Mitigasi Kebakaran: Kota Bandung Butuh Drone dan Bambi Bucket 

6 menit baca
Totok Siswantara
Ditulis oleh Totok Siswantara diterbitkan
Mitigasi kebakaran hebat di kota Bandung dengan teknologi drone dan bambi bucket (Sumber: digambar dengan bantuan AI | Foto: Totok Siswantara)
Mitigasi kebakaran hebat di kota Bandung dengan teknologi drone dan bambi bucket (Sumber: digambar dengan bantuan AI | Foto: Totok Siswantara)

Kondisi tata ruang Bandung yang kian padat menimbulkan kerawanan bahaya kebakaran. Pada musim kemarau yang  diperparah oleh fenomena El Nino potensi kebakaran kian membesar. Kawasan perumahan padat bisa diamuk si jago merah dalam waktu sekejap.

Kawasan industri dan pasar sangat rentan terhadap kebakaran skala luas. Kondisi tempat pembuangan akhir sampah yang ada di sekitar Bandung Raya semakin membuat masyarakat cemas akan terjadinya kebakaran.

Kapasitas dinas kebakaran perlu ditingkatkan terkait dengan mitigasi kebakaran. Kota Bandung sangat membutuhkan teknologi drone untuk mengatasi kebakaran di kawasan padat penduduk dan gang sempit yang sulit dilalui mobil pemadam.

Demikian juga penggunaan Bambi Bucket (ember air udara) sangat relevan untuk mengatasi kebakaran di kawasan industri atau di TPAS.

Dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan perlu mengoperasikan drone penyemprot (sprayer) yang membawa selang dan nosel.  Selain itu drone juga dipakai untuk menurunkan perlengkapan darurat ke titik lokasi.

Drone bisa bekerja efektif untuk memindai titik api dan lokasi korban secara langsung (real-time).

Karakteristik Bambi Bucket

Kota Bandung perlu karakteristik Bambi Bucket yang sesuai dengan kondisi kota.Wadah air fleksibel yang ditarik helikopter ini untuk operasi water bombing. Sangat efektif untuk kebakaran hutan, lahan, atau area terbuka yang luas seperti Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS).

Keniscayaan, mitigasi kebakaran di Bandung perlu melibatkan startup builder yang karya inovasinya relevan dengan mitigasi kebakaran dan bencana kekeringan yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan makhluk hidup, usaha pertanian, peternakan dan aktivitas lainnya.

Inovasi untuk mitigasi kebakaran membutuhkan banyak sensor pintar. Kebutuhan ini bisa ditangani oleh startup  yang ada di kota Bandung. Termasuk pembuatan drone dan sistem mekanisasi pengairan yang berbasis IoT. Contoh sensor pintar itu adalah buatan Libelium perusahaan asal Spanyol. Sensor tersebut bisa diatur untuk mendeteksi kelembaban, suhu, dan perubahan tingkat CO2 dalam rentang waktu yang singkat. Sistem akan mengirimkan sinyal jika ada perubahan yang signifikan.

Fungsi drone bisa untuk pencitraan yang sangat membantu memantau wilayah dengan peningkatan suhu panas yang tak lazim. Kelebihan drone adalah bisa segera terbang untuk mengumpulkan data. Kekurangannya adalah cakupan wilayahnya yang terbatas, karena drone biasanya mengikuti jalur penerbangan yang sudah diprogram sebelumnya. Selain itu, daya tahan baterainya terbatas.

Kepedulian warga Bandung untuk mengatasi kebakaran perlu ditumbuhkan. Perlu inovasi teknologi dari startup untuk mengatasi kebakaran.

Belum lama ini terjadi kebakaran hebat yang terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, mengingatkan kita dengan kasus yang serupa yakni terbakarnya TPA Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat pada tahun 2023. Kedua kasus kebakaran tersebut menyebabkan polusi udara yang luar biasa dan membuat kehidupan masyarakat menjadi sengsara.

Hingga hari kelima pemadaman, luas area yang terdampak api diperkirakan telah mencapai 15 hektar. Kebakaran TPA Jatiwaringin menjadi indikasi bahwa pengelolaan sampah semakin amburadul.

Sejak TPA Sarimukti terbakar hebat sampai dengan TPA Jatiwaringin membara saat ini, belum ada solusi yang tepat. Kompleksitas masalah TPA tidak bisa hanya dilakukan dengan kunjungan dan himbauan semata.

Mestinya sejak TPA Sarimukti terbakar, KLH langsung membuat kebijakan mitigasi yang efektif dan sungguh-sungguh. KLH jangan menjadi macan ompong terkait dengan penyimpangan dan pelanggaran yang terjadi di TPA manapun.Karena bahaya kebakaran dan longsor setiap saat terus mengintip.

Berdasarkan analisis video drone thermal yang diterbangkan di lokasi terdeteksi adanya ratusan titik panas yang tersebar di berbagai titik tumpukan sampah. Hal ini membuat penanganan menjadi lebih kompleks karena lokasi TPA yang berdekatan dengan pemukiman warga.

Kegagalan Respon Awal

Ilustrasi drone untuk menanggulangi bencana gempa bumi. (Sumber: Meta AI | Foto: Totok Siswantara)
Ilustrasi drone untuk menanggulangi bencana gempa bumi. (Sumber: Meta AI | Foto: Totok Siswantara)

Perlu kecepatan dan kesigapan untuk mengatasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kawasan industri, termasuk kebakaran gunungan sampah di TPA.

Keniscayaan pentingnya strategi penanggulangan kebakaran. Perlu rekayasa drone dan Bambi Bucket.  Diperlukan drone dengan kemampuan Based Fire Monitoring and Suppression System yang dilengkapi kemampuan deteksi yang menggunakan AI driven hotspot prediction. Memanfaatkan satelit data (NASA) dan meteorological inputs (NOAA) untuk memprediksi zona titik kebakaran potensial dengan tingkat akurasi 98.6 persen.

Pengertian awam mengenai Bambi Bucket adalah ember lipat berukuran besar biasanya warna oranye yang digantung di bawah helikopter untuk memadamkan api. Penemunya adalah SEI Industries Canada, dan sudah menjadi standar dunia buat aerial firefighting.

Indonesia perlu mengembangkan teknologi Bambi Bucket agar mekanismenya lebih efektif untuk mengatasi kebakaran. Bambi juga bisa dipakai menggunakan drone, bukan cuma helikopter.

Pada prinsipnya mekanisme Bambi Bucket adalah perangkat ember fleksibel yang digantungkan di bawah helikopter menggunakan kabel (sling) untuk operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan. Diciptakan oleh SEI Industries pada awal 1980-an, alat ini dirancang agar dapat dilipat, ringan, dan mampu mengambil air secara instan dari berbagai sumber seperti danau, sungai, atau tangki.

Materialnya terbuat dari kain tahan api yang kuat dan anti-robek. Pelepasan air (Dumping) dilengkapi dengan katup di bagian bawah yang dibuka menggunakan kendali elektronik dari dalam kokpit. Sistem katup ini melepaskan beban air dalam satu hentakan presisi tinggi untuk memadamkan titik api dengan dampak layaknya kolom air raksasa.

Penggunaan Bambi Bucket sebagai alat bantu Helikopter juga sangat penting untuk penanggulangan kebakaran. Iter Aero Industri berhasil merekayasa ulang dan memproduksi Bambi Bucket. Yakni kontainer yang dapat menampung sampai 4000 liter air. Desain produk itu dilengkapi dengan sistem pengambilan dan pembuangan air yang dapat dikendalikan secara jarak jauh.

Rancang bangun Bambi Bucket produksi dalam negeri dipelopori oleh perusahaan Iter Aero yang dipimpin oleh dosen ITB. Karya teknologi itu telah pakai oleh Komala Air untuk digunakan pada misi pemadaman kebakaran hutan dan perkebunan.

PT Komala Air menggunakan sistem Bambi Bucket pada armada helikopter mereka untuk menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (fire water bombing) di Indonesia.

Mitigasi karhutla hingga kebakaran TPA memerlukan drone yang menggunakan optical cameras,infrared sensors, dan Synthetic Aperture Radar (SAR) untuk mendeteksi api dan asap bahkan pada kondisi visibilitas rendah (malam, kabut, atau asap tebal). Model deep learning seperti AMSO-SFS bisa memperbaiki deteksi dengan fitur analisis spasial dan frekuensi secara simultan. Drone mampu melakukan real time monitoring selama patroli secara autonomous. Memberikan continuous surveillance tanpa blind spots.

Penggunaan autonomous firefighting drone yang dilengkapi dengan fire retardant sprayers atau payload release systems, drone dapat dioperasikan segera untuk memadamkan api kecil sebelum menyebar menjadi kebakaran besar. 

Dibandingkan dengan pesawat terbang dan helikopter, drone dapat terbang lebih rendah dan lebih dekat ke zona api lalu menerapkan retardant langsung ke hotspots dengan lebih efisien dan efektif. Adapun payload yang bisa dibawa oleh drone adalah fire extinguisher ball, dry chemical agent, water capsule (untuk small fire).

Teknologi dapat mendeteksi perubahan kecil dan menunjukkan sumber kebakaran dengan sangat akurat. Perlu desain nasional drone dengan spesifikasi yang handal dan telah memiliki sertifikasi.  Sangat luasnya wilayah yang berpotensi terjadinya karhutla, kebakaran TPA sampah, dan kebakaran lain membutuhkan unit drone dalam jumlah yang cukup banyak.

Fungsi drone untuk pencitraan sangat membantu memantau wilayah dengan peningkatan suhu panas yang tak lazim.Kelebihan drone adalah bisa segera terbang untuk mengumpulkan data.Kekurangannya adalah cakupan wilayahnya terbatas dan masalah daya tahan baterai. (TS)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Totok Siswantara
Penulis lepas, pemulia tanaman, lulusan Program Profesi Insinyur

Berita Terkait

News Update

Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 19:02

Pendidikan Empati dalam Isu Sosial

urgensinya pendidikan empati diajarkan. Bukan hanya mencari jalan keviralan. Demi meningkatkan kuantitas konten tanpa memfilter isinya.

Ilustrasi anak sekolah di ladang sawah. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 17:03

Stadion Persib Kelas Dunia Kapan ?

Persib Bandung bermain di stadion kelas Piala Dunia saat Asian LC 2 melawan FC Seoul Korea Selatan medio September 2026

Kondisi rumput liar tak terawat di luar Stadion GBLA yang sempat disorot pada 2019 lalu. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 15:29

Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya

Mengupas potensi bahaya gunung berapi, sesar aktif di Bandung Raya dan langkah mitigasi demi keselamatan warga. Simak informasi artikel Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya.

Poster Riset - Kesiapan Obyek Wisata Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu Terhadap Bencana (Sumber: issuu.com/anggasafik/docs/poster_riset_tangkuban_perahu | Foto: Angga Safik Ul Ridwa)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 13:45

Penyiar Legendaris dan Perjalanan RRI di Era 1970-an Hingga Masa Kini

Terkadang wajah penyiar tidak pernah dilihat, tapi suaranya bisa menjadi kenangan dalam sejarah. Sambas, Hasan Azhari Oramahi, Poppy Tiendas, dll adalah nama legendaris penyiar RRI dengan suara emas.

Gedung Kantor RRI Bandung. (Sumber: RRI | Foto: R.Erlan W.K)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 10:32

Kenapa Gaji ASN Jadi Rebutan Bank?

Payroll sesungguhnya buka cuma rekening gaji. Dana yang masuk secara rutin saban bulan menciptakan aktivitas lanjutan.

Gedung bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 08:11

Kebakaran Cihanja Punclut dan Pentingnya Penanganan Lingkungan Berkelanjutan

Catatan Lukman Nurhakim tentang material mudah terbakar di bawah timbunan, dampak asap terhadap warga, dan pentingnya penanganan pascakebakaran membuka pertanyaan yang lebih luas.

Kebakaran lahan di Cihanja-Punclut Kawasan Bandung Utara. (Foto: Dokumen Lukman Nurhakim)
Ayo Biz 15 Sep 2026, 20:08

Dari Lereng Arjuno ke Peta Jalan Net Zero: Jejak United Tractors Merawat Industri Berkelanjutan

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan.

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 19:51

200 Ikon Bandung #5: Pemandian Tjihampelas, Kolam Renang Pertama di Indonesia

Pemandian Tjihampelas menyimpan sejarah panjang olahraga renang di Indonesia sebelum bangunannya hilang dan berganti menjadi kawasan hunian modern.

Pemandian Tjihampelas pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 17:12

200 Ikon Bandung #4: Saritem

Sekarang, kawasan lokaslisasi Saritem telah tiada, bahkan telah digantikan dengan keberadaan sebuah pesantren yang cukup besar.

Sebuah roman Sunda karya Aan Merdeka Permana yang berjudul "Saritem". (Sumber: Istimewa)
Seni Budaya 15 Sep 2026, 16:00

Hikayat Wayang Tavip, Inovasi Wayang dari Sampah Plastik

Wayang Tavip lahir dari plastik bekas. Karya seni ciptaan Muhammad Tavip ini terus berkembang dari bentuk 2D hingga 3D.

Wayang Tavip menjadi inovasi dalam seni pewayangan dengan bentuk karakter yang khas dan unik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 15:17

Menjaga Wajah Kota: Sinergi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung

Mereka tidak sekadar ditertibkan, melainkan langsung dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung di Rancacili.

Ilustrasi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung. (Sumber: dibuat dengan chatgpt.com | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 13:25

Seandainya Saya Jadi Presiden - Bagian 2

Negara bukanlah panggung pertunjukan, tetapi seandainya saya jadi presiden, saya ingin ada yang membaca puisi kenegaraan saat pelantikan. Negara akan maju jika semua warga diwajibkan membaca buku.

Bendera Republik Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Firman Marek_Brew)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 11:41

Jangan Sampai Pilkades di Jabar Menjadi Kotak Hitam Digital

Sistem pemilu yang baik bukan hanya harus mampu menghasilkan angka, tetapi juga harus memungkinkan pihak yang berwenang memeriksa bagaimana angka tersebut dihasilkan.

Ilustrasi Pilkades. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 09:56

Obituari untuk Kanaya Whu

Ada suara yang justru menemukan kehidupan keduanya setelah kematian. Kanaya Whu salah satunya. Kematian selalu memiliki cara yang aneh untuk menjadi kenangan. Ada sebuah puisi elegi dalam obituari ini

Kanaya Whu. (Sumber: Instagram | Foto: Kanaya Whu)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 19:01

Stiker Radio: Ketika Kenangan Lama Kembali Mengudara

Masih dalam suasana memperingati Hari Radio Nasional pada 9 September 2026, menarik untuk menengok kembali salah satu memorabilia radio yang kerap luput dari perhatian: stiker radio.

Beragam stiker radio dari berbagai stasiun radio di seluruh Indonesia yang menjadi bagian dari koleksi penulis. (Sumber: Foto dan koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 18:24

Nestapa Dago Dairy dan Asa Kedaulatan Pakan dari Bangku SMK

Kita abai menyiapkan cetak biru pendidikan modern di hulu peternakan.

Ilustrasi Mewujudkan SMK Peternakan Jurusan Pakan yang sesuai dengan perkembangan teknologi. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 17:05

Menggelorakan Wisata Olahraga di Kota Bandung

Wisata olahraga sebagai wisata yang mulai dijadikan model wisata yang sangat menarik dan mampu mengundang wisatawan menemukan wisata sembari berolahraga.

Bagi generasi Z, lari bukan hanya olahraga, tetapi gaya hidup yang terus berkembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 15:11

Riung Gunung Bandung, 'Bandung Kakurung ku Gunung'

Riung Gunung Bandung mengungkap pesona alam legendaris Bandung kakurung ku gunung.

Nuansa Riung Gunung Pangalengan, Wisata Bandung Murah. (Sumber: Instagram | Foto: nuansariunggunung_)