Dampak Depresiasi Rupiah Terhadap Ketahanan Operasional dan Profitabilitas UMKM

6 menit baca
Karolus Freda Karanu Rivaldy
Ditulis oleh Karolus Freda Karanu Rivaldy diterbitkan
Penggunaan uang rupiah di ranah UMKM. (Sumber: Pexels | Foto: rakhmat suwandi)
Penggunaan uang rupiah di ranah UMKM. (Sumber: Pexels | Foto: rakhmat suwandi)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Rupiah yang saat ini sedang melemah terhadap dolar Amerika, membuat perubahan kurs yang tidak hanya memengaruhi perusahaan besar, laporan perdagangan negara, tetapi juga mengganggu mikro ekonomi, terutama pada tingkat usaha mikro, kecil dan menengah.

  • Transmisi dampak depresiasi rupiah terhadap ketahanan operasional UMKM mampu bekerja secara dominan melalui mekanisme cost-push inflation.

  • Dianjurkan pelaku UMKM segera melakukan rekonstruksi rantai pasok secara taktis dengan beralih secara bertahap ke sumber bahan baku lokal, menjaga keberadaan stok secara lebih efisien, dan menerapkan manajemen arus kas yang fleksibel sehingga tidak hanya likuiditas tetapi solvabilitas bisnis juga tetap terjaga.

Penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika merupakan sebuah fenomena ekonomi yang krusial yang sedang terjadi sekarang ini. Hal ini sangat berpengaruh terhadap pasar penjualan hingga perusahaan karena mahalnya biaya operasional seperti ekspor dan impor. Jika hal ini terus terjadi, maka, usaha - usaha tersebut seperti UMKM nantinya akan mengalami kebangkrutan. Abdi Wahab dan M. Arif Budiyanto menyimpulkan bahwa bisnis di pasar dalam mata uang asing memiliki kuantitas bisnis dengan skala yang besar dan menjadi sebuah pasar yang diinginkan oleh para pedagang kecil hingga menengah.

Rupiah yang saat ini sedang melemah terhadap dolar Amerika, membuat perubahan kurs yang tidak hanya memengaruhi perusahaan besar, laporan perdagangan negara, tetapi juga mengganggu mikro ekonomi, terutama pada tingkat usaha mikro, kecil dan menengah. Menurut Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, kontribusi UMKM dalam perekonomian Indonesia telah mencapai 60% terhadap PDB nasional dan menampung sekitar 97% tenaga kerja nasional sehingga kelangsungan kegiatan UMKM sangat penting bagi ketahanan sektor perekonomian secara keseluruhan.

Dari sejarah Indonesia, melonjaknya nilai dolar atau jatuhnya nilai rupiah terendah di Indonesia adalah pada tahun 1998 akibat krisis moneter Asia. Sama hal nya dengan pelemahan rupiah yang sedang terjadi sekarang mirip dengan yang dialami orang indonesia pada kala itu. Menurut Desiyanti et al pelemahan rupiah yang sedang terjadi saat ini mentransmisikan tekanan biaya (cost-push inflation) pada struktur operasional usaha, khususnya bagi UMKM yang memiliki ketergantungan pada bahan mentah luar negeri (impor). Maka, dari pernyataan tersebut menurut Gusti Ayu Tita P, kondisi ini pun sekaligus memberikan peluang bagi bisnis yang berorientasi ekspor karena meningkatkan daya tarik pasar produk Indonesia di pasar internasional. Jadi, bagi UMKM sendiri kira - kira bagaimana depresiasi rupiah terhadap ketahanan operasional dan profitabilitas usahanya?

Transmisi Depresiasi Rupiah terhadap Ketahanan Operasional UMKM 

Transmisi dampak depresiasi rupiah terhadap ketahanan operasional UMKM mampu bekerja secara dominan melalui mekanisme cost-push inflation. Maulana Kautsar menyatakan bahwa pelemahan rupiah secara langsung akan membebankan harga bahan baku yang diimpor, penolong komponen, serta sarana produksi dari luar negeri yang nyaris sulit disubstitusi secara cepat. Barang material fisik yang mengalami inflasi, seperti barang pangan olahan, bahan tekstil, dan barang elektronik, depresiasi rupiah akan memicu adanya kenaikan harga operasional dan perawatan mesin dengan standar impor.

Peningkatan harga produksi ini akhirnya mempengaruhi UMKM pada risiko rantai pasok (supply chain risk) yang cukup besar, di mana keseimbangan harga dari supplier atau agen/distributor dapat mengganggu ketelitian dalam perencanaan budgeting dan efisiensi inventory management. Dampaknya, ketahanan operasional pelaku usaha menjadi sangat rentan, sehingga mereka sering dipaksa mengambil langkah kooperatif (terbuka) seperti mengurangi kapasitas produksi atau menyerap kenaikan Harga Pokok Penjualan (HPP) untuk menjaga kelangsungan bisnis di tengah arus ketidakstabilan pasar. 

Tekanan terhadap Laba Profitabilitas dan Tekanan Dilematis Harga

Uang rupiah. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Uang rupiah. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)

Melemahnya nilai tukar rupiah secara langsung memicu penurunan profit penjualan pada usaha mikro, kecil, dan menengah, yang dikarenakan biaya harga pokok penjualan (HPP) yang tidak stabil. Dampaknya pada negara juga sangat terasa dimana biaya produksi yang dilakukan secara ekspor dan impor melonjak naik, pinjaman yang masih dicicil negara dalam dolar juga semakin besar, sampai pendapatan kotor negara juga ikut terdesak. 

Menurut Prof. Dr. Imron Mawardi, seorang pakar ekonomi dari Universitas Airlangga, rupiah melemah bisa disebabkan dari 2 sudut pandang yaitu dari faktor global dan faktor domestik. Yang dimana dari faktor global ketika dolar menguat, rupiah cenderung ikut tertekan dan dinamika dunia sering memicu ketidakpastian. Sedangkan dari faktor domestik politik yang tidak pasti, harga barang yang turun, strategi perekonomian yang masih kurang konsekuen membuat para penyandang dana (investor) menjadi khawatir dan memutuskan untuk melakukan penarikan dana. 

Kenaikan biaya produksi awal memaksa pelaku usaha untuk menghadapi kebingungan dalam penetapan harga (pricing power), dengan mempertahankan harga jual lama nantinya akan menekan keuntungan laba secara radikal (drastis), bahkan akan menyebabkan kerugian secara operasional, dan untuk sementara, jika pelaku usaha menaikkan harga barang dan biaya operasional justru akan berisiko menurunkan volume penjualan akibat penurunan kemampuan belanja konsumen di tengah inflasi. 

Menurut Meiliani Luckieta, dari Universitas Nusa Putra, Indonesia, tekanan ganda dari sisi penawaran dan permintaan akan berujung pada krisis keuangan dan arus kas (cash flow). Usaha UMKM sendiri harus mengalokasikan dana operasional usaha yang lebih besar untuk mempertahankan tingkat pembelian bahan baku agar tetap sama dan seimbang. Tanpa adanya pengelolaan harga dan struktur modal yang fleksibel, ketidakseimbangan terhadap biaya operasional (operational cost atau operating expense), dan arus kas yang masuk, nantinya akan muncul potensi untuk mengganggu kemampuan usaha dalam memenuhi kewajiban utang jangka pendek (likuiditas) serta mengancam kewajiban utang bisnis jangka panjang (solvabilitas).

Siapa yang Untung dan Rugi dalam Ketidakstabilan Nilai Rupiah dan Dolar Amerika

Turunnya nilai tukar rupiah tidak terbayangkan akan dampaknya terhadap berbagai macam bentuk UMKM secara homogen. Sejumlah bisnis kecil berpaling pada berbagai strategi pemanfaatan sumber daya dan/atau strategi pemasarannya, serta menyesuaikan dengan ketersediaan pasar dan sistem kerja rantai pasok. Yang hampir pasti adalah bahwa UMKM yang menyalurkan barang dari vendor ke konsumen atau melalui suku cadang impor atau barang produksi dengan sistem yang memanfaatkan teknologi canggih, mereka juga bisa saja tergantung pada harga global yang terjadi di pasar bebas, sehingga harga barang bisa naik dari waktu-waktu tertentu. Ini secara langsung juga memengaruhi jumlah produksi mereka.

Sebaliknya, kejadian melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika memberi peluang bisnis bagi UMKM pada pasar global, tentu saja mereka harus terus memonitor perbedaan harga dolar terhadap rupiah serta kecenderungan pergerakan harga suatu barang di pasar internasional. Kemudian ketika kebocoran impor turun selama periode itu, meskipun impor tetap menjadi alat dalam aktivitas bisnis tetapi sebenarnya membuka jalan besar bagi UMKM yang menggunakan pendekatan berbasis bahan material dan produk lokal. Dengan produk mereka, para UMKM bisa mengganti impor. Hal itu akan mendorong para pelaku untuk menata ulang atau mengubah sistem pasar. Mahalnya harga impor yang timbul akibat selisih kurs membujuk konsumen beralih ke alternatif produk dalam negeri atau barang lokal sehingga hal ini memperkuat posisi negosiasi pasar lokal yang berdasarkan bahan baku domestik.

Penyusutan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terbukti mentransmisikan tekanan sistematis yang mengekspos kerentanan struktur modal serta resiliensi operasional UMKM, khususnya melalui mekanisme cost-push inflation, peningkatan supply chain risk, serta penggerusan margin akibat dilema penetapan harga (pricing power) dan gangguan arus kas (cash flow). Sebaliknya jika menguntungkan, perbedaan dampak atau asimetris yang terjadi pada berbagai bidang, menyisakan peluang bagi pelaku UMKM dalam mengatur kembali strategi mereka melalui peralihan produk impor ke produk yang telah mereka sendiri hasilkan atau produk impor.

Maka, dianjurkan pelaku UMKM segera melakukan rekonstruksi rantai pasok secara taktis dengan beralih secara bertahap ke sumber bahan baku lokal, menjaga keberadaan stok secara lebih efisien, dan menerapkan manajemen arus kas yang fleksibel sehingga tidak hanya likuiditas tetapi solvabilitas bisnis juga tetap terjaga. Secara bersamaan, pemerintah dengan bank sentral dituntut untuk memperkuat campur tangan kebijakan negara melalui pemanduan stabilitas nilai tukar, penyediaan model dukungan pendanaan bagi sektor riil, serta peningkatan dukungan bimbingan penjualan ke luar negeri (export) dan program substitusi impor. Sinergi antara adaptasi mikro di tingkat pelaku usaha dan dukungan makro dari regulator ini menjadi krusial untuk mentransformasi tekanan depresiasi mata uang menjadi momentum penguatan ketahanan ekonomi nasional yang berkelanjutan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Karolus Freda Karanu Rivaldy
Seorang mahasiswa aktif unpar di bidang akuntansi

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Sep 2026, 12:04

Dampak Depresiasi Rupiah Terhadap Ketahanan Operasional dan Profitabilitas UMKM

Penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika merupakan sebuah fenomena ekonomi yang krusial yang sedang terjadi sekarang ini.

Penggunaan uang rupiah di ranah UMKM. (Sumber: Pexels | Foto: rakhmat suwandi)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 10:49

Wartawan Kok Minta Uang, Inilah yang Membuat Profesi Jurnalis Terancam

Sebuah kartu pers, nama media, dan kemungkinan sebuah berita yang ditayangkannya dapat menimbulkan tekanan sosial yang besar.

Aksi solidaritas atas kekerasan terhadap Jurnalis di Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 09:14

Pentingnya Penerapan Aset Tetap untuk Menjaga Keberlanjutan Usaha Kecil dan Menengah di Indonesia

Banyak UMKM di Indonesia yang mengalami kerugian hingga berakhir bangkrut akibat minimnya pengetahuan dalam mengelola aset tetap.

Pedagang beras melayani pembeli di Pasar Sederhana, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 18:53

Perang Kata-Kata

Hal ini terjadi diantara perang bersenjata antara AS, Israel, dan Iran yang berlangsung sejak awal tahun 2026.

Peta yang memuat Timur Tengah, Asia Barat, dan Afrika, dengan Iran dan Israel di dalamnya. (Sumber: Pexels/Anthony Beck)
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 17:05

‘Jomblo’: Kisah Lajang yang Mencari Cinta di Soreang, Banjaran, dan  Pangalengan

Kata jomblo diserap dari bahasa Sunda yang awalnya bermakna ‘gadis tua atau barang dagangan yang belum laku’.

Lagu "Jomblo" yang dipopulerkan dan diciptakan oleh Yayan Jatnika diperkirakan dirilis secara digital antara tahun 2016–2017 melalui album kompilasi “Pria Unggulan Pop Sunda”. (Sumber: Youtube)
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 16:28

Membuka Nostalgia Lewat Kartu Pilihan Pendengar di Radio Bandung

Di balik kartu pilihan lagu dan suara penyiar, radio pada masanya menjadi ruang perjumpaan yang menghubungkan pendengar, persahabatan, dan kenangan hingga melampaui batas kota.

Sejumlah kartu pilihan pendengar yang pernah diterbitkan oleh berbagai stasiun radio sebagai bagian dari interaksi dan kedekatan radio dengan para pendengarnya. (Sumber: Foto dan dokumentasi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 15:58

Menjelajah Mozaik Budaya dan Rekonstruksi Genius Lokal Grobogan

Grobogan bukan sekadar wilayah agraris, melainkan mozaik sejarah dan budaya yang memperlihatkan bagaimana genius lokal membentuk ketahanan masyarakat, merawat keberagaman, dan peluang ekonomi.

Badiatul Muchlisin Asti sebagai penyunting buku menunjukkan buku berjudul "Mozaik Budaya Grobogan: Jejak Sejarah, Ritual, dan Legenda yang Abadi dalam Ingatan". (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Generate AI)
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 13:54

Merefleksi Mitigasi Kebencanaan di Bulan Kemerdekaan

Rentetan bencana di bulan Agustus tahun 2026 ini mengingatkan kita bahwa mitigasi kebencanaan memerlukan pendekatan dan metode yang tepat, demi terwujudnya langkah mengantisipasi kebencanaan.

Pengunjung saat berwisata ke Tebing Keraton, Cimenyan, Kabupaten Bandung, yang berada di kawasan Sesar Lembang, Sabtu 27 April 2024 (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 12:16

Cicaheum, Eka Jaya, dan Bungbulang

Cicaheum memang berhenti menjadi terminal bus AKAP dan AKDP. Eka Jaya hanya tinggal nama dalam ingatan. Bungbulang tetap menjadi kampung halaman yang selalu memanggil pulang.

Suasana warung di Terminal Cicaheum, Kota Bandung. (Sumber: AyoBandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 10:49

Dipungut Rp600 Ribu Gara-gara Bikin Konten di Rumah Pengabdi Setan, Siapa Sebenarnya yang Diuntungkan?

Sebuah destinasi wisata bisa membayar iklan untuk memperoleh perhatian. Tetapi ia juga bisa memperoleh perhatian tanpa membayar media secara langsung.

Ilustrasi konten kreator di sebuah lokasi wisata. (Sumber: Arsip pribadi | Foto: AI Gemini)
Wisata & Kuliner 02 Sep 2026, 10:45

Panduan Wisata Kareumbi Cicalengka, Hutan Konservasi untuk Kemah Estetik Bandung Timur

Kareumbi Cicalengka menawarkan trekking hutan, penangkaran rusa, glamping, camping, dan wisata edukasi konservasi. Simak harga tiket, lokasi, dan jam bukanya.

Wisata Kareumbi Cicalengka. (Sumber: Google Review (Vina Rostiana))
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 08:03

Ketika Data Mengubah Nasib Keluarga

Perubahan desil, akses bansos dan PBI JK, hingga risiko pendidikan anak menunjukkan bahwa akurasi data perlindungan sosial bukan sekadar persoalan administratif.

Anak-anak memanfaatkan lorong rumah deret Tamansari untuk bermain, Sabtu 25 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 01 Sep 2026, 18:08

Awal Penemuan Teh dan Awal Penanamannya di Indonesia

Tanaman teh pertama kali ditemukan di daratan Cina, diperkirakan di Provinsi Szechwan.

Petani memanen teh di perkebunan teh PTPN VIII, Rancabali, CIwidey, Kabupaten Bandung, Kamis 13 November 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 01 Sep 2026, 17:11

September Ceria, Ikoniknya Vina Panduwinata

Nama bulan September melambungkan dengan tinggi nama Penyanyi Vina Panduwinata.

Vina Panduwinata. (Sumber: Musica Studio)
Ayo Netizen 01 Sep 2026, 16:10

Ketaatan Standar Cerobong Asap dan Pengendalian Pencemaran Udara di Bandung

Kota Bandung yang secara geografis berada di wilayah cekungan memiliki risiko tinggi terhadap akumulasi polutan

Ilustrasi Dinas Lingkiungan Hiup sedang melakukan pengukuran kualitas udara. (Sumber: kreasi Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 01 Sep 2026, 15:06

Ketika Anak Tumbuh di Balik Layar: Sudahkah Mereka Aman?

Menjaga anak di ruang digital tak cukup dengan pembatasan. Edukasi digital perlu bergeser dari larangan menuju kemampuan mengenali mengenali risiko dan melindungi diri di balik layar.

Belajar menggunakan open source secara bijak di rumah (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Bayu HP)
Ayo Netizen 01 Sep 2026, 13:58

Ojol dan Negara: Batas Kabur antara Pekerja dan Pengawas Kota

Ojol bukan aparat. Juga bukan relawan keamanan. Mereka adalah pekerja ekonomi digital yang pendapatannya bergantung pada order, dan bukan pada fungsi sosial keamanan.

Pengemudi ojol sedang berkumpul di Balai Kota Bandung, beberapa waktu lalu. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar Purta)
Linimasa 01 Sep 2026, 12:05

Menjelajah Jalan Rusak yang Disentil Marsya VOB

Lebih dari satu dekade rusak, jalan Banjarwangi-Singajaya-Peundeuy Garut kembali menjadi sorotan setelah unggahan Marsya VOB.

Kondisi jalan di Garut penghubung Kecamatan Banjarwangi, Singajaya, Peundeuy dan Cibalong yang telah mengalami kerusakan parah puluhan kilometer. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 01 Sep 2026, 11:18

Peran Militer dalam Proyek Strategis Nasional, Perlu Apresiasi atau Antisipasi?

Peran militer dalam Proyek Strategis Nasional bisa menjadi indikator, kemana pembangunan Indonesia akan dibawa?

Program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Sumber: setneg.go.id)
Beranda 01 Sep 2026, 10:11

Ratusan Ton Sampah per Hari Bisa Lenyap Jika Warga Bandung Kelola Sisa Makanan Sendiri

Selama tujuh tahun (2018–2024), jumlah sisa makanan yang dibuang warga Bandung selalu berada di kisaran 660 sampai 780 ton per hari.

Pengolahan sampah organik di di TPS Gedebage menjadi kompos. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)