Cuaca Ekstrem Kota Bandung Akan Menimbulkan Kerawanan Bahaya Kebakaran

6 menit baca
Vito Prasetyo
Ditulis oleh Vito Prasetyo diterbitkan
Sawah mengalami kekeringan di musim Kemarau. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Sawah mengalami kekeringan di musim Kemarau. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Puncak musim kemarau 2026 diperkirakan terjadi pada Agustus, sehingga Kota Bandung perlu mewaspadai meningkatnya kerentanan terhadap kebakaran.

  • Cuaca kering, vegetasi dan sampah yang mudah terbakar, kepadatan bangunan, serta akses pemadam menjadi faktor yang dapat memperbesar risiko kebakaran.

  • Mitigasi perlu melibatkan seluruh masyarakat, melalui pemetaan risiko, edukasi, kesiapan APAR, jalur evakuasi, hingga sistem siaga kebakaran berbasis kelurahan.

Bandung tidak hanya sedang menghadapi persoalan cuaca panas. Di balik langit yang semakin terang dan tanah yang kehilangan kelembapannya, terdapat sebuah persoalan lain yang sering kali baru disadari ketika api telah membesar: ancaman kebakaran.

Musim kemarau tidak serta-merta menyebabkan kebakaran. Api tetap membutuhkan sumber penyulut. Namun ketika udara semakin kering, vegetasi kehilangan kadar air, sampah mudah terbakar, dan angin membawa bara dari satu tempat ke tempat lain, sebuah percikan kecil dapat berubah menjadi bencana.

Persoalan tersebut menjadi semakin penting pada 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun ini datang lebih awal di banyak wilayah Indonesia dan puncaknya berlangsung pada Agustus. Untuk Jawa Barat, sebagian besar wilayah diperkirakan mengalami puncak kemarau sekitar Agustus dan sebagian dapat berlanjut hingga September, dengan curah hujan yang cenderung rendah hingga menengah dan di bawah kondisi normal.

Dengan demikian, Bandung perlu melihat musim kemarau bukan semata sebagai persoalan kekurangan air, tetapi juga sebagai periode meningkatnya kerentanan terhadap kebakaran.

Kebakaran bukan persoalan baru bagi Kota Bandung. Dokumen pemerintah daerah menunjukkan bahwa kebakaran merupakan salah satu bencana yang cukup dominan di kota ini.

Dalam salah satu dokumen perencanaan Pemerintah Kota Bandung, kawasan permukiman padat yang memiliki riwayat kejadian kebakaran tinggi antara lain Babakan Ciparay dan Cicendo, kemudian Astana Anyar, Bandung Kidul, Bandung Wetan, Sukajadi, Bandung Kulon, Batununggal, Bojongloa Kaler, Cibeunying Kidul, dan Cibiru.

Kajian risiko kebakaran Pemerintah Kota Bandung juga pernah menempatkan Kiaracondong, Andir, Astanaanyar, Sumur Bandung, Babakan Ciparay, Regol, Sukajadi, Coblong, Bandung Kulon, dan Bojongloa Kaler dalam kelompok dengan tingkat risiko kebakaran yang perlu mendapat perhatian serius.

Data tersebut penting, tetapi tidak boleh dibaca sebagai fakta nyata bahwa kecamatan-kecamatan tersebut pasti akan terbakar. Risiko kebakaran merupakan sesuatu yang dinamis. Kepadatan bangunan, kondisi instalasi listrik, keberadaan bahan mudah terbakar, akses jalan, ketersediaan sumber air, angin, kondisi vegetasi dan perilaku masyarakat semuanya dapat mengubah tingkat risiko dari waktu ke waktu.

Karena itu, yang dibutuhkan bukan sekadar daftar kawasan rawan, melainkan peta risiko kebakaran yang terus diperbarui. Kita sering membayangkan kebakaran dimulai dari sebuah sumber api: kompor, korsleting listrik, pembakaran sampah, puntung rokok atau aktivitas manusia lainnya.

Namun secara ekologis dan tata kota, kebakaran adalah pertemuan antara tiga unsur: sumber penyulut, bahan bakar, dan kondisi lingkungan yang memungkinkan api berkembang.

Pada musim kemarau, unsur bahan bakar menjadi jauh lebih penting. Rumput mengering. Daun menumpuk. Sampah plastik dan kertas berada di lahan kosong. Semak kehilangan kelembapan. Kayu dan material bangunan menjadi lebih mudah terbakar.

Ketika semua itu bertemu dengan sumber api dan angin, risiko meningkat. Karena itu, pencegahan kebakaran Bandung seharusnya tidak berhenti pada pemeriksaan bangunan. Pemerintah perlu melihat hubungan antara ruang kota, vegetasi, persampahan, kepadatan penduduk, jaringan listrik dan sistem pemadam kebakaran sebagai satu ekosistem risiko.

Bandung merupakan kota yang berkembang dengan kepadatan bangunan yang tinggi di sejumlah wilayah. Di beberapa permukiman, rumah berdiri berdekatan, gang relatif sempit, dan kendaraan pemadam dapat mengalami kesulitan mencapai titik kebakaran.

Ilustrasi musim kemarau. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ilustrasi musim kemarau. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Dalam situasi seperti itu, persoalan bukan hanya seberapa besar api ketika pertama kali ditemukan, tetapi berapa cepat petugas dapat mencapai lokasi.

Peraturan daerah Kota Bandung mengenai wilayah manajemen kebakaran menggunakan konsep Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK), dengan pertimbangan waktu tanggap dan ketersediaan proteksi kebakaran. Pembagian WMK mencakup kawasan Bandung Tengah/Pusat, Bandung Timur, Bandung Selatan, Bandung Barat, dan wilayah lainnya.

Di kota yang sedang berkembang, lahan kosong dapat menjadi tempat tumbuhnya ilalang, semak dan vegetasi kering. Ketika bercampur dengan sampah, lahan tersebut berubah menjadi semacam gudang bahan bakar terbuka.

Pada musim hujan, keberadaannya mungkin tidak dianggap terlalu berbahaya. Tetapi pada musim kemarau, situasinya berubah.

Pemerintah bersama masyarakat perlu melakukan pemetaan lahan kosong, terutama yang berbatasan langsung dengan permukiman. Vegetasi yang sangat kering perlu dikelola. Sampah harus dibersihkan. Aktivitas pembakaran terbuka harus dikendalikan.

Kawasan yang menjadi batas antara permukiman dan lahan terbuka juga harus dipandang sebagai zona penyangga kebakaran.

Di sinilah pendekatan ekologis menjadi penting. Kota bukan hanya kumpulan gedung dan jalan. Kota adalah sistem ekologis yang memiliki tanah, air, udara, vegetasi, manusia dan infrastruktur yang saling berhubungan.

Kebiasaan membakar sampah merupakan salah satu sumber risiko yang harus dikurangi. Api yang awalnya terlihat kecil dapat menjadi tidak terkendali ketika angin bertiup. Bara dapat berpindah ke rumput atau material kering. Dalam kondisi tertentu, masyarakat bahkan tidak menyadari bahwa api telah menjalar beberapa meter dari tempat pembakaran semula.

Karena itu, pada periode kemarau panjang, pemerintah perlu memperkuat kampanye “tidak membakar sampah”, terutama di lingkungan permukiman yang berdekatan dengan lahan terbuka.

Ketua RT, RW, karang taruna, sekolah, komunitas lingkungan dan relawan kebencanaan perlu menjadi bagian dari sistem pencegahan.

Sebab kebakaran pada akhirnya bukan hanya persoalan petugas pemadam. Ia adalah persoalan seluruh masyarakat.

Alat Pemadam Api Ringan atau APAR sering ditemukan di kantor, sekolah, toko dan gedung publik. Tetapi keberadaannya belum tentu berarti kesiapsiagaan.

APAR harus mudah dijangkau, diperiksa secara berkala dan diketahui cara penggunaannya. Masyarakat juga perlu memahami batas kemampuan APAR.

Jika api masih kecil dan seseorang telah terlatih, APAR dapat digunakan. Tetapi ketika api membesar, menghasilkan asap tebal, atau jalur keluar mulai terancam, prioritas utama adalah evakuasi.

Bandung membutuhkan sistem peringatan kebakaran berbasis masyarakat. Kota modern tidak boleh hanya mengandalkan teknologi.

Sensor, kamera pemantau, sistem informasi geografis dan data cuaca memang penting. Namun masyarakat yang tinggal di lokasi merupakan “sensor” pertama yang sering kali melihat asap sebelum sistem lain mengetahuinya.

Karena itu, Bandung dapat mengembangkan Sistem Siaga Kebakaran Berbasis Kelurahan. Setiap kelurahan memiliki: peta titik rawan; daftar sumber air; jalur akses pemadam; titik kumpul evakuasi; daftar relawan; nomor kontak darurat; daftar kelompok rentan; lokasi lahan kosong; lokasi bangunan dengan risiko tinggi; dan prosedur komunikasi ketika terjadi kebakaran.

Sistem tersebut dapat terintegrasi dengan data cuaca BMKG. Ketika periode panas dan kering meningkat, status kewaspadaan dapat dinaikkan. Ketika kondisi kembali normal, status dapat diturunkan. Dengan demikian, kebijakan kebakaran tidak lagi bersifat reaktif.

Misalnya, sebuah kawasan mungkin memiliki banyak bangunan padat, tetapi sumber airnya dekat dan akses pemadam bagus. Kawasan lain mungkin memiliki kepadatan lebih rendah, tetapi berada di dekat lahan kering yang luas dan akses kendaraan sangat terbatas.

Bandung membutuhkan lebih banyak edukasi kebakaran di sekolah. Simulasi evakuasi harus menjadi kebiasaan. Pemeriksaan instalasi listrik di permukiman padat perlu diperkuat. Jalan akses pemadam harus dijaga dari parkir dan bangunan yang menghambat. Sumber air pemadaman harus dipastikan tersedia dan dapat digunakan.

Dan yang tidak kalah penting, setiap kejadian kebakaran harus dianalisis kembali. Kota yang baik bukan kota yang tidak pernah mengalami bencana. Kota yang baik adalah kota yang mampu mengenali kerentanannya sebelum bencana datang.

Bandung memiliki pengalaman, data dan perangkat kelembagaan untuk melakukan itu. Kawasan seperti Babakan Ciparay, Cicendo, Astanaanyar, Kiaracondong, Andir, Regol, Sukajadi, Bandung Kulon, Bojongloa Kaler, Batununggal dan kawasan lain yang memiliki riwayat atau tingkat risiko kebakaran tinggi perlu menjadi prioritas penguatan mitigasi, tanpa berarti kawasan lain boleh lengah.

Sebab bencana kebakaran tidak pernah memilih korban berdasarkan batas administratif. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Vito Prasetyo
Tentang Vito Prasetyo
Malang

Berita Terkait

News Update

Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 19:02

Pendidikan Empati dalam Isu Sosial

urgensinya pendidikan empati diajarkan. Bukan hanya mencari jalan keviralan. Demi meningkatkan kuantitas konten tanpa memfilter isinya.

Ilustrasi anak sekolah di ladang sawah. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 17:03

Stadion Persib Kelas Dunia Kapan ?

Persib Bandung bermain di stadion kelas Piala Dunia saat Asian LC 2 melawan FC Seoul Korea Selatan medio September 2026

Kondisi rumput liar tak terawat di luar Stadion GBLA yang sempat disorot pada 2019 lalu. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 15:29

Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya

Mengupas potensi bahaya gunung berapi, sesar aktif di Bandung Raya dan langkah mitigasi demi keselamatan warga. Simak informasi artikel Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya.

Poster Riset - Kesiapan Obyek Wisata Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu Terhadap Bencana (Sumber: issuu.com/anggasafik/docs/poster_riset_tangkuban_perahu | Foto: Angga Safik Ul Ridwa)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 13:45

Penyiar Legendaris dan Perjalanan RRI di Era 1970-an Hingga Masa Kini

Terkadang wajah penyiar tidak pernah dilihat, tapi suaranya bisa menjadi kenangan dalam sejarah. Sambas, Hasan Azhari Oramahi, Poppy Tiendas, dll adalah nama legendaris penyiar RRI dengan suara emas.

Gedung Kantor RRI Bandung. (Sumber: RRI | Foto: R.Erlan W.K)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 10:32

Kenapa Gaji ASN Jadi Rebutan Bank?

Payroll sesungguhnya buka cuma rekening gaji. Dana yang masuk secara rutin saban bulan menciptakan aktivitas lanjutan.

Gedung bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 08:11

Kebakaran Cihanja Punclut dan Pentingnya Penanganan Lingkungan Berkelanjutan

Catatan Lukman Nurhakim tentang material mudah terbakar di bawah timbunan, dampak asap terhadap warga, dan pentingnya penanganan pascakebakaran membuka pertanyaan yang lebih luas.

Kebakaran lahan di Cihanja-Punclut Kawasan Bandung Utara. (Foto: Dokumen Lukman Nurhakim)
Ayo Biz 15 Sep 2026, 20:08

Dari Lereng Arjuno ke Peta Jalan Net Zero: Jejak United Tractors Merawat Industri Berkelanjutan

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan.

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 19:51

200 Ikon Bandung #5: Pemandian Tjihampelas, Kolam Renang Pertama di Indonesia

Pemandian Tjihampelas menyimpan sejarah panjang olahraga renang di Indonesia sebelum bangunannya hilang dan berganti menjadi kawasan hunian modern.

Pemandian Tjihampelas pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 17:12

200 Ikon Bandung #4: Saritem

Sekarang, kawasan lokaslisasi Saritem telah tiada, bahkan telah digantikan dengan keberadaan sebuah pesantren yang cukup besar.

Sebuah roman Sunda karya Aan Merdeka Permana yang berjudul "Saritem". (Sumber: Istimewa)
Seni Budaya 15 Sep 2026, 16:00

Hikayat Wayang Tavip, Inovasi Wayang dari Sampah Plastik

Wayang Tavip lahir dari plastik bekas. Karya seni ciptaan Muhammad Tavip ini terus berkembang dari bentuk 2D hingga 3D.

Wayang Tavip menjadi inovasi dalam seni pewayangan dengan bentuk karakter yang khas dan unik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 15:17

Menjaga Wajah Kota: Sinergi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung

Mereka tidak sekadar ditertibkan, melainkan langsung dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung di Rancacili.

Ilustrasi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung. (Sumber: dibuat dengan chatgpt.com | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 13:25

Seandainya Saya Jadi Presiden - Bagian 2

Negara bukanlah panggung pertunjukan, tetapi seandainya saya jadi presiden, saya ingin ada yang membaca puisi kenegaraan saat pelantikan. Negara akan maju jika semua warga diwajibkan membaca buku.

Bendera Republik Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Firman Marek_Brew)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 11:41

Jangan Sampai Pilkades di Jabar Menjadi Kotak Hitam Digital

Sistem pemilu yang baik bukan hanya harus mampu menghasilkan angka, tetapi juga harus memungkinkan pihak yang berwenang memeriksa bagaimana angka tersebut dihasilkan.

Ilustrasi Pilkades. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 09:56

Obituari untuk Kanaya Whu

Ada suara yang justru menemukan kehidupan keduanya setelah kematian. Kanaya Whu salah satunya. Kematian selalu memiliki cara yang aneh untuk menjadi kenangan. Ada sebuah puisi elegi dalam obituari ini

Kanaya Whu. (Sumber: Instagram | Foto: Kanaya Whu)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 19:01

Stiker Radio: Ketika Kenangan Lama Kembali Mengudara

Masih dalam suasana memperingati Hari Radio Nasional pada 9 September 2026, menarik untuk menengok kembali salah satu memorabilia radio yang kerap luput dari perhatian: stiker radio.

Beragam stiker radio dari berbagai stasiun radio di seluruh Indonesia yang menjadi bagian dari koleksi penulis. (Sumber: Foto dan koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 18:24

Nestapa Dago Dairy dan Asa Kedaulatan Pakan dari Bangku SMK

Kita abai menyiapkan cetak biru pendidikan modern di hulu peternakan.

Ilustrasi Mewujudkan SMK Peternakan Jurusan Pakan yang sesuai dengan perkembangan teknologi. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 17:05

Menggelorakan Wisata Olahraga di Kota Bandung

Wisata olahraga sebagai wisata yang mulai dijadikan model wisata yang sangat menarik dan mampu mengundang wisatawan menemukan wisata sembari berolahraga.

Bagi generasi Z, lari bukan hanya olahraga, tetapi gaya hidup yang terus berkembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 15:11

Riung Gunung Bandung, 'Bandung Kakurung ku Gunung'

Riung Gunung Bandung mengungkap pesona alam legendaris Bandung kakurung ku gunung.

Nuansa Riung Gunung Pangalengan, Wisata Bandung Murah. (Sumber: Instagram | Foto: nuansariunggunung_)