Kondisi sampah di kawasan Pasar Gedebage Kota Bandung, kembali menjadi keluhan para pedagang dan masyarakat sekitar. Dalam beberapa hari terakhir, tumpukan sampah yang tidak segera terangkut menyebabkan air lindih atau cairan yang berasal dari pembusukan sampah menggenang di sejumlah ruas jalan di dalam area pasar. Meskipun setiap hari ada kutipan iuran dari kelompok yang ditunjuk oleh pihak PT. Ginanjar.
Dari foto yang beredar di kalangan pedagang, genangan air lindih terlihat menutupi hampir seluruh badan jalan pasar. Cairan berwarna gelap tersebut mengalir di sela-sela aktivitas perdagangan yang tetap berlangsung, meskipun kondisi lingkungan jauh dari kata nyaman.
Para pedagang mengaku kondisi ini sangat mengganggu aktivitas mereka. Selain bau menyengat yang muncul dari genangan air sampah, jalan pasar juga menjadi licin dan tidak nyaman dilalui baik oleh pedagang maupun pengunjung yang datang untuk berbelanja.
Pasar Gedebage dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat di Kota Bandung. Setiap hari ribuan orang beraktivitas di kawasan ini, mulai dari pedagang, pembeli hingga para pekerja pasar.
Menurut Dedi Kurniawan (Selasa, 10 Maret 2026), persoalan air lindih dari tumpukan sampah tidak bisa dianggap sepele karena berpotensi menimbulkan dampak lingkungan dan kesehatan bagi masyarakat sekitar pasar.
Dedi yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Daerah WALHI Jawa Barat dan Ketua FK3I Pusat menyebut bahwa pengelolaan sampah yang tidak tertangani dengan baik dapat memicu pencemaran lingkungan, terutama jika air lindih dibiarkan mengalir dan menggenang di ruang publik seperti kawasan pasar.
Menurutnya, kondisi seperti ini seharusnya segera mendapatkan penanganan serius dari pihak terkait, karena selain mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, juga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi pedagang maupun pengunjung pasar.
Sejumlah pedagang berharap ada langkah cepat dari pihak terkait untuk segera menangani penumpukan sampah tersebut. Pengangkutan sampah yang lebih rutin dan sistem pengelolaan yang lebih baik dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar kondisi serupa tidak terus berulang.
Baca Juga: Berkah Caruluk
Persoalan ini juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat sekitar. Karena itu, sebagian warga dan pedagang mulai mempertimbangkan langkah lebih lanjut agar persoalan ini mendapat perhatian serius. Mereka bahkan menyatakan kesiapannya untuk melaporkan kondisi tersebut kepada pihak berwenang, termasuk ke Polda Jawa Barat, sebagai bentuk upaya mendorong penanganan yang lebih serius terhadap persoalan lingkungan di kawasan pasar.
Pasar sebagai ruang ekonomi rakyat seharusnya menjadi tempat yang layak bagi masyarakat untuk beraktivitas. Kebersihan lingkungan bukan hanya soal estetika kota, tetapi juga menyangkut kesehatan, kenyamanan, dan keselamatan masyarakat yang setiap hari menggantungkan hidupnya di sana. (*)