Istilah Sunda untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

5 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Gambar tafsir baru mitologi gempabumi. Bola bumi berada di ujung tanduk sapi yang berdiri di atas paus. Bila paus dan sapi bergerak, terjadilah gempabumi. (Sumber: Dok. T Bachtiar)
Gambar tafsir baru mitologi gempabumi. Bola bumi berada di ujung tanduk sapi yang berdiri di atas paus. Bila paus dan sapi bergerak, terjadilah gempabumi. (Sumber: Dok. T Bachtiar)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Masyarakat Sunda mengenal lima istilah tingkat guncangan gempabumi: riyeg, inggeung, eundeur, genjlong, dan pralaya.

  • Tingkat guncangan gempa dipengaruhi antara lain oleh kedalaman hiposentrum, jarak dari episentrum, serta kondisi batuan dan tanah.

  • Istilah Sunda tersebut menunjukkan pengalaman masyarakat dalam membedakan kekuatan guncangan hingga tingkat kerusakan akibat gempabumi.

Gempabumi sudah dirasakan dari waktu ke waktu dalam sejarah penghunian suatu daerah. Dalam bahasa Sunda, gempabumi disebut lini atau lindu. Masyarakat selalu ingin mengetahui mengapa tiba-tiba bumi berguncang. Yang mempunyai otoritas pengetahuan yang berpengaruh pada saat itu, akan menyampaikan keterangan mengapa bumi berguncang. Juru kisah, para penafsir pengetahuan, akan menyampaikan ulang, yang dibungkus dengan kisah yang dapat diterima dan mudah dimengerti pada saat itu. Berkembanglah jawaban, mengapa bumi berguncang.

Dalam buku bacaan Sakolah Rakyat (SR), sekarang Sekolah Dasar (SD) di Jawa Barat yang terbit tahun 1950-an, terdapat bacaan geomitologi yang mengisahkan tentang mengapa lini terjadi. Diuraikan dalam buku itu, bahwa bola bumi berada di ujung tanduk sapi jantan yang berdiri di atas punggung paus. Ketika paus bergerak, maka sapi pun akan bergerak menyeimbangkan diri agar tidak tercebur ke laut. Sapi yang bergerak itulah yang menyebabkan bola bumi bergoyang. Guncangan itulah yang disebut lini atau gempabumi.

Kini sudah berkembang teori yang sangat maju tentang dinamika bumi, yaitu Tektonik Lempeng. Teori ini menyatakan bahwa lapisan terluar bumi berupa kerak bumi, lapisan padat dan kaku, merupakan bagian tipis paling atas dari litosfer. Di bawah litosfer terdapat astenosfer, lapisan yang padat kental, plastis, pijar, mengalir lambat, dengan suhu mencapai 3.000 derajat C. Karena adanya panas yang sangat tinggi yang menjalar sampai di astenosfer, maka terjadilah sirkulasi termal secara global. Akibatnya, kerak bumi terluar, yang terdiri dari kerak benua dan kerak samudra yang dingin dan kaku menjadi terdorong, kemudian pecah-pecah menjadi lempeng-lempeng besar. Kerak benua itu berarak perlahan, mengambang di astenosfer yang sangat panas. 

Lempeng-lempeng itu terus berarak, ada yang saling menjauh (devergen), ada yang saling mendekat, kemudian bertumbukan, menunjam (konvergen), dan lempeng yang berpapasan atau bergesekan secara horizontal (transform). Peristiwa inilah yang menjadi kunci pembentukan batuan, pulau, logam, patahan, gunung api, gempa bumi, geomorfologi, dan evolusi muka bumi lainnya.   

Ketika dua lempeng saling mendekat, terjadilah penunjaman antara lempeng samudra dengan lempeng benua. Di Indonesia, zona subduksi ini terjadi di kedalaman dasar Samudra Hindia di barat Pulau Sumatra, di selatan Pulau Jawa, menerus di selatan Nusa Tenggara. Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah lempeng Eurasia dengan pergerakan antara 6 cm -7 cm per tahun.

Laju kerak bumi itu tiada henti, dan berlangsung terus-menerus sejak bumi tercipta, karena ada arus konveksi. Di zona penunjaman antara dua lempeng yang menikung, di sanalah terjadi “gesekan” raksasa yang sangat kuat. Lempeng-lempeng yang tebal, keras, kaku, kasar, dan terdapat tonjolan yang besar dan kuat, sehingga laju arak gesek lempeng menjadi saling mengait, tertahan, atau terkunci. Walau pun dalam keadaan terkunci, daya dorong lempeng terus berlangsung. Terjadilah penghimpunan tekanan atau tegangan di area terkunci selama ratusan tahun bahkan lebih. Seperti karet yang meregang saat ditarik, akan mengalami robek bila daya elastisitasnya terlampaui. Demikian juga dengan daya regang lempeng benua, menyebabkan lempeng itu melengkung terangkat ke permukaan daratan, yang terus meninggi beberapa cm per tahun. 

Namun, kekuatan lempeng bumi menahan regangan itu ada batasnya. Ketika melewati batas daya lentingnya, atau sudah mencapai batas elastisitasnya, sudah tidak mampu lagi menahan beban tekanan ekstrim, maka lempeng itu akan patah secara tiba-tiba. Tempat patahnya itu berada di dalam bumi yang menimbulkan guncangan, disebut hiposentrum. Sedangkan tempat di permukaan bumi yang berguncang, persis berada di atas lempeng yang patah, disebut episentrum.

Pada saat lempeng patah, terjadilah pelepasan energi gempa bumi dalam bentuk gelombang gempa, yang menjalar dengan cepat melalui garis-garis patahan. Besarnya guncangan gempabumi di permukaan, ditentukan oleh beberapa faktor, seperti kedalaman hiposentrum. Kedalaman hiposentrum antara 0 km – 70 km disebut gempa dangkal, guncangannnya sangat kuat di permukaan, dan sering menimbulkan kerusakan besar, baik bangunan maupun korban jiwa. Kedalaman hiposentrum antara 70 km – 300 km disebut gempa menengah, goyangannya lebih luas, namun kerusakannya lebih ringan. Dan hiposentrum yang lebih dari 300 km – kurang dari 700 km, disebut gempa dalam. Getaran di permukaan umumnya tidak terlalu besar atau tidak merusak, walaupun magnitudonya besar. 

Besarnya guncangan gempabumi di permukaan juga ditentukan oleh jarak dari episentrum. Semakin dekat lokasi permukiman dengan episentrum, maka tingkat guncangan gempa dan kerusakannya semakin besar. Semakin menjauh dari episentrum, tingkat guncangan gempa dan kerusakannya semakin berkurang.

Keadaan batuan di suatu kawasan dapat menimbulkan besar guncangan dan kerusakan yang berbeda, dengan kekuatan gempa yang sama. Misalnya, dampak gempa akan berbeda di kawasan yang tanahnya masih berupa lumpur atau tanah lunak, karena terjadi pembesaran guncangan. Infrastruktur dan bangunan yang berada di jalur patahan, apalagi yang memotong jalur patahan, akan mengalami kerusakan. 

Masyarakat Sunda sudah lama mengalami gempa bumi, sehingga mampu membedakan besar guncangan dan kerusakan yang diakibatkannya. Atas dasar itulah masyarakat Sunda mempunyai istilah sendiri untuk besar guncangan gempabumi.  

Pertama Riyeg, gempabumi ringan (setara II MMI – III MMI), goyangan lemah, keadaan lahan, bangunan, dan barang-barang bergoyang kecil. Kedua yaitu Inggeung, gempabumi sedang (setara IV MMI – V MMI), keadaan lahan atau bangunan bergoyang, berayun, menyebabkan kerusakan ringan. Ketiga Eundeur, gempabumi kuat sampai sangat kuat (setara VI – VII MMI) keadaan tanah atau bangunan berguncang kuat disertai atau tidak suara gemuruh, menyebabkan kerusakan bangunan. Keempat Genjlong, gempabumi besar (setara VIII MMI), keadaan lahan dan bangunan berguncang, disertai atau tidak suara gemuruh yang keras mengagetkan. Permukiman mengalami banyak kerusakan parah, terdapat korban jiwa. Kelima Pralaya, gempabumi sangat besar atau ekstrim (setara IX MMI – XII MMI), keadaan lahan dan bangunan mengalami kehancuran sangat besar, dan mengakibatkan korban jiwa. (*)

Tabel istilah Sunda untuk besar guncangan gempabumi 

Kekuatan (MMI)

Istilah Sunda

Kategori Kekuatan

II – III  

Riyeg

Ringan

IV – V 

Inggeung

Sedang

VI – VII 

Eundeur

Kuat

VIII

Genjlong

Besar

IX – XII 

Pralaya

Sangat besar

Sumber: T Bachtiar (Agustus 2026)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 28 Agu 2026, 08:00

Proyek Strategis Nasional Bersama dengan Militer, Menuju Indonesia Emas 2045?

Peran militer dalam berjalannya Proyek Strategis Nasional patut diapresiasi atau diantisipasi?

Masa Retreat Kabinet Merah Putih di Magelang. (Sumber: menpan.go.id)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 20:20

Ayyuhal Walad: Kumpulan Nasihat Imam Al-Ghazali untuk Orang yang Sedang Mencari

Ayyuhal Walad merupakan kumpulan nasihat yang ditulis ketika Al-Ghazali mendapatkan surat dari salah satu murid kinasihnya.

Buku "Ayyuhal Walad". (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 18:34

Sudahkah Hukum Berpihak pada Korban Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur?

Mengangkat isu mengenai kekerasan seksual pada anak sebagai persoalan yang sensitif dan penting, memaparkan berbagai kekerasan seksual, dan membahas mengenai sulitnya bagi korban untuk bersuara.

Ilustrasi anak yang mengalami trauma kekerasan. (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 17:25

Istilah Sunda untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Masyarakat Sunda memiliki lima istilah untuk menggambarkan tingkat guncangan gempabumi, dari riyeg hingga pralaya, yang berkaitan dengan skala MMI dan dampak kerusakannya.

Gambar tafsir baru mitologi gempabumi. Bola bumi berada di ujung tanduk sapi yang berdiri di atas paus. Bila paus dan sapi bergerak, terjadilah gempabumi. (Sumber: Dok. T Bachtiar)
Beranda 27 Agu 2026, 16:55

Kemenkes Temukan Jutaan Kasus PTM lewat Cek Kesehatan Gratis, Prioritaskan Tata Laksana demi Indonesia Emas 2045

Skrining Cek Kesehatan Gratis terhadap 73,8 juta peserta hingga Juli 2026 mengungkap jutaan kasus penyakit tidak menular yang selama ini tidak terdeteksi.

Pelaksanaan program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 27 Agu 2026, 16:20

73,8 Juta Peserta Jangkau Cek Kesehatan Gratis, Kemenkes Ubah Paradigma Menuju Indonesia Emas 2045

Generasi yang sakit akan sulit menjadi generasi unggul, sementara generasi yang sehat menjadi modal utama menuju Indonesia Emas 2045.

Program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 15:17

Selawatan, Muludan, dan Perdamaian 

Dari buku yang semula hanya tergeletak di rak sederhana tiba-tiba menjadi pintu masuk untuk membicarakan Islam tidak hanya mengajarkan bagaimana mencintai Nabi, tetapi harus menjadi landasan bersama

Anak-anak tengah asyik diskusi sebelum belajar ngaji bersama. (Sumber: instagram @jaro_numoto)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 13:53

Nasib CFD Bandung yang Terjerat Audit Rp2,7 Miliar

BPK menemukan penggunaan anggaran sekitar Rp 2,7 miliar terkait CFD untuk membayar personel non-ASN tanpa dasar hukum yang memadai.

CFD di kawasan Dago. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ikon 27 Agu 2026, 13:40

Gedung Sate Cikajang Garut, Bangunan Unik di Tengah Perkebunan Teh

Di pelosok Cikajang, Garut, berdiri Gedung Sate Cikajang yang dibuat mirip ikon Jawa Barat dan digunakan untuk kegiatan warga.

Bangunan miniatur Gedung Sate di Cikajang, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 10:01

Mata Ini Menjadi Berharga di Hadapan Kyai Umar

Cerpen berdasarkan kisah nyata kehidupan Kyai Ahmad Umar Abdul Manan, pendiri Pondok Pesantren Al Muayyad Surakarta.

Ilustrasi santri. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 08:34

Full Depth Reclamation (FDR) sebagai Solusi Infrastruktur Jalan Berkelanjutan

Full Depth Reclamation (FDR) adalah metode rehabilitasi jalan berkelanjutan yang memanfaatkan material lama untuk memperkuat jalan, mengurangi limbah, menekan biaya, dan memperpanjang umur layanan.

ilustrasi (Sumber: - | Foto: -)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 20:21

Pengalaman Berburu Kopi di Warung, Toko dan Pabrik Kopi Tua di Kota Bandung

Menjelajahi aroma kopi legendaris Bandung! Simak keseruan berburu racikan kopi terbaik mulai dari warung legendaris, toko bersejarah, hingga pabrik kopi tua yang masih kokoh berdiri di Paris van Java.

Warung Kopi Purnama di Jalan Braga, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 19:10

Festival Film Bandung: Konsisten Merawat Apresiasi Perfilman Indonesia

Festival Film Bandung bukan sekadar seremoni tahunan. Selama hampir empat dekade, FFB telah menjadi bagian dari perjalanan perfilman Indonesia.

Para penerima Penghargaan Terpuji Festival Film Bandung (FFB) 2026 berfoto bersama usai acara penganugerahan. (Foto: Agus Wahyudi)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 17:37

Selamat Tinggal Terminal Cicaheum, Selamat Tinggal ‘Warnas Bi Yayah’ dan ‘JPO Preman Pensiun’

Terminal ini dilekatkan dengan tokoh-tokoh preman jalanan, pencopet, hingga aktivitas terminal sehari-hari di Bandung.

Warung nasi Bi Yayah. Ya, yang kedua, warung nasi milik Yuli Yumiati atau yang memerankan tokoh Bi Yayah di sinetron “Preman Pensiun” ikut terkenal seiring popularitas sinetron ini. (Sumber: Facebook)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 15:18

Jejak 'Mak Nyus' Sunda di Ibu Kota: Telaah Historis dan Kurasi Kuliner Jawa Barat Pilihan Bondan Winarno

Masakan Sunda bukan sekadar hidangan pelengkap, melainkan bagian penting dari identitas rasa yang turut membentuk selera masyarakat metropolitan.

Hidangan dari Dapur Sunda, Jl. Cipete Raya No.13, Kec. Cilandak, Kota Jakarta Selatan. (Sumber: Google Review | Foto: merry silviani)
Sejarah 26 Agu 2026, 13:54

Sejarah Gedung Sate Bandung, Jejak Kolonial yang Bertahan Lebih dari Seabad

Gedung Sate dibangun pada 1920 sebagai pusat pemerintahan kolonial. Simak sejarahnya hingga menjadi ikon Jawa Barat.

Baris berbaris serdadu wanita KNIL di area Gedung Sate pada tahun 1949. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 26 Agu 2026, 12:42

Jelajah Goa Sunyaragi, Labirin Batu Karang di Jantung Kota Cirebon

Jelajahi Goa Sunyaragi Cirebon, kompleks bersejarah dengan lorong batu karang, arsitektur unik, tiket masuk, dan tips berkunjung.

Wisata Goa Sunyaragi Cirebon. (Sumber: Instagram @goasunyaragi)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 12:23

Peringkat Nabi Muhammad saw. Dalam Kasus Tabloid Monitor Tahun 1990

Kisah tahun 1990 ini, berawal dari survei 50 tokoh yang dikagumi oleh pembaca tabloid Monitor dan memunculkan demonstrasi masyarakat

Klarifikasi dan permintaan Tabloid Monitor atas edisi 15 Oktober 1990 yang kontroversial. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 10:28

Pasar Baru Bandung dan Penyakit 'Kota Branding'

Upaya pem-branding-an memang penting. Kota perlu dikenal. Kawasan perlu memiliki daya tarik. Tetapi, branding hanyalah lapisan paling luar dari sebuah ekosistem. 

Pasar Baru Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Regia Ramadhina Revalgian/Magang)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 08:44

Jika Pohon-Pohon di Kalimantan Bisa Bernyanyi dan Hewan di Dalamnya Bisa Bicara

Manusia seringkali lupa bahwa di bumi ini mereka hidup tidak sendirian melainkan berdampingan dengan mahluk hidup lainnya yang juga harus dijaga kelestariannya.

Orang utan di hutan Kalimantan. (Sumber: Pexels | Foto: Tim Morgan)