Riwayat Cikao dan Cikaobandung Sejak Dahulu Hingga Sekarang

7 menit baca
R.M.A. Ahmad Said Widodo
Ditulis oleh R.M.A. Ahmad Said Widodo diterbitkan
Tjikao Koffiepakhuis – Gudang Kopi Cikao, 1880. (Sumber: Koleksi Leiden University Libraries)
Tjikao Koffiepakhuis – Gudang Kopi Cikao, 1880. (Sumber: Koleksi Leiden University Libraries)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Cikao pernah menjadi sebuah wilayah yang berganti-ganti dari Kabupaten Bandung, Cianjur, Karawang dan kemudian menjadi wilayah Purwakarta.

  • Cikao dan Cikaobandung bukan sekadar nama geografis di Purwakarta, melainkan saksi bisu denyut nadi sejarah perdagangan Nusantara yang pernah berjaya pada masa lampau.

Namanya adalah Cikao. Sungai Cikao berhulu di Gunung Burangrang dan bermuara di Sungai Citarum sepanjang ± 48 km. Cikao juga pernah menjadi sebuah wilayah yang berganti-ganti dari Kabupaten Bandung, Cianjur, Karawang dan kemudian menjadi wilayah Purwakarta.

Pada arsip peta Poerwakarta Blad 38B (1922) sampai ada nama Tjikaobandoeng dan Tjikaokrawang yang saling berseberangan. Kini wilayah Tjikaobandoeng dikenal sebagai Desa Cikaobandung, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta dan Tjikaokrawang dikenal sebagai Kecamatan Babakancikao, Kabupaten Purwakarta.

Cikao telah lama dikenal orang terbukti dari naskah Carita Parahyangan (Kropak 406) yang masuk ke dalam urat nadi perekonomian dan lalu lintas perdagangan pada masa Kerajaan Pakuan (Sunda) dan Kerajaan Kawali (Galuh), yang dikenal sebagai jalan raya kuno Pajajaran (Pajajaran Highway, menurut filolog Amir Sutaarga) hingga sebelum Kerajaan Pajajaran runtuh 1579 dan awal kejayaan Kerajaan Sumedang Larang (21 April 1580).

Jalan raya kuno Pajajaran ini dengan rute dari: Kawali – Karang Sambung – Tomo – Kutamaya – Cisalak – Sagalaherang – Wanayasa – Sindangkasih – Kembang Kuning – Cikao – Tanjungpura – Cibarusah – Warung Gede – Cileungsi hingga Batutulis, Pakuan.

Rute ini terdapat juga dalam naskah Bujangga Manik karya Prabu Jaya Pakuan (Rakeyan Ameng Layaran/Bujangga Manik), yang kini disimpan di Bodleian Library, Oxford University, Inggris sejak 1627. Naskah ini ditulis oleh seorang pangeran dari keraton Pakuan Pajajaran, ibukota Kerajaan Sunda, yang menjalani hidup sebagai seorang resi Hindu, sekitar abad ke-15.

Cikao dalam Perdagangan Kopi

Sejak 1696 tanaman kopi mulai ditanam dibudidayakan di wilayah Batavia dan sekitarnya. Kemudian wilayah penanaman kopi adalah Priangan (Jawa Barat), beberapa diantaranya adalah Cianjur, Bogor, Sukabumi, Bandung, Sumedang, Garut, Sukapura (Tasikmalaya), Wanayasa dan Subang.

Gubernur Jenderal VOC Mattheus de Haan (1725-1729) atas inisiatif Bupati Bandung Tumenggung Anggadireja I (1704-1747) memulai apa yang kemudian disebut sebagai koffietransport. Kopi-kopi dari daerah ini pada awalnya dibawa dengan hewan beban (kerbau, sapi atau kuda), dengan waktu tempuh rata-rata selama 60-72 hari.

Berdasarkan beberapa catatan sejarah, maka perjalanan pengangkutan kopi itu memang sangat berbahaya. Pada masa itu jalanan belum sebaik masa kini. Jalanan tanah kering berdebu pada musim kemarau dan jalanan tanah licin berlumpur pada musim hujan. Melewati jalanan dataran tinggi, menengah hingga rendah. Menurun, menanjak, berkelak-kelok, berlika-liku. Melewati hutan belantara, tebing curam, jurang dalam, menyeberangi sungai. Melewati perkampungan dan pedesaan. Banyak orang yang tewas dalam perjalanan karena faktor kelelahan, sakit (seperti malaria), diterkam harimau, dibunuh perampok. Bahkan perbekalan mereka, hewan beban dan muatan angkutan kopi juga turut dijarah-rayah.

Sebagaimana dituliskan oleh Johannes Cornelis "Jan" Breman, Koloniaal profijt van onvrije arbeid: het Preanger stelsel van gedwongen arbeid op Java, 1720-1870. Pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal VOC Mattheus de Haan itu, dia minta agar para tenaga kerja (kuli) untuk membawa kopi dari Bandung, Parakanmuncang dan Sumedang ke gudang kopi dan pelabuhan kopi Cikao (Kabupaten Bandung), yang dibangun pada tahun 1730. Hal ini semasa dengan masa pemerintahan Bupati Cianjur R.A. Wiratanudatar IV (1727-1761), Bupati Kaawang R.A.A. Panatayuda II (1721-1732) dan Bupati Wanayasa R.A. Suriadikara I (Dalem Aria) dan Dalem Panembahan (Dalem Panengah).

Kopi dari wilayah Banjaran, Cileuleuy, Ciparay, Cisondari, Leuwi Gajah dan Palasari dibawa ke Cikao. Setelah jalanan semakin baik, maka kopi-kopi kemudian dibawa dengan pedati-pedati dengan perantaraan perahu-perahu berdayung dan/atau bertiang layar tunggal dengan layar tunggal berbobot maksimal 100 ton menuju ke Batavia.

Perahu-perahu ini mengarungi Sungai Citarum dari Cikao (kini Kampung Talibaju, Desa Cikaobandung, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta) hingga ke muara Ujung Karawang (kini wilayah Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi), hingga ke Batavia sejauh 100-120 km untuk selanjutnya diekspor ke luar negeri, seperti ke Eropa dan Amerika.

Perjalanan pengiriman kopi dari gudang kopi (koffie pakhuis) di Cikao ke Batavia dengan menggunakan perahu-perahu yang disewa oleh Pemerintah Kolonial Hindia-Belanda, yaitu Bataaviasch Prauwen Veer (BPV) memerlukan waktu selama ± 8 hari. Artimya: 8 hari x 24 jam = 192 jam. Bagi total jarak dengan jam.120 kilometer : 192 jam = 0,625 km/jam.

Untuk menggerakkan perahu layar tunggal dengan kecepatan rata-rata 0,625 km/jam (sesuai perhitungan sebelumnya), kecepatan angin ideal yang dibutuhkan adalah sekitar 1,250 hingga 1,875 kilometer per jam (atau sekitar 0,7 hingga 1 knot).

Perahu layar tradisional bertiang tunggal umumnya memiliki rasio kecepatan angin terhadap kecepatan perahu sebesar 2:1 hingga 3:1 saat berlayar searah angin (downwind). Lambung perahu mengalami gaya gesek dengan air, sehingga kecepatan perahu tidak akan pernah sama persis dengan kecepatan angin yang mendorongnya.

Tjikao Koffiepakhuis – Gudang Kopi Cikao, 1880. (Sumber: Koleksi Leiden University Libraries)
Tjikao Koffiepakhuis – Gudang Kopi Cikao, 1880. (Sumber: Koleksi Leiden University Libraries)

Batas Minimum (Rasio 2:1): Kecepatan Angin = 0,625 km/jam x 2 = 1,250 km/jam. Batas Maksimum (Rasio 3:1): Kecepatan Angin = 0,625 km/jam x  3 = 1,875 km/jam. Dalam hukum maritim internasional, kecepatan angin di bawah 2 km/jam masuk dalam Skala Beaufort 0 (Tenang/Calm) atau Skala Beaufort 1 (Udara Ringan). Kecepatan perahu 0,625 km/jam itu sangat lambat (setara dengan laju benda hanyut atau perahu yang bergerak perlahan akibat hembusan angin sepoi-sepoi yang hampir mati).

Mulai 1872 pengangkutan kopi dari gudang-gudang di Kabupaten Bandung  (Banjaran, Cikalong, Cililin, Cimahi, Ciparay, Cirateun, Cisondari, Kopo, Palasari, Sindanglaya) serta dari Plered dan Wanayasa dibawa ke Cikao.

Pada arsip peta koleksi Frederik de Haan, yaitu peta Tjikao A54; Tjikao D63 (1840); Tjikao F25 (karya kartografer J.G. Mathee, 21 Juli 1790) dan K27 dan Sindangkasih X28 (karya kartografer Wimmercrantz, 27 Desember 1778) jelas nampak posisi penting Cikao. Pada arsip peta Tjikao D63 (1840) dan arsip peta Tjikao A54 sangat jelas ditunjukkan posisi gudang-gudang kopi, dermaga kopi dan lain-lain.

Karangsambung dalam Perdagangan Kopi

Gudang kopi dan pelabuhan kopi Karangsambung diresmikan 20 Oktober 1803. Gudang ini berada di pinggir Sungai Cimanuk yang kini terletak di antara wilayah Tomo (Kabupaten Sumedang) dan Kadipaten (Kabupaten Majalengka).

Kopi dari Balubur, Cicalengka, Cisurupan, Leles, Limbangan dan Tarogong serta Sumedang diangkut ke Karangsambung. Kopi dan produk lainnya untuk pasar Eropa dari Cianjur ke Palabuhanratu dan dari Cianjur dan Bandung ke Cikao

Masa Akhir Kejayaan Cikao dalam Perdagangan Kopi

Segala sesuatu pasti mengalami masa timbul dan tenggelam, pasang dan surut. Demikian pula masa kejayaan Cikao dalam perdangan kopi, mengalami masa menjelang surut setelah adanya jalur rel kereta api di wilayah Jawa Barat, khususnya wilayah Priangan, termasuk Sukabumi, Cianjur, Bandung, Cibatu dan Purwakarta.

Kopi yang pada awalnya diangkut ke gudang kopi dan pelabuhan kopi Cikao, semakin lama semakin hilang setelah adanya jalur kereta api, stasiun dan depo di Purwakarta yang diresmikan 27 Desember 1902.

Lebih lagi setelah dibangunnya Bendungan Walahar (Parisdo) di Desa Walahar, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang (± 1918-1925) dan diresmikan 30 November 1925. Praktis pengangkutan kopi dari Cikao menuju Batavia berhenti total, meski di Bendungan Walahar ada pintu ke-5 yang dapat digunakan untuk perahu-perahu kayu dan rakit-rakit bambu pengangkut kayu dan bambu.

Bangunan gudang kopi Cikao kemudian lama ditinggalkan, dibiarkan terlantar dimakan zaman, perlahan tertutup kerimbunan rumput dan dibanjiri air Sungai Citarum yang sering meluap pada musim hujan. Lama-lama bangunannya pun runtuh, hampir tak tersisa, kemudian menjadi lahan pemukiman penduduk di Kampung Talibaju. Tinggallah Cikao yang perlahan seakan dilupakan masa, dilupakan zaman, kecuali dituliskan berulang tentang kejayaannya pada masa silam.

Singkatnya, perkebunan tanaman kopi di wilayah Jawa Barat sudah ada sejak zaman Preangerstelsel (1720-1871), Cultuurstelsel (1830-1870) dan particulair onderneming (1870-1942).

Cikao dan Cikaobandung bukan sekadar nama geografis di Purwakarta, melainkan saksi bisu denyut nadi sejarah perdagangan Nusantara yang pernah berjaya pada masa lampau. Transformasi kawasan ini dari bandar pelabuhan sungai yang ramai menjadi daerah pemukiman modern mencerminkan adaptasi masyarakat terhadap perubahan zaman. Jejak arkeologis dan cerita tutur yang tersisa menjadi warisan berharga yang menghubungkan generasi masa kini dengan kejayaan leluhur di sepanjang aliran sungai.

Menjaga kelestarian sejarah Cikao merupakan tanggung jawab bersama agar identitas lokal tidak tenggelam oleh arus modernisasi. Upaya konservasi, pencatatan literatur serta edukasi kepada generasi muda sangat penting untuk merawat memori kolektif ini. Nilai-nilai historis yang tertanam di tanah Cikaobandung harus terus digaungkan sebagai sumber inspirasi pembangunan daerah.

Kesimpulannya, perjalanan panjang Cikao dari hulu sejarah hingga hilir masa depan menegaskan bahwa kemajuan tidak boleh melupakan akar budaya. Dengan menghargai warisan pelabuhan kuno ini, Purwakarta tidak hanya merawat masa lalunya, tetapi juga membangun fondasi jati diri yang kokoh untuk melangkah ke depan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

R.M.A. Ahmad Said Widodo
Peneliti dan Penulis Sejarah Purwakarta, Subang dan Karawang (2001-sekarang) Penemu Besluit Hari Jadi Purwakarta, 20 Juli 1831. Penulis 26 judul buku.

Berita Terkait

News Update

Sejarah 29 Agu 2026, 10:47

Jejak K.F. Holle, Tokoh Kolonial yang Membawa Perubahan Pertanian di Garut

K.F. Holle meninggalkan jejak panjang di Cikajang, Garut, dari perkebunan teh, pertanian, hingga pengembangan domba Garut.

Monumen K.F. Holle di perkebunan teh Giriawas, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 28 Agu 2026, 22:17

Dobrak Stigma 'Bandung Coret', FKB 2026 Boyong Kuliner Legendaris demi Gaet Wisatawan hingga Gen Z

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong kuliner legendaris seperti Perkedel Bondon ke Gedebage, langkah gerilya untuk gaet wisatawan dan Gen Z.

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong berbagai kuliner legendaris Bandung dan Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 28 Agu 2026, 19:12

Lipat demi Lipat, Dimsum Inmons Menyusun Resep Paten dari Gang Sempit Cicadas

Kisah Dimsum Inmons, UMKM kuliner asal gang sempit Cicadas, yang menyeimbangkan kanal digital dengan kekuatan penjualan konvensional.

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung, (12/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 18:08

Menerapkan Pompa Submersible Tenaga Surya untuk Atasi Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla ) di berbagai wilayah dihadang masalah klasik yakni titik api jauh dari sumber air dan listrik.

Ilustrasi penggunaan sistem pompa untuk atasi karhutla (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 17:38

Alibasah Sentot Abdullah Mustafa Prawirodirdjo Menumpas Kerusuhan China di Karawang pada Mei 1832

Kisah heroik Alibasah Sentot Prawirodirdjo saat memimpin pasukan menumpas kerusuhan China di Karawang pada Mei 1832. Analisis sejarah mendalam tentang strategi dan dampaknya bagi kolonial.

Alibasah Sentot Prawirodirdjo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: G.L. Kepper: Wapenfeiten van het Nederlandsch-Indisch leger)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 16:29

Romantisme Membaca Majalah Mangle Edisi Agustus 1962: Jejak Mojang Bandung Doeloe dan Kiwari

Ada romantisme tersendiri ketika membuka kembali sebuah majalah tua yang telah berusia puluhan tahun.

Majalah Mangle edisi Agustus 1962, menampilkan mojang Bandung, Tatty Kartika, sebagai wajah sampul. (Sumber: Dokumentasi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 15:52

Riwayat Cikao dan Cikaobandung Sejak Dahulu Hingga Sekarang

Riwayat Cikaobandung dari masa lalu hingga masa kini. Menelusuri jejak perkembangan wilayah, peran strategis, transformasi sosial dan budaya yang kaya nilai historis dalam narasi yang mendalam.

Tjikao Koffiepakhuis – Gudang Kopi Cikao, 1880. (Sumber: Koleksi Leiden University Libraries)
Linimasa 28 Agu 2026, 15:09

Riwayat Hitam Kebakaran Hutan di Kalimantan, 4 Dekade Kabut di Lahan Gambut

Kebakaran hutan berulang di Kalimantan sejak 1982. Ketahui riwayat karhutla besar, El Niño, lahan gambut, hingga peristiwa 2026.

Ilustrasi kebakaran hutan.
Sejarah 28 Agu 2026, 14:30

Sejarah Gempa NTT, Tercatat Sejak 1898

Sejarah gempa besar NTT berlangsung lebih dari satu abad, dengan sejumlah peristiwa disertai tsunami dan korban jiwa besar.

Dampak tsunami Lunyuk 1977. (Sumber: Pulau Sumba News)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 14:01

Peran Unpad Membantu Gen Z Raih LoA Universitas Top Dunia

Saat ini adalah momentum untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) agar setara dengan negara maju.

Ilustrasi peran Unpad membantu siswa memperoleh LoA dari universitas top dunia (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 12:42

Jangan Menjadikan ‘Pitbull’ sebagai Tersangka Tunggal

Dalam kasus pitbull di Arjasari, Anjing itu memang yang menyerang anak. Itu terlihat jelas dalam rekaman video yang sempat viral di media sosial. 

Ilustrasi anjing sebagai hewan peliharaan. (Sumber: Magnific)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 10:25

Motivasi dan Peluang Mahasiswa Wirausaha

Sebab di era digital dan era yang penuh ketidakpastian ini, mahasiswa sangat ditekankan untuk mengelola setiap keputusannya.

Ilustrasi mahasiswa (Sumber: Pexels | Foto: hartono subagio)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 20:20

Ayyuhal Walad: Kumpulan Nasihat Imam Al-Ghazali untuk Orang yang Sedang Mencari

Ayyuhal Walad merupakan kumpulan nasihat yang ditulis ketika Al-Ghazali mendapatkan surat dari salah satu murid kinasihnya.

Buku "Ayyuhal Walad". (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 18:34

Sudahkah Hukum Berpihak pada Korban Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur?

Mengangkat isu mengenai kekerasan seksual pada anak sebagai persoalan yang sensitif dan penting, memaparkan berbagai kekerasan seksual, dan membahas mengenai sulitnya bagi korban untuk bersuara.

Ilustrasi anak yang mengalami trauma kekerasan. (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 17:25

Istilah Sunda untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Masyarakat Sunda memiliki lima istilah untuk menggambarkan tingkat guncangan gempabumi, dari riyeg hingga pralaya, yang berkaitan dengan skala MMI dan dampak kerusakannya.

Gambar tafsir baru mitologi gempabumi. Bola bumi berada di ujung tanduk sapi yang berdiri di atas paus. Bila paus dan sapi bergerak, terjadilah gempabumi. (Sumber: Dok. T Bachtiar)
Beranda 27 Agu 2026, 16:55

Kemenkes Temukan Jutaan Kasus PTM lewat Cek Kesehatan Gratis, Prioritaskan Tata Laksana demi Indonesia Emas 2045

Skrining Cek Kesehatan Gratis terhadap 73,8 juta peserta hingga Juli 2026 mengungkap jutaan kasus penyakit tidak menular yang selama ini tidak terdeteksi.

Pelaksanaan program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 27 Agu 2026, 16:20

73,8 Juta Peserta Jangkau Cek Kesehatan Gratis, Kemenkes Ubah Paradigma Menuju Indonesia Emas 2045

Generasi yang sakit akan sulit menjadi generasi unggul, sementara generasi yang sehat menjadi modal utama menuju Indonesia Emas 2045.

Program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 15:17

Selawatan, Muludan, dan Perdamaian 

Dari buku yang semula hanya tergeletak di rak sederhana tiba-tiba menjadi pintu masuk untuk membicarakan Islam tidak hanya mengajarkan bagaimana mencintai Nabi, tetapi harus menjadi landasan bersama

Anak-anak tengah asyik diskusi sebelum belajar ngaji bersama. (Sumber: instagram @jaro_numoto)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 13:53

Nasib CFD Bandung yang Terjerat Audit Rp2,7 Miliar

BPK menemukan penggunaan anggaran sekitar Rp 2,7 miliar terkait CFD untuk membayar personel non-ASN tanpa dasar hukum yang memadai.

CFD di kawasan Dago. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ikon 27 Agu 2026, 13:40

Gedung Sate Cikajang Garut, Bangunan Unik di Tengah Perkebunan Teh

Di pelosok Cikajang, Garut, berdiri Gedung Sate Cikajang yang dibuat mirip ikon Jawa Barat dan digunakan untuk kegiatan warga.

Bangunan miniatur Gedung Sate di Cikajang, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)