Toponimi yang Lahir dari Respons Indra Manusia terhadap Stimulus Gempa 

4 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Korban Gempa Cianjur. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)
Korban Gempa Cianjur. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Guncangan gempa bumi yang besar dengan kehancuran permukiman, akan menimbulkan emosi dan rasa takut, sebab inilah yang dapat menjadi alasan lahirnya toponim Cieundeur dan Cigenjlong.

  • Satu peristiwa kebumian seperti gempa bumi, bukan hanya tertuju pada guncangannya saja, namun juga pada dampak dari guncangan, seperti kawasan yang terbelah.

  • Bumi Jawa Barat berhadapan langsung dengan sumber gempa bumi tektonik di sebelah selatan. Di kedalaman dasar laut lepasnya, terdapat zona penunjaman, tempat dua lempeng raksasa bertemu.

Bumi Jawa Barat berhadapan langsung dengan sumber gempa bumi tektonik di sebelah selatan. Di kedalaman dasar laut lepasnya, terdapat zona penunjaman, tempat dua lempeng raksasa bertemu. Lempeng Samudra Indo-Australia menunjam lempeng Benua Eurasia, menjadi sumber gempabumi, yang merambat melalui jalur-jalur retakan di kadalaman bumi. Gempa bumi di sepanjang garis patahan, telah menyebabkan longsor, permukaan kawasan relatif turun atau naik, membentuk tebing yang curam, membentuk lembah yang dalam. Sungai mengalir di dasar lembah, meliuk sesuai kekerasan batuan. Peristiwa tektonik itulah yang menjadi sebab lahirnya gunung-gunungapi, sejak puluhan juta tahun yang lalu hingga kini.

Gempabumi atau lini dalam bahasa Sunda, sudah teramati dengan cermat, yang melahirkan kosakata yang berhubungan dengan dengan besaran guncangan gempabumi (T Bachtiar, Istilah Sunda untuk Besar Guncangan Gempabumi, AyoBandung, 27 Agustus 2026), yaitu: pertama riyeg, gempabumi ringan, goyangan lemah, keadaan lahan, bangunan, dan barang-barang bergoyang kecil. Kedua inggeung, gempabumi sedang, keadaan lahan atau bangunan bergoyang, berayun, menyebabkan kerusakan ringan. Ketiga eundeur, gempabumi kuat sampai sangat kuat, keadaan tanah atau bangunan berguncang kuat disertai atau tidak suara gemuruh, menyebabkan kerusakan bangunan. Keempat genjlong, gempabumi besar, keadaan lahan dan bangunan berguncang, disertai atau tidak suara gemuruh yang keras mengagetkan. Permukiman mengalami banyak kerusakan parah, terdapat korban jiwa. 

Nama geografis dengan satu penyebab yang sama, yaitu gempabumi, dapat melahirkan beragam nama geografis. Bila direkonstruksi, mundur ke belakang, penamaan suatu kawasan yang diguncang gempa bumi, melahirkan nama yang berbeda. Sebab tidak ada satu pun stimulus tunggal yang paling berpengaruh untuk semua orang, tergantung pada respon indra yang paling dominan dalam menerima stimulus atau rangsangan gempabumi.

Sangat mungkin toponim Muril karena pernah terjadi gempabumi yang menyebabkan serasa berputar-putar. (Sumber: T. Bachtiar)
Sangat mungkin toponim Muril karena pernah terjadi gempabumi yang menyebabkan serasa berputar-putar. (Sumber: T. Bachtiar)

Ketika stimulus guncangan gempabumi yang dating tiba-tiba akan langsung mengaktifkan bagian otak yang mengatur emosi, rasa takut, dan respon untuk bertahan hidup, yaitu lawan atau lari. Tubuh dan mental akan merespon untuk bertahan hidup ketika guncangan gempabumi mendera. Guncangan gempa bumi yang besar dengan kehancuran permukiman, akan menimbulkan emosi dan rasa takut, sebab inilah yang dapat menjadi alasan lahirnya toponim Cieundeur dan Cigenjlong.

Manusia itu mahluk visual dan auditori, sehingga indra itulah yang paling kuat dalam merespon guncangan gemabumi. Penglihatan dapat merespon rangsangan visual (cahaya, warna, dan bentuk), dan menjadi paling dominan mempengaruhi persepsi seseorang. Ketika guncangan gempa bumi menyebabkan tanah terbelah, misalnya, maka indra keseimbangannya akan terganggu, dan bila rangsangan itu dianggap mengancam keselamatannya, maka rangsangan itu akan diproses lebih cepat oleh jalur otak, bahkan sebelum yang bersangkutan menyadarinya. Karena tanah yang terbelah ketika gempa bumi terjadi, merupakan stimulus visual yang sangat traumatis, karena mengubah persepsi otak tentang stabilitas lingkungan. Bila belahnya tanah menjadi fokus dan penyebab trauma, dan dirasakan menjadi ancaman terbesarnya ketimbang guncangan gempanya, maka sangat mungkin, inilah yang menyebabkan lahirnya nama geografis Cibeulah. 

Indra auditori, suara yang tinggi dan tiba-tiba akan langsung menarik perhatian, akan langsung ditangkap oleh indra pendengaran, dan langsung memicu alarm bahaya di otak. Misalnya, ketika terdapat gemuruh yang kuat atau ledakan yang keras, akan menjadi perhatian utama, akan menjadi ancaman, ketimbang pada guncangan gempabumi yang datang setelahnya. Sangat mungkin, inilah yang menjadi alasan lahirnya nama geografis Beledug. 

Guncangan gempa bumi dapat mengganggu sistem keseimbangan yang berada di bagian telingah tengah, sehingga terjadi gangguan pada indra keseimbangan (vestibular). Yang mengalaminya akan mengalami gangguan spasial, bingun menentukan mana atas mana bawah, dan dapat menyebabkan rasa pusing yang hebat (vertigo), kehilangan keseimbangan, dan mual. Perhatian bukan pada guncangan gempanya, namun para rasa pusing dan mual yang diderita pada saat gempa bumi terjadi. Inilah yang menyebabkan lahirnya nama geografis Kampung Muril dan Kampung Gadogmuril.

Satu peristiwa kebumian seperti gempa bumi, bukan hanya tertuju pada guncangannya saja, namun juga pada dampak dari guncangan, seperti kawasan yang terbelah. Dan ada satu hal yang dialami oleh masyarakat yang kawasannya diguncang gempa bumi, yaitu gangguan pada indranya yang dapat berpengaruh pada kejiwaannya. 

Ketika tubuh menerima guncangan gempabumi, mata melihat rumah yang roboh, melihat tanah yang terbelah, melihat lahan yang bergerak dan longsor, padahal dalam jiwanya tertanam bahwa tanah sebagai kawasan yang kuat dan stabil yang menjadi tempa hidupnya. Beban berlebih sensori inilah yang memicu rasa takut yang mendalam, terjadinya kepanikan massal, dan dapat menjadi trauma yang panjang. Mungkin saja akan terpapar menjadi seismofobia, fobia terhadap gempabumi. Inilah yang menjadi dasar yang kuat, bahwa toponim di Jawa Barat yang sebab awalnya dari gempabumi, melahirkan beragam nama geografis, yang tidak selalu linier dengan guncangan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 24 Sep 2026, 20:45

Becak Listrik Bandung dan Penyakit Lama Kebijakan Publik

Becak listrik adalah alat produksi. Ia menghasilkan uang hanya ketika bergerak dan membawa penumpang. Kalau baterai habis, ada risiko pendapatan hilang.

Becak listrik bantuan Presiden tiba di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayobandung)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 18:56

Koleksi Media Cetak Lawas: Merawat Ingatan dan Sumber Pengetahuan 

Di tengah derasnya arus informasi digital yang serba cepat dan instan, koleksi media cetak lawas menghadirkan cara lain untuk memahami perjalanan bangsa.

Mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, melakukan penelitian terhadap surat kabar Pikiran Rakyat edisi lawas. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 17:27

Toponimi yang Lahir dari Respons Indra Manusia terhadap Stimulus Gempa 

Guncangan gempa bumi yang besar dengan kehancuran permukiman, akan menimbulkan emosi dan rasa takut, sebab inilah yang dapat menjadi alasan lahirnya toponim Cieundeur dan Cigenjlong.

Korban Gempa Cianjur. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 16:03

Mengapa Sejarah Kelam G30S Harus Tetap Dibaca?

Seyogianya sejarah harus tetap dibaca, meski itu adalah sejarah kelam. Sejarah bukanlah alat untuk menebar kebencian, tetapi dari sejarah kita belajar. Pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila.

Poster rilis film Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI tahun 1984 oleh Perusahaan Produksi Film Negara. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 13:53

Mengapa Hari Tani dan Reforma Agraria Penting bagi Warga Bandung?

Petani dan usaha pertanian di Kota Bandung masih ada dan terus bertahan,

Hamparan sampah di kota Bandung dan petani yang sedang beraktivitas (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 09:25

Kenapa Biaya Publish Scopus Berbeda? Simak Alasannya!

Biaya publikasi jurnal Scopus sering disalahpahami akademisi. Pahami siapa yang menetapkan biayanya, cara cek tarif resmi, dan cara menyusun anggaran publikasi yang realistis.

Ilustrasi akademisi sedang menyusun jurnal ilmiah. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 08:34

Pelecehan terhadap Perempuan di Ruang Keagamaan

Pelecehan seksual terhadap perempuan tidak menutup kemungkinan terjadi di ruang-ruang keagamaan.

Perempuan seringkali menjadi satu-satunya korban yang harus menanggung traumanya juga beban sosial yang seharusnya ditanggung oleh para pelaku. (Sumber: pexels)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 20:44

KDM Muncul di 'Financial Times' dan Sinyal Radar Kekuasaan Global

Ketika Financial Times mengangkat KDM dalam salah satu reportasenya, yang terjadi bukan sekadar peliputan, melainkan juga sinyal ihwal adanya potensi perubahan lanskap politik.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 19:26

Dari Wilayah Ilir ke Ulu: Sejarah Jembatan Ampera Peninggalan Soekarno

Jembatan Ampera merupakan jembatan yang menghubungi kedua wilayah yaitu Ulu dan Ilir yang terpisah oleh Sungai Musi. Jembatan ini menyimpan berbagai sejarah yang tersimpan di dalamnya.

 (Sumber: Balai Diklat Keuangan Palembang | Foto: Angga Sunda Prima)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 17:23

Ikon Bandung Pilihan Saya: 'Toko Buku Djawa'

Toko Buku Djawa bukan sekadar toko buku lama di Braga, tetapi juga bagian dari memori masa kecil dan jejak perubahan budaya kawasan tersebut.

Etalase toko buku Djawa di Jalan Braga no. 79, Kota Bandung. (Sumber: Flickr | Foto: fatmanabilla)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 16:27

Review Ingatan Sosok Figur Publik yang Pernah Menjabat Walikota Bandung

Setiap pemimpin akan meninggalkan kesan dan jejak sejarah. Sosok walikota Bandung yang diketengahkan di sini adalah Ateng Wahyudi dan Dada Rosada. Layak menjadi sosok figur publik untuk dikenang.

Walikota dari masa ke masa : R. Husein Wangsaatmadja (1976 - 1983), H. Ateng Wahyudi (1983 - 1993), Wahyu Hamidjaja (1983 - 1998), Aa Tarmana (1998 - 2003). (Sumber: Instagram | Foto: Musium Kota Bandung)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 15:23

Konservasi Khusus Owa dan Celepuk Indonesia

Lindungi owa, primata setia Indonesia dan celepuk, burung hantu kecil Indonesia dari kepunahan. Upaya konservasi habitat dan penyelamatan satwa ini demi menjaga keseimbangan ekosistem hutan berharga.

Owa Jawa. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: A.Baihaqi)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 13:59

Keadilan Ekonomi untuk Guru

Guru masih diposisikan sebagai pahlawan, itu pun tanpa tanda jasa, tanpa ada jalan keluarnya, menganggap bahwa guru hanya sukarela, keilmuannya tidak sebesar gaji karyawan non pendidikan.

Sejumlah siswa saat beraktivitas di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 8 Cimahi, Jalan Kerkof, Kota Cimahi, Kamis 18 Juni 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 10:26

Potret Destinasi dan Lanskap Kuliner Bogor Tahun 2000

Memasuki milenium baru pada tahun 2000, Bogor tetap mengukuhkan posisinya sebagai destinasi gastronomi yang tak lekang oleh waktu.

Es Pala, minuman segar khas Bogor. (Sumber: ChatGPT | Foto: Ilustrasi oleh AI)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 09:02

Ada Warga yang Mungkin Hilang dari Radar Data Pemerintah Kota Bandung

Kehidupan bergerak cepat, sementara pemutakhiran data bergerak lambat. Maka, muncullah apa yang diistilahkan sebagai invisible citizens.

Warga sedang antre menerima bantuan sosial. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 18:33

Jika Ada Lagi Taman Nasional atau Taman Hutan Raya Baru di Jawa Barat

Menelusuri peluang hadirnya taman nasional atau taman hutan raya (tahura) baru sebagai benteng keanekaragaman hayati, pelindung ekosistem (flora dan fauna) serta oasis hijau masa depan Bumi Pasundan.

Bagas Aji Prakoso saat menjajal Tahura Djuanda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 16:50

Ketika Idealisme Pengabdian Gen-Z Membentur Tembok Kaku Birokrasi

Artikel opini ini membahas paradoks antara idealisme pengabdian ASN Generasi Z dan budaya birokrasi yang masih dianggap kaku.

Tumpukan Berkas. (Sumber: Chat GPT | Foto: AI Chat GPT)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 15:05

Jalur FM: Ketika Suara dari Udara Menjadi Lebih Jernih

Sebelum gelombang FM semakin ramai di Bandung, perubahan serupa lebih dahulu terasa di Jakarta.

Studio Radio OZ Bandung di Jl. Setrasari II No. 14, Bandung. Radio OZ menjadi salah satu stasiun radio di Bandung yang termasuk awal bermigrasi dari jalur AM ke FM. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 14:42

216 Tahun Kota Bandung: Merawat Warisan dan Membangun Masa Depan Gastronomi Berkelanjutan

Lebih dari sekadar destinasi tempat orang mencari tempat makan yang estetis atau makanan lezat, Bandung pada hakikatnya adalah laboratorium budaya.

Kudapan tradisional khas Kota Kembang yang sangat populer antara lain cireng, cilok, seblak, dan telur gulung. (Sumber: Shutterstock | Foto: Hanifah Kurniati)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 12:21

Momentum Mahasiswa Meraih Prestasi

Mahasiswa sering menyalahkan diri dan keadaannya dalam situasi yang sulit. Menurut mahasiswa, bahwa keberadaannya belum tentu berprestasi. 

Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat, 1 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)