Fenomena Geologi Mata Air Asin dalam Memori Kolektif dan Toponimi Desa Ciuyah

4 menit baca
Fatia Siti Biladi
Ditulis oleh Fatia Siti Biladi diterbitkan
Kondisi terkini situs mata air asin purba (connate water) di Desa Ciuyah, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, saat didokumentasikan pada 28 Maret 2026 pukul 10.50 WIB. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Fatia Siti Biladi)
Kondisi terkini situs mata air asin purba (connate water) di Desa Ciuyah, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, saat didokumentasikan pada 28 Maret 2026 pukul 10.50 WIB. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Fatia Siti Biladi)

Fenomena mata air asin di Desa Ciuyah, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang menunjukkan adanya kaitan erat antara kondisi geologi unik dengan proses penamaan wilayah. Kemunculan air dengan rasa asin pekat di wilayah pegunungan yang jauh dari pesisir merupakan sebuah anomali geologi, yang disebabkan oleh keberadaan air laut purba yang secara teknis dikenal sebagai connate water yang terperangkap dalam sedimen batuan selama jutaan tahun.

Connate Water ini pada dasarnya adalah air fosil yang terisolasi dari siklus hidrologi permukaan, menjadikannya kapsul waktu yang menyimpan sejarah samudra masa lalu di bawah daratan Sumedang. Fenomena unik ini sangat penting bagi identitas daerah, karena menjadi dasar pemikiran yang membedakan Ciuyah dengan daerah lain di wilayah Sumedang. Menurut laporan hariansumedang.com, fenomena ini bukan hanya mitos tetapi merupakan fakta alam yang sudah lama dikenal oleh warga di daerah Blok Ciseupan.

Tampak dekat kolam mata air asin. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Fatia Siti Biladi)

Dari sudut pandang geologi, fenomena mata air asin di Desa Ciuyah sangat berkaitan dengan sejarah alam yang terjadi jutaan tahun yang lalu. Ahli geologi menjelaskan bahwa air asin di daerah pedalaman biasanya berasal dari sisa-sisa laut purba, yang terperangkap di dalam lapisan batuan sedimen saat terjadi pengangkatan daratan Jawa.

Melalui tekanan tektonik yang konsisten, air purba ini keluar melalui celah-celah atau rekahan batuan tanah dangkal hingga muncul ke permukaan sebagai air rembesan. Proses ini menunjukkan bahwa fenomena tersebut tidak disebabkan oleh aktivitas Gunung Tampomas, melainkan hasil alami dari aktivitas geologi yang sudah terjadi dalam jangka waktu yang lama.

Hal ini sekaligus membantah anggapan awam bahwa sumber mata air asin tersebut berkaitan dengan jalur magma, melainkan murni sisa sedimentasi laut dalam. Ciri khas air yang keluar langsung ke permukaan ini menunjukkan bahwa daerah tersebut berdiri di atas sebuah warisan sejarah yang masih terawat dengan baik di tengah lahan pertanian warga.

Lanskap situs mata air asin Desa Ciuyah di tengah persawahan warga Sumedang. Area mata air dipagari kain putih dan bambu sebagai bentuk preservasi budaya setempat. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Fatia Siti Biladi)

Penamaan Desa Ciuyah secara langsung terkait dengan fenomena geologi tersebut. Dalam memori kolektif masyarakat, terutama melalui konsep Panyeuseupan. Secara bahasa, nama “Ciuyah” berasal dari bahasa Sunda yaitu cai (air) dan uyah (garam). Secara historis, area di sekitar mata air ini dikenal sebagai Blok Ciseupan dimana hewan ternak dan hewan liar berkumpul untuk mengambil mineral (nyeuseup) dari sumber tersebut. Aktivitas hewan yang secara naluriah mencari mineral di lokasi ini menjadi indikator awal bagi nenek moyang penduduk setempat mengenai keistimewaan lokasi tersebut.

Keterikatan masyarakat terhadap sejarah alam sangat kuat. Sehingga saat dilakukan pemekaran wilayah dari Desa Cisarua pada tahun 1984, penduduk sepakat mempertahankan nama “Ciuyah” sebagai identitas desa yang baru. Meskipun secara administratif saat ini mata air tersebut berada di wilayah Desa Cisarua, identitas kolektif “Ciuyah” tetap hidup dan tidak hilang. 

Papan penanda kayu bertuliskan "Karamat Ciuyah" yang terpasang di pagar bambu sekitar lokasi mata air asin di Desa Ciuyah, Kabupaten Sumedang. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Fatia Siti Biladi)

Ke depannya, mata air asin Ciuyah ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bagian dari warisan geologi atau geoheritage Kabupaten Sumedang. Keunikan mata air asin ini dapat menjadi sarana edukasi mengenai sejarah pengangkatan daratan Jawa. Integrasi antara fenomena alam ini dengan kearifan lokal “panyeuseupan” menawarkan konsep wisata minat khusus yang menghubungkan sains dan budaya (ethnoscience).

Namun, perlu diperhatikan juga hasil pengecekan Badan Geologi yang menyarankan agar air ini tidak dikonsumsi langsung karena kandungan mineralnya yang pekat dapat berisiko bagi kesehatan ginjal jika diminum dalam jangka panjang.

Sebagai kesimpulan, mata air asin di Desa Ciuyah adalah gabungan nyata antara keajaiban geologi purba dan kearifan lokal dalam mengenali ruang. Fenomena munculnya air asin di dataran tinggi ini membuktikan bahwa toponimi berakar kuat pada kondisi alam asli. Nama “Ciuyah” bukan sekadar label administratif, melainkan bentuk preservasi budaya atas warisan geologi (geoheritage) yang membuktikan bahwa penamaan wilayah berakar kuat pada kondisi alam.

Fungsi praktis masa lalu sebagai tempat panyeuseupan kini bertransformasi menjadi identitas budaya yang tetap hidup bagi warga Desa Ciuyah. Penekanan terhadap pentingnya isu ini berada pada nilai sejarahnya, yaitu bahwa Desa Ciuyah bukan hanya sebuah unit administratif, tetapi juga merupakan catatan abadi tentang interaksi manusia dengan fenomena alam purba yang melebihi batas wilayah desa. (*)

Referensi Sumber

  • Azis, N. (2023, 19 Januari). Misteri laut purba di balik mata air asin Ciuyah Sumedang. detikJabar. https://www.detik.com/jabar/berita/d-6523011/misteri-laut-purba-di-balik-mata-air-asi n-ciuyah-sumedang

  • Corrosionpedia. (2024, 19 Juli). Connate water. https://www.corrosionpedia.com/unexpected-attributes-of-water-based-coatings/2/7478

  • GeoForward. (n.d.). Connate water definition.https://www.geoforward.com/connate-water/

  • Imanuddin, A. M. (2016, 13 Mei). Desa Ciuyah. Sumedang Tandang. sumedangtandang.com

  • Rodriguez, E., & Singh, S. (2017, 18 April).https://www.britannica.com/science/toponymy

  • Rohman, T.(2023, 27 Desember). Fakta unik tentang sumber air di Ciuyah Sumedang, rasanya tk lazim dan belum pernah kering.https://kabarsumedang.pikiran-rakyat.com/khazanah/pr-3247521722/fakta-unik-tentang-sumber-air-di-ciuyah-sumedang-rasanya-tak-lazim-dan-belum-pernah-kering

  • Tim Harian Sumedang. (2024, 21 Desember). Sumber mata air aneh mengilhami munculnya nama Desa Ciuyah di Kecamatan Cisarua. Harian Sumedang.https://hariansumedang.com/sumber-mata-air-aneh-mengilhami-munculnya-nama-desa-ciuyah-di-kecamatan-cisarua/ (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Fatia Siti Biladi
Saya adalah mahasiswa jurusan Ilmu Sejarah di Universitas Padjadjaran.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Jul 2026, 18:04

Cara Ampuh Menerangi Jalan Kota Bandung

Menindak tegas begal bukan sekadar menjadi program tapi melanjutkan keluhan masyarakat yang diprioritaskan

Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum di jalan Katapang, Kota Bandung, Senin, 9 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 15:30

Mafia Olahraga, Sebuah Stigma Menakutkan

Olahraga yang seharusnya menjadi ruang sportivitas kini dihantui oleh mafia yang terhubung dengan jaringan global.

Uang rupiah. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Wisata & Kuliner 19 Jul 2026, 14:01

Keripik Paru Klaten, Oleh-oleh Gurih Legendaris dari Kampung Tegal Kepatihan

Dari Kampung Tegal Kepatihan hingga dikenal luas, Keripik Paru Klaten menjadi ikon kuliner khas. Ketahui sejarah, proses, dan tempat membelinya.

Keripik Paru Klaten.
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 11:33

Marak Begal, Gangster, dan Matel Menelan Korban, Warga Bandung Pertanyakan Aksi Walikota dan Aparat

Bandung darurat 'Red Zone' akibat maraknya begal, gangster, dan matel yang menelan banyak korban.

Senjata Tajam. (Sumber: Pixabay/KhanaBadosh | Foto: Pixabay/KhanaBadosh)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 08:00

Ketika Deru Knalpot dan Distorsi Musik Menyatukan Ribuan Pecinta Otomotif Bandung

Seri pembuka Kejurnas Slalom MLDSPOT Autokhana 2026 sukses mengguncang GOR Arcamanik Bandung.

Gate masuk event MLDSPOT Autokhana, pada 11 Juli 2026 (Sumber: Athhar Jundi Pratama Attaqa | Foto: Athhar Jundi Pratama Attaqa)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 07:50

Mengembalikan Fungsi Bandara Husein Bukan Romantisme Masa Lalu

Keberhasilan reaktivasi Bandara Husein pada akhirnya tidak akan ditentukan oleh hari pertama operasional, melainkan oleh apa yang terjadi berbulan-bulan setelahnya.

Petugas Avsec melakukan patroli di pintu keberangkatan domestik Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 21:21

Panduan Wisata ke Kawah Ijen Banyuwangi: Blue Fire, Tiket, dan Tips Lengkap

Panduan lengkap wisata Kawah Ijen Banyuwangi, mulai harga tiket 2025, fenomena Blue Fire, rute pendakian, jam terbaik, hingga tips agar perjalanan lebih aman.

Kawah Ijen Banyuwangi. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 20:15

Luka, Algoritma, dan Dogma

Luka hanya dapat disembuhkan oleh kepedulian, algoritma dapat diimbangi dengan literasi, dan rapuhnya interaksi sosial hanya dapat dipulihkan saat kita meluangkan waktu untuk benar-benar hadir bersama

Kita tidak akan sepenuhnya paham bagaimana rasanya di-bully, sebelum kita merasakan sendiri dampaknya. (Sumber: Unsplash/Carolina)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 17:29

Alih Fungsi Jalur Sepeda Menjadi Parkir Motor: Inkonsistensi Kebijakan Transportasi Kota Bandung

Alih fungsi jalur sepeda di Jalan Lembong menjadi parkir motor bukan sekadar persoalan parkir, tetapi mencerminkan inkonsistensi kebijakan Kota Bandung dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan.

Pemandangan miris di Jalan Lembong, Kota Bandung pada Kamis (16/7/2026). Jalur sepeda yang dibangun untuk menjamin keselamatan pesepeda, justru beralih fungsi menjadi ruang parkir sepeda motor. (Foto: Alkhalifi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:58

Mengapa Isolasi Politik Pasca Tragedi Bubat Membuat Sunda Makin Mandiri?

Mengulas bagaimana Kerajaan Sunda memperkuat kemandirian politik, ekonomi, dan pertahanannya setelah Perang Bubat melalui kebijakan isolasi dari Majapahit.

Ilustrasi peristiwa Perang Bubat di Taman Citra Resmi, Purwakarta. (Sumber: nationalgeographic.grid.id | Foto: Cut Menas Nila Tanu Sukma Devi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:25

Satu Peluncuran, Tiga Cara Bercerita: Menganalisis Penyampaian Pesan Produsen Ponsel Pintar Ternama

Memahami bagaimana cara jenama besar menyebarkan informasi tentang produk terbaru.

Ilustrasi ponsel pintar. (Sumber: Pexels | Foto: Efrem Efre)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 15:18

Revolusi Perancis dan Bandung Nol Kilometer

Revolusi Prancis berawal dari penjara Bastille tahun 1789 telah membuat perubahan besar hak asasi manusia juga mempengaruhi perkembangan Bandung.

Monumen titik nol kilometer Kota Bandung diresmikan Gubernur H. Danny Setiawan pada 18 Mei 2004 dan didedikasikan untuk masyarakat Priangan korban kerja paksa. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Anya Dellanita)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 14:50

Islam di Kerajaan Demak: Warisan Peradaban dan Hukum Islam

Kemunculan Demak tidak terlepas dari melemahnya Majapahit yang memberi kesempatan bagi para penguasa Islam di pesisir Jawa untuk membangun kekuasaan.

Masjid Agung Demak, yang terletak di Kauman, Demak, Jawa Tengah, dibangun pada abad ke-15 M oleh Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak, bersama para Wali Songo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hastosuprayogo)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 13:56

Panduan Wisata ke Pantai Legon Pari Sawarna, Laguna Tersembunyi di Ujung Jalan Setapak

Panduan lengkap Pantai Legon Pari Sawarna, mulai dari harga tiket, rute menuju lokasi, aktivitas, camping, hingga rekomendasi penginapan terbaru.

Pantai Legon Pari Sawarna. (Sumber: wisatasawarna.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 13:42

Soedirman dalam Tulisan Tempo

Review buku Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir karya Tempo.

Buku "Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir" (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nahla Lisana, 2026)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 12:33

Persib dan Mimpi Menjadi Kekuatan Indonesia

Persib memiliki peluang menjadi salah satu lokomotif perubahan sepak bola di Tanah Air.

Pemain Persib Bandung melakukan selebarasi saar mengalahkan tamunya Selangor FC dengan skor 2-0. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 17 Jul 2026, 10:59

Soekarno-Hatta: Jalur Maut di Kota Bandung yang Terbelenggu Sekat Birokrasi

Selama birokrasi belum mampu di-bypass demi keselamatan, aspal Soekarno-Hatta akan tetap menjadi "jalur tengkorak" yang menanti nyawa lainnya.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 09:55

Hikayat Stasiun Kereta Api di Padang Panjang

dari awal berjalannya kereta api Padang Panjang sampai Berhentinya beroperasinya kereta api Padang Panjang

Stasiun Kereta Api Padang Panjang. (atourin.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 06:51

Reaktivasi SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat

Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat dalam pendidikan. Masyarakat tidak ingin ada beban biaya lagi dalam menuntut pendidikan

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:41

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Lukisan-lukisan yang kini kita kenal, menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari.

Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)