Di ujung kemarau panjang
Yang gersang dan menyakitkan
Kau datang menghantar berjuta kesejukan
Kasih...
Kau beri udara untuk nafasku
Kau beri warna bagi kelabu jiwaku
Tatkala butiran hujan
Mengusik impian semu
Kau hadir disini dibatas kerinduanku
Kasih...
Kau singkap tirai kabut di hatiku
Kau isi harpan baru untuk menyonsong
Masa depan bersama
September ceria
September ceria
September ceria
September ceria milik kita bersama...
LIrik September Ceria, Vina Panduwinata
***
Bulan September selalu ikonik dengan Vina Panduwinata yang nama aktenya Vina Dewi Sastaviyana Panduwinata, lahir 6 Agustus 1959 adalah seorang penyanyi Indonesia keturunan Sunda, Manado dan Ambon. Lewat lagu ciptaan James F. sundah berjudul September Ceria, suara khas Te'h Vina, panggilan akrabnya, akan selalu terdengar merdu dengan lirik-lirik yang romantis khususnya saat tiba bulan ke sembilan. Lagu Vina tersebut terdapat di album kedua.
Album kedua tersebut dirilis tahun 1982 bertajuk Citra Pesona melibatkan pencipta lagu seperti Dodo Zakaria, James F Sundah, plus penata musik Addie M.S. Album yang makin melambungkan nama Vina itu berisi lagu antara lain "September Ceria", "Dunia yang Kudamba", "Resah", dan "Kasmaran". Pada saat itu album rekaman diedarkan dalam bentuk kaset yang terdiri dari dua bagian yaitu Side A dan B :
Side A
"Dunia Yang Kudamba" (Rully Djohan)
"September Ceria" (James F. Sundah)
"Rembulan" (Adjie S / Addie MS)
"Maaf" (Titiek Hamzah)
"Resah" (Dodo Zakaria)
Side B
"Nelayan Tua" (Rudy Gagola)
"Masih Adakah Ceria" (Heirrie Buchaery / Johannes Purba)
"Bunga Cinta" (Bambang Magog / Temmy L)
"Kasmaran" (Dodo Zakaria)
"Bisikku" (Oetje F. Tekol)
Pita kaset adalah pita magnetik yang bisa merekam dan menyimpan data dengan format suara yang umumnya berupa lagu. Kata "kaset" Berasal dari bahasa Prancis, yakni cassette, yang berarti "kotak kecil". Kaset merupakan format paling umum yang digunakan dalam industri musik pada tahun 1970 sampai 1990-an.
Sebelumnya pada tahun 1981, Vina Panduwinata kembali ke Indonesia dan bertemu dengan musisi Mogi Darusman yang terkesan dengan karakter suara Vina dan berusaha mengenalkannya kepada berbagai perusahaan rekaman. Sampai akhirnya Jackson Records yang berminat membuatkan album perdana untuk Vina. Album perdananya di bawah Jackson Records bertajuk Citra Biru tahun 1981. Album yang memuat lagu "Citra Biru" itu mencatatkan nama Vina Panduwinata di telinga penguping musik Tanah Air.
Tahun 1980-an Vina Panduwinata adalah Diva penyayi Indonesia sebab selama dekade tersebut telinga kita akan selalu mendengar nama dan lagunya sebanding dengan eksistensi Chrisye atau Fariz RM dari golongan vokalis pria. Bahkan keduanya adalah sobat Vina yang turut juga melambungkan namanya dalam riuh rendah musik Indonesia. Makna Diva adalah julukan untuk penyanyi wanita utama yang sangat berbakat, mempunyai teknik vokal luar biasa, dan karier yang cemerlang atau sering disamakan dengan istilah lama yaitu prima donna.
Kaum muda-mudi khususnya Kota Bandung masa tahun 1980-an dapat mendengarkan lagu-lagu Vina Panduwinata melalui kaset yang banyak di jual di toko kaset legal terkenal bernama Aquarius. Mengapa disebut legal karena pada saat itu banyak bermunculan kaset-kaset bajakan, tentu saja dengan harga murah dan kualitas asal-asalan yang dijual di emperan jalan.

Cara lainnya adalah membeli kaset kosong kemudian merekam dari siaran radio, dengan cara sederhana itu, para muda-mudi dapat mendengarkan lagu-lagu Vina kapan saja. Pemutaran kaset tersebut harus menggunakan pemutar kaset yang biasanya ada di radio atau pemutar kaset compact yang sering disebut Walk-man.
Lagu September Ceria, dapat juga dikuping dengan mendengarkan siaran radio melalui stasiun-stasiun radio diantaranya OZ, Ardan, Famour, YG, dan Mara. Mereka adalah stasiun radio swasta berkelas dan hanya memutar lagu-lagu Indonesia yang berkualitas secara komposisi musik. Hanya musik-musik Indonesia terpilih yang dapat diputar alias tidak semua lagu Indonesia kecuali pop kreatif seperti lagu-lagunya Te'h Vina,, Chrisye atau Fariz RM.
Bulan September telah memberi inspirasi kepada James F. Sundah untuk berkreasi secara musik melahirkan sebuah lagu legendaris yang dinyanyikan dengan anggun oleh Diva Indonesia yang belum ada penggantinya yaitu Vina Panduwinata. Lagu September Ceria menggambarkan bagaimana situasi bulan September di Indonesia sebagai musim pancaroba dari kemarau yang kering menuju musim basah atau hujan. (*)