Harmoni Rempah dari Rumah Tua: Dokumentasi Rasa dan Kedermawanan Meja Makan Keluarga Arab-Bogor

7 menit baca
Badiatul Muchlisin Asti
Ditulis oleh Badiatul Muchlisin Asti diterbitkan
Buku berjudul "30 Resep Masakan Arab Rumahan" karya Balqies Batarfie yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, tahun 2014. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Buku berjudul "30 Resep Masakan Arab Rumahan" karya Balqies Batarfie yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, tahun 2014. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Rumah tua menjadi ruang pelestarian kuliner Arab-Bogor, dengan tradisi memasak keluarga yang diwariskan selama lebih dari 150 tahun.

  • Kekuatan masakan terletak pada racikan rempah dan teknik tradisional, mulai dari penggunaan lumpang besi hingga pengolahan daging dan jerohan secara khusus.

  • Jamuan Arab-Bogor memadukan kemurahan hati dan adaptasi lokal, terlihat dari aneka nasi, lauk, serta kudapan seperti Asidah yang menggunakan gula merah Bogor sebagai pengganti sari kurma.

Dokumentasi kuliner rumahan bukan sekadar penyusunan daftar resep, melainkan upaya memelihara memori kolektif dan identitas budaya yang berkelindan dengan sejarah bangsa. Dalam lanskap gastronomi Indonesia, dapur komunitas Arab-Bogor menawarkan narasi yang kaya akan keteguhan tradisi.

Jangkar autentisitasnya tertanam kuat di sebuah rumah berusia lebih dari 150 tahun di samping Stasiun Bogor. Memasuki rumah tua ini adalah sebuah perjalanan sensorik. Aroma bangunan kuno yang eksotis berpadu harmonis dengan wangi ketumbar sangrai, menciptakan atmosfer yang menggugah indra dan seolah membawa kita melintasi waktu satu setengah abad.

Autentisitas narasi ini makin sah lewat sosok Balqies Batarfie, penjaga nyala dapur keluarga sekaligus pemilik Katering Kenanga. Selama lebih dua dekade, kepiawaian Balqies telah diakui hingga ke lingkaran utama kenegaraan, hingga ia dipercaya melayani kebutuhan konsumsi di Istana Bogor.

Reputasi tersebut memberi dimensi prestise pada setiap resep yang ia bagikan; menghadirkan standar rasa kualitas Istana yang tetap berakar pada kehangatan masakan ibu. Setiap hidangan yang lahir dari dapur ini adalah sebuah pernyataan seni budaya yang matang, dengan kekuatan yang bertumpu pada penguasaan elemen paling fundamental dalam masakan Arab: harmoni rempah-rempah.

Rahasia Bumbu dan Teknik Dasar Masakan Arab

Kompleksitas bumbu dalam masakan Arab tidak sekadar berfungsi sebagai pemberi rasa, melainkan kartu identitas budaya yang membedakan warisan satu keluarga dengan lainnya. Dalam tradisi keluarga Batarfie, bumbu diperlakukan dengan penuh penghormatan melalui penggunaan lumpang besi kuno yang masih dipertahankan hingga kini. Meski teknologi modern menawarkan kemudahan blender, tekanan manual dari lumpang besi diyakini mampu memicu keluarnya minyak esensial rempah secara sempurna. Proses ini menghasilkan aroma yang jauh lebih kaya dan "hidup" tanpa bantuan penyedap rasa buatan.

Keluarga Batarfie mengenal dua jenis racikan bumbu rempah dasar. Racikan pertama menggunakan bahan utama ketumbar sebanyak 200 gram dan kapulaga 40 gram, yang dipadukan dengan cengkih, kayu manis, biji pala, merica, kelabet, serta adas utuh masing-masing 10 gram. Pengolahannya dimulai dengan menyangrai ketumbar di atas api kecil hingga matang, lalu memasukkan rempah tambahan dan menyangrainya kembali selama 10 menit. Setelah itu, campuran ini dihaluskan dan disaring hingga empat kali.

Sementara itu, racikan kedua bertumpu pada 100 gram ketumbar kasar dan 50 gram jintan kasar. Ketumbar disangrai hingga kering tetapi tidak gosong, dilanjutkan dengan memasukkan jintan selama dua menit, lalu dihaluskan dan disaring tiga hingga empat kali. Agar aroma kedua racikan bumbu ini tetap tajam dan tahan lama, rahasianya terletak pada penyimpanan di dalam botol kedap udara yang ditaruh di dalam freezer.

Sebagai pelengkap protein utama, pengolahan daging dan jerohan memerlukan ketelitian teknis yang menjadi pembeda antara juru masak amatir dan ahli gastronomi. Langkah awal dimulai dari pemilihan daging yang berwarna merah jambu, bertekstur kering, dan tidak berbau menyengat. Demi mendapatkan tekstur yang paling empuk, pilihlah kambing Balibul (bawah lima bulan) dengan berat ideal 3,5 hingga 4 kilogram.

Selanjutnya, terdapat satu aturan penting; daging kambing haram hukumnya dicuci dengan air karena hanya akan memicu timbulnya aroma "prengus". Daging cukup dibersihkan menggunakan serbet bersih. Terakhir, lakukan proses perebusan tingkat lanjut dengan memasukkan daging ke dalam air biasa, lalu merebusnya hingga mendidih dan busa terangkat untuk segera dibuang.

Khusus untuk jerohan dan kepala, proses perebusan awal ini wajib dilakukan selama 10 menit, dibuang airnya, dan diulang sebanyak dua kali lagi—sehingga total mengalami tiga kali perebusan demi menjamin kebersihan dan kesegaran rasa. Penguasaan pada teknik dasar dan ketajaman bumbu inilah yang menjadi fondasi utama dalam melahirkan hidangan-hidangan megah khas Arab.

Keagungan Aneka Nasi dan Lauk Pauk Ikonik

Dalam hierarki jamuan Arab, nasi dan daging menempati posisi sentral sebagai simbol kemurahan hati tuan rumah. Porsi yang melimpah bukan sekadar urusan memuaskan selera, melainkan bentuk penghormatan tertinggi bagi para tamu yang berkunjung.

Kehangatan jamuan ini dihidupkan oleh aneka olahan nasi yang khas. Ada Nasi Mandhi yang menjadi primadona lewat teknik pengasapan arang diperciki minyak samin, serta sentuhan akhir taburan saffron yang memberi rona kuning keemasan yang elegan.

Nasi Mandhi Spesial Arab dari Kenanga Catering menghadirkan kelezatan Timur Tengah untuk acara tematik. (Sumber: www.kenangacatering.com)
Nasi Mandhi Spesial Arab dari Kenanga Catering menghadirkan kelezatan Timur Tengah untuk acara tematik. (Sumber: www.kenangacatering.com)

Lalu ada Nasi Tomat yang menawarkan keseimbangan rasa asam dan gurih dari perpaduan pasta tomat serta tomat segar halus. Tak ketinggalan Nasi Kebuli sebagai varian paling kaya rasa, di mana beras basmati dimasak bersama santan atau susu cair demi mencapai tingkat kegurihan maksimal yang menyatu sempurna dengan racikan bumbu rempah dasar.

Keagungan hidangan nasi tersebut makin lengkap saat bersanding dengan aneka olahan lauk berempah. Pilihannya mulai dari Marag, sup kambing berkuah hangat yang kaya jahe dan kunyit, hingga Gulai Kambing yang menawarkan tekstur pekat berkat paduan santan kental dan daun kare.

Bagi pencinta tekstur yang lebih padat, Kambing Oven beroleskan margarin dan kecap manis menyajikan sentuhan gurih-manis yang menggugah selera. Untuk menyeimbangkan pekatnya olahan daging, keluarga Batarfie selalu menyajikan Acar Zalatah yang unik dengan campuran nanas, atau Acar Putih yang segar berkat perasan jeruk nipis.

Seni Kudapan: Manis dan Gurih dalam Tradisi Arab-Bogor

Kudapan dalam tradisi Arab-Bogor merupakan bentuk adaptasi budaya yang cerdas, tempat bahan-bahan lokal Bogor bertaut erat dengan filosofi kuliner Timur Tengah. Penggunaan rempah seperti jintan hitam (habbatussauda) dan adas manis tidak hanya hadir sebagai penguat rasa yang khas, tetapi juga membawa nilai fungsional untuk menjaga kesehatan tubuh.

Keunikan tradisi ini tercermin jelas dari proses pembuatan setiap kudapannya. Salah satunya adalah Ka’ak, kue kering berembus aroma rempah hangat dari adas manis dan cengkih. Pembuatannya menuntut dedikasi tinggi karena adonan harus diistirahatkan selama 8 hingga 10 jam sebelum dibentuk menggunakan jepitan khusus. Ada pula Kamir, kue bertekstur empuk berbahan dasar tape yang memanfaatkan jintan hitam untuk memberi nilai tambah bagi kesehatan. Adonannya didiamkan selama 30 menit hingga mengembang sempurna sebelum dipanggang di atas cetakan loyang khusus.

Sentuhan adaptasi lokal makin terasa pada Asidah, sebuah mahakarya "Arab-Bogor". Jika di tanah asalnya Asidah diolah menggunakan sari kurma, dapur Batarfie menggantinya dengan gula merah lokal tanpa sedikit pun mengurangi tekstur kenyal-lembutnya yang khas. Kebanyakan jamuan ini kemudian ditutup dengan paduan rasa gurih dan manis yang seimbang melalui Samosa berbumbu rempah dasar yang padat daging, serta Kue Kurma yang menyajikan manisnya buah kurma di dalam balutan adonan renyah.

Diplomasi Meja Makan: Minuman Rempah dan Tradisi Menjamu

Pengalaman kuliner di kediaman Batarfie mencapai puncaknya pada filosofi menjamu tamu yang luar biasa hangat. Di rumah ini, siapa pun yang datang—baik sanak saudara maupun tamu asing—selalu dipersilakan makan tanpa perlu janji temu terlebih dahulu. Meja makan mereka bak panggung kedermawanan yang selalu siap sedia sepanjang tahun.

Sebagai pelengkap kehangatan jamuan, disajikan aneka minuman rempah khas yang berkhasiat. Ada Susu Rempah/Adas, perpaduan susu panas, jahe, dan adas manis sangrai yang ditujukan untuk memulihkan stamina sekaligus mengusir masuk angin. Lalu ada Kopi Bumbu, racikan kopi hitam yang direbus bersama spektrum rempah lengkap untuk memberikan kehangatan instan. Tak ketinggalan Manisan Jahe, olahan jahe yang dimasak berulang hingga mengental, menjadi teman sempurna saat disandingkan dengan teh pahit di sore hari.

Nilai nostalgia jamuan ini makin kental berkat penggunaan peranti makan warisan. Teko dan cangkir-cangkir kuno koleksi keluarga Ahmad Batarfie tidak hanya mempercantik tampilan, tetapi juga menambah wibawa estetika pada setiap sajian yang dihidangkan.

Kesan mendalam tentang tradisi ini turut diabadikan oleh Balqies Batarfie dalam bukunya, 30 Resep Masakan Arab Rumahan (Gramedia Pustaka Utama, 2014):

"Salah satu tradisi keluarga yang tetap dipertahankan hingga saat ini adalah tradisi menjamu tamu. Sejak penulis kecil dulu, jelas terekam dalam ingatannya, betapa ayah bundanya akan mempersilakan siapa pun yang datang ke rumahnya untuk makan. Siapa pun, baik sanak saudara dan handai taulan yang datang tanpa membuat perjanjian sebelumnya. Semua dipersilakan mengambil sendiri makanan yang disediakan tanpa dijatah dalam piring. Ini berlaku setiap waktu, sepanjang tahun, teristimewa saat bulan Ramadhan."

Dapur keluarga Batarfie pada akhirnya bukan sekadar tempat mengolah bumbu, melainkan sebuah benteng tradisi yang terus merawat ingatan dan kehangatan lintas generasi. Dari dentang lumpang besi kuno hingga keaslian rasa yang terjaga di meja makan, setiap olahan rempah menegaskan bahwa warisan kuliner Arab-Bogor adalah bagian tak terpisahkan dari kekayaan gastronomi Nusantara. Menjaga nyala api di dapur ini berarti terus memelihara identitas, menghormati sejarah, dan memastikan bahwa kedermawanan khas rumah tua di samping Stasiun Bogor itu tetap hidup melintasi zaman. (*)

Referensi:

  • Batarfie, Balqies. 2014. 30 Resep Masakan Arab Rumahan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Badiatul Muchlisin Asti
Penulis dan jurnalis warga. Peminat kajian sejarah lokal dan kuliner Indonesia. Buku terbarunya "Grobogan Untold Story: Tokoh, Tradisi, dan Kuliner" (2025).

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 06 Sep 2026, 15:23

Lava Lembar Batutemplek Cisanggarung, Bukan dari Letusan Efusif Gunung Sunda

Lava lembar Batutemplek Cisanggarung diduga merupakan jejak letusan efusif gunungapi purba yang mengalir mengikuti bentang alam Bandung utara dan membentuk lapisan batuan berlembar.

Batutemplek Cisanggarung merupakan lava yang melembar. (Sumber: Herlina)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 12:50

Harmoni Rempah dari Rumah Tua: Dokumentasi Rasa dan Kedermawanan Meja Makan Keluarga Arab-Bogor

Kuliner Arab-Bogor menjadi warisan budaya yang menjaga memori keluarga melalui rempah, teknik memasak tradisional, dan adaptasi bahan lokal.

Buku berjudul "30 Resep Masakan Arab Rumahan" karya Balqies Batarfie yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, tahun 2014. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 09:15

Harpelnas: Bangkitkan Senyum Pelanggan di Bandung

Tema Harpelnas 2026 sangat relevan untuk perkembangan perekonomian Bandung.

Ilustrasi peringatan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 (Sumber: Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 18:01

Dari Teknologi Maritim ke Instagram: Cara Kapal Selam Diperkenalkan ke Publik

Komunikasi digital yang efektif bukan hanya soal pesan yang konsisten, tetapi juga bagaimana pesan tersebut disesuaikan dengan karakter setiap platform.

Ilustrasi Kapal Selam. (Sumber: Garda Bima Brimantara | Foto: Garda Bima Brimantara)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 17:03

Dari Layar ke Media Sosial: Cara Film Animasi Membangun Percakapan

Disney dan Pixar menerapkan strategi komunikasi pemasaran terpadu melalui berbagai platform digital untuk memaksimalkan publikasi global dari film animasi Inside Out 2.

Film animasi "Inside Out 2". (Sumber: Walt Disney Studios Motion Pictures)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 16:00

Mengulas Strategi Komunikasi Digital Pembentukan Opini Publik pada Publikasi Produk Fashion

Strategi komunikasi digital menyesuaikan karakter setiap platform, tetapi tetap menjaga konsistensi pesan untuk membentuk identitas produk dan pemahaman publik.

Ilustrasi produk fashion.
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 15:20

Menyusuri Jejak Peristiwa Era 80-an dalam Lembaran Majalah Zaman

Majalah Zaman edisi 1984 bukan sekadar bacaan lama, melainkan rekaman suasana, budaya, dan cara pandang masyarakat Indonesia pada sebuah masa yang kini telah berlalu.

Majalah Zaman edisi September 1984, terbit sekitar 42 tahun silam. Sampul mukanya menampilkan lukisan bergaya airbrush penyanyi asal Cimahi, Ria Angelina, yang menjadi salah satu wajah hiburan populer pada era 1980-an. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 13:11

R. Ipik Gandamana Sumawinata Layak sebagai Pahlawan Nasional dari Jawa Barat asal Purwakarta

R. Ipik Gandamana Sumawinata, tokoh pejuang asal Purwakarta, mantan Gubernur Jawa Barat dan Menteri Dalam, layak menyandang gelar Pahlawan Nasional.

R. Ipik Gandamana Sumawinata, tokoh pejuang asal Purwakarta, mantan Gubernur Jawa Barat dan Menteri Dalam, layak menyandang gelar Pahlawan Nasional. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 10:29

Spiderman, Perdamaian, dan Pahlawan

Segala penghargaan bisa disimpan di lemari. Piala bisa berdebu. Piagam bisa menguning. Justru nilai-nilai kebaikan yang diwariskan kepada generasi berikutnya bisa hidup jauh lebih lama. Selamat Kang!

Spider-Man: No Way Home menjadi tonggak baru penayangan film di era pandemi Covid-19 dengan memecahkan rekor penjualan di pekan debutnya. (Sumber: Columbia Pictures/Marvel Studios/Matt Kennedy)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 07:46

KDM Ada di Mana-mana, Jawa Barat Ada di Mana?

Sebesar apa pun panggung nasional yang dimasukinya, mandat KDM tetap berada di Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam sebuah acara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 20:55

Adakah Solusi Masalah Kualitas Udara di Lingkungan Sekolah?

Sebagian besar sekolah negeri di Bandung masih mengandalkan ventilasi alami,

Ilustrasi masalah kualitas udara di ruang kelas di kota Bandung (Sumber: kreasi dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 17:41

200 Ikon Bandung #1 Mahanagari

Mahanagari pernah menjadi salah satu cara kreatif mengenalkan identitas dan kebanggaan terhadap Bandung melalui desain, komunitas, dan kearifan lokal.

Sebuah buku yang berjudul 200 ikon Bandung. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 15:30

Esti Bhakti Warapsari Representasi Perempuan Berdaya

Stigma perempuan tidak bisa masuk ke ruang yang maskulin, ternyata dapat dibantahkan. Tahun 1948 tepatnya tanggal 1 bulan September, merupakan sejarah yang tidak dapat terhapuskan.

Stigma perempuan tidak bisa masuk ke ruang yang maskulin, ternyata dapat dibantahkan. Tahun 1948 tepatnya tanggal 1 bulan September, merupakan sejarah yang tidak dapat terhapuskan. (Sumber: Pexels | Foto: Adi Pratama)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 13:35

Ketika Hutan Terbakar, Masa Depan Ikut Terbakar

Dampak terbesar dari kebakaran hutan adalah rusaknya lingkungan hidup. Hutan pada hakikatnya adalah sistem kehidupan secara simultan, maka keseimbangan ekologis juga adalah bagian masa depan.

Ilustrasi kebakaran hutan. (Sumber: Pexels | Foto: José Luis Photographer)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 12:04

Dampak Depresiasi Rupiah Terhadap Ketahanan Operasional dan Profitabilitas UMKM

Penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika merupakan sebuah fenomena ekonomi yang krusial yang sedang terjadi sekarang ini.

Penggunaan uang rupiah di ranah UMKM. (Sumber: Pexels | Foto: rakhmat suwandi)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 10:49

Wartawan Kok Minta Uang, Inilah yang Membuat Profesi Jurnalis Terancam

Sebuah kartu pers, nama media, dan kemungkinan sebuah berita yang ditayangkannya dapat menimbulkan tekanan sosial yang besar.

Aksi solidaritas atas kekerasan terhadap Jurnalis di Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 09:14

Pentingnya Penerapan Aset Tetap untuk Menjaga Keberlanjutan Usaha Kecil dan Menengah di Indonesia

Banyak UMKM di Indonesia yang mengalami kerugian hingga berakhir bangkrut akibat minimnya pengetahuan dalam mengelola aset tetap.

Pedagang beras melayani pembeli di Pasar Sederhana, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 18:53

Perang Kata-Kata

Hal ini terjadi diantara perang bersenjata antara AS, Israel, dan Iran yang berlangsung sejak awal tahun 2026.

Peta yang memuat Timur Tengah, Asia Barat, dan Afrika, dengan Iran dan Israel di dalamnya. (Sumber: Pexels/Anthony Beck)
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 17:05

‘Jomblo’: Kisah Lajang yang Mencari Cinta di Soreang, Banjaran, dan  Pangalengan

Kata jomblo diserap dari bahasa Sunda yang awalnya bermakna ‘gadis tua atau barang dagangan yang belum laku’.

Lagu "Jomblo" yang dipopulerkan dan diciptakan oleh Yayan Jatnika diperkirakan dirilis secara digital antara tahun 2016–2017 melalui album kompilasi “Pria Unggulan Pop Sunda”. (Sumber: Youtube)
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 16:28

Membuka Nostalgia Lewat Kartu Pilihan Pendengar di Radio Bandung

Di balik kartu pilihan lagu dan suara penyiar, radio pada masanya menjadi ruang perjumpaan yang menghubungkan pendengar, persahabatan, dan kenangan hingga melampaui batas kota.

Sejumlah kartu pilihan pendengar yang pernah diterbitkan oleh berbagai stasiun radio sebagai bagian dari interaksi dan kedekatan radio dengan para pendengarnya. (Sumber: Foto dan dokumentasi Kin Sanubary)