Krisis Reputasi Lebih Berbahaya, Sebuah Pelajaran Berharga Bagi UNVR

5 menit baca
ANASTASIA ELVINA PUTRI
Ditulis oleh ANASTASIA ELVINA PUTRI diterbitkan
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). (Sumber: Unilever)
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). (Sumber: Unilever)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Di balik citra “raksasa yang tak tergoyahkan”, UNVR menghadapi tantangan yang cukup rumit sepanjang tahun 2023-2024.

  • Sebelum krisis reputasi terjadi di tahun 2023-2024, UNVR sempat menghadapi tekanan akibat pandemi COVID-19 pada tahun 2020-2021 yang mengakibatkan penurunan laba bersih hampir 20% pada tahun 2020.

  • Krisis kesehatan global dan krisis reputasi akibat sentimen geopolitik ternyata mampu menekan kinerja keuangan perusahaan raksasa seperti UNVR.

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) merupakan salah satu perusahaan multinasional dengan kinerja bisnis yang kuat selama puluhan tahun. Perusahaan berhasil mencatatkan kapitalisasi terbesar pada industri Fast Moving Consumer Goods (FMCG), mengalahkan pesaing-pesaing besar, seperti PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk dan PT Mayora Indah Tbk. Produk-produk UNVR yang mencakup kebutuhan rumah tangga, baik dapur maupun kamar mandi, menjadikannya salah satu merek yang paling dikenal di Indonesia.

Namun, di balik citra “raksasa yang tak tergoyahkan”, UNVR menghadapi tantangan yang cukup rumit sepanjang tahun 2023-2024. Semua bermula ketika satu peristiwa geopolitik mengakibatkan guncangan hebat pada kinerja keuangannya. Faktor utama guncangan tersebut adalah kepercayaan dan persepsi publik.

Situasi ini dirasa cukup unik karena bagaimana sebuah perusahaan dengan fundamental bisnis yang baik, seperti produksi yang efisien, distribusi luas, dan portofolio merek yang cukup menyatu dengan rumah tangga di Indonesia, justru bisa terguncang bukan karena kesalahan operasional atau strategi bisnis yang gagal, melainkan karena bagaimana publik memandang perusahaan tersebut. Umumnya, ancaman bagi perusahaan sekelas UNVR lebih dapat diprediksi, seperti tekanan biaya bahan baku, persaingan harga dengan kompetitor, atau mungkin penurunan daya beli akibat kondisi makroekonomi. Namun, ancaman yang ternyata dihadapi UNVR adalah sentimen sosial yang sulit dikendalikan.

Menariknya, produk UNVR sendiri tidak berubah, kualitas yang konsisten, bahkan rantai distribusinya tetap berjalan dengan normal. Perubahan yang terjadi adalah persepsi konsumen terhadap merek-merek yang percayai. Pergeseran inilah yang kemudian menarik perhatian lebih, di mana kepercayaan publik mampu mempengaruhi kinerja keuangan sebuah perusahaan terhadap sesuatu yang tidak pernah tercantum dalam laporan keuangan itu sendiri.

Beberapa perusahaan multinasional lain di seluruh dunia menghadapi hal yang serupa seperti UNVR. Ketika isu geopolitik menyeret merek-merek ternama ke tengah opini publik. Mengingat posisi UNVR yang kuat di industri FMCG nasional, dampak yang dirasakan terlihat lebih jelas dibandingkan dengan perusahaan sejenis lainnya. Tekanan yang dialami UNVR menyebar lebih cepat, ketika harga saham, laba bersih, bahkan pangsa pasar mengalami penurunan.

Guncangan Reputasi Akibat Boikot

Sebelum krisis reputasi terjadi di tahun 2023-2024, UNVR sempat menghadapi tekanan akibat pandemi COVID-19 pada tahun 2020-2021 yang mengakibatkan penurunan laba bersih hampir 20% pada tahun 2020. Lebih lanjut, penelitian dari Sitinjak dkk tentang Kinerja Keuangan UNVR pada tahun 2023 menyebutkan bahwa UNVR bahkan masuk dalam kategori perusahaan yang mengalami tekanan finansial akibat cash ratio perusahaan bahkan berada di bawah standar industri, meskipun tidak sampai pada risiko gagal bayar. Terlepas dari kondisi tersebut, tekanan ini relatif dapat diprediksi dan mulai mereda seiring dengan pelonggaran kebijakan dan program vaksinasi secara masif pada tahun 2022.

Konflik Israel-Palestina kembali memanas pada akhir tahun 2023 usai serangan mendadak Hamas ke wilayah Israel memicu operasi militer balasan secara masif di Jalur Gaza. Aksi tersebut menarik perhatian masyarakat internasional, khususnya Indonesia, sebagai negara dengan populasi Islam terbesar di dunia. Dukungan yang diberikan tidak hanya melalui upaya diplomatik dan bantuan kemanusiaan, tetapi juga melalui gerakan boikot terhadap produk-produk yang diduga berafiliasi dengan Israel.

Sebagai anak usaha dari Unilever PLC, yang berbasis di London, Inggris, UNVR seringkali dikaitkan publik dengan isu boikot tersebut. Tidak hanya itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan Fatwa Nomor 83 Tahun 2023 sebulan setelah konflik memanas. Fatwa tersebut secara tegas menyatakan bahwa mendukung agresi Israel adalah haram, bahkan menghimbau umat Islam untuk menghindari produk-produk perusahaan yang dianggap mendukung agresi tersebut. Meskipun manajemen telah berulang kali menegaskan bahwa UNVR tidak memiliki kaitan apapun yang mendukung agresi tersebut, namun UNVR tetap menjadi salah satu sasaran utama gerakan boikot yang bermula dari tagar penolakan pada sosial media.

Sejumlah analis, termasuk analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, gerakan boikot tersebut diduga berkontribusi terhadap penurunan harga saham UNVR sepanjang Oktober-Desember 2023. Selanjutnya, penelitian Riyanti dan Nisa tentang Dampak Aksi Boikot Produk Berafiliasi Israel terhadap Pertumbuhan Produk Lokal di Era Konflik Israel-Palestina tahun 2024 menguraikan bahwa preferensi konsumen yang terus bergeser ke produk lokal mengindikasikan adanya potensi pergerakan pola konsumsi masyarakat yang lebih permanen, meskipun gerakan boikot sudah mulai mereda.

Kinerja Terburuk dalam Satu Dekade

Tekanan yang terus dihadapi oleh UNVR kemudian menyebabkan kinerja keuangan di tahun 2024 menjadi yang terburuk dalam satu dekade terakhir. Penjualan bersih turun menjadi Rp 35,1 triliun, bahkan laba bersih anjlok 29,8% menjadi hanya Rp 3,4 triliun. Terlebih lagi, Bloomberg Technoz menyampaikan bahwa pada awal tahun 2025, FTSE Russell mengeluarkan saham UNVR dari Large Cap menjadi Mid Cap akibat penurunan pangsa pasar sebesar 2,68%.

Pengambilan langkah yang berani oleh manajemen dengan melepas unit bisnis es krimnya senilai Rp 7 triliun  kepada PT The Magnum Ice Cream Indonesia, merupakan salah satu upaya untuk menghadapi tekanan yang berkepanjangan, sehingga perusahaan dapat memaksimalkan sumber daya yang dimilikinya pada produk yang dinilai memiliki potensi lebih besar dalam memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.

Keputusan ini bukan semata-mata dilaksanakan tanpa risiko. Melepas unit bisnis yang sudah lama menjadi bagian dari portofolio perusahaan menggambarkan besarnya tekanan yang dihadapi oleh perusahaan, sehingga manajemen berani mengambil langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan bisnis secara keseluruhan. Di sisi lain, dalam laporan tahunan UNVR tahun 2025 disebutkan bahwa divestasi unit bisnis es krim dilakukan dengan pertimbangan karakteristik operasional yang khas, termasuk tingkat musiman yang tinggi, kebutuhan cold-chain yang padat modal, dan profil channel yang memerlukan model operasi yang lebih khusus.

Pelajaran di Balik Dua Krisis dengan Perbedaan Karakter

Krisis kesehatan global dan krisis reputasi akibat sentimen geopolitik ternyata mampu menekan kinerja keuangan perusahaan raksasa seperti UNVR. Di satu sisi, pandemi berhasil menekan perusahaan dari sisi permintaan dan struktur biaya operasional, meskipun polanya relatif dapat terprediksi. Sementara itu, di sisi lain, kepercayaan dan loyalitas konsumen jatuh akibat boikot, sehingga dampak yang dihasilkan menjadi jauh lebih sulit untuk dipulihkan.

Pembelajaran yang berharga bagi UNVR, bahwa isu geopolitik ternyata mampu memengaruhi keputusan belanja rumah tangga yang cukup signifikan. Kini, ketahanan reputasi menjadi suatu hal yang penting, terutama bagi perusahaan multinasional yang beroperasi di pasar dengan sensitivitas sosial dan politik yang tinggi seperti Indonesia.

Perjalanan UNVR menggambarkan bahwa perusahaan dengan posisi terkuat sekalipun, tidak sepenuhnya tahan terhadap tekanan eksternal. Di satu sisi, pandemi lebih banyak memberikan dampak terhadap aspek operasional, seperti peningkatan biaya. Di sisi lain, boikot menggerus kepercayaan konsumen, sehingga lebih berkontribusi pada seluruh aspek kinerja perusahaan. Perbedaan karakter ini memberikan penegasan bahwa faktor non-keuangan, seperti sentimen sosial dan geopolitik, mampu memengaruhi kinerja keuangan perusahaan secara nyata.

Pengalaman pahit ini diharapkan mampu menjadi pembelajaran berharga tidak hanya bagi UNVR, tetapi bagi perusahaan multinasional lain di Indonesia, bahwa merawat kepercayaan konsumen di tengah isu geopolitik yang sensitif sama pentingnya dengan menjaga kinerja keuangan perusahaan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

ANASTASIA ELVINA PUTRI
Saya seorang mahasiswa di Universitas Katolik Parahyangan jurusan Akuntansi

Berita Terkait

News Update

Linimasa 01 Sep 2026, 12:05

Menjelajah Jalan Rusak yang Disentil Marsya VOB

Lebih dari satu dekade rusak, jalan Banjarwangi-Singajaya-Peundeuy Garut kembali menjadi sorotan setelah unggahan Marsya VOB.

Kondisi jalan di Garut penghubung Kecamatan Banjarwangi, Singajaya, Peundeuy dan Cibalong yang telah mengalami kerusakan parah puluhan kilometer. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 01 Sep 2026, 11:18

Peran Militer dalam Proyek Strategis Nasional, Perlu Apresiasi atau Antisipasi?

Peran militer dalam Proyek Strategis Nasional bisa menjadi indikator, kemana pembangunan Indonesia akan dibawa?

Program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Sumber: setneg.go.id)
Beranda 01 Sep 2026, 10:11

Ratusan Ton Sampah per Hari Bisa Lenyap Jika Warga Bandung Kelola Sisa Makanan Sendiri

Selama tujuh tahun (2018–2024), jumlah sisa makanan yang dibuang warga Bandung selalu berada di kisaran 660 sampai 780 ton per hari.

Pengolahan sampah organik di di TPS Gedebage menjadi kompos. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 01 Sep 2026, 08:35

Krisis Reputasi Lebih Berbahaya, Sebuah Pelajaran Berharga Bagi UNVR

Mengulas dampak pandemi dan boikot terhadap kinerja UNVR serta pentingnya menjaga kepercayaan konsumen di tengah isu geopolitik.

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). (Sumber: Unilever)
Ayo Biz 31 Agu 2026, 19:02

Dua Wajah Paten UMKM Bandung, Dua Jalan Berbeda untuk Naik Kelas di Pasar Digital

Kisah kontras Koku Footwear dan Dimsum Inmons, dua UMKM Bandung yang sama-sama tumbuh lewat Shopee namun dengan tingkat ketergantungan yang jauh berbeda.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin (pemilik produsen sepatu kulit Koku Footwear) dan Ani Andriyani (pemilik Dimsum Inmons). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 17:25

Maut Menjemput Putri Diana, Dunia Berduka

Catatan Nostalgia dan In Memoriam 29 Tahun Kepergian “Lady Di”.

Berita kepergian Putri Diana menjadi perhatian utama berbagai media cetak di Indonesia, mencerminkan besarnya duka dan perhatian masyarakat terhadap sosok Princess of Wales tersebut. (Sumber: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 16:28

Sejarah Nama Bulan (Bagian 2)

Dua belas bulan yang kita kenal hari ini ternyata menyimpan jejak perubahan zaman, kekuasaan, dan cara manusia menata waktu.

Februa atau Lupercalia, suatu festival penyucian di Romawi Kuno. (Sumber: Wikimedia Commons)
Mitra 31 Agu 2026, 16:20

PLN Nusantara Power UP Cirata Overhaul Unit 5 dan 6 Demi Keandalan Pasokan Listrik

PLN Nusantara Power UP Cirata melakukan overhaul Unit 5 dan 6 PLTA Cirata untuk menjaga keandalan pasokan listrik pelanggan.

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat keandalan PLTA Cirata melalui overhaul Unit 5 dan Unit 6 demi pelayanan listrik pelanggan.
Mitra 31 Agu 2026, 16:13

Hari Pelanggan Nasional, PLN NP UP Cirata Perkuat Sinergi dengan Masyarakat Desa Ciroyom

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Milangkala Desa Ciroyom ke-171 di Hari Pelanggan Nasional.

PLN Nusantara Power UP Cirata berpartisipasi dalam Milangkala Desa Ciroyom ke-171 sebagai wujud sinergi bersama masyarakat dan lingkungan.
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 14:24

Rijsttafel Hidangan Perpaduan Belanda dan Nusantara di Priangan

Nikmati kelezatan Rijsttafel, tradisi kuliner unik era kolonial di Priangan. Perpaduan harmonis antara kemewahan rasa Belanda dan autentisitas rempah Nusantara dalam satu meja

Keluarga C.H. Japing dalam sebuah acara rijsttafel bersama Bibi Jet dan Paman Jan Breeman di Bandung. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Christoffel Hendrik)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 13:01

Medsos, Buku, dan Rindu

Algoritma semakin pandai mengenali, harusnya semakin pandai mengenali diri sendiri. Termasuk waktu berhenti pada satu video, apa dirasakan setelah menontonnya, dan nilai apa yang diambil hikmahnya.

Kaligrafi nama Nabi Muhammad berbentuk hati (Sumber: ayobandung.com)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 11:09

Ketika Rumput Habis, Bagaimana Mitigasi Pakan Ternak?

Berharap agar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) membuat program massal sistem mitigasi bencana untuk hewan ternak maupun hewan liar.

Ilustrasi kondisi ternak rakyat ketika musim kemarau ekstrim. (Sumber: dikreasi denganvGemini | Foto: Totok Siswantara)
Beranda 31 Agu 2026, 10:30

Pernah Jadi Pintu Masuk Ratusan Ribu Wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara Kini Bangkit Lagi

Dulu jadi pintu gerbang ratusan ribu wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara sempat mati suri akibat pandemi dan pencabutan status internasional.

Suasana bandara saat pesawat jet komersial Garuda Indonesia mendarat perdana di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jumat 14 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 09:14

Manajemen Dapur Umum dan Menu Ideal untuk Korban Bencana Alam

Perencanaan dan pemilihan lokasi dapur umum harus bebas dari risiko bencana susulan.

Ilustrasi aktivitas dapur umum untuk korban bencana alam. (Sumber: by AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 08:13

Sisi Lain Sang Jenderal: Menelusuri Makna Filosofis dan Tradisi di Balik Kuliner Favorit Soeharto

Kegemaran kuliner Presiden ke-2 RI, Soeharto, tidak lepas dari perjalanan hidupnya yang berakar di Desa Kemusuk.

Momen Presiden Soeharto dan Ibu Tien memotong tumpeng saat merayakan HUT pernikahan di Jalan Cendana, Jakarta, Juni 1986, disaksikan ibu mertua dan Sumitro Djoyohadkusumo. (Sumber: ANRI, Setneg 634)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 20:52

Ketika Seniman Memilih untuk Tidak Diam, Jangan Biarkan Kezaliman Menjadi Kelaziman

Ketika kezaliman menjadi kelaziman, diam bukan lagi netral. Manifesto Seniman Bandung adalah ajakan untuk bersuara—bukan sekadar nyinyir dari kejauhan.

Aliansi Bandung Ngagoak mengadakan aksi ekspresi seni di Kebun Seni Jalan Tamansari 56 Bandung. (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 18:14

Menciptakan Kembali Televisi Pendidikan

Televisi pendidikan sebagai proyek nasional pun sudah seharusnya menjadi keputusan pemerintah.

Ilustrasi televisi. (Sumber: Pexels | Foto: Nothing Ahead)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 16:45

Cerita Tomakur Milik KWT Desa Nagarawangi Terpilih untuk Pendaftaran Legalitas Merek

Tomakur milik KWT Desa Nagarawangi terpilih mendapat pendampingan pendaftaran merek melalui program KKN UNINUS untuk memperkuat legalitas dan identitas produk UMKM.

Sosialisasi dan Pendampingan Proses Pendaftaran HKI (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 14:11

Kedaulatan di Atas Meja Makan: Diplomasi Kuliner Sukarno pada Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 di Bandung

Sukarno menegaskan visi bahwa "kemerdekaan dimulai dari lidah"—sebuah manifestasi dari prinsip Berdikari (Berdiri di Atas Kaki Sendiri).

Momen jamuan makan malam resmi pada Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Hotel Savoy Homann, Bandung, pada 19 April 1955. (Sumber foto: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 12:04

Sehat untuk Semua, Warga Desa Nagarawangi Ikuti CKG dan Edukasi Pertolongan Pertama

Warga Nagarawangi mengikuti CKG dan edukasi kesehatan, mulai dari pertolongan pertama dalam situasi darurat hingga kesehatan psikologis anak dan remaja bersama Puskesmas Rancakalong.

Kegiatan Pelaksanaan Program "Sehat  untuk Semua Warga Desa Nagarawangi" (KKN UNINUS Kel.5&6) (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)