Anak Cerdas Tak Bisa Kuliah

3 menit baca
nonny irayanti
Ditulis oleh nonny irayanti diterbitkan
Ilustrasi topi wisuda saat simbolisasi lulus kuliah. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ilustrasi topi wisuda saat simbolisasi lulus kuliah. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)

Tangis bahagia saat dinyatakan lolos perguruan tinggi negeri (PTN) seharusnya menjadi awal perjalanan menuju masa depan yang lebih baik. Namun, bagi ribuan keluarga Indonesia, kebahagiaan itu berubah menjadi kecemasan. Setelah berhasil melewati seleksi yang ketat, mereka justru dihadapkan pada kenyataan pahit berupa biaya kuliah yang tak sanggup dijangkau.

Fenomena ini kembali mencuat setelah lebih dari 100 ribu calon mahasiswa yang diterima di perguruan tinggi negeri dikabarkan terancam tidak dapat melanjutkan pendidikan karena keterbatasan biaya. Karena kondisi ekonomi keluarga tidak mampu, sekalipun cerdas, mereka tidak dapat melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah.

Ironisnya, kondisi ini terjadi ketika Indonesia terus berbicara tentang pentingnya membangun sumber daya manusia yang unggul. Bagaimana mungkin cita-cita itu terwujud jika anak-anak berprestasi harus mengubur impiannya hanya karena persoalan biaya?

Persoalan ini bukan semata-mata akibat mahalnya Uang Kuliah Tunggal (UKT) atau minimnya beasiswa. Akar masalah sesungguhnya terletak pada cara pandang sistem terhadap pendidikan.

Dalam sistem kapitalisme, pendidikan diposisikan sebagai layanan publik yang pembiayaannya dibagi antara negara dan masyarakat. Negara memang memberikan subsidi, tetapi keluarga tetap menanggung sebagian biaya. Akibatnya, kesempatan mengenyam pendidikan tinggi sangat dipengaruhi oleh kemampuan ekonomi masing-masing.

Sebagian kalangan menawarkan konsep Education for All agar setiap orang memiliki kesempatan mengakses pendidikan. Gagasan ini patut diapresiasi karena mendorong pemerataan akses. Namun, akses saja tidak cukup. Selama biaya kuliah, biaya hidup, dan kebutuhan pendidikan lainnya masih menjadi penghalang, kesempatan itu belum benar-benar dapat dinikmati semua orang.

Islam menawarkan paradigma yang berbeda dan lebih mendasar.

Dalam Islam, menuntut ilmu merupakan kewajiban. Rasulullah ﷺ bersabda, "Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim." Karena itu, negara wajib menyediakan seluruh sarana agar kewajiban tersebut dapat ditunaikan. Kaidah fikih menyatakan, maa laa yatimmul waajibu illaa bihi fahuwa waajib (sesuatu yang menjadi sarana terlaksananya suatu kewajiban, maka hukumnya juga wajib). Artinya, penyelenggaraan pendidikan bukan sekadar pilihan kebijakan, melainkan kewajiban negara menurut syariat.

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

الإِمَامُ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

"Imam adalah pengurus rakyat dan ia bertanggung jawab atas rakyat yang dia urus." (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menegaskan bahwa negara bertanggung jawab memenuhi kebutuhan rakyat, termasuk pendidikan. Karena itu, negara tidak boleh membiarkan ada anak yang gagal belajar hanya karena keluarganya miskin.

Konsekuensinya, negara berkewajiban menyelenggarakan pendidikan berkualitas secara cuma-cuma pada seluruh jenjang, mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. Negara membangun sekolah dan universitas, menggaji guru serta dosen, menyediakan laboratorium, perpustakaan, sarana riset, hingga memastikan mahasiswa dapat menyelesaikan studinya tanpa terbebani biaya pendidikan.

Lalu, dari mana pembiayaannya?

Islam memiliki sistem keuangan negara yang khas melalui Baitul Mal. Pembiayaan pendidikan berasal dari pos-pos pemasukan syar'i, terutama hasil pengelolaan kepemilikan umum seperti minyak bumi, gas alam, batu bara, emas, nikel, tembaga, hutan, laut, dan berbagai sumber daya alam strategis lainnya. Seluruh kekayaan tersebut tidak boleh dikuasai korporasi maupun pihak asing, tetapi dikelola negara untuk sebesar-besarnya kemaslahatan rakyat.

Selain itu, Baitul Mal juga memperoleh pemasukan dari pos-pos syariah lainnya seperti fai', kharaj, jizyah, dan usyur. Dengan sistem ini, negara memiliki sumber pembiayaan yang memadai untuk menyelenggarakan pendidikan, kesehatan, keamanan, dan pelayanan publik lainnya tanpa membebani rakyat dengan biaya yang tinggi.

Sejarah membuktikan bahwa konsep ini bukan sekadar teori. Peradaban Islam pernah melahirkan lembaga-lembaga pendidikan yang maju dan menghasilkan ulama sekaligus ilmuwan besar di berbagai bidang, mulai dari kedokteran, matematika, astronomi, kimia, hingga teknik. Semua itu lahir karena negara memandang pendidikan sebagai fondasi peradaban, bukan sebagai beban anggaran ataupun komoditas ekonomi.

Karena itu, solusi persoalan pendidikan tidak cukup hanya dengan menambah kuota beasiswa atau menurunkan UKT. Selama pendidikan masih bergantung pada kemampuan ekonomi keluarga, kisah anak-anak cerdas yang gagal kuliah akan terus berulang.

Islam mengubah persoalan ini dari akarnya. Negara bukan sekadar pemberi subsidi, melainkan penanggung jawab penuh atas terselenggaranya pendidikan bagi seluruh rakyat. Dengan penerapan syariat Islam secara menyeluruh, ukuran seseorang untuk mengenyam pendidikan bukan lagi isi dompet orang tuanya, melainkan kemampuan dan kesungguhannya menuntut ilmu. Inilah jaminan pendidikan yang hakiki, yang lahir dari sistem Islam.

Wallahu a'lam bish-shawab. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 19:05

Mungkinkah Tiket Murah dari Bandara Husein?

Bandara perlu model bisnis yang mampu menarik maskapai, mendatangkan penumpang, dan menciptakan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. (Sumber: bandung,go.id)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 18:16

PWI Jabar dan Tantangan Baru Menjaga Kepercayaan Publik di Era AI

PWI Jawa Barat juga dapat mendorong penguatan disiplin verifikasi di kalangan anggotanya. Misal, dengan membahas prosedur pemeriksaan video yang viral dan penggunaan gambar hasil AI.

Logo Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)