Perjuangan Pustakawan Menghadirkan Buku Bergizi Gratis

4 menit baca
Muh Husen Arifin
Ditulis oleh Muh Husen Arifin diterbitkan
Ilustrasi buku-buku di perpustakaan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ilustrasi buku-buku di perpustakaan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Pustakawan hari ini hadir tidak sekadar menjaga buku. Sebagai seorang yang terus menghadirkan referensi buku yang terbaru. Pustakawan bertransformasi perannya. Penjaga buku yang menjadikannya sebagai kurator informasi dan navigator digital di era ombak informasi yang sangat cepat. 

Penyeleksi yang berkewajiban membentengi masyarakat dari gempuran misinformasi yang setiap waktunya mengancam keberadaan keilmuan di tengah masyarakat. 

Keberadaan konten yang instan dan ketidakcermatan masyarakat memunculkan kesan bahwa membaca secara mendalam masih menjadi keharusan dan menjadi ruang kosong yang siap diabaikan atau dijaga keberadaannya. Pelindung ketersediaan buku dengan maksud agar masyarakat dapat menggunakan waktunya tidak sekadar sadar tapi menjiwai tentang pentingnya buku fisik dan buku digital.

Sedangkan masyarakat untuk mewaspadainya memerlukan seorang yang aktif di bidang perbukuan, seorang yang mendominasi jejak literasi hingga memberikan akses lengkap kepada masyarakat. 

Pertahanan melawan hoaks yang merajalela tersebut dibutuhkan pendekatan yang konstruktif dan menitikberatkan kepada masyarakat untuk selalu hati-hati menggunakan teknologi. 

Pustakawan mau tidak mau mengeluarkan keterampilan dan gagasannya di tengah penurunan daya juang masyarakat dalam membaca informasi dan buku-buku. 

Bahkan berdasarkan laporan dari PISA tahun 2022 bahwa Indonesia masih menempati peringkat yang kritis memerlukan penanganan karena literasi baca di masyarakat belum sebagai kebutuhan dasar. 

Pukulan Telak 

Ibaratnya bertanding tinju di ring, keberadaan profesi pustakawan mendapatkan pukulan telak dari pelbagai arah yang tak pasti. 

Pustakawan tidak bisa dianggap sebagai profesi yang mudah. Gerbang ilmu pengetahuan berada di dalam kecakapan hidupnya. Teknologi kecerdasan buatan dan manajemen perpustakaan digital wajib dikuasainya. Bukan melulu dianggap penjaga buku kuno, tetapi sebagai fasilitator yang aktif bagi komunitas maupun individu. Modernitas perbukuan digital yang berkembang mesti dibentuk manajemen terbaik oleh pustakawan.

Beradaptasi menyajikan layanan modern di tengah kondisi yang tidak menentu ini memang dilematis. 

Pustakawan yang dianggap sebagai agen keilmuan perlu melakukan pekerjaannya dengan ekstra. Ekspektasi tingginya berkaitan konsep dasar bagi masyarakat dalam membaca. 

Sedangkan membaca cepat di media sosial sebagai adiksi negatif yang sering masyarakat lakukan yang berdasar penelitian cepat pula merusak kemampuan otak. 

Inilah yang perlu direkognisi kembali bahwa pustakawan memerlukan kekuatan yang besar untuk mengembangkan konsepnya dalam melakukan pukulan telak kepada masyarakat untuk selalu menyenangi kegiatan membacanya.

Akses dan Kontrol 

Ilustrasi rak buku. (Sumber: Pexels | Foto: Yazid N)
Ilustrasi rak buku. (Sumber: Pexels | Foto: Yazid N)

Benarkah internet tidak menjangkau ke pelosok negeri dan masyarakat kurang mengakses informasi dan buku bacaan? 

Akses dalam bentuk internet pada dasarnya sudah menjadi kendala yang dihadapi dan belum ada penanganan yang intensif. Akses internet di pedalaman berbeda dengan akses internet di perkotaan. Meski akses ini masih jadi pekerjaan rumah pemerintah. 

Akses lainnya misalkan, infrastruktur untuk mendirikan perpustakaan di pelosok, perpustakaan yang memadai untuk mendorong pertumbuhan masyarakat dalam minat membacanya. 

Perpustakaan bukanlah hal baru, tetapi kewajiban pemerintah menghadirkan buku bacaan tersedia segera. Perpustakaan di wilayah, perpustakaan yang tidak menyediakan fisik bangunannya, tetapi buku bacaan lengkap. 

Selain itu, pustakawan wajib bereaksi dengan tepat. Buku-buku didesain untuk membuat masyarakat senang membaca. Tidak hanya sekadar pajangan di rak buku. Selain itu perpustakaan bukan disekat atau dianggap tempat angker. Tetapi pustakawan dengan berkolaborasi bersama pemerintah desa membuat perpustakaan semakin nyaman, dengan membuat beberapa spot yang asyik buat pembaca buku. 

Selanjutnya kontrol yang ketat dengan membuat standar operasional prosedur selengkap mungkin. Kontrol ini dapat berupa asesmen kinerja dan portofolio. Asesmen kinerja ini berhubungan dengan pustakawan dan membuat survei penilaian dari pembaca. Sehingga pustakawan memeroleh kesejahteraan yang tepat. 

Hybrid Library 

Perjuangan pustakawan masih panjang. Konsep perpustakaan yang dihadirkan oleh pustakawan dengan hybrid library. Perpustakaan tidak lagi menjadi menara gading. 

Perpustakaan yang dihadirkan di setiap tempat, wilayah, atau di tempat publik  membuat nyaman masyarakat untuk membaca buku. 

Perpustakaan digawangi pustakawan kreatif dengan membuat beberapa kegiatan yang produktif misalnya, membuat perlombaan literasi baca tulis, numerasi. Perlombaan yang menarik akan disukai pembaca. Lomba resensi buku, bedah buku rutin, bekerjasama dengan pemerintah desa, camat, RT dan RW, memudahkan masyarakat mendapatkan referensi buku. 

Melalui kegiatan tersebut diharapkan masyarakat tergugah dan termotivasi menyenangi kebiasaan membaca, dengan cara sederhana ini akan menumbuhkan semangat membaca secara mendalam, membiasakan berpikir kritis dengan membaca. Menghadirkan keluarga yang bangga dengan buku-buku. 

Gerakan ini menjadi bagian dari program pustakawan. Perjuangan yang tidak kenal lelah dan pustakawan pasti berharap agar masyarakat membaca buku bukan selingan tetapi kewajiban. Kelakarnya, meskipun anggaran untuk pustakawan dan perpustakaan tetapi membaca buku bergizi gratis sama pentingnya dengan menerima makan bergizi gratis. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 19:05

Mungkinkah Tiket Murah dari Bandara Husein?

Bandara perlu model bisnis yang mampu menarik maskapai, mendatangkan penumpang, dan menciptakan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. (Sumber: bandung,go.id)