Selamat Tinggal Terminal Cicaheum, Selamat Tinggal ‘Warnas Bi Yayah’ dan ‘JPO Preman Pensiun’

4 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
Warung nasi Bi Yayah. Ya, yang kedua, warung nasi milik Yuli Yumiati atau yang memerankan tokoh Bi Yayah di sinetron “Preman Pensiun” ikut terkenal seiring popularitas sinetron ini. (Sumber: Facebook)
Warung nasi Bi Yayah. Ya, yang kedua, warung nasi milik Yuli Yumiati atau yang memerankan tokoh Bi Yayah di sinetron “Preman Pensiun” ikut terkenal seiring popularitas sinetron ini. (Sumber: Facebook)

TERMINAL Cicaheum--dibangun pada 1975--resmi ditutup permanen pada akhir Juni 2026 dan selanjutnya dialihfungsikan menjadi depo Bus Rapid Transit (BRT). Seluruh kegiatan naik-turun penumpang bus antarkota telah dialihkan sepenuhnya ke Terminal Leuwipanjang.

Nama Terminal Cicaheum mendadak terkenal pada 2015 seiring dengan terminal itu rutin dijadikan lokasi syuting utama serial televisi “Preman Pensiun”. Apalagi episode perdana sinetron yang tayang di RCTI itu mengalami sukses besar. Seolah, terminal  ini ‘digiring’ menjadi tempat berkuasanya para preman terminal seperti yang diceritakan dalam alur cerita sinetron karya Aris Nugraha ini. 

Terminal ini dilekatkan dengan tokoh-tokoh preman jalanan, pencopet, hingga aktivitas terminal sehari-hari di Bandung. Kang Bahar, Kang Muslihat, Kang Gobang, Cecep, Bubun, Willy, Darman, silih berganti “menguasai” Terminal Cicaheum.

Ada dua tempat yang menjadi ikonik dari terminal Cicaheum pasca tempat itu dijadikan tempat syuting ‘Preman Pensiun’. Pertama, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang menghubungkan terminal dan sisi utara (seberang) terminal.

JPO Terminal Cicaheum ini sangat berkesan dan melegenda karena sering disorot menjadi tempat Kang Mus untuk mengawasi, memantau segala aktivitas anak buahnya, dan merenung meninjau situasi jalanan serta terminal.

Ada adegan ketika Kang Mus tiba-tiba berada di atas JPO menatap ke bawah dan mengawasi ke sekitar terminal. Kemudian, dia ujug-ujug ada di jalur angkot. Ia ketemu Willy.

“Akang mau ketemu siapa?” tanya Willy.

“Saya mau ketemu Cecep. Tempat ini banyak debu, banyak asap. Mungkin telinga kamu kotor? Cecep di mana?”

“Punten Akang siapa biar saya ga salah.”

“Muslihat.”

Lalu, Willy pergi mencari Cecep, bosnya. “Bos ada yang nyari?” 

“Siapa?”

“Muslihat?”

Cecep ketakutan.

“Saya sudah lama sekali enggak ke sini, sudah berapa tahun 4 atau mungkin 5 tahun. Dulu, saya pernah datang ke sini ikut berbisnis. Cukup lama, tapi kemudian pergi dari sini. Dulu, kamu juga pernah di sini ikut saya yang kemudian menjadi tua. Enggak lama karena kamu ikut saya seperti yang lain memutuskan pergi ikut saya dari sini mencoba bisnis yang lebih baik di luar sana. Mungkin kamu merasa gagal di luar sana. Kemudian kembali ke sini memanfaatkan situasi yang terjadi di sini dan merebut kekuasaan.”

Kini, JPO ikonik dan legendaris itu Juni 2026 lalu telah resmi dibongkar. Di samping sudah tidak berfungsi sebagai jembatan penyeberangan juga kawasan ini akan beralih fungsi menjadi depo Bus Rapid Transit (BRT).

Warung nasi Bi Yayah. Ya, yang kedua, warung nasi milik Yuli Yumiati atau yang memerankan tokoh Bi Yayah di sinetron “Preman Pensiun” ikut terkenal seiring popularitas sinetron ini. Warung yang berlokasi di Terminal Cicaheum, Bandung, Jawa Barat itu bahkan sempat menjadi langganan selebritis. 

Beberapa pemain “Preman Pensiun” makan di warung milik Yuli Yumiati. Mulai dari Kang Mus, Willy sama Bos Kecil. Hal ini terlihat dari akun instagram Yuli Yumiati @biyayah_ud, Senin 22 Juni 2020.

"Kang Mus, kadieu ka warung ieu aya jengkol," tulis Yuli Yumiati. 

Selain Kang Mus, Toni yang memerankan Bos Kecil juga menjadi pelanggan dari warung Yuli. Ia bahkan membantu Yuli mempromosikan warungnya.

"Buat kalian jangan lupa mampir di sini yah warung Bi Yayah Ude," kata Toni..

Tak cuma itu, para kru “Preman Pensiun” selepas syuting biasanya berkumpul di Bi Yayah. Entah untuk sekadar ngopi, makan, atau melepas penat. Keakraban ini membuat warung sederhana tersebut semakin dikenal oleh masyarakat luas.

"Setiap kumpul pasti ajaa nyanyiin Bi Yayah.. Bi yayah... Yang punya warung UDAKU SIH YESS," kata Yuli.

Berkat sinetron yang digarap oleh Aris Nugraha, warung ini kini bukan hanya sekadar tempat makan biasa, tetapi juga bagian dari ikon Preman Pensiun yang memiliki tempat spesial di hati para penggemar.

Kini, deretan lapak yang sebelumnya memenuhi kawasan Terminal Cicaheum, Kota Bandung--termasuk warung Bu Yayah—25 Agustus 2026 kemarin dibongkar demi memuluskan proyek Bandung Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya. Tampak hanya tersisa beberapa lapak yang masih berdiri, menanti giliran untuk dirobohkan.

Lapak-lapak ini sudah empat kali menerima imbauan agar segera dikosongkan. Beberapa bulan lalu, para pedagang di Terminal Cicaheum menolak tempat tersebut dijadikan Depo BRT Bandung. Petisi penolakan dari para pedagang sempat dibuat. Akan tetapi, upaya tersebut tak membuahkan hasil. Mereka gagal mempertahankan lapak yang menjadi tempat mencari rezeki. 

Terminal Cicaheum beralih fungsi, JPO telah dibongkar, dan kini giliran Warung Nasi Bi Yayah dibongkar. Selamat tinggal ketiganya. Bye. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)