Ronda Malam: Mereka yang Berjaga saat Warga Terlelap

6 menit baca
Budi Permana
Ditulis oleh Budi Permana diterbitkan
Ilustrasi warga Indonesia sedang ronda. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan Gemini AI)
Ilustrasi warga Indonesia sedang ronda. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan Gemini AI)

Ketika sebagian besar orang mulai terlelap, ada sebagian warga yang justru masih terjaga. Mereka berjalan menyusuri gang, memperhatikan sudut-sudut lingkungan, sesekali berhenti untuk memukul kentongan sambil berbincang menyeruput kopi di genggaman. Suasana malam yang sunyi bagi sebagian orang, menjadi waktu penting bagi mereka untuk memastikan lingkungan tetap aman. Itulah tradisi yang masih berlangsung di Lingkungan RW 10, Kelurahan Karang Mekar, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi.

Ronda malam di lingkungan kami sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Kegiatan ronda sudah dilaksanakan sejak lama dengan melibatkan partisipasi warga. Namun, seiring perubahan kondisi dan kebutuhan, pola ronda pun disesuaikan. Sejak hasil musyawarah pada Tahun 2022, pelaksanaan ronda malam tidak lagi melibatkan warga secara langsung. Tugas tersebut kemudian dipercayakan kepada petugas ronda yang merupakan warga RW 10 sekaligus anggota resmi Linmas (Perlindungan Masyarakat) Kelurahan Karang Mekar.

Ada enam petugas ronda yang secara bergantian menjalankan tugas. Setiap malam, tiga orang bertugas menjaga keamanan lingkungan. Mereka menjadi "mata" yang tetap terbuka ketika sebagian besar warga sedang beristirahat.

Lingkungan Terbuka, Tantangan Lebih Besar

Mengapa ronda malam masih dianggap penting di RW 10 ? Jawabannya ada pada karakteristik Lingkungan RW 10 yang berbeda dengan kawasan permukiman yang memiliki sistem keamanan lebih tertutup. RW 10 merupakan kawasan terbuka dengan banyak akses keluar-masuk. Terdapat lebih dari lima akses yang dapat dilalui tanpa penjagaan khusus. Kondisi ini tentu berbeda dengan kawasan perumahan yang umumnya memiliki satu pintu utama dengan sistem keamanan dan petugas satpam.

Banyaknya akses tersebut memberikan kemudahan mobilitas bagi warga. Namun, pada saat yang sama, kondisi ini menghadirkan tantangan tersendiri dalam menjaga keamanan lingkungan. Sejumlah kejadian pernah menjadi perhatian warga. Mulai dari kehilangan sepeda motor, burung dan sandal, hingga masuknya orang asing yang menunjukkan perilaku mencurigakan. Pernah pula terjadi pada dini hari, orang tak dikenal dengan menggunakan sepeda motor melempari kaca rumah warga hingga pecah.

Belum lagi persoalan anak-anak remaja dari wilayah lain yang masuk dan membuat keributan. Kasus-kasus semacam ini mungkin terlihat sederhana jika berdiri sendiri. Namun jika terjadi berulang dan berada dalam satu lingkungan yang terbuka, tentu akan menimbulkan rasa tidak aman bagi masyarakat. Karena itu, kehadiran petugas ronda bukan sekadar rutinitas malam. Petugas ronda RW 10 adalah bagian dari sistem kewaspadaan paling awal di lingkungan masyarakat.

Ronda yang Berubah, Semangat yang Tidak Hilang

Menariknya, perubahan pola ronda di RW 10 tidak berarti semangat gotong royong warga ikut menghilang. Dulu, warga terlibat langsung menjaga lingkungan. Kini, tugas tersebut dilakukan oleh petugas ronda. Warga tetap mengambil bagian melalui iuran ronda sebesar Rp20.000 setiap bulan. Iuran tersebut menjadi bentuk partisipasi warga dalam menjaga keamanan lingkungan.

Memang, tidak semua warga dapat hadir secara langsung pada tengah malam. Ada yang harus bekerja keesokan harinya, ada yang sudah lanjut usia, ada pula yang memiliki kesibukan keluarga. Karena itu, kehadiran petugas ronda menjadi solusi agar sistem keamanan lingkungan tetap berjalan tanpa harus membebani seluruh warga dengan kewajiban berjaga setiap malam. Namun, keamanan lingkungan sejatinya bukan hanya persoalan siapa yang berjaga. Ia adalah persoalan siapa yang peduli.

 

Secangkir Kopi untuk Mereka yang Terjaga

Sisi lain yang menarik dari kegiatan ronda malam di RW 10. Para ketua RT dan Ketua RW secara bergantian memberikan dukungan kepada petugas ronda, khususnya pada hari-hari libur. Sesekali mereka ikut menemani para petugas berjaga. Kopi, makanan sederhana, dan bahkan rokok disediakan sebagai bentuk dukungan agar para petugas tetap bersemangat menjalankan tugas.

Mungkin nilainya tidak seberapa. Tetapi dalam kehidupan bermasyarakat, perhatian kecil sering kali memiliki makna yang besar. Secangkir kopi yang diberikan kepada petugas ronda pada tengah malam sebenarnya bukan sekadar minuman. Di dalamnya ada pesan sederhana: kami menghargai apa yang sedang kalian lakukan. Di tengah dinginnya malam dan rasa kantuk yang datang, perhatian seperti itu tentu menjadi penyemangat.

Menjaga keamanan lingkungan bukanlah pekerjaan yang selalu terlihat. Tidak ada tepuk tangan setiap kali mereka berhasil melewati satu malam tanpa kejadian. Tidak ada pemberitaan ketika mereka berhasil memastikan lingkungan tetap aman. Mereka bekerja justru agar sesuatu yang buruk tidak terjadi.

Bukan Sekadar Menjaga dari Pencurian

Ronda malam sering kali dipahami sebatas mencegah pencurian. Padahal fungsi sosialnya jauh lebih luas. Petugas ronda menjadi pihak yang pertama kali mengetahui jika ada warga yang sakit dan membutuhkan pertolongan Tengah malam atau ada aktivitas orang yang mencurigakan. Para petugas ronda menjadi penghubung awal ketika terjadi persoalan di lingkungan.

Warga menjadi tenang dan nyaman karena mereka tahu bahwa pada malam hari ada petugas menjaga lingkungan. Ada petugas yang berkeliling dan berjaga. Ada yang siap mengambil tindakan awal ketika muncul gangguan. Rasa aman memang tidak selalu dapat diukur dengan angka. Kadang rasa aman muncul hanya karena seseorang tahu bahwa ketika ia tidur, ada orang lain yang sedang menjaga lingkungannya.

Ketika Gotong Royong Berubah Bentuk

Perubahan pola ronda di RW 10 sebenarnya menggambarkan bagaimana gotong royong dapat beradaptasi dengan perkembangan masyarakat. Gotong royong tidak selalu harus berarti semua orang melakukan pekerjaan yang sama. Dalam konteks ronda malam, ada warga yang berjaga, ada yang memberikan iuran, ada yang menyediakan makanan dan minuman, ada yang mendampingi petugas, dan ada pula yang memberikan dukungan moral.

Semuanya memiliki peran. Inilah wajah gotong royong yang mungkin sudah berubah bentuk, tetapi belum kehilangan ruhnya. Yang perlu dijaga adalah jangan sampai keamanan lingkungan hanya dianggap sebagai tanggung jawab petugas ronda. Petugas ronda memang menjadi garda terdepan pada malam hari, tetapi keamanan tetap merupakan tanggung jawab bersama.

Warga perlu peduli terhadap lingkungan. Ketua RT dan RW perlu memastikan sistem berjalan. Pemerintah kelurahan perlu memberikan perhatian dan pembinaan. Dan masyarakat secara keseluruhan perlu membangun budaya saling menjaga.

Penghargaan Boleh Datang, Perhatian Harus Tetap Ada

Keaktifan petugas ronda RW 10 bahkan beberapa kali mendapatkan penghargaan dari Kelurahan Karang Mekar. Penghargaan tersebut tentu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi. Namun, penghargaan seharusnya tidak berhenti pada seremoni. Di balik penghargaan itu ada enam orang warga yang secara bergantian mengorbankan waktu istirahat mereka untuk menjaga lingkungan. Mereka menghadapi berbagai kemungkinan risiko ketika sebagian besar masyarakat sedang tidur. Karena itu, perhatian terhadap para petugas ronda juga perlu terus diberikan.

Mungkin sudah saatnya pemerintah memberikan perhatian yang lebih serius terhadap keberadaan petugas ronda di tingkat lingkungan, termasuk bentuk dukungan yang layak bagi mereka. Sebab, keamanan di tingkat paling bawah sesungguhnya menjadi bagian penting dari sistem keamanan masyarakat secara keseluruhan. Dan bagi warga, mari jangan lelah untuk peduli.

Baca Juga: Ruang Terbuka Hijau di Kota Bandung

Tidak harus selalu ikut berjaga. Tidak harus selalu berada di pos atau berkeliling tengah malam. Setidaknya, dukung mereka dengan membayar iuran, menjaga lingkungan, melaporkan hal-hal mencurigakan, dan tidak bersikap masa bodoh terhadap kondisi sekitar. Sebab pada akhirnya, keamanan kampung bukan hanya tentang siapa yang membawa senter dan berkeliling pada tengah malam.

Keamanan adalah tentang siapa yang masih peduli ketika orang lain memilih untuk tidur. Di RW 10, secangkir kopi yang disuguhkan kepada petugas ronda mungkin terlihat sederhana. Tetapi di baliknya ada pesan yang jauh lebih besar: bahwa mereka tidak sendirian. Ada warga yang mendukung. Ada lingkungan yang peduli. Dan ada semangat gotong royong yang masih menyala, bahkan ketika malam telah begitu larut. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Okt 2026, 20:09

Ruang Terbuka Hijau di 30 Kecamatan di Kota Bandung

Artikel ini mengulas kondisi Ruang Terbuka Hijau di 30 kecamatan Kota Bandung. Temukan sebaran, fasilitas publik, keasrian lingkungan dan upaya pelestarian taman kota demi Bandung yang lebih asri.

Aktivitas warga di taman Alun-Alun Cicendo, Kota Bandung, Sabtu, 9 Juli 2022. (Sumber: Ayobandung | Foto: Magang Foto/Algifari Tohaga Abdillah)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 19:22

Ketika Wajah-Wajah Populer Mengisi Halaman Majalah Selecta Edisi Oktober 1970

Membuka kembali majalah lawas selalu menghadirkan sensasi tersendiri. Begitu pula ketika kembali membaca Majalah Selecta edisi Oktober 1970.

Hastarita Abdullah, fotomodel 17 tahun, tampil di sampul depan Majalah Selecta edisi Oktober 1970. Sementara Trio Nindya Sisters, tiga bersaudari asal Solo, tampil di sampul belakang, 56 tahun silam. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 17:03

10 Netizen Terpilih September 2026, Menangkap Ragam Isu Bandung dan Jawa Barat

Redaksi Ayobandung.id mengumumkan 10 penulis terbaik kanal "Ayo Netizen" untuk periode September 2026, dengan total hadiah tetap Rp1,5 juta.

Simulasi penanganan bencana gempa bumi akibat Sesar Lembang. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 16:16

Ronda Malam: Mereka yang Berjaga saat Warga Terlelap

Ketika warga terlelap, petugas ronda tetap terjaga. Di RW 10 Kelurahan Karang Mekar, Kota Cimahi, ronda malam menjadi ikhtiar keamanan sekaligus bukti bahwa semangat gotong royong masih menyala.

Ilustrasi warga Indonesia sedang ronda. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan Gemini AI)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 15:02

Ruang Terbuka Hijau di Kota Bandung

Kota Bandung kini terus berbenah menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH). Selain berfungsi menjaga keseimbangan alam dan menekan polusi, kehadiran taman kota ini juga menjadi sarana rekreasi warga.

Taman di Jl. Tongkeng No.46, Merdeka, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 13:41

Mencegah KBGO di Kampus: Bukan Lagi Soal Perempuan Menjaga Diri

Seruan agar perempuan "pandai menjaga diri" di ruang digital tak lagi cukup. Kampus harus hadir secara sistemik menjamin ekosistem belajar yang aman bagi mahasiswi.

Pembukaan Latsar CPNS Tahun 2022 (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SkTAN)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 11:04

Kesehatan Mental Kita di Hari Sumpah Pemuda

Refleksi peringatas Sumpah Pemuda dengan isu keshatan mental.

Sumpah Pemuda & Kesehatan Mental. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 10:14

Amit-Amit, Jangan sampai Keranda Jadi Alat Ukur Tata Kota

Keranda seharusnya hanya mengantar manusia ke tempat peristirahatan terakhir. Ia jangan sampai berubah menjadi alat ukur apakah sebuah kota bekerja dengan baik atau tidak.

Lahan pekuburan di salah satu sudut Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 19:10

Batik dari Warisan Budaya Tradisional Menuju Fashion Internasional

Tahun 2009, UNESCO telah telah memasukkan batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. Batik perlu bergerak dari craft based economy menuju creative fashion industry. Dan dari produk menjadi nilai.

Koleksi batik Retno Mulyo. (Sumber: Batik Retno Mulyo)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 16:38

Memikirkan Kembali Sumber Daya Energi Baru: Terbarukan Berbiaya Murah dan Ramah Lingkungan

Mengulas solusi energi baru dan terbarukan yang murah serta ramah lingkungan.

Pengelola Waduk Jatiluhur menyebutkan kemarau panjang pada Juli 2023 menyebabkan tinggi muka air waduk mengalami penyusutan hingga 10 meter atau 2 meter diambang batas kritis. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 14:22

Masa Depan Podcast: Kemana Arah Komunikasi Digital Antara Manusia dan Akal Imitasi?

Perkembangan teknologi turut membuat podcast dengan pelbagai macam tema yang bisa diangkat. Maka tidak ada lagi batasan bahwa kita tidak bisa menyuarakan aspirasi melalui podcast.

Ilustrasi alat studio podcast. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 10:47

Peringati Bulan Bahasa dengan Membaca Indeks Literasi

Refleksi tingkat literasi Indonesia dalam momentum bulan bahasa tahun 2026.

Bulan Bahasa dan Literasi. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 09:59

KDM Mengingatkan Pers, tetapi Siapa yang Mengingatkan KDM?

KDM tidak perlu takut kepada wartawan yang kritis. Justru seorang gubernur memerlukan wartawan yang mampu menjadi semacam cermin yang tidak bisa diedit.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 20:31

Saat Pajak Terus Mencekik, Masihkah 'Worth It' untuk Membangun Usaha Mandiri?

Di Negara ini menjadi Karyawan atau Wirausahawan bukan satu-satunya pilihan yang menguntungkan. Keduanya punya konsekuensi yang terkadang merugikan.

Apakah kita benar-benar bisa memilih antara menjadi karyawan dan pengusaha di negeri ini? (Sumber: pixabay)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 19:15

Masjid Menara Sangat Terkait Kali Semarang

Kali Semarang dan anak-anak sungainya, dermaga sungai di Kampung Melayu dengan Masjid Menaranya, menjadi satu situs penting dalam sejarah perkembangan Kota Semarang.

Pak Ali (berbaju putih), sedang memberikan keterangan tengtang penimbunan lantai satu masjid. (Foto: T Bachtiar)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 18:02

Investasi Bangsa Dimulai dari Penguasaan Literasi Generasi Muda

Penguasaan literasi generasi muda harus ditempatkan sebagai fondasi utama untuk membangun bangsa yang kuat, mandiri, adaptif dalam menghadapi perubahan zaman.

Anak muda sedang membaca buku. (Sumber: Pexels | Foto: Abby Chung)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 16:45

Mengenang Masa Keemasan Acara Musik di Layar Kaca TVRI

Bagi generasi yang tumbuh pada era 1980-an hingga 1990-an, acara musik di TVRI bukan sekadar tontonan.

Aneka Ria Safari. Salah satu acara musik televisi favorit penonton Indonesia era 1980-1990-an. Program ini menghadirkan penyanyi dan grup musik populer serta lagu-lagu yang tengah digemari masyarakat. (Sumber: Majalah Monitor TVRI)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 15:14

Makna Filosofis, Persamaan, dan Perbedaan Pupuh Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Sasak

Makna filosofis, persamaan dan perbedaan Pupuh Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Sasak.

Seniman tembang pupuh. (Sumber: Dika Dzikriawan)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 11:49

Seragam Khaki

Cerita seorang guru honorer yang mendapat ujian ekonomi tapi tetap bekerja profesonal.

Ilustrasi 'Khaki'. (Sumber: ChatGPT)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 10:28

Mabuk Sejarah dalam 'Telunjuk dan Pelatuk'

Resensi buku kumpulan cerpen 'Telunjuk dan Pelatuk' karya Ikrom Rifai.

sampu buku Telunjuk dan Pelatuk.