Ruang Terbuka Hijau di 30 Kecamatan di Kota Bandung

6 menit baca
R.M.A. Ahmad Said Widodo
Ditulis oleh R.M.A. Ahmad Said Widodo diterbitkan
Aktivitas warga di taman Alun-Alun Cicendo, Kota Bandung, Sabtu, 9 Juli 2022. (Sumber: Ayobandung | Foto: Magang Foto/Algifari Tohaga Abdillah)
Aktivitas warga di taman Alun-Alun Cicendo, Kota Bandung, Sabtu, 9 Juli 2022. (Sumber: Ayobandung | Foto: Magang Foto/Algifari Tohaga Abdillah)

Kota Bandung kini tengah gencar membenahi tata ruang kota demi menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan. Kehadiran Ruang Terbuka Hijau (RTH) menjadi prioritas utama pemerintah daerah untuk menekan dampak buruk pemanasan global. Melalui perencanaan yang matang, kawasan RTH ini dirancang agar mampu meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan seluruh warga Kota Kembang.

Penyebaran kawasan asri ini dilakukan secara menyeluruh dan menyasar ke 30 kecamatan di Kota Bandung. Setiap wilayah memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri dalam menyediakan lahan terbuka yang ideal bagi publik. Mulai dari pusat kota yang padat hingga pinggiran, pemetaan wilayah ini penting untuk memastikan keadilan akses lingkungan bagi masyarakat.

Artikel ini akan mengulas kondisi terkini perkembangan infrastruktur hijau di seluruh pelosok kecamatan tersebut. Berbagai fungsi penting seperti area resapan air, paru-paru kota dan tempat rekreasi akan dibahas secara mendalam. Mari kita telusuri bagaimana transformasi hijau ini mampu mewujudkan Kota Bandung yang lebih asri, nyaman dan berkelanjutan.

Dibandingkan dengan keadaan Bandung pada tahun 1985-1990-an, maka Bandung pada saat itu terasa jauh lebih sejuk dan nyaman pada siang hari dan lebih dingin pada malam hari. Penulis sendiri merasakan suana yang berbeda jika dibandingkan masa kini.

Kecamatan-kecamatan di Kota Bandung yang memiliki udara relatif lebih sejuk dibandingkan kecamatan lain dan karakteristik jalan utama lurus dan menanjak (meninggi) secara konstan ke arah Utara menuju Kawasan Bandung Utara (KBU) meliputi:

  • Kecamatan Coblong, memiliki Jl. Ir. H. Juanda (Dago) yang membentang lurus dan menanjak ke Utara menuju arah Dago Pakar.
  • Kecamatan Sukajadi, memiliki area awal Jl. Dr. Setiabudi (seperti kawasan sekitar Pasteur hingga Karang Setra) yang menjadi jalur utama lurus menanjak ke arah Lembang.
  • Kecamatan Sukasari, kelanjutan dari Jl. Dr. Setiabudi ke arah Utara (daerah Ledeng) yang jalurnya lurus memanjang dan semakin menanjak tinggi.
  • Kecamatan Cidadap, meliputi kawasan Jl. Ciumbuleuit hingga area Punclut yang memiliki kontur geografis menanjak tajam ke arah Utara.

Ruang Terbuka Hijau

Ruang terbuka hijau (RTH) adalah area memanjang, jalur atau mengelompok yang bersifat terbuka dan ditumbuhi tanaman, baik secara alami maupun sengaja ditanam.

Proporsi dan Jenis Ruang Terbuka Hijau

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, proporsi ruang terbuka hijau pada wilayah perkotaan minimal harus seluas 30% dari total luas wilayah. Proporsi ini dibagi menjadi dua jenis:

  • RTH Publik (20%), area yang dimiliki dan dikelola oleh pemerintah daerah untuk kepentingan masyarakat umum, seperti taman kota, hutan kota, jalur hijau jalan dan area sekitar sungai.
  • RTH Privat (10%), area milik institusi, badan usaha atau perorangan yang pemanfaatannya terbatas, seperti halaman rumah atau pekarangan pribadi.

Fungsi Utama Ruang Terbuka Hijau

  • Ekologis, menyerap air hujan untuk pencegahan banjir, menurunkan suhu udara, mereduksi polusi dan menjadi habitat satwa.
  • Sosial dan estetika, menyediakan ruang interaksi publik, tempat rekreasi dan memperindah lanskap kota.

Pemerintah Kota Bandung terus mempercepat pemerataan Ruang Terbuka Hijau di seluruh wilayahnya. Langkah strategis ini mencakup pembangunan taman tematik dan revitalisasi lahan kritis di 30 (tiga puluh) kecamatan. Kehadiran RTH yang tersebar merata diharapkan mampu menurunkan suhu udara kota sekaligus meningkatkan indeks kebahagiaan dan produktivitas harian warga Bandung.

Distribusi kawasan hijau ini disesuaikan dengan karakteristik unik dari masing-masing kecamatan. Kawasan padat penduduk diprioritaskan untuk taman aktif berskala lingkungan yang ramah anak. Sementara itu, wilayah yang rawan banjir dioptimalkan sebagai kawasan konservasi air, hutan kota dan area resapan alami demi menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan secara jangka panjang.

Keberhasilan program penghijauan masif ini membutuhkan komitmen kuat dan kolaborasi aktif dengan masyarakat setempat. Warga diimbau untuk ikut serta menjaga fasilitas publik dan merawat tanaman di lingkungan sekitar. Sinergi yang solid antara pemerintah dan komunitas akan memastikan keberlanjutan fungsi ekologis serta estetika ruang publik di Kota Bandung.

Ruang Terbuka Hijau di 30 Kecamatan di Kota Bandung

Taman Arcamanik Endah yang merupakan kawasan RTH dilengkapi permainan anak. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Taman Arcamanik Endah yang merupakan kawasan RTH dilengkapi permainan anak. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Kota Bandung memiliki 30 kecamatan yang masing-masing memiliki ruang terbuka hijau (RTH) berupa taman kota, jalur hijau, sempadan sungai atau pemakaman. Berikut adalah daftar 30 kecamatan di Kota Bandung beserta contoh ruang terbuka hijau (RTH) atau taman di wilayahnya:

  1. Andir – Lapangan/Taman Penerbangan atau Alun-Alun Cicendo, Jalur Hijau Jl. Rajawali.
  2. Antapani – Taman Antapani (Taman Jomblo Antapani) atau Taman Kunang-Kunang.
  3. Arcamanik – Taman Lapang Arcamanik, Jalur Hijau Sport Jabar.
  4. Astana Anyar – Taman Tegalega (sebagian), RTH Sempadan Sungai Citepus.
  5. Babakan Ciparay – Taman Leuwi Panjang, Jalur Hijau Terminal.
  6. Bandung Kidul – Taman Batununggal, Jalur Hijau Tol Pasir Koja.
  7. Bandung Kulon – Taman Cijerah, Sempadan Sungai Cibodas.
  8. Bandung Wetan – Taman Lansia, Taman Cilaki, Taman Cibeunying.
  9. Batununggal – Taman Gumuruh, Taman Lost City Maleer.
  10. Bojongloa Kaler – Taman Jamika, RTH Sempadan Sungai Citepus.
  11. Bojongloa Kidul – Taman Cibaduyut, RTH Sempadan Sungai Cikakap.
  12. Buahbatu – Taman Sekejati, Jalur Hijau Margahayu Raya.
  13. Cibeunying Kaler – Taman Skateboard, Jalur Hijau Pahlawan.
  14. Cibeunying Kidul – Taman Superhero, Taman Pasirlayung.
  15. Cibiru – RTH Kawasan Manglayang, Sempadan Sungai Cinambo.
  16. Cicendo – Taman Pandawa, Taman Pupuk.
  17. Cidadap – Seke Babakan Ledeng, RTH Sempadan Sungai Cikapundung.
  18. Cinambo – Jalur Hijau Semplak, RTH Sempadan Cipamokolan.
  19. Coblong – Hutan Kota Babakan Siliwangi, Taman Ganesha, Taman Japati.
  20. Gedebage – Kampung Rancabayawak (Kampung Blekok), RTH Sempadan Gedebage.
  21. Kiaracondong – Taman Kiaracondong, RTH Sempadan Cikapundung Kolot.
  22. Lengkong – Taman Regol, Taman Badak, Taman Dewi Sartika.
  23. Mandalajati – Taman Pasir Impun, Jalur Hijau AH Nasution.
  24. Panyileukan – Taman Panyileukan, Sempadan Sungai Cinambo.
  25. Rancasari – Taman Cipamokolan, Jalur Hijau Soekarno-Hatta.
  26. Regol – Taman Tegalega, Jalur Hijau BKR.
  27. Sukajadi – Taman Karang Setra, Jalur Hijau Pasteur.
  28. Sukasari – Taman Sarijadi, Jalur Hijau Gegerkalong.
  29. Sumur Bandung – Taman Balai Kota Bandung, Taman Vanda, Taman Alun-Alun Bandung.
  30. Ujungberung – Alun-Alun Ujungberung, Taman Cilengkrang Indah.

Luas Ruang Terbuka Hijau dan Taman Kota

Merujuk pada Buku Bandung Dalam Angka Tahun 2022 yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung, di Kota Bandung terdapat 759 taman kota dengan total luas 2.170.134,11 meter persegi. Taman-raman tersebut tersebar di 30 kecamatan di Kota Bandung:

  • Kecamatan Arcamanik menjadi kecamatan dengan luas taman terluas yaitu 689.090,23 meter persegi dengan jumlah taman sebanyak 45 taman, didukung oleh area publik luas, seperti kawasan Sentra Olahraga Remaja (SOR) Arcamanik.
  • Kecamatan Bandung Wetan tercatat menjadi kecamatan dengan jumlah taman terbanyak, sebanyak 60 taman dengan luas 321.062,33 meter persegi, termasuk area ikonik seperti Taman Lansia dan Taman Balai Kota.
  • Kecamatan Buah Batu dengan 47 taman seluas 30.322,31 meter persegi.
  • Kecamatan Gedebage, merupakan kecamatan dengan wilayah administrasi terluas secara keseluruhan di Kota Bandung (mencapai 9,58 km² atau 965 ha), namun porsi eksisting RTH dan kawasan hijaunya terbagi dengan fungsi tata ruang lain dan kawasan resapan.

Baca Juga: Ketika Wajah-Wajah Populer Mengisi Halaman Majalah Selecta Edisi Oktober 1970

Pembangunan Ruang Terbuka Hijau di 30 kecamatan Kota Bandung merupakan langkah vital demi mewujudkan lingkungan yang asri dan berkelanjutan. Kolaborasi aktif antara pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga kelestarian fasilitas ini. Semoga inisiatif hijau ini mampu mengurangi polusi, meningkatkan kebahagiaan warga, sekaligus mengembalikan identitas Bandung yang sejuk bagi generasi mendatang.

Kehadiran Ruang Terbuka Hijau di seluruh kecamatan Kota Bandung bukan sekadar penghias kota, melainkan kebutuhan dasar warga. Selain menjadi paru-paru kota yang menyaring udara bersih, area ini berfungsi sebagai ruang sosial untuk berinteraksi. Mari kita jaga bersama kebersihan fasilitas publik ini agar Bandung tetap nyaman, sehat dan humanis untuk ditinggali.

Kesimpulannya, pemerataan Ruang Terbuka Hijau di 30 kecamatan adalah investasi jangka panjang yang krusial bagi masa depan Kota Bandung. Komitmen bersama dalam merawat taman dan area hijau ini akan menentukan keberhasilan tata kota yang ramah lingkungan. Langkah nyata dari sekarang akan memastikan Bandung tetap menjadi kota yang layak huni dan lestari. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Okt 2026, 20:09

Ruang Terbuka Hijau di 30 Kecamatan di Kota Bandung

Artikel ini mengulas kondisi Ruang Terbuka Hijau di 30 kecamatan Kota Bandung. Temukan sebaran, fasilitas publik, keasrian lingkungan dan upaya pelestarian taman kota demi Bandung yang lebih asri.

Aktivitas warga di taman Alun-Alun Cicendo, Kota Bandung, Sabtu, 9 Juli 2022. (Sumber: Ayobandung | Foto: Magang Foto/Algifari Tohaga Abdillah)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 19:22

Ketika Wajah-Wajah Populer Mengisi Halaman Majalah Selecta Edisi Oktober 1970

Membuka kembali majalah lawas selalu menghadirkan sensasi tersendiri. Begitu pula ketika kembali membaca Majalah Selecta edisi Oktober 1970.

Hastarita Abdullah, fotomodel 17 tahun, tampil di sampul depan Majalah Selecta edisi Oktober 1970. Sementara Trio Nindya Sisters, tiga bersaudari asal Solo, tampil di sampul belakang, 56 tahun silam. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 17:03

10 Netizen Terpilih September 2026, Menangkap Ragam Isu Bandung dan Jawa Barat

Redaksi Ayobandung.id mengumumkan 10 penulis terbaik kanal "Ayo Netizen" untuk periode September 2026, dengan total hadiah tetap Rp1,5 juta.

Simulasi penanganan bencana gempa bumi akibat Sesar Lembang. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 16:16

Ronda Malam: Mereka yang Berjaga saat Warga Terlelap

Ketika warga terlelap, petugas ronda tetap terjaga. Di RW 10 Kelurahan Karang Mekar, Kota Cimahi, ronda malam menjadi ikhtiar keamanan sekaligus bukti bahwa semangat gotong royong masih menyala.

Ilustrasi warga Indonesia sedang ronda. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan Gemini AI)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 15:02

Ruang Terbuka Hijau di Kota Bandung

Kota Bandung kini terus berbenah menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH). Selain berfungsi menjaga keseimbangan alam dan menekan polusi, kehadiran taman kota ini juga menjadi sarana rekreasi warga.

Taman di Jl. Tongkeng No.46, Merdeka, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 13:41

Mencegah KBGO di Kampus: Bukan Lagi Soal Perempuan Menjaga Diri

Seruan agar perempuan "pandai menjaga diri" di ruang digital tak lagi cukup. Kampus harus hadir secara sistemik menjamin ekosistem belajar yang aman bagi mahasiswi.

Pembukaan Latsar CPNS Tahun 2022 (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SkTAN)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 11:04

Kesehatan Mental Kita di Hari Sumpah Pemuda

Refleksi peringatas Sumpah Pemuda dengan isu keshatan mental.

Sumpah Pemuda & Kesehatan Mental. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 10:14

Amit-Amit, Jangan sampai Keranda Jadi Alat Ukur Tata Kota

Keranda seharusnya hanya mengantar manusia ke tempat peristirahatan terakhir. Ia jangan sampai berubah menjadi alat ukur apakah sebuah kota bekerja dengan baik atau tidak.

Lahan pekuburan di salah satu sudut Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 19:10

Batik dari Warisan Budaya Tradisional Menuju Fashion Internasional

Tahun 2009, UNESCO telah telah memasukkan batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. Batik perlu bergerak dari craft based economy menuju creative fashion industry. Dan dari produk menjadi nilai.

Koleksi batik Retno Mulyo. (Sumber: Batik Retno Mulyo)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 16:38

Memikirkan Kembali Sumber Daya Energi Baru: Terbarukan Berbiaya Murah dan Ramah Lingkungan

Mengulas solusi energi baru dan terbarukan yang murah serta ramah lingkungan.

Pengelola Waduk Jatiluhur menyebutkan kemarau panjang pada Juli 2023 menyebabkan tinggi muka air waduk mengalami penyusutan hingga 10 meter atau 2 meter diambang batas kritis. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 14:22

Masa Depan Podcast: Kemana Arah Komunikasi Digital Antara Manusia dan Akal Imitasi?

Perkembangan teknologi turut membuat podcast dengan pelbagai macam tema yang bisa diangkat. Maka tidak ada lagi batasan bahwa kita tidak bisa menyuarakan aspirasi melalui podcast.

Ilustrasi alat studio podcast. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 10:47

Peringati Bulan Bahasa dengan Membaca Indeks Literasi

Refleksi tingkat literasi Indonesia dalam momentum bulan bahasa tahun 2026.

Bulan Bahasa dan Literasi. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 09:59

KDM Mengingatkan Pers, tetapi Siapa yang Mengingatkan KDM?

KDM tidak perlu takut kepada wartawan yang kritis. Justru seorang gubernur memerlukan wartawan yang mampu menjadi semacam cermin yang tidak bisa diedit.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 20:31

Saat Pajak Terus Mencekik, Masihkah 'Worth It' untuk Membangun Usaha Mandiri?

Di Negara ini menjadi Karyawan atau Wirausahawan bukan satu-satunya pilihan yang menguntungkan. Keduanya punya konsekuensi yang terkadang merugikan.

Apakah kita benar-benar bisa memilih antara menjadi karyawan dan pengusaha di negeri ini? (Sumber: pixabay)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 19:15

Masjid Menara Sangat Terkait Kali Semarang

Kali Semarang dan anak-anak sungainya, dermaga sungai di Kampung Melayu dengan Masjid Menaranya, menjadi satu situs penting dalam sejarah perkembangan Kota Semarang.

Pak Ali (berbaju putih), sedang memberikan keterangan tengtang penimbunan lantai satu masjid. (Foto: T Bachtiar)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 18:02

Investasi Bangsa Dimulai dari Penguasaan Literasi Generasi Muda

Penguasaan literasi generasi muda harus ditempatkan sebagai fondasi utama untuk membangun bangsa yang kuat, mandiri, adaptif dalam menghadapi perubahan zaman.

Anak muda sedang membaca buku. (Sumber: Pexels | Foto: Abby Chung)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 16:45

Mengenang Masa Keemasan Acara Musik di Layar Kaca TVRI

Bagi generasi yang tumbuh pada era 1980-an hingga 1990-an, acara musik di TVRI bukan sekadar tontonan.

Aneka Ria Safari. Salah satu acara musik televisi favorit penonton Indonesia era 1980-1990-an. Program ini menghadirkan penyanyi dan grup musik populer serta lagu-lagu yang tengah digemari masyarakat. (Sumber: Majalah Monitor TVRI)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 15:14

Makna Filosofis, Persamaan, dan Perbedaan Pupuh Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Sasak

Makna filosofis, persamaan dan perbedaan Pupuh Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Sasak.

Seniman tembang pupuh. (Sumber: Dika Dzikriawan)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 11:49

Seragam Khaki

Cerita seorang guru honorer yang mendapat ujian ekonomi tapi tetap bekerja profesonal.

Ilustrasi 'Khaki'. (Sumber: ChatGPT)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 10:28

Mabuk Sejarah dalam 'Telunjuk dan Pelatuk'

Resensi buku kumpulan cerpen 'Telunjuk dan Pelatuk' karya Ikrom Rifai.

sampu buku Telunjuk dan Pelatuk.