Merawat Kebersamaan, Meraih Kebahagiaan
Kebahagiaan sejati tidak hanya diukur dari pencapaian materi, justru dari kemampuan manusia menemukan makna hidup, menjaga keseimbangan batin, membangun hubungan yang sehat dengan Tuhan, diri sendiri
Meng(hardik)nas, Peringatan, dan Kesadaran
Kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Ikhtiar memperbaiki pendidikan dimulai dari ruang kelas, tempat manusia tidak hanya diajarkan pengetahuan, sebagai manusia seutuhnya.
Buruh, Kerja, dan Ibadah
Saatnya menempatkan empat falsafah kerja: ikhlas, cerdas, keras, dan tuntas.
Tumbuhkan Cinta Membaca, Bangun Keberanian Menulis
Mari kita tumbuhkan cinta pada kebiasaan membaca, bangun keberanian untuk tradisi menulis, dan keyakinan setiap anak punya cerita untuk dibagikan, direnungkan bersama.
Ngemuseum, Yuk!
Museum adalah ruang hidup yang menyimpan memori kolektif, menyalakan imajinasi, dan mendidik tanpa memaksa.
Langkah Kecil Merawat Bumi
Menjaga lingkungan bukan sekadar kebiasaan baik, tetapi menjadi bagian dari ibadah.
Puisi, Hati, dan Suci
Puisi tumbuh berkembang bukan hanya dari ruang nyaman, tetapi dari keterbatasan yang dilawan dengan kekuatan keyakinan.
TikTok, Trotoar, dan Eksistensi
Ihwal kreativitas digital memang layak dirayakan, tetapi ruang publik tetap menyimpan fungsi sosial yang tak bisa sepenuhnya dapat digantikan oleh layar.
Ketik, Kurir, dan Kupon
Setiap kata yang ditulis dengan sungguh-sungguh selalu menemukan jalan bersama untuk menjadi ilmu, rezeki, dan kenangan yang tak pernah benar-benar selesai.
Asyiknya Berburu Koran Era 2000-an
Berburu koran tidak hanya mencari informasi, berita, ilmu pengetahuan, melainkan momentum bersejarah saat menerima (menjemput), ikhtiar, harapan dan kenyataan untuk terus belajar sepanjang hayat.
Merawat Empati Kemanusiaan
Agama mesti hadir untuk membela kemanusiaan dalam realitas kehidupan, tanpa memandang perbedaan agama, suku, etnis, golongan, kelompok, maupun jenis kelamin.
Persib (Jurnalistik) Nu Aing
Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan wadah yang merekam dan mewariskan nilai-nilai, norma, tradisi, adat istiadat
Memupuk Kerukunan, Menjaga Keharmonisan
Memupuk kerukunan dan menjaga keharmonisan menjadi keharusan dalam kerangka penguatan tiga pilar utama.
Habis Lebaran, Terbitlah Hajatan
Menikah di bulan Syawal menjadi simbol dimulainya kehidupan baru dengan jiwa yang kembali fitri, suci.
Untung, (Buntung) Urbanisasi, dan Arus Balik Lebaran
Urbanisasi hadir atas ketimpangan pembangunan yang belum usai. Selama "gula" hanya ada di kota, "semut" akan terus datang meski harus bertaruh nasib.
Mabok Kakaretaan
Dalam setiap perjalanan, kita tak hanya bergerak secara fisik, justru sedang dilatih untuk lebih memahami diri, keluarga, dan kehidupan yang serba cepat.
Habis Lebaran, Tibalah Sampah
Sudah menjadi kebiasaan habis (salat) lebaran (idulfitri), tibalah (darurat) sampah
Idulfitri 1447 H
Hikmah Ramadan itu menjaga dan merawat silaturahmi. Puncaknya hadir saat Idulfitri, momentum kemenangan sejati dalam menundukkan hawa nafsu, termasuk nafsu (angkara murka) untuk merasa paling benar.
Memupuk Persaudaraan, Merawat Harmoni
Nyepi mengajarkan kita sikap memperkuat persaudaraan, persatuan, semangat toleransi, perdamaian untuk meraih kehidupan rukun, harmoni, bahagia dan sejahtera dapat terus terjaga di tengah perbedaan.
Kakaretaan, Yuk!
Di atas rel, kita belajar soal hidup, seperti kereta, akan terus berjalan.