TERMINAL Cicaheum--dibangun pada 1975--resmi ditutup permanen pada akhir Juni 2026 dan selanjutnya dialihfungsikan menjadi depo Bus Rapid Transit (BRT). Seluruh kegiatan naik-turun penumpang bus antarkota telah dialihkan sepenuhnya ke Terminal Leuwipanjang.
Nama Terminal Cicaheum mendadak terkenal pada 2015 seiring dengan terminal itu rutin dijadikan lokasi syuting utama serial televisi “Preman Pensiun”. Apalagi episode perdana sinetron yang tayang di RCTI itu mengalami sukses besar. Seolah, terminal ini ‘digiring’ menjadi tempat berkuasanya para preman terminal seperti yang diceritakan dalam alur cerita sinetron karya Aris Nugraha ini.
Terminal ini dilekatkan dengan tokoh-tokoh preman jalanan, pencopet, hingga aktivitas terminal sehari-hari di Bandung. Kang Bahar, Kang Muslihat, Kang Gobang, Cecep, Bubun, Willy, Darman, silih berganti “menguasai” Terminal Cicaheum.
Ada dua tempat yang menjadi ikonik dari terminal Cicaheum pasca tempat itu dijadikan tempat syuting ‘Preman Pensiun’. Pertama, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang menghubungkan terminal dan sisi utara (seberang) terminal.
JPO Terminal Cicaheum ini sangat berkesan dan melegenda karena sering disorot menjadi tempat Kang Mus untuk mengawasi, memantau segala aktivitas anak buahnya, dan merenung meninjau situasi jalanan serta terminal.
Ada adegan ketika Kang Mus tiba-tiba berada di atas JPO menatap ke bawah dan mengawasi ke sekitar terminal. Kemudian, dia ujug-ujug ada di jalur angkot. Ia ketemu Willy.
“Akang mau ketemu siapa?” tanya Willy.
“Saya mau ketemu Cecep. Tempat ini banyak debu, banyak asap. Mungkin telinga kamu kotor? Cecep di mana?”
“Punten Akang siapa biar saya ga salah.”
“Muslihat.”
Lalu, Willy pergi mencari Cecep, bosnya. “Bos ada yang nyari?”
“Siapa?”
“Muslihat?”
Cecep ketakutan.
“Saya sudah lama sekali enggak ke sini, sudah berapa tahun 4 atau mungkin 5 tahun. Dulu, saya pernah datang ke sini ikut berbisnis. Cukup lama, tapi kemudian pergi dari sini. Dulu, kamu juga pernah di sini ikut saya yang kemudian menjadi tua. Enggak lama karena kamu ikut saya seperti yang lain memutuskan pergi ikut saya dari sini mencoba bisnis yang lebih baik di luar sana. Mungkin kamu merasa gagal di luar sana. Kemudian kembali ke sini memanfaatkan situasi yang terjadi di sini dan merebut kekuasaan.”
Kini, JPO ikonik dan legendaris itu Juni 2026 lalu telah resmi dibongkar. Di samping sudah tidak berfungsi sebagai jembatan penyeberangan juga kawasan ini akan beralih fungsi menjadi depo Bus Rapid Transit (BRT).
Warung nasi Bi Yayah. Ya, yang kedua, warung nasi milik Yuli Yumiati atau yang memerankan tokoh Bi Yayah di sinetron “Preman Pensiun” ikut terkenal seiring popularitas sinetron ini. Warung yang berlokasi di Terminal Cicaheum, Bandung, Jawa Barat itu bahkan sempat menjadi langganan selebritis.
Beberapa pemain “Preman Pensiun” makan di warung milik Yuli Yumiati. Mulai dari Kang Mus, Willy sama Bos Kecil. Hal ini terlihat dari akun instagram Yuli Yumiati @biyayah_ud, Senin 22 Juni 2020.
"Kang Mus, kadieu ka warung ieu aya jengkol," tulis Yuli Yumiati.
Selain Kang Mus, Toni yang memerankan Bos Kecil juga menjadi pelanggan dari warung Yuli. Ia bahkan membantu Yuli mempromosikan warungnya.
"Buat kalian jangan lupa mampir di sini yah warung Bi Yayah Ude," kata Toni..
Tak cuma itu, para kru “Preman Pensiun” selepas syuting biasanya berkumpul di Bi Yayah. Entah untuk sekadar ngopi, makan, atau melepas penat. Keakraban ini membuat warung sederhana tersebut semakin dikenal oleh masyarakat luas.
"Setiap kumpul pasti ajaa nyanyiin Bi Yayah.. Bi yayah... Yang punya warung UDAKU SIH YESS," kata Yuli.

Berkat sinetron yang digarap oleh Aris Nugraha, warung ini kini bukan hanya sekadar tempat makan biasa, tetapi juga bagian dari ikon Preman Pensiun yang memiliki tempat spesial di hati para penggemar.
Kini, deretan lapak yang sebelumnya memenuhi kawasan Terminal Cicaheum, Kota Bandung--termasuk warung Bu Yayah—25 Agustus 2026 kemarin dibongkar demi memuluskan proyek Bandung Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya. Tampak hanya tersisa beberapa lapak yang masih berdiri, menanti giliran untuk dirobohkan.
Lapak-lapak ini sudah empat kali menerima imbauan agar segera dikosongkan. Beberapa bulan lalu, para pedagang di Terminal Cicaheum menolak tempat tersebut dijadikan Depo BRT Bandung. Petisi penolakan dari para pedagang sempat dibuat. Akan tetapi, upaya tersebut tak membuahkan hasil. Mereka gagal mempertahankan lapak yang menjadi tempat mencari rezeki.
Terminal Cicaheum beralih fungsi, JPO telah dibongkar, dan kini giliran Warung Nasi Bi Yayah dibongkar. Selamat tinggal ketiganya. Bye. (*)