Selamat Tinggal Terminal Cicaheum, Selamat Tinggal ‘Warnas Bi Yayah’ dan ‘JPO Preman Pensiun’

4 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
Warung nasi Bi Yayah. Ya, yang kedua, warung nasi milik Yuli Yumiati atau yang memerankan tokoh Bi Yayah di sinetron “Preman Pensiun” ikut terkenal seiring popularitas sinetron ini. (Sumber: Facebook)
Warung nasi Bi Yayah. Ya, yang kedua, warung nasi milik Yuli Yumiati atau yang memerankan tokoh Bi Yayah di sinetron “Preman Pensiun” ikut terkenal seiring popularitas sinetron ini. (Sumber: Facebook)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Terminal Cicaheum dilekatkan dengan tokoh-tokoh preman jalanan, pencopet, hingga aktivitas terminal sehari-hari di Bandung.

  • JPO Terminal Cicaheum ini sangat berkesan dan melegenda karena sering disorot menjadi tempat Kang Mus untuk mengawasi, memantau segala aktivitas anak buahnya, dan merenung meninjau situasi jalanan serta terminal.

  • Kini, deretan lapak yang sebelumnya memenuhi kawasan Terminal Cicaheum, Kota Bandung--termasuk warung Bu Yayah—25 Agustus 2026 kemarin dibongkar.

TERMINAL Cicaheum--dibangun pada 1975--resmi ditutup permanen pada akhir Juni 2026 dan selanjutnya dialihfungsikan menjadi depo Bus Rapid Transit (BRT). Seluruh kegiatan naik-turun penumpang bus antarkota telah dialihkan sepenuhnya ke Terminal Leuwipanjang.

Nama Terminal Cicaheum mendadak terkenal pada 2015 seiring dengan terminal itu rutin dijadikan lokasi syuting utama serial televisi “Preman Pensiun”. Apalagi episode perdana sinetron yang tayang di RCTI itu mengalami sukses besar. Seolah, terminal  ini ‘digiring’ menjadi tempat berkuasanya para preman terminal seperti yang diceritakan dalam alur cerita sinetron karya Aris Nugraha ini. 

Terminal ini dilekatkan dengan tokoh-tokoh preman jalanan, pencopet, hingga aktivitas terminal sehari-hari di Bandung. Kang Bahar, Kang Muslihat, Kang Gobang, Cecep, Bubun, Willy, Darman, silih berganti “menguasai” Terminal Cicaheum.

Ada dua tempat yang menjadi ikonik dari terminal Cicaheum pasca tempat itu dijadikan tempat syuting ‘Preman Pensiun’. Pertama, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang menghubungkan terminal dan sisi utara (seberang) terminal.

JPO Terminal Cicaheum ini sangat berkesan dan melegenda karena sering disorot menjadi tempat Kang Mus untuk mengawasi, memantau segala aktivitas anak buahnya, dan merenung meninjau situasi jalanan serta terminal.

Ada adegan ketika Kang Mus tiba-tiba berada di atas JPO menatap ke bawah dan mengawasi ke sekitar terminal. Kemudian, dia ujug-ujug ada di jalur angkot. Ia ketemu Willy.

“Akang mau ketemu siapa?” tanya Willy.

“Saya mau ketemu Cecep. Tempat ini banyak debu, banyak asap. Mungkin telinga kamu kotor? Cecep di mana?”

“Punten Akang siapa biar saya ga salah.”

“Muslihat.”

Lalu, Willy pergi mencari Cecep, bosnya. “Bos ada yang nyari?” 

“Siapa?”

“Muslihat?”

Cecep ketakutan.

“Saya sudah lama sekali enggak ke sini, sudah berapa tahun 4 atau mungkin 5 tahun. Dulu, saya pernah datang ke sini ikut berbisnis. Cukup lama, tapi kemudian pergi dari sini. Dulu, kamu juga pernah di sini ikut saya yang kemudian menjadi tua. Enggak lama karena kamu ikut saya seperti yang lain memutuskan pergi ikut saya dari sini mencoba bisnis yang lebih baik di luar sana. Mungkin kamu merasa gagal di luar sana. Kemudian kembali ke sini memanfaatkan situasi yang terjadi di sini dan merebut kekuasaan.”

Kini, JPO ikonik dan legendaris itu Juni 2026 lalu telah resmi dibongkar. Di samping sudah tidak berfungsi sebagai jembatan penyeberangan juga kawasan ini akan beralih fungsi menjadi depo Bus Rapid Transit (BRT).

Warung nasi Bi Yayah. Ya, yang kedua, warung nasi milik Yuli Yumiati atau yang memerankan tokoh Bi Yayah di sinetron “Preman Pensiun” ikut terkenal seiring popularitas sinetron ini. Warung yang berlokasi di Terminal Cicaheum, Bandung, Jawa Barat itu bahkan sempat menjadi langganan selebritis. 

Beberapa pemain “Preman Pensiun” makan di warung milik Yuli Yumiati. Mulai dari Kang Mus, Willy sama Bos Kecil. Hal ini terlihat dari akun instagram Yuli Yumiati @biyayah_ud, Senin 22 Juni 2020.

"Kang Mus, kadieu ka warung ieu aya jengkol," tulis Yuli Yumiati. 

Selain Kang Mus, Toni yang memerankan Bos Kecil juga menjadi pelanggan dari warung Yuli. Ia bahkan membantu Yuli mempromosikan warungnya.

"Buat kalian jangan lupa mampir di sini yah warung Bi Yayah Ude," kata Toni..

Tak cuma itu, para kru “Preman Pensiun” selepas syuting biasanya berkumpul di Bi Yayah. Entah untuk sekadar ngopi, makan, atau melepas penat. Keakraban ini membuat warung sederhana tersebut semakin dikenal oleh masyarakat luas.

"Setiap kumpul pasti ajaa nyanyiin Bi Yayah.. Bi yayah... Yang punya warung UDAKU SIH YESS," kata Yuli.

Berkat sinetron yang digarap oleh Aris Nugraha, warung ini kini bukan hanya sekadar tempat makan biasa, tetapi juga bagian dari ikon Preman Pensiun yang memiliki tempat spesial di hati para penggemar.

Kini, deretan lapak yang sebelumnya memenuhi kawasan Terminal Cicaheum, Kota Bandung--termasuk warung Bu Yayah—25 Agustus 2026 kemarin dibongkar demi memuluskan proyek Bandung Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya. Tampak hanya tersisa beberapa lapak yang masih berdiri, menanti giliran untuk dirobohkan.

Lapak-lapak ini sudah empat kali menerima imbauan agar segera dikosongkan. Beberapa bulan lalu, para pedagang di Terminal Cicaheum menolak tempat tersebut dijadikan Depo BRT Bandung. Petisi penolakan dari para pedagang sempat dibuat. Akan tetapi, upaya tersebut tak membuahkan hasil. Mereka gagal mempertahankan lapak yang menjadi tempat mencari rezeki. 

Terminal Cicaheum beralih fungsi, JPO telah dibongkar, dan kini giliran Warung Nasi Bi Yayah dibongkar. Selamat tinggal ketiganya. Bye. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dudung Ridwan
Tentang Dudung Ridwan
Jurnalis dan Pengamat Bulutangkis

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 26 Agu 2026, 19:10

Festival Film Bandung: Konsisten Merawat Apresiasi Perfilman Indonesia

Festival Film Bandung bukan sekadar seremoni tahunan. Selama hampir empat dekade, FFB telah menjadi bagian dari perjalanan perfilman Indonesia.

Para penerima Penghargaan Terpuji Festival Film Bandung (FFB) 2026 berfoto bersama usai acara penganugerahan. (Foto: Agus Wahyudi)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 17:37

Selamat Tinggal Terminal Cicaheum, Selamat Tinggal ‘Warnas Bi Yayah’ dan ‘JPO Preman Pensiun’

Terminal ini dilekatkan dengan tokoh-tokoh preman jalanan, pencopet, hingga aktivitas terminal sehari-hari di Bandung.

Warung nasi Bi Yayah. Ya, yang kedua, warung nasi milik Yuli Yumiati atau yang memerankan tokoh Bi Yayah di sinetron “Preman Pensiun” ikut terkenal seiring popularitas sinetron ini. (Sumber: Facebook)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 15:18

Jejak 'Mak Nyus' Sunda di Ibu Kota: Telaah Historis dan Kurasi Kuliner Jawa Barat Pilihan Bondan Winarno

Masakan Sunda bukan sekadar hidangan pelengkap, melainkan bagian penting dari identitas rasa yang turut membentuk selera masyarakat metropolitan.

Hidangan dari Dapur Sunda, Jl. Cipete Raya No.13, Kec. Cilandak, Kota Jakarta Selatan. (Sumber: Google Review | Foto: merry silviani)
Sejarah 26 Agu 2026, 13:54

Sejarah Gedung Sate Bandung, Jejak Kolonial yang Bertahan Lebih dari Seabad

Gedung Sate dibangun pada 1920 sebagai pusat pemerintahan kolonial. Simak sejarahnya hingga menjadi ikon Jawa Barat.

Baris berbaris serdadu wanita KNIL di area Gedung Sate pada tahun 1949. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 26 Agu 2026, 12:42

Jelajah Goa Sunyaragi, Labirin Batu Karang di Jantung Kota Cirebon

Jelajahi Goa Sunyaragi Cirebon, kompleks bersejarah dengan lorong batu karang, arsitektur unik, tiket masuk, dan tips berkunjung.

Wisata Goa Sunyaragi Cirebon. (Sumber: Instagram @goasunyaragi)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 12:23

Peringkat Nabi Muhammad saw. Dalam Kasus Tabloid Monitor Tahun 1990

Kisah tahun 1990 ini, berawal dari survei 50 tokoh yang dikagumi oleh pembaca tabloid Monitor dan memunculkan demonstrasi masyarakat

Klarifikasi dan permintaan Tabloid Monitor atas edisi 15 Oktober 1990 yang kontroversial. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 10:28

Pasar Baru Bandung dan Penyakit 'Kota Branding'

Upaya pem-branding-an memang penting. Kota perlu dikenal. Kawasan perlu memiliki daya tarik. Tetapi, branding hanyalah lapisan paling luar dari sebuah ekosistem. 

Pasar Baru Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Regia Ramadhina Revalgian/Magang)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 08:44

Jika Pohon-Pohon di Kalimantan Bisa Bernyanyi dan Hewan di Dalamnya Bisa Bicara

Manusia seringkali lupa bahwa di bumi ini mereka hidup tidak sendirian melainkan berdampingan dengan mahluk hidup lainnya yang juga harus dijaga kelestariannya.

Orang utan di hutan Kalimantan. (Sumber: Pexels | Foto: Tim Morgan)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 07:38

Nama, Doa, dan Ikhtiar

Yang membuat nama menjadi bermakna bukan hanya rangkaian hurufnya. Ada harapan orang tua, perjalanan hidup yang mengiringinya, dan tanggung jawab pemilik nama untuk menjadikan doa sebagai kehidupan.

Ilustrasi nama orang sunda yang sudah hampir punah. (Sumber: Pixabay by Pexels)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 18:01

Mengurangi Emisi Karbon Semen Lewat Campuran Bubuk Basalt

Produksi semen konvensional menyumbang emisi karbon dunia secara signifikan. Penggunaan bubuk basalt dapat menggantikan sebagian porsi semen konvensional tanpa merusak karakteristiknya.

Ilustrasi utama, semen konvensional (semen OPC) (Foto: Tunas Niaga Konstruksindo)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 16:57

Harga Daging Ayam Melambung Tinggi, Simalakama Makanan Bergizi

Masalah klasik peternakan rakyat terkait dengan pakan dan pengadaan bibit ayam perlu segera dibenahi.

Ilustrasi pedagang daging ayam di pasar tradisional (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 13:45

Uswah: Ketika Orang Tua Ingin Melahirkan Keturunan yang Saleh

Jika ingin anak menjadi saleh, jangan hanya sibuk menasihatinya. Jadilah teladan yang baik. Sebab anak mungkin lupa kata-kata kita, tetapi ia akan mengingat siapa kita di hadapannya.

Ringkasan tulisan. (Sumber: chtgpt | Foto: chtgpt)
Mayantara 25 Agu 2026, 10:04

Ketika Visual Menjadi Mata Uang di Ruang Digital

Di media sosial, perhatian telah berubah menjadi semacam mata uang baru.

Pengguna media sosial. (Sumber: Pexels | Foto: Ivan S)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 08:57

Cerita Pedagang Asongan di Bus MGI Bandung-Sukabumi

Banyak cerita kehidupan rakyat yang terdengar dari percakapan sederhana di transportasi umum. Untuk mengerti orang lain kadang kita perlu melihatnya sendiri.

Setiap orang yang kita temui pasti memiliki cerita dan tantangan hidupnya sendiri. Begitu juga dengan mereka yang berjuang menawarkan dagangannya di dalam bus (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 20:00

Kaukus Indonesia dalam Potret Merdeka

Bagaimanakah kita melihat potret Indonesia merdeka kini? Pertanyaan yang muncul, karena proses historis panjang seakan dilupakan. Barangkali, kaukus Indonesia telah kehilangan sosok tokoh.

Panjat pinang, salah satu lomba yang sering digelar saat Hari Kemerdekaan Indonesia setiap 17 Agustus. (Sumber: Pexels | Foto: a Ayyeee Ayyeee)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 18:13

Nasib Kuyang dalam Kebakaran Hutan Kalimantan

Ketika hutan kalimantan terbakar mungkin kuyang bisa protes kepada manusia dengan menyebar teror tapi bagaimana dengan pohon, hewan atau penghuni hutan lainnya?

Ilustrasi orang utan di tengah kebakaran hutan. (Sumber: Gemini AI)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 17:07

Jejak Rasa dari Negeri Tirai Bambu: Menelusuri Warisan Kuliner Tionghoa yang Mengakar di Bandung

Kedatangan bangsa Tionghoa membawa teknik pengolahan pangan yang secara organik berfusi dengan bahan lokal, menciptakan identitas kuliner baru yang diterima secara luas.

Cakwe Lie Tjay Tat di Gor Pajajaran, Jl. Pajajaran No.37, Pasir Kaliki, Kec. Cicendo, Kota Bandung. (Sumber: Google Review | Foto: Buyung)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 16:19

Pengalaman Berburu Buku Tua di Toko Buku Tua di Kota Bandung

Seratus persen buku-buku kuliahku aku beli di Pasar Buku Palasari. Aku sering sempatkan untuk berburu membeli buku-buku tua dan buku-buku baru, bahkan termasuk ke pasar-pasar loak di Kota Bandung.

Toko Buku di bagian depan Pasar Buku Palasari. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ridwan K)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:50

Dari Josepha Alexandra Kita Belajar untuk Berani dan Kritis Terhadap Kesewenang-wenangan

LCC 4 Pilar MPR RI yang seharusnya memperkenalkan nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai pancasila, dan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda, bukan malah mempertontonkan arogansi orang dewasa.

Potret Josepha Alexandra saat mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat. (Sumber: YouTube | Foto: @MPRRIOfficial)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:28

Mitigasi Kebakaran: Kota Bandung Butuh Drone dan Bambi Bucket 

Diperlukan drone dengan kemampuan Based Fire Monitoring and Suppression System yang dilengkapi kemampuan deteksi yang menggunakan AI driven hotspot.

Mitigasi kebakaran hebat di kota Bandung dengan teknologi drone dan bambi bucket (Sumber: digambar dengan bantuan AI | Foto: Totok Siswantara)