Guru Hebat, Suasana Hangat 

Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan Selasa 15 Jul 2025, 11:20 WIB
Sejumlah siswa baru mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)

Sejumlah siswa baru mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)

Saat sedang menyaksikan seorang kawan mengikuti pembukaan Pelatihan Dasar CPNS dan Orientasi PPPK, tiba-tiba istri mengirim pesan lewat WhatsApp.

Isinya foto dan video anak ketiga, Kakang (4 tahun), yang hari ini resmi masuk hari pertama di Pos PAUD Al-Hidayah Kebon Terong.

Dalam pesannya, mbu menulis, "Nu lain calik, iyeu mah asyik goyang!"

Kujawab singkat, "Waduh, ampun Bun 🙏"

Tak lama, bojo membalas lagi, "Udah uih wae, emam. Saurna lapar 🤦‍♀️"

Ya, hari ini memang hari pertama sekolah. Hujan yang terus mengguyur Cibiru sejak pagi ternyata tidak menyurutkan semangat bocah-bocah kecil untuk bermain sambil belajar di Masjid Al-Hidayah.

Sejak subuh, Kakang sudah ikut bangun bersama Aa Akil (10 tahun) yang  masuk hari pertama sekolah di kelas 5. Malam sebelumnya, mereka berdua sibuk menyiapkan perlengkapan mulai dari buku, pensil, bolpoin, penghapus, cepuk sampai tempat makan dan minum. Semua dirapikan dan dimasukkan ke tas.

Tak ketinggalan, Aa Akil membawa selendang dan topi dari karton bertuliskan Ayo Membaca sebagai bagian dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Kakang sedang beraksi saat sekolah pertama di Pos Paud Al-Hidayah Kebon Terong, Senin 14 Juli 2025 (Sumber: Istimewa | Foto: Parida Indrayani)
Kakang sedang beraksi saat sekolah pertama di Pos Paud Al-Hidayah Kebon Terong, Senin 14 Juli 2025 (Sumber: Istimewa | Foto: Parida Indrayani)

Perubahan Jam Masuk Sekolah 

Sejak malam sebelumnya, Aa dan Kakang tidur lebih awal setelah pulang ngaji di Rumah Belajar Musi. Kebiasaan itu menyesuaikan dengan kebijakan baru Gubernur Jawa Barat yang mengatur jam masuk sekolah menjadi pukul 06.30, lebih pagi dari sebelumnya pukul 07.00 untuk Aa dan 08.00 untuk Kakang.

Namun, sebagaimana diberitakan koran Pikiran Rakyat edisi hari ini, kebijakan ini tidak berlaku merata. Dalam beritanya bertajuk, "Bogor Abaikan Gubernur KDM."

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) sudah meng­instruksikan jam masuk sekolah bagi pelajar pukul 6.30 yang akan dimulai Senin 14 Juli 2025. Hanya, kebijakan itu tidak akan berlaku untuk sekolah PAUD, TK, SD dan SMP yang ada di Kabupaten Bogor. 

Bupati Bogor Rudy Susmanto telah menge­luarkan Surat Edaran Nomor: 400.3/164-DISDIK dalam menindaklanjuti kebijakan tersebut. Berisi tentang hari sekolah dan jam efektif pada satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, dan SMP di Kabupaten Bogor.

Surat yang ditandatangani pada Senin 7 Juli 2025 lalu itu menerangkan satuan pendidikan di bawah Disdik Kabupaten Bogor tidak mengikuti instruksi Gubernur Jawa Barat.

Pemerintah Kabupaten (Pem­kab) Bogor masih tetap akan menjalankan kebijakan yang lama. Jam masuk sekolah pelajar di semua wilayah Kabupaten Bogor yakni jam 7. 00. Bupati Bogor Rudy Susmanto sangat menghormati aturan kebijakan masuk sekolah pukul 6.30 tersebut.

Alasannya setiap kebijakan tidak bisa langsung di­terapkan di suatu wilayah ka­rena ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. (Pikiran Rakyat, Senin 14 Juli 2025)

Ayo Berkoordinasi dengan Kemendikdasmen

Wakil Men­teri Pendidikan Dasar dan Me­­nengah Prof Atip Latipulhayat menegaskan, pemerintah daerah seharusnya berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Mene­ngah (Kemendikdasmen) untuk menetapkan jam masuk sekolah.

Pasalnya, kementeri­an punya kewajiban untuk mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaanya.

Sebenarnya tidak disebutkan jam berapa siswa masuk atau mulai sekolah. Berdasarkan atur­an, kegiatan sekolah bisa 8 jam per hari atau 40 jam se­minggu.

Menurutnya, ada beberapa sya­­rat sekolah bisa masuk pu­kul 6.30 antara lain memperhatikan sumber daya sekolah. “Misalnya, pukul 6.30 apakah sudah terang? Listrik di sekolah bagaimana? Kedua, ba­gai­­mana transportasi umumnya, karena ini berkaitan de­ngan keamanan, dan keselamatan siswa," ungkapnya.

Diakuinya, ada miskomunikasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kemendikdasmen terkait de­ngan jam masuk sekolah pu­kul 6.30. Bagaimanapun itu, pemerintah daerah ha­rus berkoordinasi dengan Kemendikdasmen.

Ihwal Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang mulai dilaksanakan hari ini, Kemendikdasmen su­dah menerbitkan edaran yang berisi pedoman pelaksa­naan MPLS. Dengan metode MPLS ramah, yang ditekan­kan ada­lah memperkenalkan siswa ke lingkungan baru se­kolah dan prioritas ke pendi­dikan ka­rakter.

Bentuk ke­giatan dan penugasan tidak bo­leh mengarah kepada inti­midasi dan kekerasan. Pedoman MPLS ini berlaku di jenjang sekolah dasar sampai SMA.

"Pelaksanaan MPLS juga menjadi lima hari, yaitu Se­nin 14 Juli 2025 sampai Jumat 18 Juli 2025. Tujuannya agar per­kenalan siswa terhadap sekolah lebih intens," ucapnya. (Pikiran Rakyat Senin 14 Juli 2025).

Sejumlah siswa baru mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 2 Bandung, Jalan Sumatera, Kota Bandung. (Sumber: AyoBandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejumlah siswa baru mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 2 Bandung, Jalan Sumatera, Kota Bandung. (Sumber: AyoBandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Panduan MPLS Ramah 2025/2026, Tekankan Penguatan Karakter dan Penghormatan Hak Anak

Pusat Penguatan Karakter Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) resmi menerbitkan panduan dan Surat Edaran terkait pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Ramah pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Tahun Ajaran 2025/2026.

Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Ramah adalah kegiatan pertama bagi murid baru yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk mengenalkan warga, kurikulum, dan lingkungan.

Kegiatan ini dirancang dengan memuliakan dan menghormati hak anak melalui pemberian pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan untuk memperkuat karakter dan profil lulusan.

Dengan sangat kuat memegang prinsip, ramah, edukatif, efektif dan efisien, inklusif, partisipatif dan fleksibilitas.

MPLS Ramah dilaksanakan dalam jangka waktu selama 5 (lima) hari pada jam kerja pendidikan formal sesuai kalender akademik dan jadwal pembelajaran yang berlaku. Pengecualian untuk satuan pendidikan berasrama dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Kemendikdasmen sedang melakukan penyesuaian kebijakan terkait MPLS yang merupakan kegiatan pertama bagi murid baru yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk menumbuhkan dan memperkuat karakter serta profil lulusan melalui pengenalan warga, kurikulum, dan lingkungan.

Menginstruksikan kepada satuan pendidikan untuk melakukan kegiatan MPLS Ramah selama 5 hari, pada minggu pertama awal tahun pelajaran baru.

MPLS harus dilaksanakan dengan memuliakan murid, menghormati hak anak, dan menjunjung tinggi nilai karakter melalui pemberian pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

Penguatan nilai-nilai yang terkandung dalam kegiatan MPLS dilakukan melalui beberapa aktivitas positif.

Sejatinya MPLS Ramah tahun ajaran 2025/2026 bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan menjadi ruang bagi murid baru untuk tumbuh, mengenal, dan beradaptasi secara positif dengan lingkungan sekolah.

MPLS Ramah 2025/2026 dirancang untuk mencapai enam tujuan utama:

1. MPLS Ramah menumbuhkan dan menguatkan karakter serta profil lulusan murid baru melalui Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pertemuan Pagi Ceria, pengenalan profil lulusan dan kegiatan lainnya terkait program pencegahan penyimpangan isu sosial.

2. MPLS Ramah membantu murid baru untuk mengenal, beradaptasi, dan berinteraksi positif dengan warga satuan pendidikan.

3. MPLS Ramah membantu murid baru untuk mengenal dan beradaptasi terhadap sarana prasarana yang tersedia di lingkungan satuan pendidikan.

4. MPLS Ramah membantu murid baru untuk mengenal dan beradaptasi terhadap kondisi lingkungan sekitar satuan pendidikan.

5. MPLS Ramah membantu murid baru untuk mengenal kurikulum (visi, misi, tujuan, intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, dan budaya) satuan pendidikan.

6. MPLS Ramah mengenalkan karakteristik dan kebutuhan perkembangan setiap murid baru sebagai bahan pertimbangan guru untuk merencanakan dan melaksanakan pembelajaran mendalam yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

Dalam pelaksanaannya, MPLS Ramah harus mencakup ruang lingkup materi yang lebih luas, di antaranya:

1. Penumbuhan dan Penguatan Karakter serta Profil Lulusan melalui 7KAIH, Pertemuan Pagi Ceria, Profil Lulusan, dan Aktivitas Lainnya terkait Program Pencegahan Penyimpangan Sosial.

2. Pengenalan dan Interaksi Positif dengan Warga Satuan Pendidikan.

3. Pengenalan Sarana dan Prasarana Satuan Pendidikan.

4. Pengenalan Visi, Misi, dan Tujuan sebagai Ciri Khas Satuan Pendidikan.

5. Pengenalan Intrakurikuler dan Kokurikuler di Satuan Pendidikan.

6. Pengenalan Kegiatan Kesiswaan di Satuan Pendidikan.

7. Pengenalan Budaya Satuan Pendidikan.

8. Pengenalan Kondisi Lingkungan Sekitar Satuan Pendidikan.

9. Asesmen MPLS Ramah untuk Literasi Membaca dan Numerasi.

Dengan demikian, melalui materi yang terstruktur, MPLS Ramah diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi benar-benar memberikan pengalaman yang positif, inklusif, dan bermakna bagi setiap murid baru di seluruh Indonesia.

Ingat, dalam MPLS Ramah 2025/2026 itu harus fokus edukatif, tanpa kekerasan, dan tidak memberatkan anak didik, orangtua.

Sebagai bagian dari penguatan karakter dan perlindungan hak anak dalam MPLS Ramah tahun ajaran 2025/2026, Kemdikdasmen menetapkan sejumlah ketentuan penting yang tidak boleh dilakukan selama kegiatan MPLS berlangsung.

1. Memberikan tugas yang tidak masuk akal atau tidak relevan. Tugas yang diberikan harus edukatif dan relevan dengan tujuan MPLS Ramah.

2. Aktivitas yang mengarah pada kekerasan. Dilarang melakukan semua aktivitas yang mengarah pada perpeloncoan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dilarang memberikan hukuman bagi murid yang bersifat fisik, verbal, maupun psikis yang tidak mendidik atau mengarah pada kekerasan.

3. Kegiatan MPLS Ramah tanpa pengawasan Guru. Seluruh kegiatan MPLS Ramah harus dalam pengawasan dan pendampingan guru. Apabila ada kegiatan MPLS Ramah yang dilakukan di luar lingkungan satuan pendidikan, maka harus diketahui dan mendapatkan izin tertulis oleh orang tua/wali murid.

4. Penggunaan atribut yang tidak edukatif dan tidak relevan. Penggunaan atribut yang tidak edukatif dalam MPLS dilarang karena dapat mempermalukan murid, merendahkan martabat, dan berdampak negatif pada psikologis murid.

Rupanya tidak ada ketentuan khusus terkait pakaian seragam dalam pelaksanaan MPLS Ramah. Justru satuan pendidikan dapat menganjurkan penggunaan pakaian seragam jenjang sebelumnya, pakaian seragam olahraga jenjang sebelumnya, atau pakaian lainnya tanpa memberatkan orang tua/wali murid baru baik secara ekonomi maupun kenyamanan.

Dengan aturan ini, MPLS Ramah diharapkan benar-benar menjadi ruang yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan positif murid baru di seluruh satuan pendidikan Indonesia. (Panduan MPLS Ramah, https://cerdasberkarakter.kemendikdasmen.go.id)

Hari Pertama MPLS di Bandung (Sumber: AyoBandung | Foto: Muslim Yanuar Putra)
Hari Pertama MPLS di Bandung (Sumber: AyoBandung | Foto: Muslim Yanuar Putra)

Dalam liputan bertajuk Happy Tanpa Bully: Upgrading Guru dan Karyawan SDMM, Irfan Nazhran, Master Trainer PeaceGen menjelaskan 80% kasus perundungan (bullying) terjadi tanpa kesengajaan. Meski demikian, bagi korban, dampaknya bisa membekas, hingga bertahun-tahun. 

Perundungan terjadi karena adanya ketidakseimbangan kekuatan (power imbalance), di mana ada pihak yang berkuasa dan pihak yang dikuasai yang melahirkan ketidak seimbangan (ketidakberdayaan).

Dalam sesi pelatihan di hadapan guru dan tenaga kependidikan, Nazhran mengajak delapan sukarelawan untuk bermain peran menggambarkan situasi perundungan di sekolah. Ada yang berperan sebagai korban perundungan, pelaku perundungan, pendukung aktif pelaku, pendukung pasif pelaku, pembela korban, teman setia pembela sampai pihak yang tidak peduli. 

Upaya mencegah perundungan itu dengan menganalogikan situasi saat menyantap semangkuk bubur panas. “Kalau makan bubur panas, tentu kita mulai dari pinggir karena lebih dingin. Begitu juga dalam menangani perundungan. Kita dekati dulu pendukung pasif pelaku, lalu libatkan pembela korban sebagai kunci perdamaian,” bebernya.

Founder PeaceGen Irfan Amalee menambahkan usaha menghentikan perundungan membutuhkan lebih banyak upstander (pembela korban). “Kunci menghentikan bullying adalah menambah jumlah pembela korban,” tegasnya.

Seluruh peserta belajar menciptakan suasana sekolah yang bebas dari perundungan. Caranya peserta dikenalkan dengan 20 bibit perundungan yang harus diwaspadai sejak dini.

Paling tidak, 20 bibit bully itu dimulai dari gosip, pengusiran kelompok atau anggota (expulsion), mempermalukan (harassment), mengasingkan anggota (alienation), body shaming, pengelompokan (segregation), sindiran (satire), stereotipe negatif, diskriminasi, mengejek (teasing), mencemarkan nama baik (defacement), memanggil dengan julukan yang menghina (name calling), mencari kambing hitam (scapegoating), merasa berkuasa atau superior (upper sizing), ucapan tidak baik (bad word), tindakan merusak (destruction), menyindir secara berlebihan (roasting), provokasi (trolling), tekanan (repression) sampai meniru dengan tujuan mengejek (mocking). 

Training Happy Tanpa Bully ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam menciptakan lingkungan yang bebas bullying.

Dengan menghadirkan materi seputar Membedakan bercanda dan bullying; 4 kesalahpahaman umum tentang bullying; 4 alasan bullying kini lebih berbahaya (termasuk cyberbullying); 20 tanda awal bullying; 5 ciri pertemanan tidak sehat; Identifikasi pelaku bullying; Cara menjadi pendukung aktif (upstander); Tips untuk korban bullying; Resolusi konflik vs bullying; Membuat SOP dan sistem deteksi dini bullying

Mengingat keunggulan training ini menggunakan Metode ARKA dan experiential learning; Board Game “Semester Baru” untuk belajar jenis bullying dan solusinya; Modul lengkap (guru, siswa), audio dan video pembelajaran; Trainer dan fasilitator berpengalaman; Tersedia format online dan offline.

Salah satu peserta Yudit, Guru BK SMK menuturkan “Sebagai guru, saya merasa training ini sangat menarik. Saya sadar bahwa peran guru sangat penting dalam mengatasi bullying di sekolah.” (www.pwmu.co dan www.peacegen.id)

Aa Akil sedang melakukan percobaan karyanya untuk dipakai sekolah hari pertama di kelas 5, Senin 14 Juli 2025 (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Aa Akil sedang melakukan percobaan karyanya untuk dipakai sekolah hari pertama di kelas 5, Senin 14 Juli 2025 (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)

Ketika pulang kerja sambil makan bareng disambut cerita-cerita kecil yang bikin hati hangat. Memang, hari pertama sekolah selalu punya kisah yang layak dikenang.

Kakang, dengan polosnya langsung bilang, "Begini, Babah. Cara ke atas pakai pesawat, cara ke bawah pakai roket!"

Lanjut bercerita soal banyak teman baru, ada yang joget-joget waktu perkenalan yang diiringi nyanyian. Sambil ketawa terbahak-bahak.

Aa Akil punya kisah seru. Di hari pertamanya masuk kelas 5,  bercerita tentang banyak bermain bersama teman-temannya saat masuk sekolah. Bertemu Bu Guru Yanti, salim, lalu dikasih name tag yang ditempel di baju.

Ada parade keliling. Semua anak memakai selendang dan topi karton bertuliskan Ayo Membaca yang sudah dibuat sendiri. Selesai parade, istirahat sebentar, lalu pulang. Hore!

Yang bikin tambah senang, guru-gurunya ramah dan asyik. Membuat anak-anak terlihat nyaman dan semangat, meskipun ini baru hari pertama sekolah.

Hadirnya para guru yang ramah, terbuka, memberi contoh, suri tauladan memang penting guna menciptakan suasana hangat dan akrab, membuat siswa merasa sekolah itu seperti rumah kedua. Tempat belajar, berteman, sekaligus tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

MPLS yang ramah dan menyenangkan ini menjadi bukti atas keberadaan sekolah bukan cuma tempat belajar, melainkan ruang untuk bertumbuh, bermain, dan menemukan versi terbaik diri sendiri.

Guru hebat adalah guru yang dicintai para siswanya. Ya guru yang akrab, bisa dekat, menyenangkan, dan tetap menginspirasi. Menjadi pendidik dengan hati yang tulus, mencintai pekerjaan, dan bangga dengan profesi mulia ini.

Jadilah guru yang selalu menginspirasi, seperti kata William Arthur Ward, "The mediocre teacher tells. The good teacher explains. The superior teacher demonstrates. The great teacher inspires. (Guru yang biasa-biasa saja memberi tahu. Guru yang baik menjelaskan. Guru yang bagus menunjukkan bagaimana caranya. Tetapi guru yang luar biasa menginspirasi murid-muridnya)” 

Kakang! Selamat datang di sekolah baru Pos Paud Al-Hidayah, semoga betah dan tetap semangat dalam belajar, bermain, dan menuntut ilmu. (*)

Tonton Video Terbaru Ayobandung:

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

News Update

Bandung 06 Mei 2026, 20:20

Mulai Rp10 Ribu, Aksesori Batu Rimba Buktikan Produk Lokal Bisa Tampil Berkelas dan Bernilai Estetika Tinggi

Di tengah geliat keragaman aspek budaya nasional yang dipadu-padankan dengan ranah bisnis, kini pelaku UMKM aksesori turut menjadi sasaran atensi.

Batu Rimba asal Kalimantan, produk ini menampilkan gelang jenis batu alam hingga mutiara Lombok. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 18:29

Separuh Kehidupan untuk Kemacetan di Kota Bandung

Bagi pengguna fasilitas transportasi umum, kemacetan adalah pergumulan yang melelahkan tapi harus dilewati setiap hari.

Kemacetan Cibaduyut Saat Ramadhan 2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 17:21

Bandung Kini, Mereka yang Bertahan di Antara Deru Zaman

Di tengah impitan kondisi sosial yang terasa begitu tajam, warga Bandung harus bisa tetap bertahan hidup dengan cara pengorbanan dan kesabaran. Yang akhirnya akan menemukan solusi terbaik.

Penari membawakan tarian tradisional di Taman Braga dan depan Gedung YPK, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 29 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 06 Mei 2026, 16:38

Panduan Wisata ke Little Venice Kota Bunga, Wisata Kanal ala Italia di Kaki Gunung Gede

Destinasi tematik di Kota Bunga ini menghadirkan kanal buatan, bangunan Eropa, dan wahana keluarga dengan latar pegunungan.

Little Venice Kota Bunga Puncak.
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 14:59

Menuju Pelestarian Cagar Budaya Kota Bandung yang Progresif dan Berkeadilan: Kebijakan Insentif Pajak Bumi dan Bangunan

Strategi pelestarian cagar budaya yang progresif dan berkelanjutan untuk menciptakan simbiosis mutualisme antara pelestarian Cagar Budaya dan kepastian hak ekonomi pemilik Cagar Budaya.

Pengendara melintas di Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Selasa 21 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 06 Mei 2026, 13:51

Panjat Dinding, Prestasi dan Profesi yang Langka

Prestasi panjat dinding Indonesia didominasi nomor speed, sementara kekurangan route setter jadi kendala perkembangan atlet.

Panjat dinding. (Sumber: Ayomedia | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 06 Mei 2026, 11:25

5 Tempat Kuliner dan Restoran Pilihan dengan View Ikonik di Ciwidey Bandung

Panduan tempat makan di Ciwidey dengan view paling menarik. Dari warung sederhana hingga restoran unik di tepi danau.

Warung Kabut, Ciwidey.
Ayo Biz 06 Mei 2026, 11:23

Kita Butuh Isinya, Bukan Wadahnya

Jaga Bumi Ecomart mengajak belanja tanpa kemasan sekali pakai lewat konsep *refill* dan *reuse*. Pesannya sederhana: yang dibutuhkan adalah isi, bukan wadah, demi mengurangi sampah.

Beragam produk hasil recycle di Jaga Bumi Ecomart, menunjukkan limbah dapat diolah menjadi barang bernilai guna. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 09:45

Tujuan Kawula Muda Nonton Film di Tahun 1980-an

Kawula muda Kota Bandung sangat beruntung karena kota tempat mereka beraktifitas di sekolah punya seribu buat menghilangkan kepenatan sebagai pelajar di tahun 1980-an.

Bioskop Majestic, Kota Bandung. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Chainwit)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 07:39

Dari Loyalitas ke Konsumsi, Ketika Bobotoh dan Merchandise Jadi Satu Cerita

Dukungan klub kini bukan hanya emosi, tapi juga konsumsi. Artikel ini mengulas perubahan loyalitas Bobotoh dalam merchandise Persib x Weekend Offender.

Loyalitas Bobotoh dalam merchandise Persib x Weekend Offender. (Sumber: TikTok @terracedistric)
Wisata & Kuliner 05 Mei 2026, 20:28

Panduan Wisata Taman Safari Bogor, Tiket, Wahana, dan Safari Journey

Panduan lengkap Taman Safari Bogor mencakup harga tiket, Safari Journey, wahana, pertunjukan satwa, serta tips berkunjung agar pengalaman lebih maksimal.

Wisata Taman Safari Indonesia di kawasan Puncak, Bogor. (Sumber: Taman Safari Indonesia)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 18:05

Mobilitas Tinggi, Perlindungan Rendah: Catatan Hari Buruh dari Sektor Transportasi Darat

Mobilitas transportasi darat meningkat, tetapi perlindungan pengemudi tertinggal. Hari Buruh menyoroti risiko tinggi, jam kerja panjang, dan lemahnya pengawasan di sektor logistik dan bus.

Ilustrasi sejumlah pengemudi truk logistik dan bus sedang memperingati hari buruh 1 Mei. (Sumber: Google Gemini, 2026)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 17:22

Meng(hardik)nas, Peringatan, dan Kesadaran

Kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Ikhtiar memperbaiki pendidikan dimulai dari ruang kelas, tempat manusia tidak hanya diajarkan pengetahuan, sebagai manusia seutuhnya.

Sejumlah siswa berjualan aneka produk makanan saat acara Market Day di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (5/12/2023) (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 16:28

Lembangku Sayang, Lembangku Malang (Prolog)

Keheningan dan kesederhanaan Lembang mampu menjadi dirinya sendiri, mampu menorehkan kesan yang tiada duanya.

Kartu pos yang bergambarkan gunung Tangkuban Parahu pada masa kolonial Belanda. Lokasi tepat dari gambar ini adalah kawasan jalan Setiabudi atas/Terminal Ledeng, dan foto diambil dari loteng Villa Isola). (Sumber: wereledculturn.nl)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 13:37

10 Netizen Terpilih April 2026: Bandung di Mata Pendatang, antara Bayangan dan Kenyataan

Berikut adalah nama-nama penulis yang meraih apresiasi dengan total hadiah senilai Rp1,5 juta.

Penari membawakan tarian tradisional di Taman Braga dan depan Gedung YPK, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 29 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Mei 2026, 13:14

Tamasya ke Pulau Biawak, Wisata Pulau Konservasi di Laut Jawa

Wisata Pulau Biawak Indramayu mencakup akses dari Karangsong, mercusuar Belanda, habitat biawak liar, kondisi terumbu karang, serta tips kunjungan ke pulau.

Pulau Biawak, Indramayu. (Sumber: Pemprov Jabar)
Beranda 05 Mei 2026, 10:46

Mal BTM yang Tergerus Perubahan Cara Orang Berbelanja

Mal BTM di Bandung perlahan sepi seiring perubahan cara orang berbelanja ke digital, memangkas peran toko fisik dan menggeser rantai distribusi tradisional.

Suasana mal BTM terasa sunyi, pengunjung tak lagi seramai dulu. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 09:25

Setiap Kata adalah Arsip Sejarah

Beberapa kejadian menunjukkan bagaimana para public figure dan pejabat yang kembali mengulangi kesalahan yang sama.

Beberapa kejadian menunjukkan bagaimana para public figure dan pejabat yang kembali mengulangi kesalahan yang sama. (Sumber: Pexels | Foto: BOOM 💥 Photography)
Beranda 05 Mei 2026, 09:15

Nasib Pekerja Informal yang Setiap Hari Dikejar Setoran, Tapi Masa Depan Tak Pernah Ikut Dijamin

Kisah dua saudara yang berjuang di tengah keterbatasan peluang kerja dan ketidakpastian upah sebagai petugas parkir demi menyambung hidup hari demi hari.

Sudah hampir 20 tahun Ade bekerja sebagai petugas parkir untuk menyambung hidup. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 04 Mei 2026, 21:56

Belajar dari Tragedi KA Argo: Sudah Saatnya Ubah Cara Awasi Perlintasan Biar Mobil Mogok Tak Lagi Jadi Maut

Tragedi KA Argo 2026 mendesak PT KAI untuk memodernisasi keamanan perlintasan sebidang guna mencegah mobil mogok akibat gangguan elektromagnetik dan rel yang tidak rata.

(Sumber: Pixels | Foto: Irsyad Rifqi)