Lava Lembar Batutemplek Cisanggarung, Bukan dari Letusan Efusif Gunung Sunda

5 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Batutemplek Cisanggarung merupakan lava yang melembar. (Sumber: Herlina)
Batutemplek Cisanggarung merupakan lava yang melembar. (Sumber: Herlina)

Dinding batu megah berwarna tanah. Tinggi dindingnya antara 35 m hingga 45 m. Semakin mendekat, semakin mengagumkan, dan semakin nyata adanya retakan-retakan yang memanjang, sejajar dengan permukaan lereng gunung, tempat lava itu mengalir. Garis-garis retakannya ada yang sebesar rambut hingga 2 mm. Ketebalan lembaran lavanya beragam, ada yang 3 cm, 4 cm, 8 cm, 20 cm, 40 cm, 50 cm, 120 cm, dan ada yang 2,5 m, pasti lebih, karena tidak diketahui berapa puluh cm lagi yang masih tertutup lava di bawahnya. Demikian juga lebarnya, mulai selebar telapak tangan, hingga sedepa.

Masyarakat menyebutnya batutemplek, batutempel, batu yang biasa ditempelkan menjadi eksterior dinding rumah atau gedung dan pagar. 

Sekarang, bekas galian batu ini menjadi tempat wisata alam dan berlatih panjat dinding alami. Lokasi di Kampung Cisanggarung Legok, Desa Cikadut, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung.

Batutempplek ini merupakan lava lembar yang mengalir sejauh 3 km – 6 km dari pusat letusannya, yang berada di sebelah utara. Kalau mengamati ronabuminya, di utara lokasi batutemplek ini setidaknya terdapat dua fosil kaldera gunungapi. Pertama kaldera yang diameternya sekitar lima km. Sebagai penandanya, di lingkaran kalderanya tumbuh kerucut baru yang bernama Gunung Buluh (+1.293 m) di sebelah barat, dan di sebelah timurnya ada Bukit Tunggul (+2.206 m). Kedua, bersebelahan dengan kaldera di sisi baratnya, yaitu kaldera dengan diameter sekitar tiga km. Sebagai penandanya, di lingkaran kalderanya tumbuh kerucut baru yang bernama Bukit Tunggul (+2.206 m) di sebelah barat, dan di sebelah timur tumbuh Gunung Pangparang (+1.957 m), di selatan ada Gunung Patokbeusi (+1.557 m), dan Gunung Palasari (+1.859 m). Lereng gunung yang jatuh ke selatan terpatahkan oleh Patahan Lembang bagian timur. Kedua, gunungapi purba ini lerengnya menurun ke selatan. Bagian utara dari garis patahan, turun hingga mencapai kedalaman 313 m, 375 m, dengan dinding patahan terdalamnya mencapai 411 m. Sejajar dengan garis patahan itu mengalir Ci Kapundung berarah timur – barat hingga di Maribaya, kemudian berbelok ke selatan. 

Bila mendalami geomorfologi Bandung utara sisi timur, pastilah tidak akan berkesimpulan bahwa batutemplek ini mengalir dari Gunung Sunda atau Gunung Tangkubanparahu yang jaraknya sekitar 14 km, seperti disampaikan oleh para ahli yang membawa mahasiswanya ke sana. Sebab lava itu bersifat cair, jadi pastilah akan menuju titik terendah dalam pengalirannya. Misalnya, lava dari komplek Gunung Tangkubanparahu ini pastilah hanya mengalir ke selatan melalui aliran Ci Bodas, Ci Hideung, Ci Beureum, Ci Hujung, Ci Kapundung. Dan ke utara mengalir di Ci Kanyere, Ci Muja.

Juga, lava Batutemplek itu bukan mengalir dari Gunung Manglayang (+1.824 m). Karena antara Gunung Palasari (1.859 m) dan Gunung Manglayang dipisahkan oleh lembah yang dalam, dan tidaklah mungkin lava dapat memotong punggungan gunung yang bergelombang ke arah baratdaya, ke arah Batutemplek.

Saya menduga, bahwa lava lembar di Batutemplek Cisanggarung itu berasal dari letusan efusif gunungapi purba yang jejak kalderanya dituliskan di atas. 

1,5 km sebelah barat Gunung Palasari, terdapat lengkungan dengan titik tinggi +1.513 m dpl, +1.611 m dpl, +1.575 m dpl, di bagian dalamnya membentuk amblesan selebar 3 km yang lerengnya menurun ke selatan. Inilah bagian hulu dari aliran lava lembar Batutemplek. Sekarang kawasan itu menjadi wilayah Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Ronabumi alaminya menurun ke selatan, masuk ke wilayah Desa Cikadut, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Di dua desa itulah terdapat lava lembar yang panjang dan tebal. 

Sebagai penanda kawasan, di dua wilayah itu terdapat toponim, di antaranya: Mekarmanik, Lemburlebak, Merakdampit, Tutupan, Cicayur, Pondokbuahbatu, Singkur, Parabonan, Cikawari Tonggoh, Waas, Tareptep, Cikored, Cibanteng, Arcamanik, Cisanggarung Tonggoh, Cisanggarung Legok. Sungai yang mengalir di lembah-lembah di dua desa itu seperti: Ci Paheut, Ci Saranten, Ci Kawari, dan Ci Sanggarung.

Batutemplek itu lava dari letusan efusif, yang terjadi karena kekentalan magmanya rendah, sehingga menjadi encer. Juga tekanan gas di dalam magmanya lemah, sehingga tidak cukup tenaga untuk memicu ledakan besar. Material letusan efusif didominasi oleh lava pijar yang keluar dari kawah kemudian mengalir menuruni lereng.

Batutemplek (sheeting joint atau Platy joint), merupakan retakan melembar yang terbentuk pada saat lava mengalir menuruni lereng, dan penyusutan volume batuan pada saat proses pendinginan. Gaya gravitasi akan menarik masa lava menuruni lereng. Terdapat perbedaan yang menyolok antara bagian luar lava yang cepat mendingin, dan bagian dalam lava yang masih panas. Akibatnya ketika lava panas kental menuruni lereng secara plastis atau lentur, akan terjadi tarikan atau regangan. Regangan geser pada aliran lava merupakan perubahan bentuk pada tubuh lava akibat bagian atasnya mengalir lebih cepat daripada bagian bawah yang tertahan oleh bergesekan dengan lereng. Bila telah melampaui daya elastisitasnya, akan terjadi retak yang memanjang, yang sejajar dengan permukaan lereng. Batutemplek itu berbentuk lembaran berlapis, 

Lava melembar atau batutemplek, merujuk pada lembaran-lembaran lava bagian aliran lava paling atas, antara 0 m – 10 m yang paling cepat membatu, sehingga ketebalan lembarannya paling tipis, antara 2 cm – 5 cm. Pada kedalaman ini tekanan vertikalnya nol, sedangkan tekanan horizontal maksimal. Bagian tengah aliran lava antara 11 m – 30 m, membentuk ketebalan lembar lava antara 1 m hingga 5 m. Pada kedalaman ini mulai mendapat tekanan vertikal dari batuan di atasnya, namun efek suhu luar menghilang. Dan kedalaman aliran lava antara 31 m – 50 m, tebal lembar lavanya antar 5 m – 15 m. Tekanan batuan atas sangat tinggi, menahan pemuaian, dan menghentikan pembentukan retakan. Di bawah kedalaman 50 m lavanya masih, tanpa terjadinya retakan.

Bila mengacu pada patokan di atas, dengan ketebalan lembaran batutemplek antara 3 cm sampai 2,5 m, dapat diduga, ketebalan aliran lava Cigarunggang antara 35 m hingga 45 m, atau lebih. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Okt 2026, 20:08

Sepuluh Tahun Wacana: Lampu Merah Soekarno-Hatta Menunggu Jawaban

Lampu merah Kiaracondong disebut jenuh sejak 2016, dan hingga kini masih bisa mencapai 12 menit. Mengapa solusi struktural belum juga datang?

Lampu merah Kiaracondong. (Sumber: Harun Yahya)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 19:29

Membangun Budaya K3 untuk Mencegah Kebakaran di Kota Bandung

Dengan budaya K3 yang kuat, pelatihan APAR yang tepat, dan partisipasi masyarakat, Kota Bandung lebih aman dari ancaman kebakaran.

Apel kesiapan petugas damkar kota Bandung. (Sumber: Bandung.go.id)
Sejarah 22 Okt 2026, 12:36

Hikayat Resolusi Jihad dan Lahirnya Hari Santri

Resulusi Jihad menjadi pembakar jiwa nasionalisme para santri untuk mempertahankan kemerdekaan. Resolusi yang dikeluarkan pada 22 Oktober 1945 saat ini diperingati sebagai Hari Santri Nasional

Ilustrasi Resolusi Jihad yang menjadi latar belakang diperingatinya Hari Santri Nasional (Foto: artificial intelligence)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 09:04

Polisi, Massa Hitam, dan Keamanan Kota Bandung

Dalam merespon demonstrasi, kemampuan membedakan aksi damai dan serangan terorganisir sangat penting.

Massa yang terdiri dari mahasiswa dan elemen masyarakat menggelar demo di sekitar Tugu Simpang Lima, Kota Bandung, pada Selasa (20/10/2026) sore (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 07:54

Menilik Komitmen Green Campus UIN SGD Bandung di Tengah Dominasi Kendaraan Pribadi

Kampus tidak hanya berfungsi sebagai ruang untuk mengembangkan pengetahuan, tapi juga menjadi tempat di mana kesadaran ekologis harus ditanamkan.

Suasana salah satu parkiran UIN SGD Bandung Kampus 1 di siang hari, Selasa (5/5/2026). (Foto: Meyliana Sofiyanti)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:53

Gambut Oh Gambut

Ulasan tentang tanah gambut

Gambut oh Gambut (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:12

Darurat Curanmor di Peundeuy Cicalengka: Saatnya Pemilik Kontrakan Bertanggung Jawab

Maraknya kasus curanmor hingga 7-10 per bulan di Peundeuy Cicalengka menuntut pergerakan pemilik kontrakan agar lebih tegas dan serius dalam mendata identitas penghuni baru.

Bisnis kontrakan daerah Peundeuy, Cicalengka. (Sumber: Pribadi | Foto: Intan oktari ramadhani)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 18:16

Lawan Arah Bukan Jalan Pintas: Saatnya Tertib di Jalan Rancaekek

Kebiasaan berbahaya pesepeda motor yang melawan arah di Jalan Raya Bandung–Garut, Rancaekek.

para pengendara yang melawan arus di Rancaekek. (Sumber: Ayojelajah.id)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 17:03

Selamat Ulang Tahun Lembang ke-144

Tahun ini, Lembang menginjak usia 144 tahun, tepat pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Komunitas pelajar pecinta seni dan budaya, sesaat setelah penampilan sendra tari "Lembang Bihari ka Lembang Kiwari". (Sumber: Indra Riyadi)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 16:22

Ketika Muhammad Ali Datang ke Indonesia

Di antara beragam berita yang tersaji, satu judul tampil mencolok dan menarik perhatian yaitu kedatangan petinju legendaris dunia, Muhammad Ali, ke Indonesia.

Halaman muka surat kabar Swadesi edisi 20 Oktober 1973, yang menampilkan berita utama tentang kedatangan petinju legendaris dunia, Muhammad Ali, ke Indonesia. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 15:02

Membudayakan Berwisata ke Museum

Andai museum tidak didirikan, bagaimana kita bisa mengetahui sejarah kehidupan manusia?

Museum Sri Baduga menggelar Expo Pancarakén Sri Baduga 2023, Jalan BKR, Kota Bandung, Jumat, 23 Juni 2023. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Alfarisi)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 14:38

Tong Gengsi Atuh ... Berbahasa Sunda

Para keluarga muda Sunda sering terlihat menggunakan bahasa Indonesia dari pada bahasa Sunda saat berkomunikasi dengan anaknya sejak usia balita.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 13:05

Mabit, Camp, dan Al-Jabbar

Tugas orang tua bukan hanya memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik, melainkan menemani (membersamai) mereka untuk menemukan makna terdalam dari setiap aktivitas pengalaman berharganya.

Foto bersama guru, siswa kelas 6 saat mengikuti Al-Amanah Spiritual Camp di Al Jabbar, Jumat-Sabtu. (16-17/10/2026). (Sumber: Grup WAG Kelas 6)
Linimasa 21 Okt 2026, 10:53

Jelajah Citarum Saat Musim Kemarau

Saat musim kemarau, debit Citarum susut drastis dengan warna air menghitam. Namun masih dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mencari nafkah

Kondisi debit air Sungai Citarum yang menyusut disaat musim kemarau (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 08:01

Andai Kota Bandung Tidak Macet seperti Kota Cirebon

Pengalaman saya menjelajahi lalulintas di Kota Cirebon membawa saya kepada kerinduan terhadap Kota Bandung yang tertib dan minim kemacetan

Sebagian banyak Jalanan di Kota Cirebon terpantau lebih lancar. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 07:41

Mengapa Mahasiswa Pasundan Memberi Rapor Merah untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran?

Rapor merah perlu dibaca sebagai desakan agar angka statistik pemerintah jangan sampai menutupi pengalaman warga yang belum ikut merasakan perbaikan kehidupan.

Mahasiswa melakukan aksi protes dua tahun kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 20:06

Downgrade Lifestyle: Strategi Bertahan Warga in This Economy

Fenomena downgrade lifestyle tengah menjadi perbincangan warga, tapi apa sih fenomena downgrade lifestyle ini dan apa bagaimana kita menyikapinya?

Ilustrasi sepasang muda-mudi di Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: arvi refo)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 19:15

Kemacetan Bunderan Cibiru Tak Kunjung Usai, Persoalannya Bukan Hanya pada Bundaran?

Mengurai benang kusut Bunderan Cibiru tak cukup hanya fokus di satu titik saja, melainkan menangani rangkaian penyebab sebelum kendaraan sampai di sana.

Kondisi lalu lintas di jalur Cibiru-Cileunyi saat jam sibuk sore, pukul 16.40 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Adisty Dhona Restu Ramadhani)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 18:08

Kenapa Jawa Barat Mengalami Dampak PHK Terbesar (Bagian 2)

Acapkali PHK tidak dapat dihindari, tetapi bagaimana mencari solusi sosial akibat dampak PHK tersebut. Ketika industri melemah seharusnya kehidupan ekonomi masyarakat tidak boleh terhenti.

Ilustrasi buruh perempuan. (Sumber: a | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 17:09

Wisata Jalan Kaki Melihat Jejak Sejarah Gedung Bank Indonesia

Gedung Bank Indonesia menghadirkan sejarah perbankan, arsitektur, dan perkembangan ekonomi. Sedangkan Taman Balai Kota menawarkan ruang terbuka hijau.

Gedung bersejarah Bank Indonesia di Kota Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)