Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'

4 menit baca
Prof. Dr. Moch Fakhruroji
Ditulis oleh Prof. Dr. Moch Fakhruroji diterbitkan
Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'. (Sumber: Ayobandung.id)
Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'. (Sumber: Ayobandung.id)

Lagi, Indonesia kembali melahirkan tren baru di media sosial. Content creator dan influencer global beramai-ramai membuat konten dengan backsound lagu “Kicau Mania” yang lebih dulu viral di kalangan netizen Indonesia. Uniknya, mereka juga menyerukan “jargon” tersebut, namun dengan kalimat yang sama sekali berbeda, yaitu “getcho money up.”

Perubahan ini bahkan sama sekali tidak mengganggu netizen Indonesia. Bahkan pemilik lagu ini tidak merasa keberatan dengan viralnya jargon “getcho money up” yang jelas-jelas berbeda dengan aslinya.

Di Indonesia, lagu “Kicau Mania” pertamakali dipopulerkan oleh Ndarboy Genk ft. Banditoz Yaow 86 dan menjadi fenomena media sosial setelah dinyanyikan ulang oleh Niken Salindry, sinden muda asal Kediri yang dilengkapi gerakan tari yang khas.

Rupanya, gestur Niken ini kemudian menjadi nilai tambah yang membuat frasa “Kicau Mania” menjadi semakin menarik. Sejumlah kreator konten di seluruh dunia mulai membuat konten dengan lagu “Kicau Mania” dengan gaya mereka mengucapkan “gethco money up” lengkap dengan gestur khas konten serupa yang telah menyebar sebelumnya di jagat media sosial di Indonesia.

Budaya Partisipasi

Berawal dari kesalahan fonetik ini, frasa “getcho money up” justru semakin mengglobal sebagai tren tersendiri di kalangan netizen. Ketidaktahuan konteks awal ternyata tidak menghalangi mereka untuk menikmati lagu khas ini.

Dalam fenomena ini, muncul perubahan narasi secara berlipat. Pertamakali muncul, lagu “Kicau Mania” sebetulnya diciptakan untuk memberikan semangat pada komunitas pecinta burung di Yogyakarta, namun setelah beberapa kali mencapai FyP di Tiktok, lagu ini segera meluas maknanya menjadi simbol bagi hobi positif yang penuh antusiasme.

Dalam konteks pengguna Tiktok dan media sosial secara global, lagu ini kemudian kembali melahirkan narasi baru melalui kemunculan ekspresi sebagaimana diperlihatkan oleh para kreator konten dan influencer di berbagai negara meski dengan kesalahan fonetik sebagai “getcho money up.”

Dengan vibe yang sama, lagu ini dalam konteks global kemudian dimaknai sebagai penyemangat untuk mencari “cuan” sebagaimana dikandung dalam frasa “getcho money up” yang secara literal merupakan Bahasa Inggris slang dari kata “get your money up” yang berarti semacam seruan untuk menyemangati para pencari nafkah.

Meme dan Spin-off Narasi

Sebagaimana ditegaskan oleh Henry Jenkins (2006), media sosial telah merangsang para pengguna untuk berpartisipasi lebih banyak dari sebelumnya. Mereka tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga terlibat dalam (re)produksi konten sebagaimana dalam fenomena “getcho money up”. Sebagai pengguna aktif, mereka mampu memberi kesan atau pemaknaan atas konten, atau bahkan dapat memperkaya dengan dengan cara yang lebih baru.

Dalam skala yang lebih luas, kita dapat melihat fenomena ini sebagaimana terjadi pada meme. Sebagaimana dikemukakan oleh Richard Dawkins (1976) dalam The Selfish Gene, kata ini diambil dari sebuah kata Yunani kuno “mīmēma” yang berarti ditiru sehingga meme dalam konteks kontemporer digunakan untuk merujuk pada fenomena lahirnya praktik replikasi dari konten di media dan menjamur sebagai budaya yang juga disirkulasikan di media, terutama di media sosial.

Meme merupakan contoh praktis dimana pengguna media sosial secara kreatif melakukan reproduksi sebagian konten tertentu dan membuat narasi-narasi yang bahkan berbeda dengan konten aslinya. Grant Kien (2019) mengemukakan perubahan narasi dalam meme dengan mengambil contoh foto-foto Winston Churchill yang pada tahun 1941 sering berpose dengan mengangkat dua jari membentuk simbol “V” untuk victory (kemenangan) dalam Perang Dunia II dan kemudian diikuti oleh figur lain seperti Richard Nixon dan kemudian menyebar ke seluruh media visual di Barat.

Kemudian, para pengunjuk rasa anti-perang pada tahun 1960-an dan 70-an menggunakan gestur “V” tersebut namun memaknainya sebagai simbol perdamaian—alih-alih kemenangan—sebagai kritik. Makna ini kemudian kembali mengalami perubahan pada tahun 1972 ketika Janet Lynn, atlet skating peserta Olimpiade asal Amerika Serikat dan pendukung gerakan anti-perang menggunakan gestur untuk berpose ketika diliput oleh siaran televisi nasional. Sejak saat itu, gestur ini diadopsi sebagai pose berfoto yang paling umum ditemui sebagai bagian dari budaya popular, alih-alih sebagai pernyataan protes.

Perubahan narasi ini—sebagaimana tampak pada fenomena “getcho money up” atau “meme”— menandai betapa para pengguna media sosial dapat menciptakan semacam spin-off dari versi aslinya dan memunculkan narasi yang berbeda. Jadi, mau tidak mau, harus diakui bahwa “Kicau Mania” telah menemukan jalan menuju panggung global, meski diawali dengan kesalahan fonetik yang dalam perspektif Jenkins tidak sepenuhnya sebagai “kesalahan.” (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Prof. Dr. Moch Fakhruroji
Direktur dan co-founder Center for Digital Culture and Society (CDiCS)

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 18:59

Surabi Cangkring Dago, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Bandung Utara

Cari surabi oncom autentik di Bandung? Surabi Cangkring Dago menawarkan cita rasa tradisional dengan harga mulai Rp3.000 per porsi.

Surabi telur oncom. (Sumber: Surabi Cangkring)
Linimasa 04 Agu 2026, 18:15

Jelajah Perkebunan Teh Rakyat Terluas di Priangan Timur

Perkebunan teh rakyat di Tasikmalaya berkembang sejak awal abad ke-20 dan kini menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di Priangan Timur.

Perkebunan teh Tasikmalaya yang tersebar di di Taraju, Bojonggambir dan Sodonghilir berawal dari pengembangan kolonial Belanda dan kini didominasi kebun rakyat yang diwariskan lintas generasi. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Mayantara 04 Agu 2026, 18:13

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'

Pengguna media sosial tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga terlibat dalam (re)produksi konten sebagaimana dalam fenomena “getcho money up”.

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 17:32

Wisata Literasi di Bandung, Ini Ide Tema Ayo Netizen dari Pages & Plates Festival 2026

Acara bertajuk Pages & Plates Festival 2026 ini menjadi momentum yang layak ditangkap penulis Ayo Netizen.

Festival Literasi Pages and Plates 2026 featuring Big Bad Wolf Books di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 16:50

Di Balik Transformasi KA Cikuray, Ada Strategi Komunikasi yang Menyatukan Masyarakat

Transformasi KA Cikuray dengan fasilitas terbaik dengan harga ekonomis.

Kereta Api Cikuray rangkaian baru 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hamzz P)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 15:34

Panduan Kuliner Sate Puncak Cipanas: Warung Legendaris di Jalur Wisata Pegunungan

Cari sate enak di Puncak? Temukan rekomendasi Warung Sate Shinta, Hanjawar, H. Kadir, Sate Maranggi Sari Asih, hingga SMP Gadog lengkap dengan harga dan lokasinya.

Sate.
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 14:17

Memperketat Pengawalan Angkutan Getah Pinus, Mencegah Pencurian dan Angkutan Ilegal

KPH Bandung Utara memperkuat pengamanan hasil hutan melalui pengawalan ketat angkutan getah pinus di wilayah Resort Polisi Hutan (RPH) Cikalong.

Petugas dari Perhutani Bandung Utara saat melakukan pengawasan. (Sumber: Liputan | Foto: Humas )
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 11:43

Aktualisasi Hari Kemerdekaan

Seruan kemerdekaan harus digemakan sampai ke pelosok-pelosok

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 09:08

Kala Pohon Kota Tumbang, Hukum Mengarah ke Mana?

Jika penebangan pohon berkaitan dengan kepentingan bisnis -- misalnya membuka ruang, akses, atau visibilitas -- maka korporasi bisa masuk sebagai subjek hukum.

Lokasi pohon-pohon yang ditebang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Beranda 04 Agu 2026, 08:14

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!

Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara hadir di Jabar! Ajak generasi muda hidupkan legenda rakyat. Pendaftaran masih dibuka, buruan cek!

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!
Wisata & Kuliner 03 Agu 2026, 18:19

Situ Lengkong Panjalu, Tempat Wisata Estetik dan Bersejarah di Ciamis

Panduan wisata Situ Lengkong Panjalu Ciamis lengkap: sejarah Kerajaan Panjalu, Nusa Gede, Museum Bumi Alit, tradisi Nyangku, tiket masuk, dan rute.

Situ Lengkong Panjalu, Ciamis.
Ayo Netizen 03 Agu 2026, 18:09

Pandemi Senyap Kapitalisme dalam Industri Gula dan Obat-obatan

Membongkar masalah ketimpangan yang serius di balik industri gula dan obat-obatan. Keduanya berkolaborasi dalam industri kematian yang mengancam masyarakat berpenghasilan rendah.

Pabrik gula. (Sumber: Pexels | Foto: Deepak Sharma)
Ayo Netizen 03 Agu 2026, 17:07

Mengapa Kampanye Mi Nyemek Jogja Mudah Diingat?

Menganalisis bagaimana Mi Nyemek Ala Jogja Rasa Rendang dipublikasikan dengan pesan yang konsisten, sehingga informasi produk dapat diterima publik secara luas dan jelas.

Ilustrasi mie nyemek Jogja. (Sumber: Youtube | Foto: DewiRistiyaniKitchen)
Ayo Netizen 03 Agu 2026, 16:00

Dari Kasus Penebangan Pohon hingga Persib-Persija, Isu Menarik Pekan Ini untuk Ayo Netizen

Bagi penulis Ayo Netizen yang masih mencari ide segar, berikut beberapa isu yang layak diangkat dalam beberapa hari ke depan.

Lokasi pohon-pohon yang diduga ditebang tanpa izin pemerintah. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Agu 2026, 15:02

Mengapa Kampanye Jumbo Mudah Diingat? Jawabannya Ada pada Konsistensi Pesan

Kolaborasi antara Fore Coffe dan film animasi Jumbo menjadi salah satu strategi pemasaran yang menarik untuk di teliti karena menghadirkan pengalaman yang baru bagi konsumen.

Ilustrasi kampanye film Jumbo yang masih tetap konsisten sampai saat ini. (Istimewa)
Sejarah 03 Agu 2026, 13:10

Sejarah Peuyeum Ketan Kuningan, Tradisi Fermentasi yang jadi Identitas Daerah

Peuyeum ketan Kuningan lahir dari tradisi kampung, berkembang menjadi oleh-oleh populer, dan tetap mempertahankan proses fermentasi tradisional.

Peuyeum atau tape ketan Kuningan.
Ayo Netizen 03 Agu 2026, 12:38

Momentum Agustus 2026: Saatnya Menggali Cerita dari Kemerdekaan hingga Budaya Bandung

Bulan Agustus selalu menghadirkan banyak momentum yang layak dijadikan bahan tulisan.

Sejumlah ibu rumah tangga mengikuti berbagai lomba 17 Agustus di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 03 Agu 2026, 10:05

Mengenang Acara Radio Favorit GANESHA IWAN FALS (GIF)

Lagu-lagu Iwan Fals menyebar dari kaset, panggung konser, hingga gelombang radio.

Sosok musisi legendaris Iwan Fals menghiasi berbagai halaman depan tabloid dan majalah musik populer sepanjang era 1990-an. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 03 Agu 2026, 08:48

Penebangan Pohon Malam Hari: Kejahatan Lingkungan atau Sekadar Pelanggaran Administratif?

Ketika penebangan pohon dilakukan tanpa izin, maka secara administratif, jelas itu pelanggaran lantaran ada prosedur yang dilanggar.

Aktivita penebangan pohon di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Agu 2026, 19:39

Jejak Rasa di Garis Depan: Menelusuri Kaitan Erat Aantara Kuliner, Logistik Perang, dan Kedaulatan Indonesia

Kuliner dan kemerdekaan Indonesia berkelindan secara berkelanjutan.

ilustrasi Sukarno dan buku "Mustikarasa". (Sumber: Ayobandung.id)