Merawat Cahaya di Tengah Rimba Digital

6 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan
Ilustrasi muslimah sedang membaca alquran digital. (Sumber: Pexels | Foto: Thirdman)
Ilustrasi muslimah sedang membaca alquran digital. (Sumber: Pexels | Foto: Thirdman)

Udara malam itu terasa lebih dingin dari biasanya. Bada salat Isya, saat asyik membaca Hijrah Sehari-hari Milenial, karya Adzka dan Azky yang disunting Ahmad Muhibi dan diterbitkan Yayasan Islam Cinta Indonesia (2019).

Suasana tenang itu tiba-tiba terusik oleh ketukan di pintu. "Assalamualaikum."

Kubergegas membuka pintu. Di hadapan berdiri Aa Akil, anak kedua (11 tahun) yang baru pulang dari pengajian. Ya, tidak seperti biasanya, malam itu wajahnya tampak murung.

Sambil mengusap kepalanya, kubertanya pelan, "Kunaon, Aa?"

Peserta melakukan pawai obor pada peringatan Bandung Lautan Api 2019 saat melintas di Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Sabtu (23/3/2019) (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Peserta melakukan pawai obor pada peringatan Bandung Lautan Api 2019 saat melintas di Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Sabtu (23/3/2019) (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Drama Pawai Obor

Dengan nada kecewa, menjawab, "Bah, pawai obornya jadi tidak ada. Kalau mau ikut, harus gabung ke pengajian lain dan izin dulu ke orang tua. Tadi Yasku ikut ke Al-Barokah."

"Aa henteu ngiring?" tanyaku.

"Enggak, di sini saja," jawabnya singkat sambil mengambil koran yang tergeletak di meja. Ya seperti kebiasaannya, terus larut membuka halaman demi halaman, mencari rubrik favoritnya, Tunggu Dulu dan Gelora.

Selang beberapa menit membaca, matanya tertuju pada saru berita tentang ancaman digital. Dengan raut penasaran, menunjukkan halaman itu, "Kok bisa ya, Bah?" tanyanya.

"Muhun," jawabku singkat.

Setelah itu justru pikiran tenggelam dalam renungan. Anak-anak memang sering kali belajar dari tektek bengek yang sederhana. Kekecewaan karena pawai obor yang batal hanya berlangsung semalam. Besok pagi bisa jadi sudah terlupakan. Tetapi rasa ingin tahu yang muncul saat membaca berita, bisa menjadi cahaya yang bertahan lebih lama daripada nyala obor itu sendiri.

Obor sesungguhnya bukan hanya yang menyala di ujung bambu dan menerangi jalan pada malam hari. Obor bisa berupa pengetahuan yang menyalakan pikiran. Hadir dalam bentuk buku yang dibaca, koran yang dibuka, pertanyaan polos bocil yang sedang berusaha memahami dunia.

Sungguh malam itu, menyaksikan dua cahaya yang berbeda. Pertama, padam sebelum sempat dinyalakan. Alih-alih pawai obor yang batal digelar. Kedua, justru menyala diam-diam. Dengan terus merawat rasa ingin tahu anak yang tumbuh dari lembaran koran yang dibaca.

Walhasil, dalam hidup ini, tak semua obor harus berarak di jalanan. Justru sebagian cukup menyala di dalam kepala dan hati, menerangi langkah seseorang jauh lebih lama daripada cahaya yang tampak oleh mata.

Hijrah digital sejatinya adalah tentang menjaga diri, menjaga hati, dan menjaga nilai-nilai Islam tetap hidup dalam dunia yang serba cepat, instan, dan sering kali bising. (Sumber: www.ump.ac.id)

Ancaman Digital, Kian Mengikat

Setiap kali Muharam datang, umat Islam diajak menengok perjalanan hijrah Nabi Muhammad saw. dari Makkah ke Madinah. Peristiwa itu bukan sekadar perpindahan geografis, melainkan titik balik peradaban yang mengubah cara berpikir, hidup, dan membangun masyarakat yang lebih bermartabat.

Hijrah sesungguhnya tidak pernah berhenti pada kisah sejarah. Melainkan terus hidup dalam setiap zaman, menuntut manusia untuk berani meninggalkan kebiasaan buruk menuju kehidupan yang lebih baik.

Untuk di era digital kita hidup dalam dunia yang terhubung oleh layar dan jaringan internet. Dalam hitungan detik, informasi dapat menjangkau ribuan, bahkan jutaan orang. Meskipun kemajuan teknologi menghadirkan tantangan baru.

Pasalnya, ruang digital yang seharusnya menjadi sarana berbagi ilmu dan kebaikan sering kali berubah menjadi arena pertengkaran, ujaran kebencian, fitnah, dan penyebaran hoaks.

Betapa tidak, penggunaan internet di kalangan anak-anak Indonesia melonjak signifikan dalam empat tahun terakhir. Data tahun 2024 mencatat 73,90% anak usia 5-17 tahun telah mengakses internet, meningkat tajam dari 49,59% pada 2020.

Rupanya, pada saat yang sama, ancaman di ruang digital terhadap anak kian beragam, mulai dari perundungan siber, eksploitasi seksual, hingga penyalahgunaan data pribadi.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menguraikan lonjakan akses digital itu harus segera diimbangi dengan penguatan perlindungan anak. Dengan memastikan ruang digital yang aman bagi anak bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kewajiban negara dan tanggung jawab kita bersama.

Jumlah anak Indonesia saat ini mencapai sekitar 79,9 juta jiwa (28,38%) dari total penduduk. Besarnya proporsi itu menjadikan perlindungan anak di ruang digital sebagai isu strategis nasional yang tidak bisa ditunda.

Perpres Nomor 87 Tahun 2025 menjadi landasan kebijakan nasional perlindungan anak diranah digital hingga 2029. Kebijakan itu berfokus pada tiga strategi utama, pencegahan, penanganan, dan kolaborasi lintas sektor. Implementasi peta jalan itu membutuhkan sinergi seluruh kementerian dan lembaga sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menyatakan perkembangan teknologi informasi menghadirkan peluang dan tantangan serius bagi tumbuh kembang anak.

Selama ini, Kemendikdasmen telah menerbitkan Peraturan Menteri Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, yang ditindaklanjuti melalui Keputusan Menteri Nomor 17 Tahun 2026 tentang Pedoman Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

Kebijakan ini hadir untuk memperkuat aspek keadaban dan keamanan digital yang berlaku bagi seluruh warga sekolah. Ruang lingkup perlindungannya mencakup aktivitas di ruang digital dan media daring yang berkaitan dengan proses pendidikan maupun interaksi antarwarga sekolah.

Kemendikdasmen terus berkomitmen mengintegrasikan materi perlindungan anak di ranah digital ke dalam pembelajaran, meningkatkan kapasitas pendidik, serta memperluas edukasi keamanan digital kepada peserta didik dan orangtua. Teknologi harus diposisikan sebagai alat bantu, bukan ancaman. (Pikiran Rakyat edisi 11 Juni 2026).

Sebarkan Kebaikan, Bukan Kebencian! ✨💜 Jangan biarkan dunia maya dipenuhi kebencian! (Sumber: Instagram @olimpiade_update)

Ayo Sebarkan Cinta

Tugas kita sebagai generasi muslim milenial adalah menyebarkan ajaran “rahmatan lilalamin” kepada kawan, kerabat, keluarga, tetangga, bangsa, negara, dan antar umat beragama, antar sesama manusia. Dalam bahasa lain, kita harus mampu mengubah akhlak buruk menjadi akhlak baik dan mulia kepada setiap penghuni di muka bumi tanpa terkecuali.

Sebab, “hijrah” itu merupakan perubahan konsep, falsafah, dan praktik hidup dari tidak baik menjadi baik.

“Hijrah” kontekstual ialah hijrah yang tidak dilakukan dengan keserampangan sikap dan tindakan. Namun, dengan kedewasaan berpikir, kebijaksanaan bersikap, dan keramahan bertindak. Sehingga kita tidak mudah terjebak dengan radikalisme, ekstrimisme dan tindakan barbar dalam hidup ini.

Harapannya, tidak ada lagi milenial muslim Indonesia yang memahami bahwa “hijrah” ialah berbondong-bondong berangkat ke Suriah bergabung dengan ISIS.

Nggak ada lagi anak muda yang memutuskan pindah kewarganegaraan, karena alasan sistem Negara Republik Indonesia tidak berlandaskan Syariah Islam. Nggak ada lagi yaa!

Nggak ada lagi anak muda yang punya paham berjihad itu dengan memanggul senjata dan menebarkan teror dimana-mana.sebagai generasi muda, kita harus yakin bahwa jihad kita adalah menebarkan cinta dan damai kepada sesama.

Paling tidak ada sembilan ikhtiar praktis mulai dari hijrah hidup lebih baik, tentang cinta, teladani akhlak Nabi, bergaul dengan ramah, berdamai dengan diri sendiri, saling sayang, sahabatan meski beda agama, sebar cinta di medsos sampai toleran itu keren. (Adzka dan Azky, 2019: 15-23).

Bila hijrah fisik Nabi dahulu melahirkan peradaban Madinah yang penuh persaudaraan, maka hijrah digital hari ini diharapkan mampu melahirkan ruang-ruang virtual yang lebih sehat, santun, dan manusiawi.

Pasalnya, setiap kata yang kita tulis, setiap unggahan yang kita sebarkan, dan setiap jejak digital yang kita tinggalkan harus menjadi bagian dari amal yang harus dipertanggungjawabkan.

Dengan demikian, hijrah digital mengajarkan tentang perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Sudah saatnya memastikan jemari kita menjadi jalan hadirnya kebaikan bagi sesama, kemaslahatan umat. Agar pelita itu tak padam di tengah belantara digital. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Agu 2026, 10:01

PHK Massal Garmen Cimahi di Era 'China + Many'

Gelombang PHK itu tentu saja bukan sekadar kabar lokal semata. Ia juga merupakan potongan kecil dari puzzle besar yang sedang berubah di jagad industri garmen global.

Sejumlah buruh perempuan di salah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 18:59

Surabi Cangkring Dago, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Bandung Utara

Cari surabi oncom autentik di Bandung? Surabi Cangkring Dago menawarkan cita rasa tradisional dengan harga mulai Rp3.000 per porsi.

Surabi telur oncom. (Sumber: Surabi Cangkring)
Linimasa 04 Agu 2026, 18:15

Jelajah Perkebunan Teh Rakyat Terluas di Priangan Timur

Perkebunan teh rakyat di Tasikmalaya berkembang sejak awal abad ke-20 dan kini menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di Priangan Timur.

Perkebunan teh Tasikmalaya yang tersebar di di Taraju, Bojonggambir dan Sodonghilir berawal dari pengembangan kolonial Belanda dan kini didominasi kebun rakyat yang diwariskan lintas generasi. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Mayantara 04 Agu 2026, 18:13

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'

Pengguna media sosial tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga terlibat dalam (re)produksi konten sebagaimana dalam fenomena “getcho money up”.

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 17:32

Wisata Literasi di Bandung, Ini Ide Tema Ayo Netizen dari Pages & Plates Festival 2026

Acara bertajuk Pages & Plates Festival 2026 ini menjadi momentum yang layak ditangkap penulis Ayo Netizen.

Festival Literasi Pages and Plates 2026 featuring Big Bad Wolf Books di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 16:50

Di Balik Transformasi KA Cikuray, Ada Strategi Komunikasi yang Menyatukan Masyarakat

Transformasi KA Cikuray dengan fasilitas terbaik dengan harga ekonomis.

Kereta Api Cikuray rangkaian baru 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hamzz P)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 15:34

Panduan Kuliner Sate Puncak Cipanas: Warung Legendaris di Jalur Wisata Pegunungan

Cari sate enak di Puncak? Temukan rekomendasi Warung Sate Shinta, Hanjawar, H. Kadir, Sate Maranggi Sari Asih, hingga SMP Gadog lengkap dengan harga dan lokasinya.

Sate.
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 14:17

Memperketat Pengawalan Angkutan Getah Pinus, Mencegah Pencurian dan Angkutan Ilegal

KPH Bandung Utara memperkuat pengamanan hasil hutan melalui pengawalan ketat angkutan getah pinus di wilayah Resort Polisi Hutan (RPH) Cikalong.

Petugas dari Perhutani Bandung Utara saat melakukan pengawasan. (Sumber: Liputan | Foto: Humas )
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 11:43

Aktualisasi Hari Kemerdekaan

Seruan kemerdekaan harus digemakan sampai ke pelosok-pelosok

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 09:08

Kala Pohon Kota Tumbang, Hukum Mengarah ke Mana?

Jika penebangan pohon berkaitan dengan kepentingan bisnis -- misalnya membuka ruang, akses, atau visibilitas -- maka korporasi bisa masuk sebagai subjek hukum.

Lokasi pohon-pohon yang ditebang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Beranda 04 Agu 2026, 08:14

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!

Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara hadir di Jabar! Ajak generasi muda hidupkan legenda rakyat. Pendaftaran masih dibuka, buruan cek!

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!
Wisata & Kuliner 03 Agu 2026, 18:19

Situ Lengkong Panjalu, Tempat Wisata Estetik dan Bersejarah di Ciamis

Panduan wisata Situ Lengkong Panjalu Ciamis lengkap: sejarah Kerajaan Panjalu, Nusa Gede, Museum Bumi Alit, tradisi Nyangku, tiket masuk, dan rute.

Situ Lengkong Panjalu, Ciamis.
Ayo Netizen 03 Agu 2026, 18:09

Pandemi Senyap Kapitalisme dalam Industri Gula dan Obat-obatan

Membongkar masalah ketimpangan yang serius di balik industri gula dan obat-obatan. Keduanya berkolaborasi dalam industri kematian yang mengancam masyarakat berpenghasilan rendah.

Pabrik gula. (Sumber: Pexels | Foto: Deepak Sharma)
Ayo Netizen 03 Agu 2026, 17:07

Mengapa Kampanye Mi Nyemek Jogja Mudah Diingat?

Menganalisis bagaimana Mi Nyemek Ala Jogja Rasa Rendang dipublikasikan dengan pesan yang konsisten, sehingga informasi produk dapat diterima publik secara luas dan jelas.

Ilustrasi mie nyemek Jogja. (Sumber: Youtube | Foto: DewiRistiyaniKitchen)
Ayo Netizen 03 Agu 2026, 16:00

Dari Kasus Penebangan Pohon hingga Persib-Persija, Isu Menarik Pekan Ini untuk Ayo Netizen

Bagi penulis Ayo Netizen yang masih mencari ide segar, berikut beberapa isu yang layak diangkat dalam beberapa hari ke depan.

Lokasi pohon-pohon yang diduga ditebang tanpa izin pemerintah. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Agu 2026, 15:02

Mengapa Kampanye Jumbo Mudah Diingat? Jawabannya Ada pada Konsistensi Pesan

Kolaborasi antara Fore Coffe dan film animasi Jumbo menjadi salah satu strategi pemasaran yang menarik untuk di teliti karena menghadirkan pengalaman yang baru bagi konsumen.

Ilustrasi kampanye film Jumbo yang masih tetap konsisten sampai saat ini. (Istimewa)
Sejarah 03 Agu 2026, 13:10

Sejarah Peuyeum Ketan Kuningan, Tradisi Fermentasi yang jadi Identitas Daerah

Peuyeum ketan Kuningan lahir dari tradisi kampung, berkembang menjadi oleh-oleh populer, dan tetap mempertahankan proses fermentasi tradisional.

Peuyeum atau tape ketan Kuningan.
Ayo Netizen 03 Agu 2026, 12:38

Momentum Agustus 2026: Saatnya Menggali Cerita dari Kemerdekaan hingga Budaya Bandung

Bulan Agustus selalu menghadirkan banyak momentum yang layak dijadikan bahan tulisan.

Sejumlah ibu rumah tangga mengikuti berbagai lomba 17 Agustus di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 03 Agu 2026, 10:05

Mengenang Acara Radio Favorit GANESHA IWAN FALS (GIF)

Lagu-lagu Iwan Fals menyebar dari kaset, panggung konser, hingga gelombang radio.

Sosok musisi legendaris Iwan Fals menghiasi berbagai halaman depan tabloid dan majalah musik populer sepanjang era 1990-an. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 03 Agu 2026, 08:48

Penebangan Pohon Malam Hari: Kejahatan Lingkungan atau Sekadar Pelanggaran Administratif?

Ketika penebangan pohon dilakukan tanpa izin, maka secara administratif, jelas itu pelanggaran lantaran ada prosedur yang dilanggar.

Aktivita penebangan pohon di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)