Kota Bandung Masih Menarik Wisatawan? Angka-angka Ini Menceritakannya

4 menit baca
Andres Fatubun
Ditulis oleh Andres Fatubun diterbitkan
Wisatawan menikmati wahana kuda tunggang di kawasan Jalan Cilaki, Kota Bandung, pada momen libur hari raya Idulfitri 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisatawan menikmati wahana kuda tunggang di kawasan Jalan Cilaki, Kota Bandung, pada momen libur hari raya Idulfitri 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

AYOBANDUNG.ID - Setiap akhir pekan terlebih pada long weekend, gerbang masuk menuju Kota Bandung dari arah Jakarta dipastikan padat merayap. Sementara di kawasan pusat kota, ramai oleh pengunjung yang berburu foto dan jenis kuliner yang sedang viral. Tapi di balik pemandangan yang tampak "normal" itu, data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung menyimpan cerita menarik  tentang bagaimana pandemi Covid-19 sempat meluluhlantakkan sektor pariwisata Paris van Java ini dan bagaimana Kota Bandung berjuang untuk bangkit kembali.

Berdasarkan data jumlah wisatawan mancanegara dan domestik yang berkunjung ke Kota Bandung periode 2019–2025, terlihat jelas ada tiga babak besar. Masa jaya sebelum pandemi, keterpurukan saat pandemi, dan proses pemulihan yang berliku setelahnya.

Kendaraan mengantre panjang menjadi pemandangan umum di gerbang tol Pasteur, Kota Bandung pada saat libur. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Kendaraan mengantre panjang menjadi pemandangan umum di gerbang tol Pasteur, Kota Bandung pada saat libur. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Sebelum Pandemi

Di sepanjang tahun 2019, Kota Bandung menerima 8.175.221 wisatawan domestik dan 252.842 wisatawan mancanegara. Artinya lebih dari 8,4 juta kunjungan dalam setahun. Angka ini mencerminkan posisi Bandung sebagai salah satu destinasi wisata utama di Jawa Barat, ditopang oleh kombinasi wisata kuliner, belanja, alam, dan sejarah kolonialnya yang khas.

Namun tak ada yang menyangka bahwa angka itu akan menjadi all-time high yang baru bisa didekati lagi enam tahun kemudian.

Salah satu daya tarik utama Kota Bandung, adalah berfoto dengan latar belakang bangunan bersejarah seperti Hotel Savoy Homann. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)
Salah satu daya tarik utama Kota Bandung, adalah berfoto dengan latar belakang bangunan bersejarah seperti Hotel Savoy Homann. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)

Saat Pandemi

Ketika Covid-19 melanda pada awal 2020, dampaknya terhadap pariwisata Bandung sangat telak dan hampir instan.

Dari sumber data yang sama, disebutkan wisatawan domestik anjlok dari 8,17 juta menjadi 3.229.090. Turun sekitar 60,5%. Sementara wisatawan bule nyaris lenyap total. Dari 252.842 menjadi hanya 3.021 orang atau anjlok 98,8%!.

Penutupan perbatasan internasional, larangan bepergian, dan pembatasan sosial membuat kota yang biasanya ramai di akhir pekan ini berubah senyap. Hotel-hotel kosong, tempat wisata tutup, dan pelaku usaha pariwisata dari sektor UMKM hingga hotel bintang lima sama-sama terpukul.

Tahun 2021 masih menjadi masa suram, meski mulai ada tanda pemulihan tipis.

Wisatawan domestik naik ke 4.973.649 atau tumbuh 54% dari 2020, tapi masih 39% di bawah ATH level 2019. Sementara wisatawan mancanegara merangkak naik ke 33.961 pengunjung, melonjak signifikan secara persentase sekitar 1.024%. Hal ini bisa dimengerti karena basisnya yang sangat rendah, namun secara absolut masih jauh dari kondisi normal.

Pemulihan Bertahap

Begitu pembatasan mulai dilonggarkan dan kepercayaan masyarakat untuk bepergian kembali tumbuh, kurva pemulihan Bandung mulai terlihat jelas dan konsisten.

Jumlah wisatawan di kota Bandung pascapandemi. (Sumber: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata)
Jumlah wisatawan di kota Bandung pascapandemi. (Sumber: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata)

Hal yang menarik, pada 2024, jumlah wisatawan domestik akhirnya melampaui capaian ATH 2019. Tonggak penting yang menandakan pemulihan penuh dari sisi pasar domestik. Namun, wisatawan mancanegara pada 2024 (43.629) masih jauh tertinggal dibanding 2019 (252.842). Pertumbunannya “hanya” sekitar 17% dari level sebelum pandemi.

Namun rupayanya, pola ini sejalan dengan tren nasional Dimana wisatawan domestik cenderung lebih cepat pulih karena tidak terikat pembukaan perbatasan internasional, visa, atau rute penerbangan luar negeri yang butuh waktu lebih lama untuk normal kembali. Selain itu buka tutup Bandara Internasional Husein Sastranegara di Kota Bandung bisa diperhitungkan sebagai faktor lainnya.

Penjajal kuliner memadati Pasar Cihapit, Kota Bandung, Rabu 3 Januari 2024. Pasar ini sekarang menjadi tujuan utama wisatawan domestik untuk berburu berbagai jenis kuliner. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Penjajal kuliner memadati Pasar Cihapit, Kota Bandung, Rabu 3 Januari 2024. Pasar ini sekarang menjadi tujuan utama wisatawan domestik untuk berburu berbagai jenis kuliner. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

2025 ATH Baru?

Data tahun 2025 menunjukkan gambaran yang menarik sekaligus perlu dicermati.

Wisatawan domestik sedikit menurun menjadi 8.387.182. Turun sekitar dua% dari 2024, meski tetap berada sedikit di atas level 2019. Ini bisa menjadi indikasi bahwa pasar domestik mulai memasuki fase stabil atau matang setelah lonjakan pemulihan pasca-pandemi.

Angka yang mencolok adalah kunjungan wisatawan mancanegara yang melonjak tajam menjadi 401.282, naik lebih dari 819% dibanding 2024. Bahkan 58,7% lebih tinggi dari level sebelum pandemi di tahun 2019. Jika data ini akurat dan mencerminkan tren sepanjang tahun, lonjakan sebesar ini menjadi sinyal sangat positif bahwa Bandung berhasil menarik kembali minat wisatawan asing dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Pengunjung di Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo, Kota Bandung, jelang pergantian tahun 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Pengunjung di Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo, Kota Bandung, jelang pergantian tahun 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Jadi, Apakah Bandung Masih Menarik?

Total jumlah kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara pada 2025 mencapai sekitar 8,79 juta, sedikit lebih tinggi dari 2019 yang jumlahnya 8,43 juta. Selain kenaikan jumlah kunjungan wisatawan, hal yang berubah adalah komposisinya. Proporsi wisatawan mancanegara meningkat sekitar 3% total kunjungan pada 2019 menjadi sekitar 4,6% pada 2025. Mungkin saja pasar untuk wisatawan mancanegara masih tumbuh signifikan, sedangkan wisatawan domestik sudah di titik mentok.

Jadi jika melihat dari sisi jumlah kunjungan secara keseluruhan, Kota Bandung masih menarik. Bahkan Kota Bandung makin menarik dibanding sebelum pandemi. Terlebih pada Agustus 2026 ini, Bandara Husein Sastranegara dibuka lagi untuk penerbangan pesawat jet komersial. Hal ini menambah akses gerbang masuk ke Kota Bandung selain lewat tol dan jalur kereta api termasuk Whoosh.

Pengunjung bermain di Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution di Jalan Belitung, Kota Bandung, saat libur Lebaran, Rabu 25 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Pengunjung bermain di Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution di Jalan Belitung, Kota Bandung, saat libur Lebaran, Rabu 25 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

News Update

Ayo Netizen 21 Agu 2026, 19:18

Apalah Arti Sebuah Nama: Rekonstruksi Hubungan Agus dan Agustus

Pada ruang masyarakat sering kita mendengar atas nama Agus bagi laki-laki dan Agustina bagi perempuan. Terdengar biasa saja. Nama yang diberikan oleh orangtuanya sebatas nama.

Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 di Taman Cascade, kawasan bawah jembatan layang Mochtar Kusumaatmadja, Tamansari, Kota Bandung, Sabtu 15 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 17:29

Dari Serial Drama Korea 'Teach You a Lesson' dan Realitas Pendidikan Bangsa Kita

Drama yang menyajikan tentang bobroknya pendidikan di negara yang sudah dikatakan maju, serta keberpihakan pada sifat politisasi dibidang pendidikan.

Serial drama Korea "Teach You a Lesson" (Sumber: Netflix)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 16:11

Manipulasi Terselubung di Balik Penggunaan Kata Nett Zero Emission pada Perusahan Perbankan

Membahas bagaimana istilah Net Zero Emission (NZE) yang digunakan sebagai strategi pencitraan dengan menyoroti pentingnya transparansi, verifikasi independen, dan sanksi yang tegas.

Cerobong asap yang mengeluarkan asap menembus kabut tebal, yang menyoroti masalah atau kekhawatiran tentang polusi udara. (Sumber: Pexels | Foto: Сергей Нестеров)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 15:08

Pentingnya Kecerdasan Finansial di Tengah Kemudahan Transaksi Digital

Esai ini membahas pentingnya kecerdasan finansial di tengah kemudahan transaksi digital yang dapat mendorong perilaku konsumtif.

Pecahan uang seratus ribu rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Defrino Maasy)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 14:37

Ketergantungan Program MBG: Potret Penjajahan Era Modern

Ketika sebuah negara memiliki kendali yang sangat besar terhadap distribusi kebutuhan dasar masyarakat. Maka akankah muncul relasi baru dari ketergantungan antara negara dengan warganya

Siswa menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 9 Bandung, Jalan Suparmin, Pajajaran, Kota Bandung pada Senin, 6 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 13:14

Untuk Apa Jawa Barat Memiliki 37 BUMD?

Masalah muncul ketika semua BUMD diletakkan dalam keranjang yang sama.

Kantor Bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 12:50

Setelah Status Guru PPPK Diambil Alih Pemerintah Pusat, Apa yang Terjadi?

Banyak yang mempertanyakan nasib dan status PPPK Non-Guru saat ini yang sistem penggajiannya menjadi urusan daerah.

Ilustrasi pegawai dengan status PPPK (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 10:41

Mampukah Bandung Bersaing Menjadi Global City

Global city menjadi tujuan kota-kota besar untuk diakui secara internasional. Dan, Kota Bandung memiliki potensi yang sangat besar menjadi salah satu Global City. Tinggal bagaimana cara mewujudkan.

Sejumlah apartemen dan hotel berdiri di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 08:33

Anwar Tohari Mencari Mati: Antara Abab, Dendam, Muslihat, & Kebenaran

Anwar Tohari atau Warto Kemplung yang di desanya dianggap sebelah mata, seorang pembual.

Buku "Anwar Tohari Mencari Mati". (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 21 Agu 2026, 08:13

Kota Bandung Masih Menarik Wisatawan? Angka-angka Ini Menceritakannya

Setelah anjlok drastis akibat pandemi, wisatawan ke Kota Bandung kini melampaui level 2019. Simak tren kunjungan domestik dan mancanegara 2019-2025.

Wisatawan menikmati wahana kuda tunggang di kawasan Jalan Cilaki, Kota Bandung, pada momen libur hari raya Idulfitri 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 07:54

Habis Agustusan, Tibalah Sampah

Kemerdekaan bukan hanya tentang bebas memasang umbul-umbul, membuat karnaval, menggelar lomba, menikmati panggung hiburan, lalu pulang meninggalkan (seonggok, tumpukan) sampah.

Beginilah sampah properti arak-arakan, karnaval 17 Agustusan (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 20 Agu 2026, 19:28

Menjahit Ulang Nasib Cibaduyut, Menjaga Barometer Kualitas ala Koku Footwear

Kisah Koku Footwear, UMKM sepatu kulit asal Cibaduyut, yang berhasil menembus pasar mancanegara dan mempertahankan warisan kerajinan lokal di tengah digitalisasi perdagangan Indonesia.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin, pemilik produsen sepatu kulit Koku Footwear di Taman Cibaduyut Endah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, (26/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 20 Agu 2026, 18:57

Ini Omah Sawah: Tempat Makan Hidden Gem Sekaligus Cozy di Cianjur

Cianjur yang menjadi julukan kota santri ini selain punya ikonik tauco ternyata banyak tempat kuliner hidden gem yang wajib disambangi

Cianjur memang selalu punya tempat menarik untuk dikunjungi (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 20 Agu 2026, 17:08

Bakul Pikul Kopi Tubruk di Terminal Kebon Kalapa Bandung

Nostalgia Terminal Kebon Kalapa Bandung (1964-1996) lewat aroma kopi tubruk bakul pikul.

Terminal Kebon Kalapa, Kota Bandung, pada 1980-an. (Sumber: Facebook | Foto: Foto2 TEMPO DOELOE kita semua)
Ayo Netizen 20 Agu 2026, 16:40

Romantisme Membaca Majalah Monitor : Ketika TVRI Menjadi Jendela Hiburan Keluarga

Membuka kembali Majalah Monitor Radio dan Televisi edisi Agustus 1980 seperti membuka jendela kecil menuju masa lalu.

Majalah Monitor edisi perdana, Agustus 1980, menjadi salah satu bacaan panduan bagi penonton dan pemirsa TVRI untuk mengetahui beragam acara televisi yang ditayangkan pada masa itu. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 20 Agu 2026, 15:14

Hari Lahir Kemenlu dan Bandung Gudangnya Diplomat Ulung

Banyaknya diplomat asal Kota Bandung yang berprestasi memberikan citra positif bangsa di mata dunia.

Ilustrasi Gedung Pancasila terkait dengan hari jadi Kementerian Luar Negeri, 19 Agustus (Sumber: galeri kemlu.go.id)
Wisata & Kuliner 20 Agu 2026, 13:22

Panduan Wisata Kebun Raya Kuningan: Taman Batu, Bunga Kuning, dan Udara Ciremai

Panduan lengkap Kebun Raya Kuningan, mulai dari harga tiket, jam buka, Rock Garden, Taman Kuning, hingga tips berkunjung ke kaki Gunung Ciremai.

Kebun Raya Kuningan.
Ayo Netizen 20 Agu 2026, 13:01

DAMRI Leuwi Panjang—Cibiru: Antara Antusiasme Penumpang dan Berbagi Jatah dengan Angkot

Membicarakan transportasi umum di Bandung memang cukup rumit—baik pembagian rute maupun keterbatasan trayek yang bisa menjangkau setiap sudut Kota Bandung.

Antusiasme Pengguna DAMRI tidak sebanding dengan armada dan waktu yang disediakan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 20 Agu 2026, 11:14

Wujudkan Furnitur Fungsional yang Ergonomik untuk Mall di Bandung

Ada kecenderungan Mall yang kini banyak dikunjungi oleh masyarakat karena memiliki furnitur fungsional dan taman yang luas.

Kolase foto penulis disekitar furnitur fungsional Mall Sumaba (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Beranda 20 Agu 2026, 09:44

Menelusuri Jejak Ruang Terbuka Hijau di Kecamatan Arcamanik, Lapang Golf sampai Buruan Sae

Data BPS 2019–2024 mengungkap luas ruang terbuka hijau tiap kelurahan di Kecamatan Arcamanik, dari taman raksasa Sukamiskin hingga kebun warga Buruan Sae.

Pengendara melintasi jalan Pacuan Kuda Arcamanik pada Rabu, 19 Agustus 2026. Tampak jalan tersebut teduh karena masih ditumbuhi pohon-pohon berukuran besar. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)