Lava Lembar Batutemplek Cisanggarung, Bukan dari Letusan Efusif Gunung Sunda

5 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Batutemplek Cisanggarung merupakan lava yang melembar. (Sumber: Herlina)
Batutemplek Cisanggarung merupakan lava yang melembar. (Sumber: Herlina)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Batutemplek Cisanggarung diduga berasal dari gunungapi purba di Bandung utara, bukan dari Gunung Sunda, Tangkubanparahu, maupun Gunung Manglayang seperti anggapan yang selama ini disampaikan.

  • Lava lembar terbentuk melalui letusan efusif, ketika magma yang encer mengalir mengikuti kemiringan lereng dan kemudian membentuk retakan memanjang akibat proses pendinginan serta penyusutan batuan.

  • Bentang alam dan jejak geologi di sekitar Cikadut–Mekarmanik menjadi petunjuk asal lava, termasuk keberadaan fosil kaldera, pola lereng, patahan, serta aliran sungai yang menunjukkan arah pergerakan lava ke selatan.

Dinding batu megah berwarna tanah. Tinggi dindingnya antara 35 m hingga 45 m. Semakin mendekat, semakin mengagumkan, dan semakin nyata adanya retakan-retakan yang memanjang, sejajar dengan permukaan lereng gunung, tempat lava itu mengalir. Garis-garis retakannya ada yang sebesar rambut hingga 2 mm. Ketebalan lembaran lavanya beragam, ada yang 3 cm, 4 cm, 8 cm, 20 cm, 40 cm, 50 cm, 120 cm, dan ada yang 2,5 m, pasti lebih, karena tidak diketahui berapa puluh cm lagi yang masih tertutup lava di bawahnya. Demikian juga lebarnya, mulai selebar telapak tangan, hingga sedepa.

Masyarakat menyebutnya batutemplek, batutempel, batu yang biasa ditempelkan menjadi eksterior dinding rumah atau gedung dan pagar. 

Sekarang, bekas galian batu ini menjadi tempat wisata alam dan berlatih panjat dinding alami. Lokasi di Kampung Cisanggarung Legok, Desa Cikadut, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung.

Batutempplek ini merupakan lava lembar yang mengalir sejauh 3 km – 6 km dari pusat letusannya, yang berada di sebelah utara. Kalau mengamati ronabuminya, di utara lokasi batutemplek ini setidaknya terdapat dua fosil kaldera gunungapi. Pertama kaldera yang diameternya sekitar lima km. Sebagai penandanya, di lingkaran kalderanya tumbuh kerucut baru yang bernama Gunung Buluh (+1.293 m) di sebelah barat, dan di sebelah timurnya ada Bukit Tunggul (+2.206 m). Kedua, bersebelahan dengan kaldera di sisi baratnya, yaitu kaldera dengan diameter sekitar tiga km. Sebagai penandanya, di lingkaran kalderanya tumbuh kerucut baru yang bernama Bukit Tunggul (+2.206 m) di sebelah barat, dan di sebelah timur tumbuh Gunung Pangparang (+1.957 m), di selatan ada Gunung Patokbeusi (+1.557 m), dan Gunung Palasari (+1.859 m). Lereng gunung yang jatuh ke selatan terpatahkan oleh Patahan Lembang bagian timur. Kedua, gunungapi purba ini lerengnya menurun ke selatan. Bagian utara dari garis patahan, turun hingga mencapai kedalaman 313 m, 375 m, dengan dinding patahan terdalamnya mencapai 411 m. Sejajar dengan garis patahan itu mengalir Ci Kapundung berarah timur – barat hingga di Maribaya, kemudian berbelok ke selatan. 

Bila mendalami geomorfologi Bandung utara sisi timur, pastilah tidak akan berkesimpulan bahwa batutemplek ini mengalir dari Gunung Sunda atau Gunung Tangkubanparahu yang jaraknya sekitar 14 km, seperti disampaikan oleh para ahli yang membawa mahasiswanya ke sana. Sebab lava itu bersifat cair, jadi pastilah akan menuju titik terendah dalam pengalirannya. Misalnya, lava dari komplek Gunung Tangkubanparahu ini pastilah hanya mengalir ke selatan melalui aliran Ci Bodas, Ci Hideung, Ci Beureum, Ci Hujung, Ci Kapundung. Dan ke utara mengalir di Ci Kanyere, Ci Muja.

Juga, lava Batutemplek itu bukan mengalir dari Gunung Manglayang (+1.824 m). Karena antara Gunung Palasari (1.859 m) dan Gunung Manglayang dipisahkan oleh lembah yang dalam, dan tidaklah mungkin lava dapat memotong punggungan gunung yang bergelombang ke arah baratdaya, ke arah Batutemplek.

Saya menduga, bahwa lava lembar di Batutemplek Cisanggarung itu berasal dari letusan efusif gunungapi purba yang jejak kalderanya dituliskan di atas. 

1,5 km sebelah barat Gunung Palasari, terdapat lengkungan dengan titik tinggi +1.513 m dpl, +1.611 m dpl, +1.575 m dpl, di bagian dalamnya membentuk amblesan selebar 3 km yang lerengnya menurun ke selatan. Inilah bagian hulu dari aliran lava lembar Batutemplek. Sekarang kawasan itu menjadi wilayah Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Ronabumi alaminya menurun ke selatan, masuk ke wilayah Desa Cikadut, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Di dua desa itulah terdapat lava lembar yang panjang dan tebal. 

Sebagai penanda kawasan, di dua wilayah itu terdapat toponim, di antaranya: Mekarmanik, Lemburlebak, Merakdampit, Tutupan, Cicayur, Pondokbuahbatu, Singkur, Parabonan, Cikawari Tonggoh, Waas, Tareptep, Cikored, Cibanteng, Arcamanik, Cisanggarung Tonggoh, Cisanggarung Legok. Sungai yang mengalir di lembah-lembah di dua desa itu seperti: Ci Paheut, Ci Saranten, Ci Kawari, dan Ci Sanggarung.

Batutemplek itu lava dari letusan efusif, yang terjadi karena kekentalan magmanya rendah, sehingga menjadi encer. Juga tekanan gas di dalam magmanya lemah, sehingga tidak cukup tenaga untuk memicu ledakan besar. Material letusan efusif didominasi oleh lava pijar yang keluar dari kawah kemudian mengalir menuruni lereng.

Batutemplek (sheeting joint atau Platy joint), merupakan retakan melembar yang terbentuk pada saat lava mengalir menuruni lereng, dan penyusutan volume batuan pada saat proses pendinginan. Gaya gravitasi akan menarik masa lava menuruni lereng. Terdapat perbedaan yang menyolok antara bagian luar lava yang cepat mendingin, dan bagian dalam lava yang masih panas. Akibatnya ketika lava panas kental menuruni lereng secara plastis atau lentur, akan terjadi tarikan atau regangan. Regangan geser pada aliran lava merupakan perubahan bentuk pada tubuh lava akibat bagian atasnya mengalir lebih cepat daripada bagian bawah yang tertahan oleh bergesekan dengan lereng. Bila telah melampaui daya elastisitasnya, akan terjadi retak yang memanjang, yang sejajar dengan permukaan lereng. Batutemplek itu berbentuk lembaran berlapis, 

Lava melembar atau batutemplek, merujuk pada lembaran-lembaran lava bagian aliran lava paling atas, antara 0 m – 10 m yang paling cepat membatu, sehingga ketebalan lembarannya paling tipis, antara 2 cm – 5 cm. Pada kedalaman ini tekanan vertikalnya nol, sedangkan tekanan horizontal maksimal. Bagian tengah aliran lava antara 11 m – 30 m, membentuk ketebalan lembar lava antara 1 m hingga 5 m. Pada kedalaman ini mulai mendapat tekanan vertikal dari batuan di atasnya, namun efek suhu luar menghilang. Dan kedalaman aliran lava antara 31 m – 50 m, tebal lembar lavanya antar 5 m – 15 m. Tekanan batuan atas sangat tinggi, menahan pemuaian, dan menghentikan pembentukan retakan. Di bawah kedalaman 50 m lavanya masih, tanpa terjadinya retakan.

Bila mengacu pada patokan di atas, dengan ketebalan lembaran batutemplek antara 3 cm sampai 2,5 m, dapat diduga, ketebalan aliran lava Cigarunggang antara 35 m hingga 45 m, atau lebih. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 06 Sep 2026, 15:23

Lava Lembar Batutemplek Cisanggarung, Bukan dari Letusan Efusif Gunung Sunda

Lava lembar Batutemplek Cisanggarung diduga merupakan jejak letusan efusif gunungapi purba yang mengalir mengikuti bentang alam Bandung utara dan membentuk lapisan batuan berlembar.

Batutemplek Cisanggarung merupakan lava yang melembar. (Sumber: Herlina)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 12:50

Harmoni Rempah dari Rumah Tua: Dokumentasi Rasa dan Kedermawanan Meja Makan Keluarga Arab-Bogor

Kuliner Arab-Bogor menjadi warisan budaya yang menjaga memori keluarga melalui rempah, teknik memasak tradisional, dan adaptasi bahan lokal.

Buku berjudul "30 Resep Masakan Arab Rumahan" karya Balqies Batarfie yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, tahun 2014. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 09:15

Harpelnas: Bangkitkan Senyum Pelanggan di Bandung

Tema Harpelnas 2026 sangat relevan untuk perkembangan perekonomian Bandung.

Ilustrasi peringatan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 (Sumber: Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 18:01

Dari Teknologi Maritim ke Instagram: Cara Kapal Selam Diperkenalkan ke Publik

Komunikasi digital yang efektif bukan hanya soal pesan yang konsisten, tetapi juga bagaimana pesan tersebut disesuaikan dengan karakter setiap platform.

Ilustrasi Kapal Selam. (Sumber: Garda Bima Brimantara | Foto: Garda Bima Brimantara)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 17:03

Dari Layar ke Media Sosial: Cara Film Animasi Membangun Percakapan

Disney dan Pixar menerapkan strategi komunikasi pemasaran terpadu melalui berbagai platform digital untuk memaksimalkan publikasi global dari film animasi Inside Out 2.

Film animasi "Inside Out 2". (Sumber: Walt Disney Studios Motion Pictures)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 16:00

Mengulas Strategi Komunikasi Digital Pembentukan Opini Publik pada Publikasi Produk Fashion

Strategi komunikasi digital menyesuaikan karakter setiap platform, tetapi tetap menjaga konsistensi pesan untuk membentuk identitas produk dan pemahaman publik.

Ilustrasi produk fashion.
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 15:20

Menyusuri Jejak Peristiwa Era 80-an dalam Lembaran Majalah Zaman

Majalah Zaman edisi 1984 bukan sekadar bacaan lama, melainkan rekaman suasana, budaya, dan cara pandang masyarakat Indonesia pada sebuah masa yang kini telah berlalu.

Majalah Zaman edisi September 1984, terbit sekitar 42 tahun silam. Sampul mukanya menampilkan lukisan bergaya airbrush penyanyi asal Cimahi, Ria Angelina, yang menjadi salah satu wajah hiburan populer pada era 1980-an. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 13:11

R. Ipik Gandamana Sumawinata Layak sebagai Pahlawan Nasional dari Jawa Barat asal Purwakarta

R. Ipik Gandamana Sumawinata, tokoh pejuang asal Purwakarta, mantan Gubernur Jawa Barat dan Menteri Dalam, layak menyandang gelar Pahlawan Nasional.

R. Ipik Gandamana Sumawinata, tokoh pejuang asal Purwakarta, mantan Gubernur Jawa Barat dan Menteri Dalam, layak menyandang gelar Pahlawan Nasional. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 10:29

Spiderman, Perdamaian, dan Pahlawan

Segala penghargaan bisa disimpan di lemari. Piala bisa berdebu. Piagam bisa menguning. Justru nilai-nilai kebaikan yang diwariskan kepada generasi berikutnya bisa hidup jauh lebih lama. Selamat Kang!

Spider-Man: No Way Home menjadi tonggak baru penayangan film di era pandemi Covid-19 dengan memecahkan rekor penjualan di pekan debutnya. (Sumber: Columbia Pictures/Marvel Studios/Matt Kennedy)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 07:46

KDM Ada di Mana-mana, Jawa Barat Ada di Mana?

Sebesar apa pun panggung nasional yang dimasukinya, mandat KDM tetap berada di Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam sebuah acara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 20:55

Adakah Solusi Masalah Kualitas Udara di Lingkungan Sekolah?

Sebagian besar sekolah negeri di Bandung masih mengandalkan ventilasi alami,

Ilustrasi masalah kualitas udara di ruang kelas di kota Bandung (Sumber: kreasi dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 17:41

200 Ikon Bandung #1 Mahanagari

Mahanagari pernah menjadi salah satu cara kreatif mengenalkan identitas dan kebanggaan terhadap Bandung melalui desain, komunitas, dan kearifan lokal.

Sebuah buku yang berjudul 200 ikon Bandung. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 15:30

Esti Bhakti Warapsari Representasi Perempuan Berdaya

Stigma perempuan tidak bisa masuk ke ruang yang maskulin, ternyata dapat dibantahkan. Tahun 1948 tepatnya tanggal 1 bulan September, merupakan sejarah yang tidak dapat terhapuskan.

Stigma perempuan tidak bisa masuk ke ruang yang maskulin, ternyata dapat dibantahkan. Tahun 1948 tepatnya tanggal 1 bulan September, merupakan sejarah yang tidak dapat terhapuskan. (Sumber: Pexels | Foto: Adi Pratama)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 13:35

Ketika Hutan Terbakar, Masa Depan Ikut Terbakar

Dampak terbesar dari kebakaran hutan adalah rusaknya lingkungan hidup. Hutan pada hakikatnya adalah sistem kehidupan secara simultan, maka keseimbangan ekologis juga adalah bagian masa depan.

Ilustrasi kebakaran hutan. (Sumber: Pexels | Foto: José Luis Photographer)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 12:04

Dampak Depresiasi Rupiah Terhadap Ketahanan Operasional dan Profitabilitas UMKM

Penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika merupakan sebuah fenomena ekonomi yang krusial yang sedang terjadi sekarang ini.

Penggunaan uang rupiah di ranah UMKM. (Sumber: Pexels | Foto: rakhmat suwandi)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 10:49

Wartawan Kok Minta Uang, Inilah yang Membuat Profesi Jurnalis Terancam

Sebuah kartu pers, nama media, dan kemungkinan sebuah berita yang ditayangkannya dapat menimbulkan tekanan sosial yang besar.

Aksi solidaritas atas kekerasan terhadap Jurnalis di Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 09:14

Pentingnya Penerapan Aset Tetap untuk Menjaga Keberlanjutan Usaha Kecil dan Menengah di Indonesia

Banyak UMKM di Indonesia yang mengalami kerugian hingga berakhir bangkrut akibat minimnya pengetahuan dalam mengelola aset tetap.

Pedagang beras melayani pembeli di Pasar Sederhana, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 18:53

Perang Kata-Kata

Hal ini terjadi diantara perang bersenjata antara AS, Israel, dan Iran yang berlangsung sejak awal tahun 2026.

Peta yang memuat Timur Tengah, Asia Barat, dan Afrika, dengan Iran dan Israel di dalamnya. (Sumber: Pexels/Anthony Beck)
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 17:05

‘Jomblo’: Kisah Lajang yang Mencari Cinta di Soreang, Banjaran, dan  Pangalengan

Kata jomblo diserap dari bahasa Sunda yang awalnya bermakna ‘gadis tua atau barang dagangan yang belum laku’.

Lagu "Jomblo" yang dipopulerkan dan diciptakan oleh Yayan Jatnika diperkirakan dirilis secara digital antara tahun 2016–2017 melalui album kompilasi “Pria Unggulan Pop Sunda”. (Sumber: Youtube)
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 16:28

Membuka Nostalgia Lewat Kartu Pilihan Pendengar di Radio Bandung

Di balik kartu pilihan lagu dan suara penyiar, radio pada masanya menjadi ruang perjumpaan yang menghubungkan pendengar, persahabatan, dan kenangan hingga melampaui batas kota.

Sejumlah kartu pilihan pendengar yang pernah diterbitkan oleh berbagai stasiun radio sebagai bagian dari interaksi dan kedekatan radio dengan para pendengarnya. (Sumber: Foto dan dokumentasi Kin Sanubary)