Ketika Wajah-Wajah Populer Mengisi Halaman Majalah Selecta Edisi Oktober 1970

6 menit baca
Kin Sanubary
Ditulis oleh Kin Sanubary diterbitkan
Hastarita Abdullah, fotomodel 17 tahun, tampil di sampul depan Majalah Selecta edisi Oktober 1970. Sementara Trio Nindya Sisters, tiga bersaudari asal Solo, tampil di sampul belakang, 56 tahun silam. (Sumber: Kin Sanubary)
Hastarita Abdullah, fotomodel 17 tahun, tampil di sampul depan Majalah Selecta edisi Oktober 1970. Sementara Trio Nindya Sisters, tiga bersaudari asal Solo, tampil di sampul belakang, 56 tahun silam. (Sumber: Kin Sanubary)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • Membuka kembali majalah lawas selalu menghadirkan sensasi tersendiri. Begitu pula ketika kembali membaca Majalah Selecta edisi Oktober 1970.

  • Seperti lazimnya majalah populer pada masa itu, Selecta memiliki sejumlah rubrik yang menjadi teman pembaca dari satu edisi ke edisi berikutnya.

  • Membaca kembali Majalah Selecta edisi Oktober 1970 bukan sekadar melihat lembaran kertas tua. Di dalamnya tersimpan potongan kehidupan Indonesia lebih dari lima dekade lalu.

Membuka kembali majalah lawas selalu menghadirkan sensasi tersendiri. Ada aroma zaman yang seolah ikut keluar dari lembar-lembar kertas yang mulai menguning. Begitu pula ketika kembali membaca Majalah Selecta edisi Oktober 1970, terbit 56 tahun silam.

Sampul depannya menampilkan sosok Hastarita Abdullah, sementara halaman sampul belakang atau back cover menghadirkan Trio Nindya Sisters. Di antara keduanya, tersaji beragam cerita tentang selebritas, musik, mode, kehidupan sosial, politik, hingga kisah-kisah rumah tangga yang menjadi warna khas majalah hiburan pada zamannya.

Hastarita Abdullah, Gadis Wajah Sampul Selecta

Hastarita Abdullah masih berusia 17 tahun ketika wajahnya menghiasi sampul Majalah Selecta edisi Oktober 1970.

Hastarita merupakan putri seorang dokter terkenal, dr. Abdullah, yang berdinas di Jakarta. Di usia yang masih sangat muda, ia telah memasuki dunia modelling sebagai peragawati dan kerap tampil dalam berbagai peragaan busana yang berlangsung di Ibu Kota Jakarta.

Nama Rita, demikian ia dikenal, juga sempat muncul sebagai bintang tamu dalam film "Bunga-bunga pun Berguguran".

Sosoknya di sampul Selecta menjadi salah satu potret menarik tentang dunia mode dan hiburan Indonesia pada awal dekade 1970-an.

Nindya Sisters, Tiga Saudari dari Solo

Jika sampul depan menghadirkan Hastarita Abdullah, maka sampul belakang Selecta edisi ini menampilkan Trio Nindya Sisters, kelompok vokal asal Solo yang cukup dikenal pada era 1970-an.

Trio ini beranggotakan tiga saudari, yakni Srie Nurdewati Kandiningsih (Nuning), Diah Restuwati Kandiningsih (Didit), dan Nandi Rahayu Harisetyo Kandiningsih (Jajuk).

Nindya Sisters kemudian turut mewarnai blantika musik Indonesia. Debut album rekaman mereka bertajuk "Selamat Datang Ceria".

Melihat kembali nama dan wajah mereka di sampul belakang Selecta seperti membuka kembali album kenangan musik Indonesia dari masa ketika grup-grup vokal menjadi bagian penting dari hiburan masyarakat.

Indonesia–Malaysia: Dari Konfrontasi Menuju Persahabatan

Majalah Selecta tidak hanya berbicara mengenai dunia hiburan. Isu politik dan hubungan internasional juga mendapat tempat.

Salah satu tulisan menyoroti hubungan Indonesia dan Malaysia yang saat itu mulai memasuki suasana persahabatan setelah melewati masa konfrontasi pada era Orde Lama.

Keakraban antara Presiden Soeharto dan Perdana Menteri Malaysia, Tunku Abdul Rahman, menjadi simbol hubungan dua negara serumpun yang berusaha membangun kembali hubungan yang lebih baik.

Indonesia dan Malaysia memiliki posisi penting di kawasan Asia Tenggara. Dalam perkembangan berikutnya, kedua negara juga terlibat dalam berbagai persoalan dan forum internasional, termasuk isu Kamboja, Timur Tengah, Konferensi Gerakan Non-Blok, serta berbagai agenda dunia Islam.

Membaca tulisan tersebut dari perspektif hari ini tentu memberikan gambaran tentang bagaimana hubungan Indonesia–Malaysia dipandang oleh media Indonesia lebih dari lima dekade lalu.

WS Rendra dan Kisah Perkawinan

Nama besar lainnya yang muncul adalah W.S. Rendra, penyair dan budayawan yang sangat dikenal di Indonesia.

Dalam tulisan Selecta, Rendra mengemukakan pandangannya mengenai perkawinan dan kehidupan rumah tangga. Ia mengibaratkan perkawinan keduanya sebagai sebuah ekstension atau perluasan dari rumah tangga dan kepribadiannya.

Pada masa itu, Rendra memang tengah menjadi perhatian publik karena kehidupan perkawinannya. Ia menikahi Sita Laksmi, gadis berusia 19 tahun yang disebut sebagai keturunan Keraton Yogyakarta, putri Pangeran Prabuningrat dan keponakan Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Sita Laksmi kemudian lebih dikenal dengan nama Sitoresmi Prabuningrat.

Kisah tersebut memperlihatkan bagaimana kehidupan pribadi tokoh seni dan budaya menjadi bagian dari pemberitaan majalah populer pada zamannya.

Alice Iskak Merantau ke Australia

Dunia hiburan juga membawa nama Alice Iskak ke halaman Selecta.

Alice dikisahkan berangkat ke Australia menyusul kakaknya, Boy Iskak, yang memperoleh pekerjaan di Negeri Kanguru tersebut.

Di Australia, Alice disebut ingin memperdalam pengetahuan di bidang show business, setelah kariernya di Tanah Air mulai meredup. Ia bahkan dikabarkan sempat bekerja di sebuah perusahaan pabrik gula-gula sebelum kemudian kembali menekuni dunia modelling, bidang yang sesuai dengan bakatnya.

Penulis memegang Majalah Selecta terbitan era 1970-an, salah satu bacaan populer pada masanya. (Sumber: Kin Sanubary)
Penulis memegang Majalah Selecta terbitan era 1970-an, salah satu bacaan populer pada masanya. (Sumber: Kin Sanubary)

Kisah Alice memberikan gambaran lain tentang perjalanan para figur hiburan Indonesia yang mencoba mencari pengalaman dan peluang di luar negeri.

Tinneke Pondaga, Ratu Kebaya Jawa Barat 1970

Dunia mode Jawa Barat juga mendapat ruang dalam Majalah Selecta.

Tinneke Pondaga, mahasiswi Universitas Parahyangan Bandung berusia 21 tahun, terpilih sebagai Ratu Kebaya Jawa Barat 1970.

Posisi berikutnya ditempati Tinni Sumiati, mahasiswi Aktripa Bandung, sebagai Runner Up I, dan Tiploek Sri Wahyuni, siswi SMA di Bandung, sebagai Runner Up II.

Gelar Miss Photogenic diraih Jotje Jolanda Abas dari Bogor, sedangkan Miss Personality diberikan kepada Henny Harryani dari Bandung.

Malam penobatan berlangsung di lobi Savoy Homann Hotel Bandung. Acara tersebut turut dihadiri Gubernur Jawa Barat Solichin GP, Miss Indonesia 1970 Irma Hardisurya, None Jakarta 1970 Ida Herawaty Abdi, serta Miss Jawa Tengah Jajuk Sri Rahayu.

Suasana semakin meriah dengan penampilan penyanyi-penyanyi terkenal dari Bandung, seperti Tetty Kadi, Anna Manthovani, dan Rossa Lesmana. Peragaan busana juga menghadirkan sejumlah peragawati ternama, antara lain Rima Melati, Sumi Hakim, Sylvia, Paula, dan sejumlah nama lainnya.

Baca Juga: Romantisme Membaca Majalah Vista September 1983: Ketika Radio, Kaset, Bioskop dan Idola Menghidupkan Kenangan

Dua Tahun Majalah D&R

Berita lain yang menarik adalah perayaan hari ulang tahun kedua Majalah Detektip dan Romantika (D&R) yang berlangsung pada 12 September 1970.

Perayaan dwiwarsa tersebut digelar di kantor redaksi D&R di Jalan Kebon Kacang 29/4, Jakarta. Acara berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan cukup meriah.

Hadir sejumlah tokoh pers, pejabat Departemen Penerangan, perwakilan SPS dan PWI, pimpinan media cetak, kepolisian, serta kalangan artis dan seniman.

Sejumlah nama terkenal turut memeriahkan acara, di antaranya Taty Saleh, Ida Kusumah, Rhoma Irama, R.O. Sunarsih, Wiwiek Abidin, Johanna Sattar, Lilly Syarief, Irni Jusnita, Laily Dimyati, Tien Agustine, serta Trio PJM dan Trio The King's.

Hiburan juga dimeriahkan oleh Band Commando's pimpinan Mayor Udara Drs. M. Masduki dan Orkes Melayu Pancaran Muda pimpinan Zakaria.

Membayangkan suasana pesta tersebut, kita seperti diajak kembali ke Jakarta pada awal 1970-an, ketika dunia pers, musik, film, dan panggung hiburan memiliki hubungan yang begitu erat.

Rubrik-Rubrik yang Menjadi Teman Pembaca

Seperti lazimnya majalah populer pada masa itu, Selecta memiliki sejumlah rubrik yang menjadi teman pembaca dari satu edisi ke edisi berikutnya.

Di antaranya : Luar Garis, Romantika Kehidupan, Horoskop, Serba-serbi, Soal-soal Perkawinan dan Keluarga, Humor, serta Quiz Serupa Tak Sama.

Untuk karya sastra, pembaca disuguhi cerita pendek Lingkaran Cinta karya Mamak S, serta cerita silat karya Asmaraman S. Kho Ping Hoo berjudul Dendam Si Anak Har.

Begitulah majalah pada zamannya. Tidak hanya menyajikan berita, tetapi juga menjadi teman mengisi waktu luang, membawa pembaca dari kisah selebritas, mode, musik, politik, roman, hingga cerita silat.

Membaca kembali Majalah Selecta edisi Oktober 1970 bukan sekadar melihat lembaran kertas tua. Di dalamnya tersimpan potongan kehidupan Indonesia lebih dari lima dekade lalu.

Nama-nama yang pernah populer, wajah-wajah yang pernah menghiasi panggung hiburan, gaya busana, musik, kehidupan para tokoh, hingga cara media melihat persoalan sosial dan politik, semuanya menjadi semacam kapsul waktu.

Hari ini, ketika majalah cetak perlahan menjadi bagian dari sejarah media, membuka kembali Selecta terasa seperti mengetuk pintu masa lalu.

Dan dari balik lembar-lembar yang mulai menua itu, kenangan lama seakan kembali menyapa.

Sebuah romantisme membaca majalah lawas, ketika setiap halaman bukan hanya membawa cerita, tetapi juga membawa kita pulang kepada suasana sebuah zaman. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Okt 2026, 20:09

Ruang Terbuka Hijau di 30 Kecamatan di Kota Bandung

Artikel ini mengulas kondisi Ruang Terbuka Hijau di 30 kecamatan Kota Bandung. Temukan sebaran, fasilitas publik, keasrian lingkungan dan upaya pelestarian taman kota demi Bandung yang lebih asri.

Aktivitas warga di taman Alun-Alun Cicendo, Kota Bandung, Sabtu, 9 Juli 2022. (Sumber: Ayobandung | Foto: Magang Foto/Algifari Tohaga Abdillah)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 19:22

Ketika Wajah-Wajah Populer Mengisi Halaman Majalah Selecta Edisi Oktober 1970

Membuka kembali majalah lawas selalu menghadirkan sensasi tersendiri. Begitu pula ketika kembali membaca Majalah Selecta edisi Oktober 1970.

Hastarita Abdullah, fotomodel 17 tahun, tampil di sampul depan Majalah Selecta edisi Oktober 1970. Sementara Trio Nindya Sisters, tiga bersaudari asal Solo, tampil di sampul belakang, 56 tahun silam. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 17:03

10 Netizen Terpilih September 2026, Menangkap Ragam Isu Bandung dan Jawa Barat

Redaksi Ayobandung.id mengumumkan 10 penulis terbaik kanal "Ayo Netizen" untuk periode September 2026, dengan total hadiah tetap Rp1,5 juta.

Simulasi penanganan bencana gempa bumi akibat Sesar Lembang. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 16:16

Ronda Malam: Mereka yang Berjaga saat Warga Terlelap

Ketika warga terlelap, petugas ronda tetap terjaga. Di RW 10 Kelurahan Karang Mekar, Kota Cimahi, ronda malam menjadi ikhtiar keamanan sekaligus bukti bahwa semangat gotong royong masih menyala.

Ilustrasi warga Indonesia sedang ronda. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan Gemini AI)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 15:02

Ruang Terbuka Hijau di Kota Bandung

Kota Bandung kini terus berbenah menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH). Selain berfungsi menjaga keseimbangan alam dan menekan polusi, kehadiran taman kota ini juga menjadi sarana rekreasi warga.

Taman di Jl. Tongkeng No.46, Merdeka, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 13:41

Mencegah KBGO di Kampus: Bukan Lagi Soal Perempuan Menjaga Diri

Seruan agar perempuan "pandai menjaga diri" di ruang digital tak lagi cukup. Kampus harus hadir secara sistemik menjamin ekosistem belajar yang aman bagi mahasiswi.

Pembukaan Latsar CPNS Tahun 2022 (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SkTAN)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 11:04

Kesehatan Mental Kita di Hari Sumpah Pemuda

Refleksi peringatas Sumpah Pemuda dengan isu keshatan mental.

Sumpah Pemuda & Kesehatan Mental. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 10:14

Amit-Amit, Jangan sampai Keranda Jadi Alat Ukur Tata Kota

Keranda seharusnya hanya mengantar manusia ke tempat peristirahatan terakhir. Ia jangan sampai berubah menjadi alat ukur apakah sebuah kota bekerja dengan baik atau tidak.

Lahan pekuburan di salah satu sudut Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 19:10

Batik dari Warisan Budaya Tradisional Menuju Fashion Internasional

Tahun 2009, UNESCO telah telah memasukkan batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. Batik perlu bergerak dari craft based economy menuju creative fashion industry. Dan dari produk menjadi nilai.

Koleksi batik Retno Mulyo. (Sumber: Batik Retno Mulyo)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 16:38

Memikirkan Kembali Sumber Daya Energi Baru: Terbarukan Berbiaya Murah dan Ramah Lingkungan

Mengulas solusi energi baru dan terbarukan yang murah serta ramah lingkungan.

Pengelola Waduk Jatiluhur menyebutkan kemarau panjang pada Juli 2023 menyebabkan tinggi muka air waduk mengalami penyusutan hingga 10 meter atau 2 meter diambang batas kritis. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 14:22

Masa Depan Podcast: Kemana Arah Komunikasi Digital Antara Manusia dan Akal Imitasi?

Perkembangan teknologi turut membuat podcast dengan pelbagai macam tema yang bisa diangkat. Maka tidak ada lagi batasan bahwa kita tidak bisa menyuarakan aspirasi melalui podcast.

Ilustrasi alat studio podcast. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 10:47

Peringati Bulan Bahasa dengan Membaca Indeks Literasi

Refleksi tingkat literasi Indonesia dalam momentum bulan bahasa tahun 2026.

Bulan Bahasa dan Literasi. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 09:59

KDM Mengingatkan Pers, tetapi Siapa yang Mengingatkan KDM?

KDM tidak perlu takut kepada wartawan yang kritis. Justru seorang gubernur memerlukan wartawan yang mampu menjadi semacam cermin yang tidak bisa diedit.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 20:31

Saat Pajak Terus Mencekik, Masihkah 'Worth It' untuk Membangun Usaha Mandiri?

Di Negara ini menjadi Karyawan atau Wirausahawan bukan satu-satunya pilihan yang menguntungkan. Keduanya punya konsekuensi yang terkadang merugikan.

Apakah kita benar-benar bisa memilih antara menjadi karyawan dan pengusaha di negeri ini? (Sumber: pixabay)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 19:15

Masjid Menara Sangat Terkait Kali Semarang

Kali Semarang dan anak-anak sungainya, dermaga sungai di Kampung Melayu dengan Masjid Menaranya, menjadi satu situs penting dalam sejarah perkembangan Kota Semarang.

Pak Ali (berbaju putih), sedang memberikan keterangan tengtang penimbunan lantai satu masjid. (Foto: T Bachtiar)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 18:02

Investasi Bangsa Dimulai dari Penguasaan Literasi Generasi Muda

Penguasaan literasi generasi muda harus ditempatkan sebagai fondasi utama untuk membangun bangsa yang kuat, mandiri, adaptif dalam menghadapi perubahan zaman.

Anak muda sedang membaca buku. (Sumber: Pexels | Foto: Abby Chung)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 16:45

Mengenang Masa Keemasan Acara Musik di Layar Kaca TVRI

Bagi generasi yang tumbuh pada era 1980-an hingga 1990-an, acara musik di TVRI bukan sekadar tontonan.

Aneka Ria Safari. Salah satu acara musik televisi favorit penonton Indonesia era 1980-1990-an. Program ini menghadirkan penyanyi dan grup musik populer serta lagu-lagu yang tengah digemari masyarakat. (Sumber: Majalah Monitor TVRI)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 15:14

Makna Filosofis, Persamaan, dan Perbedaan Pupuh Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Sasak

Makna filosofis, persamaan dan perbedaan Pupuh Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Sasak.

Seniman tembang pupuh. (Sumber: Dika Dzikriawan)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 11:49

Seragam Khaki

Cerita seorang guru honorer yang mendapat ujian ekonomi tapi tetap bekerja profesonal.

Ilustrasi 'Khaki'. (Sumber: ChatGPT)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 10:28

Mabuk Sejarah dalam 'Telunjuk dan Pelatuk'

Resensi buku kumpulan cerpen 'Telunjuk dan Pelatuk' karya Ikrom Rifai.

sampu buku Telunjuk dan Pelatuk.