Menciptakan Kembali Televisi Pendidikan

4 menit baca
Muh Husen Arifin
Ditulis oleh Muh Husen Arifin diterbitkan
Ilustrasi televisi. (Sumber: Pexels | Foto: Nothing Ahead)
Ilustrasi televisi. (Sumber: Pexels | Foto: Nothing Ahead)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Pendidikan tidak sekadar dalam sebuah bangunan tetapi pendidikan divisualkan yang terus menerus mengajak masyarakat untuk memiliki nalar kritis agar terhindar dari segala bentuk perumpamaan.

  • Televisi pendidikan yang digagas oleh lembaga pendidikan tinggi patut sebagai pionir dengan menampilkan diskusi yang obyektif dan berimbang. 

  • Pendidikan tidak lagi milik orang-orang yang berhasil membeli persyaratan untuk belajar, tetapi pendidikan telah mencapai ke pelosok melalui YouTube.

Mengapa kegiatan pendidikan jarang ditemui di dalam iklan televisi? Pertanyaan yang menggelitik tapi tak menarik bagi pemilik media. Sementara pendidikan wajib bagi masyarakat yang juga menjadi konsumen televisinya. 

Sedikit kita perlu membahas ini di tengah harapan besar masyarakat ingin menambah wawasan pendidikannya. Secuil harapan itu masih menyala bagi masyarakat Indonesia saat ini. 

Kondisi di pedesaan atau perkotaan ketika menonton televisi selalu dihubungkan dengan melankolia kehidupan. Akibatnya banyak masyarakat yang mengidamkan memiliki kemampuan di atas rata-rata, padahal konteks di televisi hanyalah fiksi dan tidak ada hubungan dengan kenyataan. 

Maka inilah pentingnya pemahaman dalam pendidikan. Pendidikanlah yang mampu merobohkan tembok antara kenyataan dan khayalan. Tidak ada salahnya berimajinasi seperti tokoh yang diperankan dalam sinema namun pada akhirnya kita sadar bahwa popularitas seorang pemeran tidak akan mengubah situasi dari nasib penontonnya. 

Oleh karena itu pendidikan tidak sekadar dalam sebuah bangunan tetapi pendidikan divisualkan yang terus menerus mengajak masyarakat untuk memiliki nalar kritis agar terhindar dari segala bentuk perumpamaan. Itulah mengapa iklan atau bentuk lainnya dalam pendidikan harus diangkat menjadi tayangan di televisi yang mengarah pada peningkatan kualitas sumber daya manusia atau untuk masyarakat pada khususnya.

Televisi Pendidikan 

Sudah saatnya televisi pendidikan menjadi ujung tombak terbentuknya cita-cita untuk bangsa Indonesia. Televisi yang mampu memberi tayangan mendidik dan menayangkan adegan bermoral dan memberi kelayakan bagi terciptanya bangsa yang bermartabat.

Idealnya televisi swasta bukan sekadar memandang provit perusahaan namun mencoba untuk membuka gerbang pengetahuan yang divisualisasikan melalui program televisi yang menggembirakan di waktu-waktu yang tepat. 

Jika disorot bersama kita mafhum bahwa televisi swasta memiliki standar biaya yang dibebankan kepada pengiklan untuk mempromosikan kegiatan, namun jika ditarik ke dalam ke ranah pendidikan, mestinya menjadi ruang yang lebih memihak untuk kepentingan bersama, sehingga biaya yang dibebankan tersebut bisa lebih terjangkau.

Jika dianggapnya televisi pendidikan tidak dapat diciptakan sungguh mustahil. Sebab televisi adalah ruang visual yang mudah direalisasikan. Dan televisi sebagai jalan ruang bagi pengharapan masyarakat menikmati tayangan ilmiah dan realistis. Dari televisi pendidikan ini akan memberi dampak yang signifikan. 

Televisi pendidikan sebagai proyek nasional pun sudah seharusnya menjadi keputusan pemerintah. Sebab itu, pemerintah dapat membuat stasiun televisi yang mampu memberi tayangan bernuansa filosofis dan bermutu. Pedagogi di dalam televisi bagaikan oase yang menjadikan pendidikan di Indonesia terpenuhi bagi masyarakat luas. 

Lagi-lagi persoalan biaya tinggi bukanlah penghalang, nyatanya makan gratis bisa dianggarkan. Maka televisi dengan menghadirkan program pedagogi pun bukanlah suatu permasalahan, namun sebagai suatu keharusan. 

Televisi pendidikan yang digagas oleh lembaga pendidikan tinggi patut sebagai pionir dengan menampilkan diskusi yang obyektif dan berimbang. 

Beberapa perguruan tinggi yang telah memberikan ruang edukasi bagi masyarakat di antaranya Universitas Indonesia dengan TVUI, Universitas Negeri Jakarta dengan EduraTV, Universitas Islam Negeri Jakarta dengan DnK TV, Universitas Multimedia Nusantara dengan UMN TV, Universitas Gunadarma dengan UG TV, Unpad dengan DIVIA TV.

Ini kabar baiknya, perguruan tinggi memahami betul bahwa masyarakat membutuhkan tayangan yang diimbangi dengan informasi ilmiah dan edukatif.

Dengan adanya televisi di perguruan tinggi selain menjadikan program pendidikan yang tertuang dengan esensi pendidikannya tidak sekadar kuis berhadiah, juga sebagai wadah praktik bagi mahasiswa menyelami dan mempelajari dunia televisi yang mengarah demi pendidikan. 

Alternatif Selain Televisi

Meskipun iklan pendidikan jarang ditayangkan karena kurangnya dana untuk membayar biaya iklan, harga yang tinggi dan minat menonton iklan pendidikan yang tidak semeriah iklan produk makanan dan minuman, dibutuhkan alternatifnya yang tetap menjangkau tentang pendidikan. 

Konsep yang dipilih bisa melalui media sosial atau platform besar seperti YouTube. 

Hakikatnya pendidikan tidak lagi sulit untuk diakses. Sebab kanal YouTube telah mengubah pandangan kita terhadap iklan pendidikan atau tayangan tentang pendidikan yang komprehensif.

Dari platform YouTube inilah masyarakat bisa menjadi penonton sekaligus pelaksana. Pendidikan tidak lagi milik orang-orang yang berhasil membeli persyaratan untuk belajar, tetapi pendidikan telah mencapai ke pelosok melalui YouTube. Semua aspek mutu pendidikan dapat diakses lebih praktis tanpa harus menunggu hadirnya program televisi atau iklan layanan pendidikan.

Basisnya, YouTube bisa menjadi ruang yang berbeda bagi masyarakat. Kuncinya dalam pengawasan orang tua dan keluarga sekitar. Tanpa televisi, masyarakat masih bisa menyelami kegiatan pendidikan. 

Namun sepertinya pendidikan tidak akan bisa banyak bicara dalam lingkup pertelevisian. Sebab penonton lebih mengutamakan iklan dan serial sinema. Pendidikan belum menjadi prioritas yang  mengubah pola pikir masyarakat secara keseluruhan. 

Masihkah kita menunggu kebijakan pemerintah dengan gagasan politiknya dengan mewujudkan televisi pendidikan? Tentu kita mengerti bahwa televisi pendidikan masih sebagai sejarah yang pernah dicetuskan. Harapan mendatang berkisar tentang bertumbuhnya kebijakan televisi yang menyiarkan kependidikan yang dikurasi dengan cara akademis. 

Maknanya kelak, televisi pendidikan semoga sebagai alternatif utama di tengah suntuknya masyarakat dengan sinema yang tidak sesuai dengan umur penonton dan lagu-lagu yang membentuk energi anak-anak semakin tidak sejalan dengan prinsip pendidikan. Mari berhimpun menciptakan ide terbaik demi terciptanya kembali televisi pendidikan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muh Husen Arifin
Dosen Aktif di Prodi PGSD UPI Kampus Cibiru

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 31 Agu 2026, 11:09

Ketika Rumput Habis, Bagaimana Mitigasi Pakan Ternak?

Berharap agar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) membuat program massal sistem mitigasi bencana untuk hewan ternak maupun hewan liar.

Ilustrasi kondisi ternak rakyat ketika musim kemarau ekstrim. (Sumber: dikreasi denganvGemini | Foto: Totok Siswantara)
Beranda 31 Agu 2026, 10:30

Pernah Jadi Pintu Masuk Ratusan Ribu Wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara Kini Bangkit Lagi

Dulu jadi pintu gerbang ratusan ribu wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara sempat mati suri akibat pandemi dan pencabutan status internasional.

Suasana bandara saat pesawat jet komersial Garuda Indonesia mendarat perdana di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jumat 14 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 09:14

Manajemen Dapur Umum dan Menu Ideal untuk Korban Bencana Alam

Perencanaan dan pemilihan lokasi dapur umum harus bebas dari risiko bencana susulan.

Ilustrasi aktivitas dapur umum untuk korban bencana alam. (Sumber: by AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 08:13

Sisi Lain Sang Jenderal: Menelusuri Makna Filosofis dan Tradisi di Balik Kuliner Favorit Soeharto

Kegemaran kuliner Presiden ke-2 RI, Soeharto, tidak lepas dari perjalanan hidupnya yang berakar di Desa Kemusuk.

Momen Presiden Soeharto dan Ibu Tien memotong tumpeng saat merayakan HUT pernikahan di Jalan Cendana, Jakarta, Juni 1986, disaksikan ibu mertua dan Sumitro Djoyohadkusumo. (Sumber: ANRI, Setneg 634)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 20:52

Ketika Seniman Memilih untuk Tidak Diam, Jangan Biarkan Kezaliman Menjadi Kelaziman

Ketika kezaliman menjadi kelaziman, diam bukan lagi netral. Manifesto Seniman Bandung adalah ajakan untuk bersuara—bukan sekadar nyinyir dari kejauhan.

Aliansi Bandung Ngagoak mengadakan aksi ekspresi seni di Kebun Seni Jalan Tamansari 56 Bandung. (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 18:14

Menciptakan Kembali Televisi Pendidikan

Televisi pendidikan sebagai proyek nasional pun sudah seharusnya menjadi keputusan pemerintah.

Ilustrasi televisi. (Sumber: Pexels | Foto: Nothing Ahead)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 16:45

Cerita Tomakur Milik KWT Desa Nagarawangi Terpilih untuk Pendaftaran Legalitas Merek

Tomakur milik KWT Desa Nagarawangi terpilih mendapat pendampingan pendaftaran merek melalui program KKN UNINUS untuk memperkuat legalitas dan identitas produk UMKM.

Sosialisasi dan Pendampingan Proses Pendaftaran HKI (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 14:11

Kedaulatan di Atas Meja Makan: Diplomasi Kuliner Sukarno pada Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 di Bandung

Sukarno menegaskan visi bahwa "kemerdekaan dimulai dari lidah"—sebuah manifestasi dari prinsip Berdikari (Berdiri di Atas Kaki Sendiri).

Momen jamuan makan malam resmi pada Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Hotel Savoy Homann, Bandung, pada 19 April 1955. (Sumber foto: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 12:04

Sehat untuk Semua, Warga Desa Nagarawangi Ikuti CKG dan Edukasi Pertolongan Pertama

Warga Nagarawangi mengikuti CKG dan edukasi kesehatan, mulai dari pertolongan pertama dalam situasi darurat hingga kesehatan psikologis anak dan remaja bersama Puskesmas Rancakalong.

Kegiatan Pelaksanaan Program "Sehat  untuk Semua Warga Desa Nagarawangi" (KKN UNINUS Kel.5&6) (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 09:59

Budaya Mengaji di Tengah Kota

Di tengah modernitas dan dinamisnya kehidupan perkotaan. Masih ada ruang di sudut perkotaan untuk mempertemukan anak-anak dengan kehidupan sosial dan agamanya.

Mengaji di kalangan anak-anak menjadi memori yang begitu melekat. Melihat aktivitas tersebut masih berjalan di area perkotaan menjadi fenomena yang menarik untuk dibahas. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Sejarah 29 Agu 2026, 10:47

Jejak K.F. Holle, Tokoh Kolonial yang Membawa Perubahan Pertanian di Garut

K.F. Holle meninggalkan jejak panjang di Cikajang, Garut, dari perkebunan teh, pertanian, hingga pengembangan domba Garut.

Monumen K.F. Holle di perkebunan teh Giriawas, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 28 Agu 2026, 22:17

Dobrak Stigma 'Bandung Coret', FKB 2026 Boyong Kuliner Legendaris demi Gaet Wisatawan hingga Gen Z

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong kuliner legendaris seperti Perkedel Bondon ke Gedebage, langkah gerilya untuk gaet wisatawan dan Gen Z.

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong berbagai kuliner legendaris Bandung dan Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 28 Agu 2026, 19:12

Lipat demi Lipat, Dimsum Inmons Menyusun Resep Paten dari Gang Sempit Cicadas

Kisah Dimsum Inmons, UMKM kuliner asal gang sempit Cicadas, yang menyeimbangkan kanal digital dengan kekuatan penjualan konvensional.

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung, (12/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 18:08

Menerapkan Pompa Submersible Tenaga Surya untuk Atasi Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla ) di berbagai wilayah dihadang masalah klasik yakni titik api jauh dari sumber air dan listrik.

Ilustrasi penggunaan sistem pompa untuk atasi karhutla (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 17:38

Alibasah Sentot Abdullah Mustafa Prawirodirdjo Menumpas Kerusuhan China di Karawang pada Mei 1832

Kisah heroik Alibasah Sentot Prawirodirdjo saat memimpin pasukan menumpas kerusuhan China di Karawang pada Mei 1832. Analisis sejarah mendalam tentang strategi dan dampaknya bagi kolonial.

Alibasah Sentot Prawirodirdjo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: G.L. Kepper: Wapenfeiten van het Nederlandsch-Indisch leger)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 16:29

Romantisme Membaca Majalah Mangle Edisi Agustus 1962: Jejak Mojang Bandung Doeloe dan Kiwari

Ada romantisme tersendiri ketika membuka kembali sebuah majalah tua yang telah berusia puluhan tahun.

Majalah Mangle edisi Agustus 1962, menampilkan mojang Bandung, Tatty Kartika, sebagai wajah sampul. (Sumber: Dokumentasi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 15:52

Riwayat Cikao dan Cikaobandung Sejak Dahulu Hingga Sekarang

Riwayat Cikaobandung dari masa lalu hingga masa kini. Menelusuri jejak perkembangan wilayah, peran strategis, transformasi sosial dan budaya yang kaya nilai historis dalam narasi yang mendalam.

Tjikao Koffiepakhuis – Gudang Kopi Cikao, 1880. (Sumber: Koleksi Leiden University Libraries)
Linimasa 28 Agu 2026, 15:09

Riwayat Hitam Kebakaran Hutan di Kalimantan, 4 Dekade Kabut di Lahan Gambut

Kebakaran hutan berulang di Kalimantan sejak 1982. Ketahui riwayat karhutla besar, El Niño, lahan gambut, hingga peristiwa 2026.

Ilustrasi kebakaran hutan.
Sejarah 28 Agu 2026, 14:30

Sejarah Gempa NTT, Tercatat Sejak 1898

Sejarah gempa besar NTT berlangsung lebih dari satu abad, dengan sejumlah peristiwa disertai tsunami dan korban jiwa besar.

Dampak tsunami Lunyuk 1977. (Sumber: Pulau Sumba News)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 14:01

Peran Unpad Membantu Gen Z Raih LoA Universitas Top Dunia

Saat ini adalah momentum untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) agar setara dengan negara maju.

Ilustrasi peran Unpad membantu siswa memperoleh LoA dari universitas top dunia (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)