Sastarangera, 2014 - 2025 (Sumber: BPS Jawa Barat)

Status Internasional yang Dicabut

Anjloknya kedatangan wisman di Bandara Husein ini seiring dengan keputusan administratif yang mengubah nasibnya secara fundamental. Bandara Husein Sastranegara dicabut statusnya sebagai bandara internasional, menyusul terbitnya Keputusan Menteri Nomor 31/2024 tentang Penetapan Bandar Udara Internasional. Lewat Kepmen ini, hanya ada 17 bandara berstatus internasional di Indonesia, seperti Soekarno-Hatta, Kualanamu, dan Kertajati.

Direktur Utama AP II, Agus Wialdi, menjelaskan bahwa kebijakan ini sebetulnya dirancang untuk memperkuat konektivitas penerbangan secara nasional, bukan untuk mematikan bandara-bandara yang tersisih. Ke-17 bandara berstatus internasional itu, menurutnya, akan menjadi hub yang mengumpulkan penerbangan luar negeri, sementara bandara-bandara lain seperti Husein tetap terkoneksi lewat jaringan domestik.

Meski kehilangan status internasionalnya, Husein Sastranegara tak sepenuhnya terputus dari dunia luar. Eksekutif General Manager (EGM) Husein Sastranegara Bandung, Indra Crisna Seputra, menegaskan bahwa bandara ini tetap bisa melayani penerbangan luar negeri untuk kebutuhan tertentu secara temporer. Mulai dari penerbangan kenegaraan, kegiatan internasional, embarkasi-debarkasi haji dan umrah, hingga medivac.

Penumpang mengambil barangnya di Conveyor Belt Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jumat 14 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Titik Balik: Reaktivasi Agustus 2026

Setelah bertahun-tahun berada di titik nol, babak baru dimulai pada pertengahan Agustus 2026, ketika Bandara Husein Sastranegara resmi diaktifkan kembali untuk penerbangan komersial.

Komandan Lanud Husein Sastranegara, Marsma TNI M.D Irman Fathurrahman, mengungkapkan bahwa reaktivasi ini merupakan persiapan menuju status internasional yang baru. Dengan status tersebut, akan dibuat pemisahan area domestik di sisi timur dan internasional di sisi barat, serta penyiapan fasilitas Bea Cukai, Imigrasi, dan karantina.

"Semuanya sekarang sudah kita persiapkan di mana posisi imigrasi di kedatangan internasional," katanya, seraya menambahkan pihaknya masih menunggu kelengkapan syarat dari Kementerian Perhubungan sebelum status internasional dapat kembali disematkan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, bahkan menyebut bandara ini nantinya akan menyandang nama resmi Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung begitu proses itu rampung, dengan rencana hingga 10–11 destinasi penerbangan, termasuk tiga rute internasional.

Hasilnya mulai terlihat nyata dalam hitungan minggu. Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat pada periode 14–26 Agustus 2026, sebanyak 15.664 penumpang telah mendarat melalui Husein Sastranegara, dengan 8.012 di antaranya berstatus wisatawan.

Kepala Disparbud Jabar, Iendra Sofyan, mengungkapkan dampaknya langsung terasa di sektor perhotelan.

"Dampaknya langsung terasa. Okupansi hotel melonjak signifikan di angka 25 hingga 35 persen, terutama pada momen akhir pekan dari Jumat sampai Minggu," ungkapnya.

Ia menekankan bahwa bandara bukan sekadar tempat transit, melainkan etalase pertama yang menyambut wisatawan, sehingga perlu menghadirkan karakter dan identitas budaya Sunda yang kuat.

Suasana di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jumat 14 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Suara dari Landasan Pacu

Bagi warga Bandung, kebangkitan ini bukan sekadar statistik. Dona, penumpang asal Arcamanik yang ikut dalam penerbangan perdana rute Bandung–Yogyakarta bersama Wings Air, mengaku bersyukur atas kembalinya aktivitas penerbangan di bandara ini.

"Alhamdulillah, Bandara Husein sekarang sudah aktif lagi. Ini tanda Bandung mulai bangkit, akses ke kota lain jadi lebih mudah," katanya.

Ia berharap rute penerbangan dari dan ke Bandung terus bertambah, tidak hanya ke Yogyakarta. Harapan serupa disampaikan Danila Bela, penumpang lain yang mengaku senang perjalanannya kini lebih cepat dan praktis berkat kedekatan bandara dengan tempat tinggalnya.

"Lebih efektif karena dekat rumah. Dulu kalau ke Bali juga selalu lewat Husein daripada harus ke Jakarta dulu yang ribet," tuturnya, sembari berharap rute ke Bali segera dibuka kembali.

Komandan Lanud Irman Fathurrahman menegaskan bahwa pembukaan rute Bandung–Yogyakarta hanyalah kelanjutan dari rute-rute yang telah dibuka sebelumnya, seperti Bandung–Semarang, Bandung–Jakarta, dan Bandung–Pangandaran.

"Antusias masyarakat memang tinggi dan ingin lebih dari itu," ujarnya.

Menyambungkan Kembali Jawa Barat

Di luar Kota Bandung, Disparbud Jabar menyimpan ambisi yang lebih besar yang ingin menjadikan Husein Sastranegara sebagai pintu masuk yang mendistribusikan wisatawan ke pelosok Jawa Barat, bukan hanya menumpuk di Bandung Raya. Destinasi seperti Garut, Cirebon, Majalengka, Kuningan, hingga kawasan Jawa Barat Selatan disiapkan menjadi primadona baru.

"Dengan konektivitas yang semakin prima, kami ingin wisatawan memiliki lebih banyak pilihan destinasi liburan. Tujuan akhirnya jelas, agar perputaran roda ekonomi pariwisata ini bisa dirasakan secara merata oleh masyarakat dan pelaku usaha di seluruh penjuru Jawa Barat," pungkas Iendra.

Reporter Andres Fatubun
Editor Andres Fatubun