Kado Istimewa Hari Jadi Kota Bandung:  Penghargaan Nasional Layanan Investasi

3 menit baca
Totok Siswantara
Ditulis oleh Totok Siswantara diterbitkan
Penghargaan Nasional Layanan Investasi 2026 untuk  kota Bandung (Sumber: dok bandung.go.id)
Penghargaan Nasional Layanan Investasi 2026 untuk kota Bandung (Sumber: dok bandung.go.id)

Menjelang Peringatan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216 tahun 2026 yang mengusung tema utama "Solidarity in Harmony". Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali menorehkan prestasi gemilang di panggung nasional.

 Di bawah kepemimpinan Wali Kota Muhammad Farhan, Kota Kembang sukses menyabet penghargaan Terbaik Ketiga Nasional dalam Penilaian Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) Pemerintah Daerah Tahun 2026.

 Penghargaan bergengsi dalam ajang Anugerah Layanan Investasi 2026 ini diserahkan langsung oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslan, di Jakarta. 

Menanggapi pencapaian ini, Wali Kota Muhammad Farhan menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar simbol keberhasilan, melainkan pengingat untuk terus memperkuat layanan digital, memangkas birokrasi, dan menjamin kepastian hukum yang terukur bagi para pelaku usaha demi menggerakkan ekonomi daerah. 

Kelebihan Utama Layanan Investasi Kota Bandung

Keberhasilan Kota Bandung menembus jajaran tiga besar nasional didorong oleh sejumlah keunggulan kompetitif yang transformatif.

Pertama, Pemkot Bandung sukses memperkuat integrasi digital lewat optimalisasi sistem Online Single Submission (OSS). Langkah ini secara signifikan memangkas rantai birokrasi yang berbelit-belit, sehingga proses perizinan menjadi jauh lebih cepat, transparan, dan akuntabel. 

 Kedua, berkat gaya manajemen dan kepemimpinan  Muhammad Farhan, Kota Bandung memberikan kepastian hukum dan struktur pelayanan yang dapat diprediksi, yang menjadi kebutuhan mendasar bagi investor makro maupun mikro.

 Ketiga, inovasi kebijakan insentif yang ditawarkan sangat progresif. Salah satu langkah uniknya adalah pemberian insentif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar Rp1 saja bagi investor yang berkomitmen merevitalisasi dan menghidupkan kembali bangunan cagar budaya (heritage) tanpa menghilangkan nilai historisnya. 

Realisasi Nilai Modal yang Agresif

Kepercayaan para penanam modal tercermin nyata dalam angka realisasi investasi Kota Bandung yang bergerak sangat agresif sepanjang tahun 2026. Dari target total yang ditetapkan oleh Pemkot Bandung sebesar Rp11 triliun untuk setahun penuh, performa pada semester pertama tahun 2026 telah mencatatkan angka yang sangat impresif, yaitu melampaui Rp6 triliun. Artinya, hanya dalam kurun waktu enam bulan, Kota Bandung berhasil mengamankan lebih dari 54 persen target tahunannya. 

Pertumbuhan yang stabil ini menempatkan Kota Bandung dalam posisi strategis di tingkat regional. Sebagai bagian dari Provinsi Jawa Barat yang memegang predikat destinasi modal tertinggi di Indonesia dengan total realisasi mencapai Rp296,8 triliun pada tahun lalu, Kota Bandung menawarkan karakteristik investasi yang berbeda dari tetangganya. 

Jika wilayah megapolitan industri seperti Kabupaten Bekasi atau Karawang mendominasi angka modal asing berskala raksasa melalui manufaktur berat dan otomotif, dan Kota Depok bergerak di sektor sub-urban seperti properti serta retail mikro, maka Kota Bandung unggul mutlak dalam aspek kualitas pelayanan perizinan non-manufaktur. Bandung memimpin dalam kecepatan percepatan berusaha bagi industri padat karya kreatif yang memiliki efisiensi jalur distribusi tinggi. 

Dampak Positif Ketenagakerjaan

Kenaikan realisasi investasi yang agresif ini membawa dampak linear yang sangat positif terhadap sektor ketenagakerjaan di Kota Bandung. Karakteristik investasi Kota Bandung yang berfokus pada industri non-manufaktur dan sektor jasa justru menjadi keunggulan besar karena bersifat padat karya berskala urban. Aliran modal ini terbukti efektif menjadi mesin penggerak dalam menyerap ribuan tenaga kerja lokal baru setiap semesternya. 

Selain membuka lapangan kerja konvensional di sektor pariwisata dan perhotelan, pertumbuhan investasi ini secara signifikan menekan angka pengangguran terbuka dengan menyerap talenta-talenta muda kreatif, pekerja digital, hingga tenaga ahli di bidang teknologi finansial. Sinergi investasi ini menciptakan ekosistem kerja yang berkualitas sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat Bandung secara menyeluruh. 

 Sektor Primadona Masa Depan

Arus modal yang masuk ke Kota Bandung saat ini mengalir ke tiga sektor strategis. Sektor pertama adalah Pariwisata dan Industri Kreatif, di mana bidang perhotelan, kuliner, hiburan, serta pemanfaatan komersial bangunan heritage tetap menjadi magnet utama.

Sektor kedua adalah Pendidikan Tinggi, mengingat status Bandung sebagai kota pelajar yang terus menarik investasi pengembangan sarana pendidikan berbasis teknologi. 

Sektor ketiga yang menjadi ambisi besar dalam kepemimpinan Muhammad Farhan adalah transformasi Kota Bandung menjadi salah satu Pusat Finansial Indonesia (PFI), yang memicu lonjakan investasi di bidang jasa keuangan dan teknologi finansial (fintech). 

 Kendati demikian, Pemkot Bandung tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menjaga tata kelola niaga. Sebagai contoh kasus riil pada September 2026 ini, Pemkot sedang melakukan kaji ulang dan evaluasi mendalam terhadap rencana nilai investasi revitalisasi fisik Pasar Baru Bandung sebesar Rp800 miliar.

Nilai kerja sama yang dirancang sebelum masa pandemi tersebut dinilai terlalu membebani situasi ekonomi saat ini. Langkah evaluasi atau pembukaan peluang adendum ini diambil demi menjamin kenyamanan publik serta kepastian usaha jangka panjang bagi para pedagang lokal. (TS)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Totok Siswantara
Penulis lepas, pemulia tanaman, lulusan Program Profesi Insinyur

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 25 Sep 2026, 08:28

Kado Istimewa Hari Jadi Kota Bandung:  Penghargaan Nasional Layanan Investasi

Pada semester pertama tahun 2026 telah mencatatkan angka investasi yang sangat impresif, yaitu melampaui Rp 6 triliun

Penghargaan Nasional Layanan Investasi 2026 untuk  kota Bandung (Sumber: dok bandung.go.id)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 20:45

Becak Listrik Bandung dan Penyakit Lama Kebijakan Publik

Becak listrik adalah alat produksi. Ia menghasilkan uang hanya ketika bergerak dan membawa penumpang. Kalau baterai habis, ada risiko pendapatan hilang.

Becak listrik bantuan Presiden tiba di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayobandung)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 18:56

Koleksi Media Cetak Lawas: Merawat Ingatan dan Sumber Pengetahuan 

Di tengah derasnya arus informasi digital yang serba cepat dan instan, koleksi media cetak lawas menghadirkan cara lain untuk memahami perjalanan bangsa.

Mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, melakukan penelitian terhadap surat kabar Pikiran Rakyat edisi lawas. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 17:27

Toponimi yang Lahir dari Respons Indra Manusia terhadap Stimulus Gempa 

Guncangan gempa bumi yang besar dengan kehancuran permukiman, akan menimbulkan emosi dan rasa takut, sebab inilah yang dapat menjadi alasan lahirnya toponim Cieundeur dan Cigenjlong.

Korban Gempa Cianjur. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 16:03

Mengapa Sejarah Kelam G30S Harus Tetap Dibaca?

Seyogianya sejarah harus tetap dibaca, meski itu adalah sejarah kelam. Sejarah bukanlah alat untuk menebar kebencian, tetapi dari sejarah kita belajar. Pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila.

Poster rilis film Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI tahun 1984 oleh Perusahaan Produksi Film Negara. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 13:53

Mengapa Hari Tani dan Reforma Agraria Penting bagi Warga Bandung?

Petani dan usaha pertanian di Kota Bandung masih ada dan terus bertahan,

Hamparan sampah di kota Bandung dan petani yang sedang beraktivitas (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 09:25

Kenapa Biaya Publish Scopus Berbeda? Simak Alasannya!

Biaya publikasi jurnal Scopus sering disalahpahami akademisi. Pahami siapa yang menetapkan biayanya, cara cek tarif resmi, dan cara menyusun anggaran publikasi yang realistis.

Ilustrasi akademisi sedang menyusun jurnal ilmiah. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 08:34

Pelecehan terhadap Perempuan di Ruang Keagamaan

Pelecehan seksual terhadap perempuan tidak menutup kemungkinan terjadi di ruang-ruang keagamaan.

Perempuan seringkali menjadi satu-satunya korban yang harus menanggung traumanya juga beban sosial yang seharusnya ditanggung oleh para pelaku. (Sumber: pexels)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 20:44

KDM Muncul di 'Financial Times' dan Sinyal Radar Kekuasaan Global

Ketika Financial Times mengangkat KDM dalam salah satu reportasenya, yang terjadi bukan sekadar peliputan, melainkan juga sinyal ihwal adanya potensi perubahan lanskap politik.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 19:26

Dari Wilayah Ilir ke Ulu: Sejarah Jembatan Ampera Peninggalan Soekarno

Jembatan Ampera merupakan jembatan yang menghubungi kedua wilayah yaitu Ulu dan Ilir yang terpisah oleh Sungai Musi. Jembatan ini menyimpan berbagai sejarah yang tersimpan di dalamnya.

 (Sumber: Balai Diklat Keuangan Palembang | Foto: Angga Sunda Prima)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 17:23

Ikon Bandung Pilihan Saya: 'Toko Buku Djawa'

Toko Buku Djawa bukan sekadar toko buku lama di Braga, tetapi juga bagian dari memori masa kecil dan jejak perubahan budaya kawasan tersebut.

Etalase toko buku Djawa di Jalan Braga no. 79, Kota Bandung. (Sumber: Flickr | Foto: fatmanabilla)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 16:27

Review Ingatan Sosok Figur Publik yang Pernah Menjabat Walikota Bandung

Setiap pemimpin akan meninggalkan kesan dan jejak sejarah. Sosok walikota Bandung yang diketengahkan di sini adalah Ateng Wahyudi dan Dada Rosada. Layak menjadi sosok figur publik untuk dikenang.

Walikota dari masa ke masa : R. Husein Wangsaatmadja (1976 - 1983), H. Ateng Wahyudi (1983 - 1993), Wahyu Hamidjaja (1983 - 1998), Aa Tarmana (1998 - 2003). (Sumber: Instagram | Foto: Musium Kota Bandung)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 15:23

Konservasi Khusus Owa dan Celepuk Indonesia

Lindungi owa, primata setia Indonesia dan celepuk, burung hantu kecil Indonesia dari kepunahan. Upaya konservasi habitat dan penyelamatan satwa ini demi menjaga keseimbangan ekosistem hutan berharga.

Owa Jawa. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: A.Baihaqi)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 13:59

Keadilan Ekonomi untuk Guru

Guru masih diposisikan sebagai pahlawan, itu pun tanpa tanda jasa, tanpa ada jalan keluarnya, menganggap bahwa guru hanya sukarela, keilmuannya tidak sebesar gaji karyawan non pendidikan.

Sejumlah siswa saat beraktivitas di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 8 Cimahi, Jalan Kerkof, Kota Cimahi, Kamis 18 Juni 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 10:26

Potret Destinasi dan Lanskap Kuliner Bogor Tahun 2000

Memasuki milenium baru pada tahun 2000, Bogor tetap mengukuhkan posisinya sebagai destinasi gastronomi yang tak lekang oleh waktu.

Es Pala, minuman segar khas Bogor. (Sumber: ChatGPT | Foto: Ilustrasi oleh AI)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 09:02

Ada Warga yang Mungkin Hilang dari Radar Data Pemerintah Kota Bandung

Kehidupan bergerak cepat, sementara pemutakhiran data bergerak lambat. Maka, muncullah apa yang diistilahkan sebagai invisible citizens.

Warga sedang antre menerima bantuan sosial. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 18:33

Jika Ada Lagi Taman Nasional atau Taman Hutan Raya Baru di Jawa Barat

Menelusuri peluang hadirnya taman nasional atau taman hutan raya (tahura) baru sebagai benteng keanekaragaman hayati, pelindung ekosistem (flora dan fauna) serta oasis hijau masa depan Bumi Pasundan.

Bagas Aji Prakoso saat menjajal Tahura Djuanda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 16:50

Ketika Idealisme Pengabdian Gen-Z Membentur Tembok Kaku Birokrasi

Artikel opini ini membahas paradoks antara idealisme pengabdian ASN Generasi Z dan budaya birokrasi yang masih dianggap kaku.

Tumpukan Berkas. (Sumber: Chat GPT | Foto: AI Chat GPT)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 15:05

Jalur FM: Ketika Suara dari Udara Menjadi Lebih Jernih

Sebelum gelombang FM semakin ramai di Bandung, perubahan serupa lebih dahulu terasa di Jakarta.

Studio Radio OZ Bandung di Jl. Setrasari II No. 14, Bandung. Radio OZ menjadi salah satu stasiun radio di Bandung yang termasuk awal bermigrasi dari jalur AM ke FM. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 14:42

216 Tahun Kota Bandung: Merawat Warisan dan Membangun Masa Depan Gastronomi Berkelanjutan

Lebih dari sekadar destinasi tempat orang mencari tempat makan yang estetis atau makanan lezat, Bandung pada hakikatnya adalah laboratorium budaya.

Kudapan tradisional khas Kota Kembang yang sangat populer antara lain cireng, cilok, seblak, dan telur gulung. (Sumber: Shutterstock | Foto: Hanifah Kurniati)