AYOBANDUNG.ID – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 73,8 juta penduduk Indonesia mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga 31 Juli 2026, melampaui capaian sepanjang tahun 2025 sebanyak 70 juta peserta. Hasil skrining tersebut mengungkap jutaan kasus penyakit tidak menular (PTM) yang selama ini tidak terdeteksi, sehingga Kemenkes mengubah fokus program pada tahun kedua ini dari sekadar pemeriksaan massal menjadi tata laksana dan pengobatan lanjutan bagi peserta yang ditemukan berisiko. Semua langkah ini sejalan dengan agenda investasi jangka panjang pemerintah menuju Indonesia Emas 2045.
Kemenkes meluncurkan Program Cek Kesehatan Gratis pada Februari 2025 sebagai bagian dari Asta Cita dengan sasaran "Terwujudnya Kesehatan untuk Semua" dalam RPJMN 2025 sampai 2029. Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, Maria Endang Sumiwi, menyampaikan bahwa hingga 31 Juli 2026 program ini telah menjangkau 73,8 juta peserta, terdiri dari 62,7 juta orang yang menjalani skrining di puskesmas dan kegiatan komunitas serta 11,1 juta anak usia sekolah.
Endang memaparkan kenaikan signifikan pada hampir seluruh kelompok usia dibandingkan tahun 2025. Peserta dewasa naik dari 12 juta orang menjadi 43 juta orang. Peserta lansia naik dari 2,4 juta orang menjadi 9,7 juta orang. Peserta usia sekolah melonjak dari 33 ribu menjadi 14,6 juta orang karena Kemenkes memulai pemeriksaan usia sekolah sejak awal tahun. Peserta bayi baru lahir naik dari 1,2 juta menjadi 1,5 juta orang, sementara anak usia prasekolah mencapai 4,5 juta peserta. Provinsi Gorontalo mencatatkan cakupan tertinggi secara nasional, yaitu 48 persen dari total penduduknya.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan pemerintah menargetkan cakupan CKG nasional 2026 sebesar 130,8 juta orang, setara 46 persen dari total populasi Indonesia. Sejumlah daerah bahkan sudah melampaui target tahunannya. Kabupaten Lebak, Banten, misalnya, telah menjangkau 692.747 warga per 18 Agustus 2026, setara 100,17 persen dari target CKG 2026 di wilayah tersebut.
Kemenkes menetapkan CKG bagi seluruh kelompok sasaran melalui KepMenKes RI Nomor HK.01.07/MENKES/33/2025. Regulasi ini mencakup bayi baru lahir usia 2 hari, balita dan anak prasekolah usia 1 sampai 6 tahun, anak usia sekolah dan remaja usia 7 sampai 17 tahun, orang dewasa usia 18 sampai 59 tahun, hingga lansia usia di atas 60 tahun, dengan lingkup pemeriksaan yang disesuaikan tiap kategori usia.
Skrining CKG Ungkap Jutaan Kasus Penyakit Tidak Menular

Data hasil skrining menunjukkan besarnya beban penyakit tidak menular yang selama ini belum terdeteksi di masyarakat. Endang mengungkapkan dari 52 juta peserta dewasa yang menjalani pemeriksaan tekanan darah, petugas kesehatan menemukan 4,9 juta orang mengidap hipertensi dan 5,5 juta orang berada pada kondisi prehipertensi. Skrining juga menemukan 992 ribu peserta mengidap diabetes dan 1,9 juta peserta berada pada kondisi prediabetes, sementara 11 juta peserta mengalami obesitas dan sekitar 205 ribu peserta mengalami dislipidemia atau gangguan lemak darah.
Secara nasional, Kemenkes mencatat 7 persen peserta CKG teridentifikasi hipertensi, 3 persen diabetes, dan 20 persen obesitas. Pada kelompok usia di atas 40 tahun yang memiliki riwayat hipertensi dan diabetes, sebanyak 79 persen di antaranya terindikasi mengalami dislipidemia.
Skrining pada bayi baru lahir menemukan 43.000 kasus berat badan lahir rendah, 27.000 kasus penyakit jantung bawaan kritis, 1.800 kasus hasil positif skrining hipotiroid kongenital, dan 1.200 kasus hasil positif skrining hiperplasia adrenal kongenital. Pada kelompok usia sekolah, Kemenkes memeriksa 14,64 juta anak dan remaja hingga 31 Juli 2026, dengan temuan terbanyak berupa 3,86 juta kasus karies gigi dan 2,21 juta anak dengan tekanan darah di atas normal.
Lebih lanjut Budi menjelaskan bahwa program CKG pada tahun keduanya tidak lagi berhenti pada penemuan kasus, melainkan mengutamakan pengendalian penyakit dan pencegahan kematian dini. Ia menegaskan tujuan program bukan sekadar memeriksa kesehatan masyarakat, melainkan memastikan masyarakat benar benar sehat, sehingga fokus tahun ini bergeser dari pengecekan menjadi tata laksana dan pengobatan. Kemenkes menetapkan tiga prioritas pengendalian penyakit, yaitu hipertensi, gula darah tinggi, dan kolesterol tinggi, yang diperiksa pada seluruh kelompok usia sekolah, dewasa, dan lansia karena ketiganya memicu penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal.
Kemenkes mencatat cakupan pemeriksaan tekanan darah dan indeks massa tubuh mencapai 90 persen dari sasaran hingga akhir Juli 2026, sedangkan pemeriksaan gula darah mencapai 83 persen. Kemenkes mulai memantau data tata laksana lanjutan dari sedikitnya 5.300 puskesmas sejak Agustus 2026, sebelum memperluas sistem ini secara nasional.
Kemenkes juga memperkuat pemeriksaan kesehatan bagi siswa baru menjelang tahun ajaran baru melalui program CKG dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026. Program ini mencakup pemeriksaan aspek gizi, kesehatan indra, dan kesehatan umum bagi murid baru dari jenjang SD hingga SMA. Orang tua mendaftarkan anak melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile untuk jenjang SD dan SMP, sedangkan siswa SMA dan SMK dapat mendaftar secara mandiri, sebelum sekolah bekerja sama dengan puskesmas setempat untuk pelaksanaan pemeriksaan fisik di lokasi.
Sementara itu, pakar kesehatan masyarakat, dr. Iwan Ariawan, menilai keberlanjutan rangkaian CKG menjadi kunci memperpanjang masa hidup sehat masyarakat, bukan sekadar memperpanjang usia. Ia menjelaskan bahwa selama ini masih terdapat selisih antara angka harapan hidup dan harapan hidup sehat akibat penyakit yang tidak terdeteksi sejak dini, sehingga CKG perlu berjalan dalam satu rangkaian utuh mulai dari skrining, deteksi, hingga tindak lanjut pengobatan.
Endang mengakui program ini masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti ketidaktahuan publik tentang manfaat CKG, keengganan masyarakat memeriksakan diri karena takut mengetahui hasilnya, dan kesibukan yang membuat masyarakat menunda pemeriksaan. Pemerintah juga masih menghadapi tantangan pemerataan fasilitas kesehatan, mulai dari alat kesehatan hingga tenaga kesehatan, terutama di daerah terpencil.

CKG Jadi Fondasi Investasi SDM Menuju Indonesia Emas 2045

Pemerintah menempatkan CKG sebagai bagian dari investasi jangka panjang pembangunan manusia menuju visi Indonesia Emas 2045, yang mengusung slogan "Mewujudkan Indonesia menjadi negara yang berdaulat, maju, adil, dan makmur". Data Laporan Pengelolaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hingga Desember 2025 mencatat pembiayaan pengobatan penyakit jantung mencapai Rp17,35 triliun, gagal ginjal Rp13,38 triliun, dan stroke Rp7,21 triliun. Deteksi dini melalui CKG berpotensi menekan beban biaya kesehatan tersebut di masa depan.
Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 sebelumnya sudah mengungkap sejumlah tantangan kesehatan pada tiap kelompok usia, mulai dari stunting dan penyakit jantung bawaan pada balita, perilaku merokok dan gangguan kesehatan mental pada remaja, hingga tingginya kasus hipertensi, obesitas, dan diabetes pada usia dewasa dan lansia. Temuan CKG sepanjang 2026 menunjukkan bahwa tantangan tersebut nyata terjadi di lapangan dalam skala jutaan kasus.
Kemenkes mengajak masyarakat menjadikan pemeriksaan kesehatan tahunan sebagai kebiasaan baru yang didukung pola makan seimbang dan aktivitas fisik yang cukup. Endang menegaskan Kemenkes akan terus memperbaiki sistem CKG agar masyarakat yang ditemukan berisiko bisa lebih cepat mendapat penanganan dan tetap sehat, sehingga generasi mendatang memiliki fondasi kesehatan yang kuat untuk mendukung produktivitas bangsa menuju Indonesia Emas 2045. (*)
Daftar Pustaka
Sumber resmi pemerintah
- Kementerian Kesehatan RI. (2026, 4 Agustus). Kemenkes Perkuat Tindak Lanjut Cek Kesehatan Gratis Usai Tembus 73,8 Juta Peserta. Diakses 27 Agustus 2026 dari https://www.kemkes.go.id/id/kemenkes-perkuat-tindak-lanjut-cek-kesehatan-gratis-usai-tembus-73,8-juta-peserta
Media massa nasional
- Antara News Kepulauan Riau. (2026, 4 Agustus). Kemenkes Catat Cek Kesehatan Gratis Capai 73,8 Juta per Juli 2026. Diakses 27 Agustus 2026 dari https://kepri.antaranews.com/berita/264260/kemenkes-catat-cek-kesehatan-gratis-capai-738-juta-per-juli-2026
- Kompas.com. (2026, 4 Agustus). Peserta Cek Kesehatan Gratis Tembus 73 Juta hingga Juli 2026, Lampaui Capaian 2025. Diakses 27 Agustus 2026 dari https://nasional.kompas.com/read/2026/08/04/16582751/peserta-cek-kesehatan-gratis-tembus-73-juta-hingga-juli-2026-lampaui-capaian
- RRI.co.id. (2026, 18 Agustus). Cek Kesehatan Gratis di Lebak Lampaui Target. Diakses 27 Agustus 2026 dari https://rri.co.id/banten/asta-cita/2676769/cek-kesehatan-gratis-di-lebak-lampaui-target
- Okezone Women. (2026, 4 Agustus). Hasil Cek Kesehatan Gratis 2026: 4,9 Juta Orang Hipertensi, 11 Juta Obesitas. Diakses 27 Agustus 2026 dari https://women.okezone.com/read/2026/08/04/482/3234147/hasil-cek-kesehatan-gratis-2026-4-9-juta-orang-hipertensi-11-juta-obesitas
- CNBC Indonesia. (2026, 26 Agustus). Cek Kesehatan Gratis Bantu Warga RI Hemat Biaya hingga Rp3 Juta. Diakses 27 Agustus 2026 dari https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260826111519-33-762289/cek-kesehatan-gratis-bantu-warga-ri-hemat-biaya-hingga-rp3-juta
- Kompas.id. (2026, 4 Agustus). Menkes: Tahun Kedua Cek Kesehatan Gratis, Fokus Pengobatan dan Kendalikan Hipertensi. Diakses 27 Agustus 2026 dari https://www.kompas.id/artikel/menkes-tahun-kedua-cek-kesehatan-gratis-fokus-pengobatan-dan-pengendalian-hipertensi
- Top-News.id. Kemenkes Perkuat Tindak Lanjut Cek Kesehatan Gratis Usai Tembus 73,8 Juta Peserta. Diakses 27 Agustus 2026 dari https://www.top-news.id/kemenkes-perkuat-tindak-lanjut-cek-kesehatan-gratis-usai-tembus-738-juta-peserta/
- Tribunnews.com. (2026, 13 Juli). Cara Daftar Cek Kesehatan Gratis MPLS Ramah 2026 untuk Murid Baru TK, SD, SMP, SMA/SMK. Diakses 27 Agustus 2026 dari https://www.tribunnews.com/pendidikan/7853287/cara-daftar-cek-kesehatan-gratis-mpls-ramah-2026-untuk-murid-baru-tk-sd-smp-smasmk
- Medcom.id. Cara Daftar Cek Kesehatan Gratis MPLS 2026 lewat SATUSEHAT, Wajib untuk Semua Jenjang. Diakses 27 Agustus 2026 dari https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/Gbm00W1N-cara-daftar-cek-kesehatan-gratis-mpls-2026-lewat-satusehat-wajib-untuk-semua-jenjang
Regulasi
- Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/33/2025 tentang Pemeriksaan Kesehatan Gratis.
Data survei
- Kementerian Kesehatan RI. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023.