September Ceria, Ikoniknya Vina Panduwinata

3 menit baca
bram herdiana
Ditulis oleh bram herdiana diterbitkan
Vina Panduwinata. (Sumber: Musica Studio)
Vina Panduwinata. (Sumber: Musica Studio)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Bulan September selalu ikonik dengan Vina Panduwinata yang nama aktenya Vina Dewi Sastaviyana Panduwinata.

  • Kaum muda-mudi khususnya Kota Bandung masa tahun 1980-an dapat mendengarkan lagu-lagu Vina Panduwinata melalui kaset yang banyak di jual di toko kaset legal terkenal bernama Aquarius.

  • Lagu September Ceria, dapat juga dikuping dengan mendengarkan siaran radio melalui stasiun-stasiun radio diantaranya OZ, Ardan, Famour, YG, dan Mara.

Di ujung kemarau panjang

Yang gersang dan menyakitkan

Kau datang menghantar berjuta kesejukan

Kasih...

Kau beri udara untuk nafasku

Kau beri warna bagi kelabu jiwaku

Tatkala butiran hujan

Mengusik impian semu

Kau hadir disini dibatas kerinduanku

Kasih...

Kau singkap tirai kabut di hatiku

Kau isi harpan baru untuk menyonsong

Masa depan bersama

September ceria

September ceria

September ceria

September ceria milik kita bersama...

LIrik September Ceria, Vina Panduwinata

***

Bulan September selalu ikonik dengan Vina Panduwinata yang nama aktenya Vina Dewi Sastaviyana Panduwinata, lahir 6 Agustus 1959 adalah seorang penyanyi Indonesia keturunan Sunda, Manado dan Ambon. Lewat lagu ciptaan James F. sundah berjudul September Ceria, suara khas Te'h Vina, panggilan akrabnya, akan selalu terdengar merdu dengan lirik-lirik yang romantis khususnya saat tiba bulan ke sembilan. Lagu Vina tersebut terdapat di album kedua.

Album kedua tersebut dirilis tahun 1982 bertajuk Citra Pesona melibatkan pencipta lagu seperti Dodo Zakaria, James F Sundah, plus penata musik Addie M.S. Album yang makin melambungkan nama Vina itu berisi lagu antara lain "September Ceria", "Dunia yang Kudamba", "Resah", dan "Kasmaran". Pada saat itu album rekaman diedarkan dalam bentuk kaset yang terdiri dari dua bagian yaitu Side A dan B :

Side A

"Dunia Yang Kudamba" (Rully Djohan)

"September Ceria" (James F. Sundah)

"Rembulan" (Adjie S / Addie MS)

"Maaf" (Titiek Hamzah)

"Resah" (Dodo Zakaria)

Side B

"Nelayan Tua" (Rudy Gagola)

"Masih Adakah Ceria" (Heirrie Buchaery / Johannes Purba)

"Bunga Cinta" (Bambang Magog / Temmy L)

"Kasmaran" (Dodo Zakaria)

"Bisikku" (Oetje F. Tekol)

Pita kaset adalah pita magnetik yang bisa merekam dan menyimpan data dengan format suara yang umumnya berupa lagu. Kata "kaset" Berasal dari bahasa Prancis, yakni cassette, yang berarti "kotak kecil". Kaset merupakan format paling umum yang digunakan dalam industri musik pada tahun 1970 sampai 1990-an.

Sebelumnya pada tahun 1981, Vina Panduwinata kembali ke Indonesia dan bertemu dengan musisi Mogi Darusman yang terkesan dengan karakter suara Vina dan berusaha mengenalkannya kepada berbagai perusahaan rekaman. Sampai akhirnya Jackson Records yang berminat membuatkan album perdana untuk Vina. Album perdananya di bawah Jackson Records bertajuk Citra Biru tahun 1981. Album yang memuat lagu "Citra Biru" itu mencatatkan nama Vina Panduwinata di telinga penguping musik Tanah Air.

Tahun 1980-an Vina Panduwinata adalah Diva penyayi Indonesia sebab selama dekade tersebut telinga kita akan selalu mendengar nama dan lagunya sebanding dengan eksistensi Chrisye atau Fariz RM dari golongan vokalis pria. Bahkan keduanya adalah sobat Vina yang turut juga melambungkan namanya dalam riuh rendah musik Indonesia. Makna Diva adalah julukan untuk penyanyi wanita utama yang sangat berbakat, mempunyai teknik vokal luar biasa, dan karier yang cemerlang atau sering disamakan dengan istilah lama yaitu prima donna.

Kaum muda-mudi khususnya Kota Bandung masa tahun 1980-an dapat mendengarkan lagu-lagu Vina Panduwinata melalui kaset yang banyak di jual di toko kaset legal terkenal bernama Aquarius. Mengapa disebut legal karena pada saat itu banyak bermunculan kaset-kaset bajakan, tentu saja dengan harga murah dan kualitas asal-asalan yang dijual di emperan jalan.

Cara lainnya adalah membeli kaset kosong kemudian merekam dari siaran radio, dengan cara sederhana itu, para muda-mudi dapat mendengarkan lagu-lagu Vina kapan saja. Pemutaran kaset tersebut harus menggunakan pemutar kaset yang biasanya ada di radio atau pemutar kaset compact yang sering disebut Walk-man.

Lagu September Ceria, dapat juga dikuping dengan mendengarkan siaran radio melalui stasiun-stasiun radio diantaranya OZ, Ardan, Famour, YG, dan Mara. Mereka adalah stasiun radio swasta berkelas dan hanya memutar lagu-lagu Indonesia yang berkualitas secara komposisi musik. Hanya musik-musik Indonesia terpilih yang dapat diputar alias tidak semua lagu Indonesia kecuali pop kreatif seperti lagu-lagunya Te'h Vina,, Chrisye atau Fariz RM.

Bulan September telah memberi inspirasi kepada James F. Sundah untuk berkreasi secara musik melahirkan sebuah lagu legendaris yang dinyanyikan dengan anggun oleh Diva Indonesia yang belum ada penggantinya yaitu Vina Panduwinata. Lagu September Ceria menggambarkan bagaimana situasi bulan September di Indonesia sebagai musim pancaroba dari kemarau yang kering menuju musim basah atau hujan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

bram herdiana
Tentang bram herdiana
GURU SMK PARIWISATA TELKOM BANDUNG

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Sep 2026, 10:49

Wartawan Kok Minta Uang, Inilah yang Membuat Profesi Jurnalis Terancam

Sebuah kartu pers, nama media, dan kemungkinan sebuah berita yang ditayangkannya dapat menimbulkan tekanan sosial yang besar.

Aksi solidaritas atas kekerasan terhadap Jurnalis di Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 09:14

Pentingnya Penerapan Aset Tetap untuk Menjaga Keberlanjutan Usaha Kecil dan Menengah di Indonesia

Banyak UMKM di Indonesia yang mengalami kerugian hingga berakhir bangkrut akibat minimnya pengetahuan dalam mengelola aset tetap.

Pedagang beras melayani pembeli di Pasar Sederhana, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 18:53

Perang Kata-Kata

Hal ini terjadi diantara perang bersenjata antara AS, Israel, dan Iran yang berlangsung sejak awal tahun 2026.

Peta yang memuat Timur Tengah, Asia Barat, dan Afrika, dengan Iran dan Israel di dalamnya. (Sumber: Pexels/Anthony Beck)
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 17:05

‘Jomblo’: Kisah Lajang yang Mencari Cinta di Soreang, Banjaran, dan  Pangalengan

Kata jomblo diserap dari bahasa Sunda yang awalnya bermakna ‘gadis tua atau barang dagangan yang belum laku’.

Lagu "Jomblo" yang dipopulerkan dan diciptakan oleh Yayan Jatnika diperkirakan dirilis secara digital antara tahun 2016–2017 melalui album kompilasi “Pria Unggulan Pop Sunda”. (Sumber: Youtube)
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 16:28

Membuka Nostalgia Lewat Kartu Pilihan Pendengar di Radio Bandung

Di balik kartu pilihan lagu dan suara penyiar, radio pada masanya menjadi ruang perjumpaan yang menghubungkan pendengar, persahabatan, dan kenangan hingga melampaui batas kota.

Sejumlah kartu pilihan pendengar yang pernah diterbitkan oleh berbagai stasiun radio sebagai bagian dari interaksi dan kedekatan radio dengan para pendengarnya. (Sumber: Foto dan dokumentasi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 15:58

Menjelajah Mozaik Budaya dan Rekonstruksi Genius Lokal Grobogan

Grobogan bukan sekadar wilayah agraris, melainkan mozaik sejarah dan budaya yang memperlihatkan bagaimana genius lokal membentuk ketahanan masyarakat, merawat keberagaman, dan peluang ekonomi.

Badiatul Muchlisin Asti sebagai penyunting buku menunjukkan buku berjudul "Mozaik Budaya Grobogan: Jejak Sejarah, Ritual, dan Legenda yang Abadi dalam Ingatan". (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Generate AI)
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 13:54

Merefleksi Mitigasi Kebencanaan di Bulan Kemerdekaan

Rentetan bencana di bulan Agustus tahun 2026 ini mengingatkan kita bahwa mitigasi kebencanaan memerlukan pendekatan dan metode yang tepat, demi terwujudnya langkah mengantisipasi kebencanaan.

Pengunjung saat berwisata ke Tebing Keraton, Cimenyan, Kabupaten Bandung, yang berada di kawasan Sesar Lembang, Sabtu 27 April 2024 (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 12:16

Cicaheum, Eka Jaya, dan Bungbulang

Cicaheum memang berhenti menjadi terminal bus AKAP dan AKDP. Eka Jaya hanya tinggal nama dalam ingatan. Bungbulang tetap menjadi kampung halaman yang selalu memanggil pulang.

Suasana warung di Terminal Cicaheum, Kota Bandung. (Sumber: AyoBandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 10:49

Dipungut Rp600 Ribu Gara-gara Bikin Konten di Rumah Pengabdi Setan, Siapa Sebenarnya yang Diuntungkan?

Sebuah destinasi wisata bisa membayar iklan untuk memperoleh perhatian. Tetapi ia juga bisa memperoleh perhatian tanpa membayar media secara langsung.

Ilustrasi konten kreator di sebuah lokasi wisata. (Sumber: Arsip pribadi | Foto: AI Gemini)
Wisata & Kuliner 02 Sep 2026, 10:45

Panduan Wisata Kareumbi Cicalengka, Hutan Konservasi untuk Kemah Estetik Bandung Timur

Kareumbi Cicalengka menawarkan trekking hutan, penangkaran rusa, glamping, camping, dan wisata edukasi konservasi. Simak harga tiket, lokasi, dan jam bukanya.

Wisata Kareumbi Cicalengka. (Sumber: Google Review (Vina Rostiana))
Ayo Netizen 02 Sep 2026, 08:03

Ketika Data Mengubah Nasib Keluarga

Perubahan desil, akses bansos dan PBI JK, hingga risiko pendidikan anak menunjukkan bahwa akurasi data perlindungan sosial bukan sekadar persoalan administratif.

Anak-anak memanfaatkan lorong rumah deret Tamansari untuk bermain, Sabtu 25 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 01 Sep 2026, 18:08

Awal Penemuan Teh dan Awal Penanamannya di Indonesia

Tanaman teh pertama kali ditemukan di daratan Cina, diperkirakan di Provinsi Szechwan.

Petani memanen teh di perkebunan teh PTPN VIII, Rancabali, CIwidey, Kabupaten Bandung, Kamis 13 November 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 01 Sep 2026, 17:11

September Ceria, Ikoniknya Vina Panduwinata

Nama bulan September melambungkan dengan tinggi nama Penyanyi Vina Panduwinata.

Vina Panduwinata. (Sumber: Musica Studio)
Ayo Netizen 01 Sep 2026, 16:10

Ketaatan Standar Cerobong Asap dan Pengendalian Pencemaran Udara di Bandung

Kota Bandung yang secara geografis berada di wilayah cekungan memiliki risiko tinggi terhadap akumulasi polutan

Ilustrasi Dinas Lingkiungan Hiup sedang melakukan pengukuran kualitas udara. (Sumber: kreasi Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 01 Sep 2026, 15:06

Ketika Anak Tumbuh di Balik Layar: Sudahkah Mereka Aman?

Menjaga anak di ruang digital tak cukup dengan pembatasan. Edukasi digital perlu bergeser dari larangan menuju kemampuan mengenali mengenali risiko dan melindungi diri di balik layar.

Belajar menggunakan open source secara bijak di rumah (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Bayu HP)
Ayo Netizen 01 Sep 2026, 13:58

Ojol dan Negara: Batas Kabur antara Pekerja dan Pengawas Kota

Ojol bukan aparat. Juga bukan relawan keamanan. Mereka adalah pekerja ekonomi digital yang pendapatannya bergantung pada order, dan bukan pada fungsi sosial keamanan.

Pengemudi ojol sedang berkumpul di Balai Kota Bandung, beberapa waktu lalu. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar Purta)
Linimasa 01 Sep 2026, 12:05

Menjelajah Jalan Rusak yang Disentil Marsya VOB

Lebih dari satu dekade rusak, jalan Banjarwangi-Singajaya-Peundeuy Garut kembali menjadi sorotan setelah unggahan Marsya VOB.

Kondisi jalan di Garut penghubung Kecamatan Banjarwangi, Singajaya, Peundeuy dan Cibalong yang telah mengalami kerusakan parah puluhan kilometer. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 01 Sep 2026, 11:18

Peran Militer dalam Proyek Strategis Nasional, Perlu Apresiasi atau Antisipasi?

Peran militer dalam Proyek Strategis Nasional bisa menjadi indikator, kemana pembangunan Indonesia akan dibawa?

Program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Sumber: setneg.go.id)
Beranda 01 Sep 2026, 10:11

Ratusan Ton Sampah per Hari Bisa Lenyap Jika Warga Bandung Kelola Sisa Makanan Sendiri

Selama tujuh tahun (2018–2024), jumlah sisa makanan yang dibuang warga Bandung selalu berada di kisaran 660 sampai 780 ton per hari.

Pengolahan sampah organik di di TPS Gedebage menjadi kompos. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 01 Sep 2026, 08:35

Krisis Reputasi Lebih Berbahaya, Sebuah Pelajaran Berharga Bagi UNVR

Mengulas dampak pandemi dan boikot terhadap kinerja UNVR serta pentingnya menjaga kepercayaan konsumen di tengah isu geopolitik.

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). (Sumber: Unilever)