Menciptakan Kembali Televisi Pendidikan

4 menit baca
Muh Husen Arifin
Ditulis oleh Muh Husen Arifin diterbitkan
Ilustrasi televisi. (Sumber: Pexels | Foto: Nothing Ahead)
Ilustrasi televisi. (Sumber: Pexels | Foto: Nothing Ahead)

Mengapa kegiatan pendidikan jarang ditemui di dalam iklan televisi? Pertanyaan yang menggelitik tapi tak menarik bagi pemilik media. Sementara pendidikan wajib bagi masyarakat yang juga menjadi konsumen televisinya. 

Sedikit kita perlu membahas ini di tengah harapan besar masyarakat ingin menambah wawasan pendidikannya. Secuil harapan itu masih menyala bagi masyarakat Indonesia saat ini. 

Kondisi di pedesaan atau perkotaan ketika menonton televisi selalu dihubungkan dengan melankolia kehidupan. Akibatnya banyak masyarakat yang mengidamkan memiliki kemampuan di atas rata-rata, padahal konteks di televisi hanyalah fiksi dan tidak ada hubungan dengan kenyataan. 

Maka inilah pentingnya pemahaman dalam pendidikan. Pendidikanlah yang mampu merobohkan tembok antara kenyataan dan khayalan. Tidak ada salahnya berimajinasi seperti tokoh yang diperankan dalam sinema namun pada akhirnya kita sadar bahwa popularitas seorang pemeran tidak akan mengubah situasi dari nasib penontonnya. 

Oleh karena itu pendidikan tidak sekadar dalam sebuah bangunan tetapi pendidikan divisualkan yang terus menerus mengajak masyarakat untuk memiliki nalar kritis agar terhindar dari segala bentuk perumpamaan. Itulah mengapa iklan atau bentuk lainnya dalam pendidikan harus diangkat menjadi tayangan di televisi yang mengarah pada peningkatan kualitas sumber daya manusia atau untuk masyarakat pada khususnya.

Televisi Pendidikan 

Sudah saatnya televisi pendidikan menjadi ujung tombak terbentuknya cita-cita untuk bangsa Indonesia. Televisi yang mampu memberi tayangan mendidik dan menayangkan adegan bermoral dan memberi kelayakan bagi terciptanya bangsa yang bermartabat.

Idealnya televisi swasta bukan sekadar memandang provit perusahaan namun mencoba untuk membuka gerbang pengetahuan yang divisualisasikan melalui program televisi yang menggembirakan di waktu-waktu yang tepat. 

Jika disorot bersama kita mafhum bahwa televisi swasta memiliki standar biaya yang dibebankan kepada pengiklan untuk mempromosikan kegiatan, namun jika ditarik ke dalam ke ranah pendidikan, mestinya menjadi ruang yang lebih memihak untuk kepentingan bersama, sehingga biaya yang dibebankan tersebut bisa lebih terjangkau.

Jika dianggapnya televisi pendidikan tidak dapat diciptakan sungguh mustahil. Sebab televisi adalah ruang visual yang mudah direalisasikan. Dan televisi sebagai jalan ruang bagi pengharapan masyarakat menikmati tayangan ilmiah dan realistis. Dari televisi pendidikan ini akan memberi dampak yang signifikan. 

Televisi pendidikan sebagai proyek nasional pun sudah seharusnya menjadi keputusan pemerintah. Sebab itu, pemerintah dapat membuat stasiun televisi yang mampu memberi tayangan bernuansa filosofis dan bermutu. Pedagogi di dalam televisi bagaikan oase yang menjadikan pendidikan di Indonesia terpenuhi bagi masyarakat luas. 

Lagi-lagi persoalan biaya tinggi bukanlah penghalang, nyatanya makan gratis bisa dianggarkan. Maka televisi dengan menghadirkan program pedagogi pun bukanlah suatu permasalahan, namun sebagai suatu keharusan. 

Televisi pendidikan yang digagas oleh lembaga pendidikan tinggi patut sebagai pionir dengan menampilkan diskusi yang obyektif dan berimbang. 

Beberapa perguruan tinggi yang telah memberikan ruang edukasi bagi masyarakat di antaranya Universitas Indonesia dengan TVUI, Universitas Negeri Jakarta dengan EduraTV, Universitas Islam Negeri Jakarta dengan DnK TV, Universitas Multimedia Nusantara dengan UMN TV, Universitas Gunadarma dengan UG TV, Unpad dengan DIVIA TV.

Ini kabar baiknya, perguruan tinggi memahami betul bahwa masyarakat membutuhkan tayangan yang diimbangi dengan informasi ilmiah dan edukatif.

Dengan adanya televisi di perguruan tinggi selain menjadikan program pendidikan yang tertuang dengan esensi pendidikannya tidak sekadar kuis berhadiah, juga sebagai wadah praktik bagi mahasiswa menyelami dan mempelajari dunia televisi yang mengarah demi pendidikan. 

Alternatif Selain Televisi

Meskipun iklan pendidikan jarang ditayangkan karena kurangnya dana untuk membayar biaya iklan, harga yang tinggi dan minat menonton iklan pendidikan yang tidak semeriah iklan produk makanan dan minuman, dibutuhkan alternatifnya yang tetap menjangkau tentang pendidikan. 

Konsep yang dipilih bisa melalui media sosial atau platform besar seperti YouTube. 

Hakikatnya pendidikan tidak lagi sulit untuk diakses. Sebab kanal YouTube telah mengubah pandangan kita terhadap iklan pendidikan atau tayangan tentang pendidikan yang komprehensif.

Dari platform YouTube inilah masyarakat bisa menjadi penonton sekaligus pelaksana. Pendidikan tidak lagi milik orang-orang yang berhasil membeli persyaratan untuk belajar, tetapi pendidikan telah mencapai ke pelosok melalui YouTube. Semua aspek mutu pendidikan dapat diakses lebih praktis tanpa harus menunggu hadirnya program televisi atau iklan layanan pendidikan.

Basisnya, YouTube bisa menjadi ruang yang berbeda bagi masyarakat. Kuncinya dalam pengawasan orang tua dan keluarga sekitar. Tanpa televisi, masyarakat masih bisa menyelami kegiatan pendidikan. 

Namun sepertinya pendidikan tidak akan bisa banyak bicara dalam lingkup pertelevisian. Sebab penonton lebih mengutamakan iklan dan serial sinema. Pendidikan belum menjadi prioritas yang  mengubah pola pikir masyarakat secara keseluruhan. 

Masihkah kita menunggu kebijakan pemerintah dengan gagasan politiknya dengan mewujudkan televisi pendidikan? Tentu kita mengerti bahwa televisi pendidikan masih sebagai sejarah yang pernah dicetuskan. Harapan mendatang berkisar tentang bertumbuhnya kebijakan televisi yang menyiarkan kependidikan yang dikurasi dengan cara akademis. 

Maknanya kelak, televisi pendidikan semoga sebagai alternatif utama di tengah suntuknya masyarakat dengan sinema yang tidak sesuai dengan umur penonton dan lagu-lagu yang membentuk energi anak-anak semakin tidak sejalan dengan prinsip pendidikan. Mari berhimpun menciptakan ide terbaik demi terciptanya kembali televisi pendidikan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)