Saat Syahwat Menggebu tapi Ekonomi Tak Mampu : Fenomena Kasus Buang Bayi di Kabupaten Bandung Barat

4 menit baca
Restu Nugraha Sauqi
Ditulis oleh Restu Nugraha Sauqi diterbitkan
Ilustrasi, bukan bayi yang ditelantarkan. (Sumber: Unsplash | Foto: Jimmy Conover)
Ilustrasi, bukan bayi yang ditelantarkan. (Sumber: Unsplash | Foto: Jimmy Conover)

AYOBANDUNG.ID - Pada Selasa, 8 Juli 2025, malam yang sepi di Kampung Citalem, Cipongkor, suasana tiba-tiba berubah saat suara tangisan bayi memecah keheningan. Di balik dinginnya udara Desa Citalem, Kabupaten Bandung Barat, ada kisah pilu yang tergolek di depan sebuah pintu rumah.

Sekitar jam 9 malam, Ika (30), seorang warga RT 01/06, tak pernah menyangka hidupnya akan berubah hanya karena sebuah ketukan pintu. Awalnya, ia mengira itu hanya angin atau mungkin tamu yang datang terlambat. Namun, setelah suara ketukan itu disusul oleh tangisan pelan, rasa penasaran berubah menjadi cemas.

Ika memilih tak keluar rumah. Lampu ia matikan, lalu buru-buru menghubungi tetangganya. Di kampung kecil itu, kewaspadaan memang bagian dari naluri. Beberapa menit kemudian, tetangganya datang dan memberanikan diri memeriksa sumber suara.

Di depan pintu belakang rumah Ika, di bawah cahaya temaram senter, mereka menemukan sosok mungil yang menggigil—seorang bayi perempuan, terbungkus kain sarung bermotif batik, terbaring lemah.

Yang membuat dada warga semakin sesak bukan hanya wajah bayi itu yang tampak pucat dan tubuhnya yang dingin, tapi juga secarik kertas lusuh yang diletakkan di sampingnya. Tulisannya sederhana, tapi penuh luka: “Ibu punten, abi ieu masihkeun putri abi. Rawatna bu, semoga ibu merawatnya. Anggap we putra ibu.” (Ibu mohon maaf saya titipkan anak saya, tolong rawat dia. Anggap saja sebagai anak sendiri).

Kepala Desa Citalem, Mauludin Sopian, segera datang ke lokasi setelah mendapat laporan dari warga. Ia langsung menghubungi pihak kepolisian dan tenaga medis desa. “Bayi ditemukan dalam keadaan lemah dan kedinginan. Warga segera mengevakuasi dan memberikan pertolongan pertama,” ujar Mauludin, Rabu (9/7).

Bidan desa yang memeriksa bayi memperkirakan usianya lebih dari tiga hari. Tali pusarnya sudah kering, rambutnya masih sedikit basah oleh sisa air ketuban. Beratnya sekitar 2,7 kilogram, panjang tubuh 50 sentimeter—tanda ia lahir cukup bulan.

Namun, tubuh bayi itu mulai menguning, tanda ia belum mendapat asupan yang cukup. Saat ditemukan, ia belum minum susu sama sekali. “Kami langsung berikan penanganan awal dan merujuknya ke dokter spesialis anak,” kata Mauludin.

Namun usai dinyatakan sehat setelah mendapat perawatan, bayi perempuan mungil itu jadi rebutan warga. Pemerintah Desa Citalem mencatat, ada lebih dari 20 keluarga mendaftar untuk mengadopsi. Mauludin mengatakan meski banjir permintaan merawat anak itu, pihaknya memilih menyerahkan bayi itu ke Dinas Sosial (Dinsos).

"Banyak orang yang datang untuk mengadopsi anak tersebut. Saya bilang nanti dulu harus ada perawatan dulu dan harus berdasarkan SOP dan kami Pemdes nggak bisa langsung menyerahkan begitu saja. Alhamdulillah kemarin kita sudah serahkan ke Dinsos Pemprov Jabar," pungkasnya.

Kasus penemuan bayi di Kabuapten Bandung Barat dalam setahun terakhir.
Kasus penemuan bayi di Kabuapten Bandung Barat dalam setahun terakhir.

Alarm Penelantaran Anak

Kasus penelantaran bayi bukanlah hal baru di Bandung Barat. Berdasarkan data resmi dari Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat, sepanjang tahun 2025 telah tercatat enam kasus bayi yang ditelantarkan di wilayah ini. Dari jumlah tersebut, satu bayi dilaporkan meninggal dunia akibat penelantaran yang terlambat ditemukan.

Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Bandung Barat, Tin Kartini, menyampaikan keprihatinannya. “Ini sudah terlalu banyak. Rata-rata satu kasus terjadi setiap bulan. Kondisi ini menjadi alarm bagi kita semua,” ujar Tin saat dikonfirmasi.

Menurut Tin, sekitar 90 persen kasus penelantaran bayi dipicu oleh persoalan hubungan di luar nikah dan kondisi ekonomi yang serba sulit. “Banyak orang tua yang terjebak dalam situasi pelik, sehingga memilih meninggalkan bayi mereka demi alasan yang kadang sulit dimengerti,” ujarnya.

Bayi yang ditemukan di Kampung Citalem saat ini telah dititipkan di panti asuhan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat. “Sejak hari ini, bayi itu telah ditetapkan sebagai anak negara yang menjadi tanggung jawab pemerintah,” jelas Tin. Proses penyerahan bayi dilakukan pihak kepolisian karena kasus ini termasuk barang bukti dalam penyelidikan kasus penelantaran. Bayi itu juga sudah mendapatkan surat sehat dari puskesmas setempat.

Tin menambahkan bahwa sejak bayi ini diserahkan ke Pemprov Jabar, proses pengurusan, perawatan, dan kemungkinan adopsi menjadi kewenangan pemerintah provinsi. “Kami dari Dinsos Kabupaten Bandung Barat berperan dalam tahap awal penanganan dan pemulihan anak,” katanya.

Fenomena ini pun menuntut langkah konkret dari berbagai pihak, baik pemerintah, lembaga sosial, maupun masyarakat luas. Tin menegaskan pentingnya edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi, serta pembinaan sosial bagi pasangan muda dan keluarga yang rentan.

“Jika tidak ada tindakan nyata, kasus serupa bisa terus berulang. Kita harus menyadarkan masyarakat bahwa penelantaran bayi bukan solusi, tapi masalah yang harus diselesaikan bersama,” ujarnya penuh harap.

Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi saksi dari peristiwa pilu ini, melainkan juga menjadi bagian dari solusi. Bersama, mereka bisa mencegah kelahiran yang diiringi dengan penelantaran dan luka hati, mengganti tangisan malam dengan harapan dan cinta. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:46

Medsos Mengubah Waktu dan Jarak

Medsos dapat merubah waktu dan jarak dalam penyampaian informasi

Dalam beberapa tahun ini, mengakses media sosial menjadi ritual yang seolah tanpa batas. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)