Ayo Netizen

Masih Ada Waktu! 10 Momen Mei yang Bisa Jadi Tulisanmu di Ayobandung.id

Oleh: Aris Abdulsalam Senin 04 Mei 2026, 18:12 WIB
Kondisi Pasar Buku Palasari Bandung kini, terus bertahan di tengfah gempuran perubahan zaman. (Sumber: Ayobandung | Foto: Mildan Abdalloh)

AYOBANDUNG.ID Kamu sudah berniat menulis sejak awal Mei, tapi entah kenapa, niatnya terus tertunda? Hari Buruh lewat, Hardiknas lewat, dan kamu masih menatap layar kosong.

Tenang. Mei belum selesai; dan kesempatan untuk bercerita masih terbuka lebar.

Tema bulan ini adalah Bersabar, Bekerja, dan Berkorban demi Bertahan Hidup di Bandung. Tiga nilai yang terdengar sederhana, tapi siapa pun yang pernah tinggal di kota ini tahu: menjalaninya sama sekali tidak mudah.

Berikut sepuluh momen yang tersisa di Mei, dan bagaimana masing-masing bisa menjadi pintu masuk menuju tulisanmu.

1. Hari Lembaga Sosial Desa — 5 Mei

(Bekerja)

Posyandu, karang taruna, kelompok PKK, ronda malam. Kita sering melewatinya begitu saja. Padahal di balik kegiatan-kegiatan itu ada wajah-wajah yang sudah bertahun-tahun bekerja tanpa sorotan, tanpa upah yang sepadan, dan sering kali tanpa tepuk tangan. Tulislah tentang satu orang atau satu lembaga di lingkunganmu — dan tunjukkan bahwa tidak ada kerja yang benar-benar kecil di kota ini.

2. Kenaikan Yesus Kristus — 14 Mei

(Berkorban)

Hari ini berbicara tentang keyakinan bahwa pengorbanan yang tulus tidak pernah berakhir sia-sia. Tapi pertanyaan yang lebih universal bisa kamu ajukan: pengorbanan apa yang pernah kamu lakukan atau saksikan demi bisa tetap bertahan di Bandung? Tidak harus dramatis. Kadang pengorbanan paling nyata justru yang paling diam.

3. Malam Renungan AIDS Nusantara — 15 Mei

(Bersabar)

Ini salah satu peringatan yang paling jarang ditulis. Di baliknya ada cerita tentang kesabaran yang luar biasa berat: keluarga yang merawat dalam diam, mereka yang berjuang melawan stigma bertahun-tahun, orang-orang yang memilih tetap hadir meski dunia seolah berpaling. Kalau kamu punya cerita atau pernah menyaksikan salah satuny, ini saatnya.

4. Hari Buku Nasional — 17 Mei

(Bersabar & Bekerja)

Membaca adalah kerja yang pelan. Tidak ada hasilnya yang langsung terlihat — ia butuh kesabaran, halaman demi halaman. Tulislah tentang buku yang pernah mengubah cara pandangmu tentang Bandung, tentang pekerjaan, atau tentang hidup. Bisa buku dari perpustakaan sekolah, lapak bekas pinggir jalan, atau pinjaman dari teman kos yang tak pernah dikembalikan.

5. Hari Kebangkitan Nasional — 20 Mei

(Bersabar)

Jangan tergoda menulis sejarah — sejarah sudah banyak yang menulis. Yang belum banyak ditulis adalah versi personalnya: apa artinya bangkit bagimu, sebagai warga Bandung yang pernah jatuh? Kehilangan pekerjaan, gagal usaha, atau sekadar pernah ingin menyerah lalu memilih untuk tidak, itu juga kebangkitan. Dan kebangkitan selalu dimulai dari kesabaran yang keras kepala.

6. Hari Peringatan Reformasi — 21 Mei

(Berkorban)

Sudah hampir tiga dekade. Kamu mungkin masih kecil waktu itu, atau bahkan belum lahir. Tapi reformasi adalah buah dari pengorbanan generasi sebelum kita, yang turun ke jalan, yang kehilangan banyak hal, yang memilih masa depan orang lain di atas keselamatan diri sendiri. Tulislah tentang satu hal yang kamu syukuri bisa lakukan sekarang, yang mungkin tak bisa dilakukan generasi itu.

7. Hari Raya Idul Adha 1447 H — 27 Mei

(Berkorban)

Idul Adha bukan hanya tentang hewan kurban. Ia tentang melepas sesuatu yang dicintai dengan sadar dan ikhlas. Di Bandung, ada banyak bentuk kurban yang tidak pernah masuk berita: orang tua yang menjual tanah di kampung demi anak bisa kuliah di kota ini, pasangan yang menunda impian mereka demi keluarga, perantau yang setiap bulan mengirim sebagian gajinya pulang meski hidupnya sendiri pas-pasan. Cerita seperti itu layak ditulis.

Diproyeksikan jumlah lansia terus meningkat dan pada tahun 2045 akan mencapai 20 persen atau hampir satu per lima dari total penduduk. (Sumber: Freepik/Jcomp)

8. Hari Lanjut Usia Nasional — 29 Mei

(Bersabar & Berkorban)

Menjadi tua di Bandung bukan perkara mudah. Apakah kota ini cukup ramah untuk mereka, trotoarnya, angkutan umumnya, fasilitas kesehatannya? Atau tulislah dari sudut yang lebih personal: tentang bagaimana kamu atau keluargamu merawat yang tua dengan sabar, tentang pengorbanan yang datang diam-diam saat mendampingi orang tua yang mulai membutuhkan lebih banyak.

9. Hari Keluarga Nasional — 29 Mei

(Berkorban & Bekerja)

Keluarga di Bandung tidak selalu tinggal seatap. Banyak yang terpisah jarak, seperti anak merantau dan orang tua di kampung. Bekerja keras demi keluarga, sambil menanggung jarak yang tidak selalu mudah, adalah pengorbanan yang berlapis. Tulislah tentang bagaimana keluargamu tetap menjadi keluarga meski terpisah — atau tentang "keluarga" baru yang kamu temukan di kota ini.

10. Hari Raya Waisak 2570 BE — 31 Mei

(Bersabar)

Waisak menutup Mei dengan pesan yang tenang: pencerahan hanya datang melalui kesabaran yang sungguh-sungguh dijalani. Tidak perlu beragama Buddha untuk merasakan relevansinya. Tulislah tentang satu hal yang akhirnya kamu pahami (tentang Bandung dan tentang dirimu sendiri) setelah melewati proses yang panjang, lambat, dan tidak selalu menyenangkan.

Sepuluh momen, sepuluh pintu. Kamu tidak perlu membuka semuanya, cukup satu yang paling dekat dengan hidupmu dan paling jujur bisa kamu ceritakan.

Karena pada akhirnya, tema bulan ini bukan tentang tanggal. Tema ini tentang kamu: yang bersabar, yang bekerja, yang berkorban, dan yang masih memilih untuk bertahan di kota ini hari demi hari.

Tulisanmu menunggu untuk ditulis.

Kirimkan tulisanmu melalui akun penulis di Ayobandung.id, periode publikasi hingga 31 Mei 2026. (*)

Reporter Aris Abdulsalam
Editor Aris Abdulsalam