9 Partisipasi Anak Jadi Kunci Kota Ramah Lingkungan, Ini Cerita dari Jalan Kebon Bibit

3 menit baca
Netizen
Ditulis oleh Netizen diterbitkan
Sekelompok mahasiswa ITB menggelar kegiatan edukatif dan partisipatif di Taman Cascade, Jalan Kebon Bibit, Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Sekelompok mahasiswa ITB menggelar kegiatan edukatif dan partisipatif di Taman Cascade, Jalan Kebon Bibit, Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Ditulis oleh Tamara Shafira Sumirat dan Sekar Ayu Ratu Diva Maharani*

Ketika bicara soal pembangunan kota yang nyaman dan berkelanjutan, kita sering membayangkan kebijakan besar atau teknologi canggih. Tapi, siapa sangka, justru anak-anak bisa jadi kunci penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Inilah yang coba dibuktikan oleh sekelompok mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui kegiatan edukatif dan partisipatif di Taman Cascade, Jalan Kebon Bibit, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan.

Jalan Kebon Bibit, yang berada tak jauh dari kampus ITB, dikenal sebagai kawasan padat penduduk dengan dinamika sosial yang tinggi. Namun seperti banyak sudut kota lainnya, kawasan ini juga menghadapi tantangan—sampah berserakan, saluran air tak terawat, dan minim ruang terbuka hijau.

Melalui program dari mata kuliah “Partisipasi Masyarakat dalam Penyediaan Perumahan” (AR4242), para mahasiswa mengajak 13 anak setempat untuk terlibat dalam kegiatan jelajah lingkungan (transect walk), diskusi ringan di Taman Cascade, hingga simulasi memilah sampah berdasarkan warna tong.

“Ini kotor karena sampah. Orang pada buang sampah sembarangan. Biar bersih, harus dibersihkan,” ujar Aldi (7), salah satu peserta kegiatan.

Komentar sederhana itu jadi bukti bahwa anak-anak pun punya kepekaan terhadap isu lingkungan.

Sekelompok mahasiswa ITB menggelar kegiatan edukatif dan partisipatif di Taman Cascade, Jalan Kebon Bibit, Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Sekelompok mahasiswa ITB menggelar kegiatan edukatif dan partisipatif di Taman Cascade, Jalan Kebon Bibit, Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Dengan gaya belajar yang menyenangkan dan berbasis pengalaman (experiential learning), anak-anak diajak menyuarakan pandangannya mengenai ruang tinggal mereka. Mereka tak hanya mengamati, tapi juga menilai dan menyimpulkan: mana ruang yang nyaman, mana yang kotor, mana yang aman.

“Anak-anak ternyata bisa membaca lingkungan mereka sendiri dengan jujur. Tinggal bagaimana kita membuka ruang agar mereka bisa bersuara,” ungkap Tamara Shafira, salah satu mahasiswa pelaksana kegiatan.

Di sesi diskusi, anak-anak juga dikenalkan pada jenis sampah—organik, anorganik, dan B3—serta cara membuangnya dengan benar. Menariknya, meski sebagian sempat ‘bercanda’ membuang ke tong yang salah, mayoritas menunjukkan antusiasme dan pemahaman yang kuat.

Menariknya, kegiatan ini tidak hanya berdasarkan pengalaman lokal. Para mahasiswa juga membandingkan dengan studi kasus dari Brasil, yaitu program perumahan Minha Casa Minha Vida (MCMV).

Program tersebut sukses membangun jutaan unit rumah, namun dinilai gagal dari sisi partisipasi. Warga hanya dilibatkan secara formalistik, tanpa pengaruh nyata terhadap desain, lokasi, atau pengelolaan. Bahkan, banyak yang akhirnya tinggal di lokasi terpencil tanpa akses layak ke sekolah, transportasi, atau pekerjaan.

Namun, versi partisipatif MCMV yang disebut Entidades, justru menunjukkan hasil yang lebih baik. Di sana, warga ikut merancang, mengawasi, hingga mengelola hunian mereka sendiri—dan hasilnya terasa lebih sesuai kebutuhan.

Sekelompok mahasiswa ITB menggelar kegiatan edukatif dan partisipatif di Taman Cascade, Jalan Kebon Bibit, Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Sekelompok mahasiswa ITB menggelar kegiatan edukatif dan partisipatif di Taman Cascade, Jalan Kebon Bibit, Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Salah satu kerangka yang digunakan dalam materi kuliah adalah ACT dari World Bank, yang terdiri dari:

  • Augment: Menambah kualitas dan cakupan layanan dasar.

  • Connect: Menghubungkan warga dengan peluang dan layanan publik.

  • Target: Menyasar kelompok rentan—termasuk anak-anak.

Dari kegiatan ini, prinsip “Target” benar-benar diterapkan. Anak-anak diajak ikut memaknai lingkungan sehat bukan sebagai teori di kelas, tapi sebagai pengalaman sehari-hari yang menyenangkan dan aplikatif.

Evaluasi dari kegiatan menunjukkan bahwa lebih dari 70% anak mampu memahami materi dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik. Ini jadi bukti bahwa pendekatan partisipatif yang dirancang inklusif bisa menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini.

“Kami ingin tunjukkan bahwa anak-anak bukan sekadar objek pembangunan, tapi bisa jadi subjek aktif perubahan lingkungan,” tambah Sekar Maharani, anggota tim mahasiswa lainnya.

Melibatkan anak-anak dalam proses perencanaan kota bisa jadi langkah kecil yang berdampak besar. Kota yang ramah anak bukan hanya menyediakan taman bermain, tapi juga memberikan ruang bagi suara mereka.

Jika Kota Bandung ingin menjadi kota yang lebih inklusif dan berkelanjutan, mungkin sudah saatnya kita bertanya: “Sudahkah kita mendengar suara anak-anak dalam membangun kota ini?” (*)

* Shafira Sumirat dan Sekar Ayu Ratu Diva Maharani, Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Bandung.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)