Nomor Proklamasi: Ketika Majalah Selecta Menyambut Hari Kemerdekaan RI 1969

5 menit baca
Kin Sanubary
Ditulis oleh Kin Sanubary diterbitkan
Sampul depan Majalah Selecta Edisi Khusus Proklamasi, terbit 17 Agustus 1969, menampilkan aktris Alice Iskak sebagai model sampul. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Sampul depan Majalah Selecta Edisi Khusus Proklamasi, terbit 17 Agustus 1969, menampilkan aktris Alice Iskak sebagai model sampul. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)

Menelusuri semangat Proklamasi melalui lembaran majalah lawas yang masih menyimpan denyut sejarah, 57 tahun silam. Ada aroma khas yang selalu tercium ketika membuka majalah lawas. Kertasnya telah menguning, sudut-sudut halamannya mulai rapuh, bahkan tinta cetaknya perlahan memudar dimakan usia. Namun justru di situlah pesonanya. Setiap lembar seolah menjadi mesin waktu yang membawa kita kembali ke masa ketika Indonesia masih muda, penuh semangat membangun negeri dan merawat api kemerdekaan.

Begitulah kesan yang muncul saat membuka Majalah Selecta Nomor 413, terbit 17 Agustus 1969. Di sampul depannya terpampang sederhana namun penuh makna: "Nomor Proklamasi". Sebuah edisi khusus yang diterbitkan untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-24. Kini, 57 tahun kemudian, majalah itu bukan lagi sekadar bacaan mingguan. Ia telah menjelma menjadi dokumen sejarah yang merekam bagaimana bangsa Indonesia mengenang Proklamasi di penghujung dekade 1960-an.

Setiap peringatan 17 Agustus selalu membawa ingatan kembali ke pagi bersejarah di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta, pada 17 Agustus 1945.

Di halaman rumah yang sederhana itu, Ir. Soekarno, didampingi Drs. Mohammad Hatta, membacakan naskah Proklamasi Kemerdekaan di hadapan rakyat yang berkumpul dengan penuh harap.

Hanya terdiri atas dua alinea singkat, tetapi kalimat-kalimat itu mengubah arah sejarah bangsa. Sejak saat itulah Indonesia menyatakan dirinya merdeka dan berhak menentukan masa depannya sendiri.

Namun sebuah proklamasi tidak akan menggema apabila hanya berhenti di tempat ia dibacakan. Kabar kemerdekaan harus segera menyebar ke seluruh penjuru Nusantara.

Media massa, berperan besar di balik berita kemerdekaan yang tersebar ke seluruh pelosok Nusantara dan belahan dunia lain. Di sinilah pers Indonesia memainkan peran yang tak kalah heroik.

Salah satu artikel utama dalam Selecta Nomor Proklamasi mengangkat tema "Peranan Mass-Media Pada Saat Proklamasi". Tulisan itu mengingatkan bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan bukan hanya dilakukan oleh mereka yang mengangkat senjata, tetapi juga oleh wartawan, penyiar radio, dan pekerja pers yang mempertaruhkan keselamatan demi menyampaikan kabar kemerdekaan.

Melalui jaringan Kantor Berita ANTARA, naskah Proklamasi berhasil diteruskan ke berbagai daerah bahkan menembus dunia internasional. Radio menjadi media tercepat menyebarkan berita, meski berada di bawah pengawasan ketat tentara Jepang.

Sementara itu, surat kabar seperti Soeara Asia, Tjahaja, Repoeblik Indonesia, Berita Indonesia, Merdeka, hingga berbagai buletin perjuangan menjadi ujung tombak penyebaran informasi di tengah situasi yang penuh risiko. Banyak wartawan bekerja secara sembunyi-sembunyi. Mereka menyelundupkan berita, menghindari sensor, bahkan mempertaruhkan nyawa agar kabar kemerdekaan sampai ke tangan rakyat. Di balik setiap lembar surat kabar yang terbit, tersimpan keberanian yang sering kali luput dari catatan sejarah.

Keistimewaan edisi ini tidak hanya terletak pada muatan sejarahnya. Majalah Selecta memilih aktris muda Alice Iskak sebagai penghias sampul depan sekaligus sampul belakang. Sebuah pilihan menarik yang memperlihatkan bagaimana semangat nasionalisme berpadu dengan pesona dunia hiburan Indonesia.

Saat tampil dalam edisi tersebut, Alice baru berusia 21 tahun dan sedang menikmati puncak popularitasnya. Putri pasangan R. Iskak, seorang perwira ALRI, dan Alida van de Kuinder itu dikenal sebagai salah satu ikon perfilman Indonesia pada era 1960-an.

Di dalam majalah juga dimuat ulasan mengenai film The Big Village karya maestro perfilman Indonesia, Usmar Ismail, yang dibintangi Alice bersama deretan aktor ternama seperti Rachmat Hidayat, Dicky Zulkarnaen, Rachmat Kartolo, Menzano, Soekarno M. Noor, Rosihan Anwar, Rima Melati, dan Mieke Widjaja.

Berbagai surat kabar dan majalah di Indonesia turut mengangkat kisah perjuangan pers serta peranan media pada masa Proklamasi Kemerdekaan. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Berbagai surat kabar dan majalah di Indonesia turut mengangkat kisah perjuangan pers serta peranan media pada masa Proklamasi Kemerdekaan. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)

Membaca Selecta edisi ini serasa membuka album kenangan Indonesia tempo dulu.

Halaman demi halaman menghadirkan potret kehidupan bangsa pada 1969. Ada liputan Pemilihan Ratu Djakarta 1969 yang dimenangkan Ratih Dargo Nitiwidjojo, laporan kunjungan Presiden Amerika Serikat Richard Nixon ke Jakarta yang berlangsung sekitar 22 jam, hingga kisah perjuangan Raden Intan dan Raden Intan II, pahlawan dari Lampung.

Rubrik hiburannya pun menjadi cermin zamannya. Pembaca diajak mengikuti kabar artis dunia seperti Faye Dunaway dan Sammy Davis Jr., menikmati tulisan tentang maestro keroncong Waldjinah, membaca cerpen, hingga mengikuti sayembara berhadiah yang kala itu menjadi daya tarik hampir setiap majalah populer.

Semua itu memperlihatkan bahwa sebuah majalah bukan sekadar media informasi, melainkan juga potret kehidupan masyarakat pada masanya.

Pada era 1960-an hingga 1990-an, media cetak menikmati masa keemasannya. Menjelang Hari Kemerdekaan, surat kabar dan majalah berlomba menghadirkan edisi khusus yang sarat dengan kisah perjuangan, tokoh nasional, dan semangat membangun Indonesia.

Bagi masyarakat kala itu, membaca edisi kemerdekaan merupakan bagian dari tradisi bulan Agustus. Dari halaman-halaman itulah generasi muda mengenal kembali kisah para pahlawan, sementara generasi yang lebih tua mengenang perjalanan panjang menuju kemerdekaan.

Kini, tradisi itu perlahan memudar. Kehadiran media digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi. Banyak surat kabar dan majalah legendaris telah berhenti terbit, sementara edisi-edisi khusus seperti Nomor Proklamasi berubah menjadi koleksi langka yang diburu para pencinta sejarah.

Majalah Selecta Nomor Proklamasi bukan sekadar barang koleksi. Ia adalah saksi bisu perjalanan bangsa, merekam bagaimana Indonesia merayakan kemerdekaan ketika usia republik baru menginjak 24 tahun.

Kini, lebih dari setengah abad kemudian, pesan yang dibawanya tetap terasa relevan. Kemerdekaan tidak hanya lahir dari keberanian para pejuang di medan laga, tetapi juga dari dedikasi insan pers yang tanpa lelah menyebarkan kabar Proklamasi hingga ke pelosok negeri. Berkat merekalah gema kemerdekaan menjangkau seluruh rakyat Indonesia dan menumbuhkan keyakinan bahwa sebuah bangsa baru telah lahir.

Membuka kembali Majalah Selecta Nomor 413 terbitan 17 Agustus 1969 seakan membuka jendela menuju Indonesia tempo dulu. Dari lembaran-lembaran yang mulai menguning itu, kita belajar bahwa sejarah tidak hanya tersimpan di buku pelajaran atau arsip negara, tetapi juga hidup di halaman-halaman majalah yang pernah menemani keseharian masyarakat. Bagi para kolektor surat kabar dan majalah lawas, setiap edisi bukan sekadar benda antik. Ia adalah serpihan memori bangsa, pengingat bahwa kemerdekaan dibangun oleh keberanian, dipelihara oleh persatuan, dan diwariskan melalui cerita-cerita yang terus hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Kin Sanubary
Tentang Kin Sanubary
Kolektor media cetak lawas. Peraih Anugerah PWI Jawa Barat 2023 Kategori Pangajen Rumawat Kalawarta

Berita Terkait

News Update

Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 19:02

Pendidikan Empati dalam Isu Sosial

urgensinya pendidikan empati diajarkan. Bukan hanya mencari jalan keviralan. Demi meningkatkan kuantitas konten tanpa memfilter isinya.

Ilustrasi anak sekolah di ladang sawah. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 17:03

Stadion Persib Kelas Dunia Kapan ?

Persib Bandung bermain di stadion kelas Piala Dunia saat Asian LC 2 melawan FC Seoul Korea Selatan medio September 2026

Kondisi rumput liar tak terawat di luar Stadion GBLA yang sempat disorot pada 2019 lalu. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 15:29

Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya

Mengupas potensi bahaya gunung berapi, sesar aktif di Bandung Raya dan langkah mitigasi demi keselamatan warga. Simak informasi artikel Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya.

Poster Riset - Kesiapan Obyek Wisata Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu Terhadap Bencana (Sumber: issuu.com/anggasafik/docs/poster_riset_tangkuban_perahu | Foto: Angga Safik Ul Ridwa)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 13:45

Penyiar Legendaris dan Perjalanan RRI di Era 1970-an Hingga Masa Kini

Terkadang wajah penyiar tidak pernah dilihat, tapi suaranya bisa menjadi kenangan dalam sejarah. Sambas, Hasan Azhari Oramahi, Poppy Tiendas, dll adalah nama legendaris penyiar RRI dengan suara emas.

Gedung Kantor RRI Bandung. (Sumber: RRI | Foto: R.Erlan W.K)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 10:32

Kenapa Gaji ASN Jadi Rebutan Bank?

Payroll sesungguhnya buka cuma rekening gaji. Dana yang masuk secara rutin saban bulan menciptakan aktivitas lanjutan.

Gedung bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 08:11

Kebakaran Cihanja Punclut dan Pentingnya Penanganan Lingkungan Berkelanjutan

Catatan Lukman Nurhakim tentang material mudah terbakar di bawah timbunan, dampak asap terhadap warga, dan pentingnya penanganan pascakebakaran membuka pertanyaan yang lebih luas.

Kebakaran lahan di Cihanja-Punclut Kawasan Bandung Utara. (Foto: Dokumen Lukman Nurhakim)
Ayo Biz 15 Sep 2026, 20:08

Dari Lereng Arjuno ke Peta Jalan Net Zero: Jejak United Tractors Merawat Industri Berkelanjutan

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan.

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 19:51

200 Ikon Bandung #5: Pemandian Tjihampelas, Kolam Renang Pertama di Indonesia

Pemandian Tjihampelas menyimpan sejarah panjang olahraga renang di Indonesia sebelum bangunannya hilang dan berganti menjadi kawasan hunian modern.

Pemandian Tjihampelas pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 17:12

200 Ikon Bandung #4: Saritem

Sekarang, kawasan lokaslisasi Saritem telah tiada, bahkan telah digantikan dengan keberadaan sebuah pesantren yang cukup besar.

Sebuah roman Sunda karya Aan Merdeka Permana yang berjudul "Saritem". (Sumber: Istimewa)
Seni Budaya 15 Sep 2026, 16:00

Hikayat Wayang Tavip, Inovasi Wayang dari Sampah Plastik

Wayang Tavip lahir dari plastik bekas. Karya seni ciptaan Muhammad Tavip ini terus berkembang dari bentuk 2D hingga 3D.

Wayang Tavip menjadi inovasi dalam seni pewayangan dengan bentuk karakter yang khas dan unik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 15:17

Menjaga Wajah Kota: Sinergi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung

Mereka tidak sekadar ditertibkan, melainkan langsung dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung di Rancacili.

Ilustrasi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung. (Sumber: dibuat dengan chatgpt.com | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 13:25

Seandainya Saya Jadi Presiden - Bagian 2

Negara bukanlah panggung pertunjukan, tetapi seandainya saya jadi presiden, saya ingin ada yang membaca puisi kenegaraan saat pelantikan. Negara akan maju jika semua warga diwajibkan membaca buku.

Bendera Republik Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Firman Marek_Brew)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 11:41

Jangan Sampai Pilkades di Jabar Menjadi Kotak Hitam Digital

Sistem pemilu yang baik bukan hanya harus mampu menghasilkan angka, tetapi juga harus memungkinkan pihak yang berwenang memeriksa bagaimana angka tersebut dihasilkan.

Ilustrasi Pilkades. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 09:56

Obituari untuk Kanaya Whu

Ada suara yang justru menemukan kehidupan keduanya setelah kematian. Kanaya Whu salah satunya. Kematian selalu memiliki cara yang aneh untuk menjadi kenangan. Ada sebuah puisi elegi dalam obituari ini

Kanaya Whu. (Sumber: Instagram | Foto: Kanaya Whu)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 19:01

Stiker Radio: Ketika Kenangan Lama Kembali Mengudara

Masih dalam suasana memperingati Hari Radio Nasional pada 9 September 2026, menarik untuk menengok kembali salah satu memorabilia radio yang kerap luput dari perhatian: stiker radio.

Beragam stiker radio dari berbagai stasiun radio di seluruh Indonesia yang menjadi bagian dari koleksi penulis. (Sumber: Foto dan koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 18:24

Nestapa Dago Dairy dan Asa Kedaulatan Pakan dari Bangku SMK

Kita abai menyiapkan cetak biru pendidikan modern di hulu peternakan.

Ilustrasi Mewujudkan SMK Peternakan Jurusan Pakan yang sesuai dengan perkembangan teknologi. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 17:05

Menggelorakan Wisata Olahraga di Kota Bandung

Wisata olahraga sebagai wisata yang mulai dijadikan model wisata yang sangat menarik dan mampu mengundang wisatawan menemukan wisata sembari berolahraga.

Bagi generasi Z, lari bukan hanya olahraga, tetapi gaya hidup yang terus berkembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 15:11

Riung Gunung Bandung, 'Bandung Kakurung ku Gunung'

Riung Gunung Bandung mengungkap pesona alam legendaris Bandung kakurung ku gunung.

Nuansa Riung Gunung Pangalengan, Wisata Bandung Murah. (Sumber: Instagram | Foto: nuansariunggunung_)