930 Pecatur di Bandung Dapat Wejangan dari Legenda Utut Adianto

4 menit baca
Caca Cariwan
Ditulis oleh Caca Cariwan diterbitkan
Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru. (Sumber: Istimewa)
Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru. (Sumber: Istimewa)
Highlights

Poin Penting

Quick Read
  • 930 pecatur dari berbagai daerah mengikuti Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 di Bandung.

  • Panglima TNI mendorong pembinaan olahraga berkelanjutan, dengan menekankan sportivitas, disiplin, dan prestasi.

  • Utut Adianto menyoroti pentingnya latihan dan pusat pembinaan untuk melahirkan pecatur berprestasi dari berbagai daerah.

Sebanyak 930 pecatur mengikuti Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 di Gedung Graha Tirta Siliwangi, Kota Bandung, Minggu (20/9/2026).

Turnamen yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI tersebut mempertemukan pecatur dari berbagai daerah di Indonesia. Selain menjadi arena untuk menguji kemampuan, pertandingan ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk menambah pengalaman sekaligus bertemu dengan sesama pecatur dari berbagai wilayah.

Pembukaan turnamen dilakukan Komandan Sesko TNI Marsekal Madya TNI M. Khairil Lubis yang hadir mewakili Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si.

Sejumlah pejabat dan tokoh olahraga turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Gubernur Jawa Barat, Dankodiklatad, Danpussenif, Pangkorpasgat, Dankoharmatau, Kapolda Jawa Barat, Kasdam III/Siliwangi, Wali Kota Bandung, Ketua Umum KONI Pusat, Ketua Umum KONI Jawa Barat Dr. Muhammad Budiana, perwakilan PB Percasi, Ketua Umum PB Percasi Jawa Barat, Ketua Dewan Pembina PB Percasi Ir. Eka Putra Wirya, Pembina PB Percasi sekaligus Grand Master Internasional Utut Adianto, Ketua NPC Jawa Barat Hery Susanto, serta jajaran TNI dan Polri.

Dalam amanat yang dibacakan M. Khairil Lubis, Panglima TNI menegaskan komitmen TNI untuk ikut mendorong peningkatan prestasi olahraga di Indonesia. Komitmen tersebut disebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan yang mengatur pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga.

“Melalui berbagai event olahraga seperti kegiatan Open Tournament kali ini, TNI akan selalu berkomitmen dan berkontribusi serta berperan aktif dalam meningkatkan prestasi olahraga nasional,” demikian amanat Panglima TNI.

Dalam amanat tersebut, olahraga juga dipandang memiliki nilai yang lebih luas daripada sekadar persaingan untuk mendapatkan kemenangan. Sportivitas, kejuangan, kehormatan, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, serta keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri menjadi nilai yang turut dibentuk melalui kegiatan olahraga.

Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat membantu membangun karakter atlet sekaligus mendukung peningkatan kemampuan mereka dalam mencapai prestasi.

Peringatan HUT ke-81 TNI tahun ini mengangkat tema “Prestasi Olahraga TNI, Prestasi Olahraga Indonesia”. Melalui tema tersebut, kegiatan olahraga diharapkan dapat ikut membentuk prajurit TNI dan masyarakat yang sehat serta tangguh, sekaligus membuka ruang bagi lahirnya atlet-atlet berprestasi yang dapat berkontribusi bagi bangsa dan negara.

Dalam konteks pembinaan olahraga, penyelenggaraan Open Tournament Piala Panglima TNI diarahkan untuk melihat hasil pembinaan atlet, mencari bibit potensial, meningkatkan kualitas dan prestasi olahraga nasional, serta memperkuat komunikasi antarpengurus olahraga dari tingkat pusat hingga daerah.

Untuk cabang catur, turnamen ini sekaligus menjadi ruang pencarian pemain-pemain potensial yang dapat dikembangkan melalui pembinaan lebih lanjut.

Kepada para peserta, Panglima TNI meminta pertandingan dijalani secara serius dengan tetap menjaga sikap kesatria sebagai seorang olahragawan.

“Selamat bertanding, raihlah prestasi yang terbaik,” pesan Panglima TNI dalam amanatnya.

Ia juga mengingatkan atlet untuk menjaga sportivitas dan persatuan selama pertandingan. Sementara itu, para juri dan wasit diminta menjalankan tugas secara jujur serta bijaksana.

## Utut Adianto: Pembinaan Harus Berkelanjutan

Pembina PB Percasi sekaligus Grand Master Internasional Utut Adianto menilai turnamen seperti Piala Panglima TNI memiliki arti penting bagi perkembangan catur. Menurutnya, kompetisi tidak hanya menjadi tempat bertanding, tetapi juga dapat membuka kesempatan bagi pemain baru untuk menunjukkan kemampuan dan berkembang.

Namun, munculnya pecatur berprestasi tidak dapat dilepaskan dari proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten.

“Tanpa pelatihan yang kontinu, tidak akan muncul lagi pemain seperti Susanto Megaranto maupun Satria Duta Cahaya,” ujar Utut.

Ia mengatakan, keberadaan pusat pelatihan atau training center dengan program pembinaan yang baik menjadi salah satu kebutuhan dalam proses mencetak atlet catur.

Menurut Utut, pembina juga memiliki peran dalam membangun lingkungan yang mendukung perkembangan atlet. Salah satunya dengan membuka ruang kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak.

Ia menilai potensi pecatur tidak hanya berada di wilayah tertentu. Pembinaan yang dilakukan secara konsisten di berbagai daerah, termasuk Jawa Barat, dapat memperluas kesempatan munculnya atlet yang mampu bersaing di level nasional maupun internasional.

“Harapannya ke depan semakin meningkat minat terhadap catur dan semakin banyak atlet yang diharapkan dari semua daerah, khususnya Jawa Barat, bisa mengharumkan nama Indonesia. Kuncinya latihan dan latihan,” kata Utut.

Selain aspek kompetisi, Utut melihat catur memiliki manfaat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Permainan tersebut melatih pemain untuk menyusun rencana, memperhitungkan berbagai langkah, mengenali risiko, dan memperkirakan kemungkinan yang muncul dari setiap keputusan.

“Dari sini sebenarnya bagaimana kita mengonsepkan segala sesuatu, mulai dari perencanaan, langkah-langkah ke depan, sampai mengantisipasi risiko,” ujarnya.

Dengan 930 peserta, Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 mempertemukan pecatur dari berbagai daerah dalam satu arena pertandingan. Turnamen tersebut sekaligus menjadi salah satu ruang untuk melihat potensi pemain baru dan mempertemukan berbagai unsur dalam ekosistem olahraga catur.

Selain mengejar prestasi di papan catur, kegiatan tersebut diharapkan memperkuat hubungan antara TNI, Polri, insan olahraga, dan masyarakat. Turnamen ini juga menjadi bagian dari upaya membangun pembinaan olahraga yang dilakukan secara berkelanjutan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Caca Cariwan
Tentang Caca Cariwan
Pendidikan S1,seorang penulis aktif di wilayah Bandung Raya dan Jawa Barat

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 20 Sep 2026, 17:07

930 Pecatur di Bandung Dapat Wejangan dari Legenda Utut Adianto

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru.

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 16:57

Istilah Bahasa Jawa untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Mengenal istilah lokal Bahasa Jawa untuk menggambarkan kekuatan guncangan gempa bumi, dari Lir hingga Lindhu Kiamat/Jagad Obah. Kaya makna dan kearifan lokal suu bangsa Jawa.

Ilustrasi bangunan yang rusak akibat gempa bumi. (Sumber: Pexels | Foto: Ahmed akacha)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 20:19

Mengenang Wa Kepoh Maestro Dongeng Sunda di Gelombang Radio

Sandiwara Radio Saur Sepuh, yang pernah membuat pendengarnya di berbagai daerah larut dalam cerita.

H. Ahmad Sutisna alias Wa Kepoh, maestro dongeng Sunda dan salah satu tokoh penting dalam dunia penyiaran radio di Jawa Barat. (Sumber: Tabloid Nova, September 1996.)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 19:40

Tantangan Literasi Antara Menulis dan Kepunahan Bahasa Daerah

Begitu miris ketika kita membaca judul "Benarkah Indonesia mengalami Darurat Literasi?" Ada banyak penulis yang hanya sekadar menulis, tetapi tidak ada visi menjaga literasi terutama bahasa lokal.

Ilustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Mahmur Marganti)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 18:17

Mengenal Bahaya Letusan Gunung Berapi di Bandung Raya dan Sekitarnya

Temukan ulasan mendalam mengenai potensi bahaya vulkanik di Bandung Raya. Pelajari langkah mitigasi yang tepat dan tingkatkan kesiapsiagaan Anda demi keselamatan bersama dari ancaman bencana alam.

Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). (Sumber: Digital Collections Universteit Leiden | Foto: Anonim)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 17:46

Optimis atau Oportunis

Dari aktivis pro–demokrasi yang berujung menjadi elit rezim yang selalu mereka tentang selama masa nya menjadi mahasiswa.

Budiman Sudjatmiko bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendeklarasikan kelompok relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (18/08/2023). (Sumber: Gerindra.id)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 20:09

Sejarah dan Transformasi Nahdlatul Ulama di Bumi Pasundan (1926–1967)

Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah ini bukanlah sebuah kebetulan sejarah, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren yang mengakar dan gelombang modernism

Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat. (Sumber: Tangkapan layar YT: Kang inoe)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 17:52

Hebatnya Kreatifitas Dasa Warsa 1980-an

Bernostaldia dengan kehidupan remaja tahun 1980-an.

Motor klasik vespa. (Sumber: Pexels | Foto: setengah lima sore)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 15:17

Ketika Anak Bangsa Kehilangan Kesempatan Menjadi Cerdas dan Kritis

Sebetulnya apa yang menjadi akar persoalan dalam pendidikan kita. Pendidikan seharusnya tidak hanya butuh jawaban benar, tetapi bagaimana anak bisa bertanya secara kritis dan berpikir cerdas.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ida Rizkha)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 14:01

Jejak Rasa dan Budaya Kuliner Arab di Tatar Sunda

Kuliner Arab di Jawa Barat tumbuh dari jejak migrasi menjadi bagian dari keragaman rasa dan budaya Tatar Sunda.

Nasi kebuli, hidangan khas Timur Tengah yang populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 12:26

Ketika Layar Perak Menjadi Denyut Hiburan Bandung Tempo Doeloe

Jejak bioskop Bandung tempo dulu merekam bagaimana hiburan, kehidupan sosial, dan perkembangan kota pernah berpadu di balik layar perak.

Iklan ucapan selamat hari jadi Kota Bandung dari perusahaan film N.V. Sirna Galih Ind. Ltd.. Iklan tersebut memuat daftar bioskop yang dikelolanya. (Sumber: Dimuat dalam Pikiran Rakjat, 31 Maret 1956 | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 09:59

200 Ikon Bandung #7: Karmaka Surjaudaja

Kisah Karmaka Surjaudaja menjadi teladan tentang perjuangan, kejujuran, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Adegan dalam film Love and Faith pada 2015, yang menceritakan kisah kehidupan Karmaka. (Sumber: Love and Faith)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 08:23

Bukan Macan yang Salah Cari Alamat, tapi Kita yang Mengubah Alamat Mereka

Macan yang masuk kampung atau kera yang turun ke permukiman bukan sekadar kisah tentang satwa yang “nakal”.

Seekor macan terdampar di rumah warga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Istimewa via ayobandung.com)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 18:03

Menelusuri Jejak 216 Tahun Kota Bandung dalam Surat Kabar Lawas

Bandung adalah kota yang tumbuh dari perjalanan sejarah yang panjang.

Beberapa surat kabar yang pernah menjadi bagian dari kehidupan dan kebanggaan warga Bandung pada era 1970–1990-an. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 17:34

Jejak Gunung Api Purba di Kabupaten Bandung Barat

Singkapan batuan dan ignimbrit di Kabupaten Bandung Barat menjadi bukti keberadaan aktivitas gunungapi purba yang dapat dipelajari melalui geowisata.

Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 16:05

Badut, Mimpi, dan Rizki

Mimpi tidak pernah benar-benar sendirian. Ya selalu ditemani ikhtiar, doa, dan keberanian untuk terus mencoba. Kendati, di antara semua itu, ada satu yang sering kita lupakan. Pekerjaan yang halal

Riasan badut yang dikenakannya saat merayakan wisuda bukan sekadar untuk tampil berbeda, (Sumber: Dokumentasi istimewa/ Kak Hakim (@badutbandung_kakhakim12))
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 15:09

Merdeka Berdaya, Merdeka Berkarya: Kaum Marginal Membangun Masa Depan

Setiap goresan tinta yang tercurahkan melalui hati, merupakan ketegaran dalam setiap halaman.

Bedah Buku "Prajurit Yang Tenggelam" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Majalengka. (Foto: Ayu Maimun)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 13:49

Rp7.000 dan Masa Depan Supir dan Angkot Bandung

Angkot berseliweran, penumpang naik-turun, uang masuk. Sopir mengejar setoran. Calon penumpang dicari. Angkot ngetem ketika dianggap perlu. 

Warga hendak turun dari angkot. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 12:08

200 Ikon Bandung #6: Raden Adipati Wiranatakusumah II, Dalem Kaum Bukan Hanya Nama Jalan

Di balik nama Dalem Kaum, tersimpan jejak Wiranatakusumah II sebagai salah satu tokoh penting dalam lahirnya Kota Bandung.

Alun-Alun Bandung pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 09:38

Belajarlah Mencintai Bandung Seperti Haryoto Kunto Sang Kuncen Bandung

Selami kisah Haryoto Kunto, sang Kuncen Bandung dan temukan cara terbaik mencintai Kota Kembang (Paris van Java) lewat sejarah, romantisme dan sudut pandang mendalam.

Ilustrasi buku karya Haryoto Kunto. (Sumber: Istimewa)