Merdeka Berdaya, Merdeka Berkarya: Kaum Marginal Membangun Masa Depan

4 menit baca
Muhammad Assegaf
Ditulis oleh Muhammad Assegaf diterbitkan
Bedah Buku "Prajurit Yang Tenggelam" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Majalengka. (Foto: Ayu Maimun)
Bedah Buku "Prajurit Yang Tenggelam" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Majalengka. (Foto: Ayu Maimun)

Bedah Buku "Prajurit Yang Tenggelam" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Majalengka bersama Dr. Riefky Krisnayana, S.Sos., M.Sn. (Akademisi/Dosen Universitas Langlang Buana) , Drs. Ono Haryono, M.P. (Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Majalengka), Rahmat Kartono, S.STP., M.Si., dan Bapak Ridwan Lubis dari perwakilan Lapas Kelas II B Majalengka.

Setiap goresan tinta yang tercurahkan melalui hati, merupakan ketegaran dalam setiap halaman. Kata-kata tersusun dalam suara yang tulus memberikan pesan terhadap orang-orang tersayang karena ada senyuman manis. Naskah Antologi Esai Warga Binaan Pemasyarakatan dalat memberikan pemahaman yang komprehensif kepada masyarakat, serta mampu menggelorakan inovasi yang produktif dan terus berdampak.

Kelas Menulis WBP berjalan selama tiga kali pertemuan. Buku yang di lahirkan memuat 116 halaman dan 30 penulis terbaik diterbitkan oleh : Mumtaz Cirebon, 2026. Kegiatan Bedah Buku merupakan rangkaian program Merdeka Berdaya, Merdeka Berkarya : Kaum Marginal Membangun Masa Depan yang di dalamnya memuat kegiatan WBP Majalengka Menulis, Suara Tionghoa Majalengka, dan Daur Ulang Sampah Kaum Pinggiran digagas oleh Yayasan Padepokan Kirik Nguyuh di Girimukti, Majalengka telah terlaksana dengan penuh kebermafaatan. Dalam acara bedah buku memuat sebuah Karya Daur Ulang Sampah Kaum Pinggiran, Art Zine dari Siswa/Siswi SMPN 1 Kasokandel,  Buku "Antara Mesin dan Buku" Transformasi Hidup Seorang Buruh Pabrik Untuk Masa Depan, dan Buku Prajurit Yang Tenggelam.

Sabtu, 12 September 2026. Acara di hadiri oleh Karang Taruna Leuwikidang, Pegiat Literasi, Komunitas Sepeda Bike-Bike Sunday, Majelis Manisan, dan masih banyak lagi. Acara bedah buku masuk ke dalam sesi pertama, sesi kedua ada MAMPUS (Malam Minggu Puisi) penampilan pembacaan puisi dari anak-anak Kandang Pustaka sebagai ruang untuk melatih publik speaking di depan umum melalui Kelas Sastra yang dibaca melalui karyanya sendiri, dan sesi ketiga ada Kandang Show sebagai ruang kreativitas bermain musik hingga ada Kandang Sora dalam melatih sebuah potensi sejak dini mulai dari belajar Vokal, Gitar, serta Drum. Kegiatan MAMPUS dan Kandang Show biasa dilaksanakan satu bulan sekali.

Tinta Kaum Marginal

Kaum marginal seringkali dijadikan sebagai manusia terpinggirkan, apalagi WBP yang kerapa dipandang negatif dengan berbagai perspekrif. Tinta merupakan implementasi kata, menggelorakan suara di balik jeruji. Bapak Ridwan Lubis mengatakan "Yang di Penjara belum tentu hina, yang di Istana belum tentu mulia" gurindam yang sangat tegas dan menusuk ini bukan sekadar, melainkan konteks yang membuat orang gentar.

Perserta Menulis Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menulis pengalaman pribadi. (Foto: Tim Media Lapas Kelas II B Majengka)
Perserta Menulis Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menulis pengalaman pribadi. (Foto: Tim Media Lapas Kelas II B Majengka)

Dari karya tulis tercipta, WBP mempunyai esensi lewat kata. Terkadang masyarakat WBP di pandang sebagai orang jahat oleh masyarakat, namun menurut Rahmat Kartono sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Majalengka bahwa : "Dari segi gerak langkah hidupnya manusia antara afektif, kognitif, dan psikomotorik harus sinkron. Karena manusia senantiasa berbicara dengan  rasa,  ingatan, dan tindakan yang erat dalam konteks budaya erat dengan kemanusiaan bahwa kesalahan tidak akan terjadi pada ruang kosong. Setiap warga binaan di balik jeruji mengalami banyak faktor, faktor-faktor itu kemudian menjawab dari yang tidak mungkin menjadi kemungkinan.

Esensi Prajurit Yang Tenggelam

Secara keadaannya mereka sulit melahirkan suara di balik penjara dalam ruang hampa, kelas menulis membentuk esensi WPB melalui tinta yang tergores di kertas putih untuk memberikan kabar baik lewat kata-kata. Karena esok adalah hari ini, harapan tulus WBP setelah bebas semuanya ingin memberikan kabar baik terlepas dari apa yang di derita cerita ini sebagai bentuk perlawanan untuk merdeka dan berdaya.

Cover buku "Prajurit Yqng Tenggelam" Antologi Esai Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Kelas II B Majalengka
Cover buku "Prajurit Yqng Tenggelam" Antologi Esai Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Kelas II B Majalengka

Perawatan kali ini menggering esai itu menjadi bahasa kesusastraan yang di reka hingga penuh estetika. Riefky Krisnayana mengungkap "tekad , ucap, dan tingkah laku" pandangan negatif warga binaan ketika bebas dari tahanan, history itu memang terus melekat di masyarakat. Setiap manusia harus memiliki rasa untuk memanusiakan, implementasi karya ini bukan sebatas di bedah tapi ke depan mungkin saja bisa menjadi lagu, atau video klip sehingga warga binaan ini tidak dipandang sebelah mata oleh masyarakat, kita bisa berkreasi untuk saling memberikan apresiasi.

Drs. Ono Haryono sebagai Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Majalengka, menegaskan audiens untuk mengajak mereka agar masuk ke dalam ruang pembelajaran positif untuk mengekspresikan sesuatu, dilatih berpikir kritis mengenai konteks literasi. Literasi membuka imajinasi agar tidak mudah di profokasi, berkarya mempersiapkan diri untuk masa depan.


Kini, kita melihat WBP sebagai seseorang yang mampu berkarya, melalui buku "Prajurit Yang Tenggelam" karya ini akan tetap hidup dan utuh sebagai masyarakat yang baik dan saling memanusiakan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Bandung 11 Okt 2026, 21:19

Saksi Bisu Sejarah Sejak 1897, Grand Hotel Preanger Bandung Bertransformasi Jadi Destinasi Heritage Modern

Di tengah tren heritage tourism dan staycation yang kian diminati, keberadaan bangunan cagar budaya bernilai sejarah tinggi seperti Preanger menjadi aset berharga.

Di tengah tren heritage tourism dan staycation yang kian diminati, keberadaan bangunan cagar budaya bernilai sejarah tinggi seperti Preanger menjadi aset berharga. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 15:25

Kemacetan Kopo Itu Ada Usainya atau Tidak, sih?

Kemacetan Kopo yang disebabkan oleh keserakahan para pengendara dengan mengambil jalan pengendara lain dari lawan arus dan solusi agar kemacetan bisa berkurang.

Kemacetan di daerah Kopo. (Sumber: infobandungkota via instagram | Foto: Tanty Malia)
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 13:45

Mengapa Jalan di Kebon Gedang Kembali Rusak? Menelusuri Penyebab di Balik Kerusakan Jalan

Jalan di Kebon Gedang kembali rusak meski telah diperbaiki. Artikel ini menelusuri kemungkinan penyebabnya, mulai dari genangan air, drainase, hingga tingginya aktivitas kendaraan.

 Ilustrasi.
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 12:37

Citarum Masuk Kamar: Dari Jam 8 Malam Sampai Pagi di Katapang

Banjir Sungai Citarum yang masuk hingga ke kamar warga menjadi potret krisis lingkungan. Artikel ini mengulas penyebab, dampak, dan solusi yang harus dilakukan bersama.

Kondisi rumah di Gang Awug, Katapang, setelah banjir semalam akibat luapan Citarum. Air coklat masih menggenang di dalam rumah. (Sumber: Dokumentasi Warga)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 16:20

Zebra Cross di depan UIN Bandung Kampus 1, Apakah Safe-Crossing?

Kurangnya fasilitas yang memadai dan faktor lainnya, zebra cross di depan UIN Bandung Kampus 1 ternyata tidak termasuk ke dalam kategori safe-crossing.

Pejalan kaki yang menyeberang di zebra cross depan gerbang pintu masuk-keluar UIN Bandung Kampus 1. Difoto pada hari Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 06.26 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Evira Dwi Shakira)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 14:39

Darurat Kesehatan Mental dan Ruang Komunikasi Terapeutik Melalui Radio

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. Ini membuktikan pemulihan jiwa butuh empati nyata, bukan sekadar engagement digital.

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. (Sumber: Pexels | Foto: Vie Studio)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 13:19

Jangan Menghukum Saritem karena Reputasinya

Saat nama Saritem disebut, publik tidak hanya membayangkan lokasi geografis di Kota Bandung. Ada citra sosial yang ikut menyeruak, yang terbentuk dari sejarah, pemberitaan, dan percakapan warga. 

Polisi melakukan razia narkoba di Saritem. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 12:23

Gastro-Histori Roti Bagelen: Akulturasi Tiga Budaya dan Jejak Perintis Khoe Pek Goan di Garut Sejak 1885

Dalam khazanah gastro-historis Indonesia, Roti Bagelen menduduki posisi istimewa sebagai penganan legendaris yang melintasi zaman.

Roti Bagelen pertama kali terekam dalam sejarah lahir dan berkembang di Kabupaten Garut sebagai titik awal keberadaannya di Indonesia. (Sumber: Akun Shopee Bagelen Garut)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)