Menerapkan Pompa Submersible Tenaga Surya untuk Atasi Karhutla

5 menit baca
Totok Siswantara
Ditulis oleh Totok Siswantara diterbitkan
Ilustrasi penggunaan sistem pompa untuk atasi karhutla (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ilustrasi penggunaan sistem pompa untuk atasi karhutla (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Pompa submersible adalah pompa celup yang diturunkan langsung ke sumur bor sedalam 30-50 meter.

  • Sebagian besar Karhutla terjadi karena aktivitas manusia (faktor antropogenik) seperti pembukaan lahan dengan cara dibakar. 

  • Perlu konsistensi pemerintah terkait dengan  penguatan regulasi dan penegakan hukum, restorasi lahan gambut, pengembangan sistem deteksi dini berbasis satelit, patroli terpadu, serta pemberdayaan masyarakat melalui program desa peduli api.

Kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla ) di berbagai wilayah dihadang masalah klasik yakni titik api jauh dari sumber air dan listrik. Perlu solusi teknologi penggunaan pompa air.  Jenis pompa yang tepat adalah pompa submersible tenaga surya.

Pompa submersible adalah pompa celup yang diturunkan langsung ke sumur bor sedalam 30-50 meter. Kelebihannya, mampu menyedot air dalam dan mendorongnya dengan tekanan tinggi. Ini penting karena api gambut membakar di bawah permukaan tanah.

Agar bisa beroperasi di tengah hutan tanpa PLN, pompa ini digerakkan oleh panel surya. Tidak butuh BBM. Cukup sinar matahari. Dalam 15 menit air sudah bisa disemprotkan ke titik api.

Satu unit sistem mampu menghasilkan debit 300 Liter per menit dengan daya 3HP. Dilengkapi tandon 5000 Liter, sistem ini bisa bekerja meski mendung atau malam hari.

Dengan teknologi ini, penanggulangan karhutla terutama yang terjadi di kawasan gambut diharapkan bergeser dari reaktif menjadi preventif.  Jika ada air, ada harapan lahan gambut tidak lagi terbakar.

Sekitar 80 persen titik rawan karhutla di Sumatera dan Kalimantan tidak terjangkau jaringan PLN. Menarik genset ke lokasi butuh BBM mahal dan rawan telat.

Satu paket sistem terdiri dari Panel Surya 4400WP, Pompa DC 3HP, Baterai 48V 200Ah, Sumur Bor 50 m, Tandon, dan 200 meter selang pemadam.

Dengan adanya sistem ini, diharapkan kebakaran gambut di Indonesia bisa ditekan secara signifikan mulai dari hulunya yakni ketersediaan air.

Sistem ini sudah  diterapkan di beberapa konsesi di Riau dan Kalimantan Tengah bekerja sama dengan BPBD dan perusahaan.

Perlu program terpadu antara pusat dan daerah untuk mengatasi akar masalah kabut asap akibat kutukan lahan gambut. Program tersebut antara lain usaha rewetting atau pembasahan kembali kawasan gambut tropika yang telah terdegradasi. Pada prinsipnya  gambut yang basah menghambat terjadinya kebakaran.

Indonesia memiliki lahan gambut sekitar 20,6 juta hektar yang merupakan setengah dari luas lahan gambut di daerah tropika. Lahan gambut sebenarnya memiliki nilai keanekaragaman hayati yang tinggi dan dikenal sebagai habitat flora dan fauna yang spesifik bernilai ekonomi tinggi.

Seperti pohon seperti Ramin (Gonystylus bancanus), Jelutung (Dyera costulata), Meranti , dan bermacam satwa seperti orang utan dan sebagainya. Selain itu lahan gambut mempunyai peran penting ekologi dan kemampuan menyimpan air dan karbon dalam jumlah yang besar. Sayangnya peran tersebut kini terganggu oleh agroindustri.

Perlu program yang tepat untuk mengelola dan melestarikan gambut secara tepat dan bijaksana. Program restorasi dan rehabilitasi lahan gambut yang terdegradasi selama ini masih ala kadarnya. Hal itu terlihat dengan banyaknya drainase yang dibuat oleh pengusaha yang kurang memperhatikan prinsip ekologis. Adanya drainase tersebut melancarkan kasus pembalakan liar dan menyebabkan lahan gambut mudah terbakar.

Perlu kesadaran bangsa untuk memahami fungsi ekologis hutan gambut. Dimana fungsi alamiah itu sebenarnya mirip dengan fungsi gunung yang menjadi mata air beberapa sungai. Fungsi gunung yang menampung dan menyerap air adalah identik dengan fungsi hutan gambut yang secara geologis berbentuk kubah gambut.

Secara ilmiah lahan gambut bisa dianalogikan seperti busa atau spon raksasa yang bisa menampung dan menyimpan air pada musim hujan lalu melepaskan perlahan di musim kemarau. Itulah peran besar gambut, hutan gambut dan rawa gambut  sebagai pemasok air tawar.

Sayangnya, kini terjadi kerusakan parah kawasan gambut tropika sehingga kemampuan kawasan sebagai penyimpan dan cadangan air berubah menjadi lahan yang kering kerontang dan menjelma menjadi bara api yang memproduksi asap yang menyebar kemana-mana. Itulah kutukan gambut ketika arah pembangunan begitu serakah merubah hutan gambut menjadi hutan industri.

Keniscayaan pengelolaan ekosistem lahan gambut dengan penerapan inovasi teknologi irigasi gambut. Inovasi teknologi pengairan tersebut pada prinsipnya berperan ganda. Yakni mampu mengairi atau membasahi secara efisien lahan gambut yang kritis dan mudah terbakar dimusim kemarau.

Selain itu jaringan pipa irigasi tersebut juga bisa berfungsi mengalirkan debit air yang tersimpan di hutan gambut yang masih lestari untuk keperluan tanaman pangan, peternakan,  perikanan dan air baku untuk keperluan rumah tangga. Sekedar catatan bahwa hutan gambut yang masih lestari mampu menyimpan air tawar dalam jumlah yang besar.

Sebagian besar Karhutla terjadi karena aktivitas manusia (faktor antropogenik) seperti pembukaan lahan dengan cara dibakar. 

Gambut kaya akan bahan organik dan karbon kering yang membuatnya mudah terbakar jika kondisinya rusak. Api di lahan gambut sulit dipadamkan karena menjalar di bawah permukaan tanah (smoldering fire).

Pembuatan kanal air membuat gambut mengering dan kehilangan sifat basah alaminya. Musim kemarau panjang atau fenomena El Nino membuat vegetasi dan gambut menjadi sangat kering.

Mengacu pada situs resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sekitar 99 persen penyebab karhutla di Indonesia akibat ulah  manusia, hanya satu persen yang disebabkan oleh faktor alam. Salah satu aktivitas yang paling banyak menjadi pemicu adalah pembukaan hutan dan lahan untuk kegiatan pertanian maupun perkebunan.

Pembakaran digunakan sebagai cara untuk membersihkan vegetasi liar dan membuka lahan baru karena dianggap lebih mudah dan cepat dibandingkan menggunakan metode lain. Persoalannya, api yang awalnya digunakan untuk membersihkan area tertentu dapat dengan mudah menjalar ke vegetasi di sekitarnya, terutama ketika kondisi lahan sedang kering.

Risiko semakin tinggi pada musim kemarau ketika kondisi vegetasi kering dan api mudah menyebar. Selain itu, pengeringan lahan gambut melalui pembangunan kanal menyebabkan ekosistem menjadi sangat rentan terhadap kebakaran. Api pada lahan gambut bahkan dapat membara di bawah permukaan tanah dalam waktu lama dan sulit dipadamkan.

Dampak karhutla bersifat multidimensi. Dari aspek lingkungan, kebakaran menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati, degradasi ekosistem, serta pelepasan emisi karbon dalam jumlah besar yang berkontribusi terhadap perubahan iklim global. Dari sisi kesehatan, paparan kabut asap meningkatkan kasus infeksi saluran pernapasan dan kematian prematur. Sementara itu, dari sisi ekonomi, kerugian terjadi pada sektor pertanian, kehutanan, transportasi, dan perdagangan.

Perlu konsistensi pemerintah terkait dengan  penguatan regulasi dan penegakan hukum, restorasi lahan gambut, pengembangan sistem deteksi dini berbasis satelit, patroli terpadu, serta pemberdayaan masyarakat melalui program desa peduli api. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Totok Siswantara
Penulis lepas, pemulia tanaman, lulusan Program Profesi Insinyur

Berita Terkait

News Update

Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 19:02

Pendidikan Empati dalam Isu Sosial

urgensinya pendidikan empati diajarkan. Bukan hanya mencari jalan keviralan. Demi meningkatkan kuantitas konten tanpa memfilter isinya.

Ilustrasi anak sekolah di ladang sawah. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 17:03

Stadion Persib Kelas Dunia Kapan ?

Persib Bandung bermain di stadion kelas Piala Dunia saat Asian LC 2 melawan FC Seoul Korea Selatan medio September 2026

Kondisi rumput liar tak terawat di luar Stadion GBLA yang sempat disorot pada 2019 lalu. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 15:29

Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya

Mengupas potensi bahaya gunung berapi, sesar aktif di Bandung Raya dan langkah mitigasi demi keselamatan warga. Simak informasi artikel Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya.

Poster Riset - Kesiapan Obyek Wisata Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu Terhadap Bencana (Sumber: issuu.com/anggasafik/docs/poster_riset_tangkuban_perahu | Foto: Angga Safik Ul Ridwa)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 13:45

Penyiar Legendaris dan Perjalanan RRI di Era 1970-an Hingga Masa Kini

Terkadang wajah penyiar tidak pernah dilihat, tapi suaranya bisa menjadi kenangan dalam sejarah. Sambas, Hasan Azhari Oramahi, Poppy Tiendas, dll adalah nama legendaris penyiar RRI dengan suara emas.

Gedung Kantor RRI Bandung. (Sumber: RRI | Foto: R.Erlan W.K)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 10:32

Kenapa Gaji ASN Jadi Rebutan Bank?

Payroll sesungguhnya buka cuma rekening gaji. Dana yang masuk secara rutin saban bulan menciptakan aktivitas lanjutan.

Gedung bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 08:11

Kebakaran Cihanja Punclut dan Pentingnya Penanganan Lingkungan Berkelanjutan

Catatan Lukman Nurhakim tentang material mudah terbakar di bawah timbunan, dampak asap terhadap warga, dan pentingnya penanganan pascakebakaran membuka pertanyaan yang lebih luas.

Kebakaran lahan di Cihanja-Punclut Kawasan Bandung Utara. (Foto: Dokumen Lukman Nurhakim)
Ayo Biz 15 Sep 2026, 20:08

Dari Lereng Arjuno ke Peta Jalan Net Zero: Jejak United Tractors Merawat Industri Berkelanjutan

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan.

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 19:51

200 Ikon Bandung #5: Pemandian Tjihampelas, Kolam Renang Pertama di Indonesia

Pemandian Tjihampelas menyimpan sejarah panjang olahraga renang di Indonesia sebelum bangunannya hilang dan berganti menjadi kawasan hunian modern.

Pemandian Tjihampelas pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 17:12

200 Ikon Bandung #4: Saritem

Sekarang, kawasan lokaslisasi Saritem telah tiada, bahkan telah digantikan dengan keberadaan sebuah pesantren yang cukup besar.

Sebuah roman Sunda karya Aan Merdeka Permana yang berjudul "Saritem". (Sumber: Istimewa)
Seni Budaya 15 Sep 2026, 16:00

Hikayat Wayang Tavip, Inovasi Wayang dari Sampah Plastik

Wayang Tavip lahir dari plastik bekas. Karya seni ciptaan Muhammad Tavip ini terus berkembang dari bentuk 2D hingga 3D.

Wayang Tavip menjadi inovasi dalam seni pewayangan dengan bentuk karakter yang khas dan unik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 15:17

Menjaga Wajah Kota: Sinergi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung

Mereka tidak sekadar ditertibkan, melainkan langsung dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung di Rancacili.

Ilustrasi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung. (Sumber: dibuat dengan chatgpt.com | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 13:25

Seandainya Saya Jadi Presiden - Bagian 2

Negara bukanlah panggung pertunjukan, tetapi seandainya saya jadi presiden, saya ingin ada yang membaca puisi kenegaraan saat pelantikan. Negara akan maju jika semua warga diwajibkan membaca buku.

Bendera Republik Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Firman Marek_Brew)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 11:41

Jangan Sampai Pilkades di Jabar Menjadi Kotak Hitam Digital

Sistem pemilu yang baik bukan hanya harus mampu menghasilkan angka, tetapi juga harus memungkinkan pihak yang berwenang memeriksa bagaimana angka tersebut dihasilkan.

Ilustrasi Pilkades. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 09:56

Obituari untuk Kanaya Whu

Ada suara yang justru menemukan kehidupan keduanya setelah kematian. Kanaya Whu salah satunya. Kematian selalu memiliki cara yang aneh untuk menjadi kenangan. Ada sebuah puisi elegi dalam obituari ini

Kanaya Whu. (Sumber: Instagram | Foto: Kanaya Whu)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 19:01

Stiker Radio: Ketika Kenangan Lama Kembali Mengudara

Masih dalam suasana memperingati Hari Radio Nasional pada 9 September 2026, menarik untuk menengok kembali salah satu memorabilia radio yang kerap luput dari perhatian: stiker radio.

Beragam stiker radio dari berbagai stasiun radio di seluruh Indonesia yang menjadi bagian dari koleksi penulis. (Sumber: Foto dan koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 18:24

Nestapa Dago Dairy dan Asa Kedaulatan Pakan dari Bangku SMK

Kita abai menyiapkan cetak biru pendidikan modern di hulu peternakan.

Ilustrasi Mewujudkan SMK Peternakan Jurusan Pakan yang sesuai dengan perkembangan teknologi. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 17:05

Menggelorakan Wisata Olahraga di Kota Bandung

Wisata olahraga sebagai wisata yang mulai dijadikan model wisata yang sangat menarik dan mampu mengundang wisatawan menemukan wisata sembari berolahraga.

Bagi generasi Z, lari bukan hanya olahraga, tetapi gaya hidup yang terus berkembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 15:11

Riung Gunung Bandung, 'Bandung Kakurung ku Gunung'

Riung Gunung Bandung mengungkap pesona alam legendaris Bandung kakurung ku gunung.

Nuansa Riung Gunung Pangalengan, Wisata Bandung Murah. (Sumber: Instagram | Foto: nuansariunggunung_)