Ayo Netizen

Bandung Utama Bagja Sararea: Inovasi Memperkuat Layanan Psikis Warga

Oleh: Muh Husen Arifin
Seorang warga berkonsultasi dengan psikolog di Puskesmas Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Rabu 13 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Masyarakat Kota Bandung seperti masyarakat pada umumnya di kota-kota lain memiliki keluhan dan gangguan karena aktivitas sehari-hari baik dari sisi pekerjaan maupun dari sisi keluarga.

Juga dari tingkatan profesi, pelajar, hingga yang sudah pensiun.

Pemerintah Kota Bandung pun memerintahkan agar diperlukan layanan publik yang merujuk kepada kebutuhan masyarakat. Layanan yang dibutuhkan yaitu psikologi klinis, yang mana layanan ini penting dipahami oleh masyarakat yang memiliki gejala atau tanda-tanda pada kehidupannya yang tidak bisa dibilang baik-baik saja.

Dari sisi pelajar dan mahasiswa pasti mengalami perubahan signifikan antara kewajiban belajar dan kewajiban menjadi seorang anak di dalam keluarga yang kurang beruntung. Mental pelajar sering dianggap biasa padahal serius. Mental mahasiswa juga terkadang disebut tidak ada masalah melainkan terkadang ketakutan yang berlebih hingga tidak mampu menyelesaikan permasalahannya. 

Terdapat sepuluh ribu pelajar yang mengalami gangguan mental setelah ditelusur. 

Dari masyarakat yang berprofesi di layanan jasa seperti guru, guru, bankir, hingga di puncak struktur perusahaan pasti mengalami kekacauan kehidupannya antara kewajiban menjadi seorang istri atau suami di dalam keluarga yang berhubungan secara mental dan keuangannya, juga kewajiban dalam memberikan layanan di bidang masing-masing. Tidak mungkin ada yang merasa ada ketenangan di dalamnya.

Terjadilah kebingungan, mental yang terkendala. Yang ditakutkan adalah jika terlambat penanganannya mengharuskan mereka untuk bertindak instan.

Maka masyarakatnya membutuhkan ruang yang dapat ditangani secara profesional dan memberikan dukungan agar kembali meraih kewarasannya. 

Program Layanan Gratis 

Seorang warga berkonsultasi dengan psikolog di Puskesmas Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Rabu 13 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Mengapa layanan psikologi klinis penting untuk masyarakat kota Bandung? Sederhana jawabannya, masyarakat membutuhkan kesehatan mentalnya. Bukan sekadar aman dari eksternal, tapi juga internal. Kondisi masyarakat kota Bandung terus mengalami kenaikan tekanan tinggi, maka diperlukanlah layanan gratis ini.

Berdasarkan referensi yang disebut bahwa layanan psikologi klinis adalah cabang psikologi berfokus pada asesmen, diagnosis, dan terapi gangguan mental atau perilaku. Memiliki tujuan pokok dengan memahami, mencegah, dan meredakan penderitaan psikologis untuk meningkatkan kesejahteraan mental seseorang. 

Dalam layanan psikologi klinis yang ditangani ini berkaitan dengan gangguan suasana hati meliputi depresi dan gangguan bipolar, gangguan kecemasan meliputi kepanikan, fobia, hingga kecemasan sosial, trauma dan stres meliputi stres berkepanjangan akibat trauma hidup, gangguan kepribadian dan perilaku meliputi masalah makan dan kecanduan. 

Program yang dikelola oleh Dinas Kesehatan Kota Bandung ini dirancang untuk memberikan ruang aman bagi warga yang mengalami stres, kesedihan mendalam, atau butuh teman curhat profesional langsung di tingkat kewilayahan. 

Program ini menghadirkan psikolog langsung ke kantor kecamatan. Adapun lokasi awal dimulainya dari Kecamatan Ujungberung. Dan akan berlanjut ke 12 puskesmas yang terdata. Mulai dari Kecamatan Babakan Sari, Garuda, Ibrahim Adjie, Cibuntu, Cipamokolan, Kopo, Puter, Padasuka, Sukarasa, Pasirkaliki, Salam, dan Cipadung.

Layanan ini diselenggarakan dengan gratis alias tanpa ada biayanya menggunakan BPJS, adapun non BPJS hanya cukup membayar pendaftaran sebesar lima belas ribu rupiah, sangat terjangkau sekali.

Nama program layanan psikologi klinis gratis disebut BANGBARA dengan akronim dari Bandung Utama Bagja Sararea. 

Benteng Kesehatan 

Setidaknya masyarakat di kota Bandung cepat mendapatkan layanan psikologi klinis berbasis kewilayahan.

Program inovatif ini terus berproses sehingga menjembatani masyarakat untuk memiliki benteng tebal bagi kesehatannya. 

Benteng kesehatan ini tidak dapat sekadar menguatkan diri sendiri, selain membutuhkan peranan psikolog yang hadir di tengah-tengah masyarakat.

Ke depannya, layanan psikologi klinis ini dapat menjangkau ke ruang-ruang publik lainnya. (*)

Reporter Muh Husen Arifin
Editor Aris Abdulsalam