Menjaga Kesehatan Mental dengan Buku, Art Therapy Bersama Ur Buddies

4 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Kegiatan Heal Art Terapy UrBudies. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Kegiatan Heal Art Terapy UrBudies. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Sebagai manusia, tentunya kita akan selalu mengalami perjalanan yang penuh dinamika. Entah sedih, senang, manis, asam , pahit kehidupan akan silih berganti tanpa kita memintanya.

Tidak ada yang bisa menetap selamanya, semua rasa yang hadir memberikan makna dan pembelajaran jika kita mau merenunginya.

Setiap dari kita pasti memiliki luka. Entah akibat peristiwa di masa kecil, saat tumbuh menjadi seorang remaja atau bahkan ketika bergelut menjadi seorang yang jauh lebih dewasa.

Semua orang yang hadir dalam hidup bisa berpotensi memberikan luka kepada kita, entah di sengaja atau tidak. Semua berada diluar kontrol kita, maka respon kita tentu sangat penting untuk membiarkan merusak kita atau justru diabaikan begitu saja.

Tentu untuk menjadi pribadi yang demikian bukanlah hal yang mudah. Butuh proses yang panjang untuk seseorang benar-benar bisa mengenali dirinya.

Banyak cara yang bisa dilakukan oleh seseorang untuk menyalurkan segala bentuk stres berupa, keluh kesah, marah, sedih atau trauma masa lalu.

Ada yang memilih untuk memendam dan bungkam seribu bahasa, ada yang curhat di melalui media sosial, ada yang pergi ke psikolog, ada yang mencari kesibukan baru dan salah satunya berkumpul dengan stranger, seperti yang diadakan oleh Ur Buddies, berkumpul, membaca buku bersama, hingga melukis sambil berbincang dan berdiskusi perihal banyak hal.

Pagi itu di sebuah tempat sejuk dan penuh rumput serta pepohonan hijau, bernama Kamakarsa Garden. Peserta yang tergabung dengan acara Ur Buddies sebanyak delapan orang, duduk bersama, di meja kayu yang sudah siap dengan alat lukis.

Meski belum mengenal satu sama lain dan terdapat suasana yang kikuk tapi langsung cair ketika satu dengan yang lainnya saling memperkenalkan diri.

Baca Juga: Atlet Saling Sindir, Mencari Keadilan atau Memang Tak Ada Keadilan?

Pagi itu hujan turun rintik-rintik, sedikit bergumul membasahi rumput-rumput hijau. Membuat salah satu rangkaian acara dalam kegiatan ini di skip, yaitu silent reading.

Meski demikian acara masih sangat menarik untuk diikuti. Setelah perkenalan, panitia membagikan kertas yang berisi langkah-langkah journaling dalam rangka merilis stres dari masing-masing peserta. Mulai dari perasaan apa yang sedang dirasakan hingga bagaimana luka-luka yang dirasakan bisa berkurang bahkan bisa sembuh.

Selanjutnya para peserta dengan spontan membahas mengenai pengalaman membaca buku hingga mendiskusikan isinya. Senang rasanya, bisa berdiskusi dan bertukar pikiran dengan orang lain yang pernah membaca buku yang sama , apalagi memiliki sudut pandang yang berbeda. Tentu kita belajar untuk tidak saling menghakimi, mengklaim mana yang paling benar dan salah.

Beberapa buku yang menarik dibahas adalah isu-isu mengenai perempuan seperti Perempuan di Titik Nol karya Nawal El-Sadawi, Cantik itu Luka karya Eka Kurniawan, Entrok Karya Okky Madasari hingga buku lainnya mengenai kejadian 98 dan para aktivis di dalamnya, seperti Laut Bercerita, Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye, dan beberapa karya Pramoedya yang sedang hangat dibicarakan di lingkungan pecinta buku.

Sambil berbincang, peserta melukis berbagai macam objek seperti, planet, pemandangan hingga cover sebuah buku.

Paduan warna yang lebih kontras, menghasilkan semangat di dalamnya, warna yang cenderung gelap sedikit merepresentasikan perasaan mendung di dalamnya, hingga warna lembut sebagai bentuk kreativitasnya.

Melukis memang tidak semudah yang dibayangkan, terutama bagi mereka yang tidak memiliki keahlian tersebut. Tapi melukis itu bukan seberapa bagus hasilnya tapi perasaaan sejujurnya yang nampak melalui sebuah kanvas. Setiap luka yang ada dalam diri seseorang bisa tersalurkan dalam setiap goresan kuas diatas kanvas.

Berdasarkan sebuah penelitian yang di publish di Jurnal Kajian Ilmiah Kesehatan dan teknologi yang berjudul "The Effect Of Art Therapy: Painting On Reducing The Depression Level Of Mentally Disordered Patients at Bina Laras Harapan Sentosa 1 Cengkareng Social Institution Jakarta", mengungkapkan bahwa pasien yang mengalami gangguan jiwa dengan tingkat stres (84.8%).

Namun setelah dilakukan terapi melukis, tingkat stres menurun menjadi (50%). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa seni melukis memiliki dampak yang signifikan terhadap penurunan tingkat stres.

Pada penelitian serupa yang dilakukan oleh Wanda Hamidah & Asep Miftahul Falah, berjudul " Analisis Indikator Keberhasilan Proses Terapi Seni Sebagai Alternatif Metode Penyembuhan Kesehatan Mental", menyebutkan bahwa terapi seni memiliki banyak manfaat diantaranya, seni merupakan ekspresi langsung dari mimpi atau fantasi ke dalam bentuk visual.

Baca Juga: Belajar dari Kasus bank bjb, Ketika Reputasi Dikejar lewat Popularitas dan Bukan Perbaikan

Seni dapat memproyeksikan alam ketidaksadaran, seni memberikan perasaan senang dan nyaman, seni bersifat fleksibel, tidak ada yang benar ataupun salah, seni tidak memiliki batasan usia, seni juga membantu mengungkapkan perasaan secara verbal.

Sesi terakhir dari kegiatan yang dilakukan bersama Ur Buddies adalah berfoto bersama. Setelah itu beberapa peserta ada yang langsung pulang, ada yang masih melanjutkan menikmati alam sekitar ada juga yang melanjutkan perbincangan diskusi yang sudah dilakukan.

Biasanya kegiatan ini dilakukan pada sore hari menjelang malam pada waktu weekend. Untuk mengetahui info selanjutnya bisa kepoin langsung Instagram @ur.buddies. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)