Antara Privilege dan Pendidikan: Menilik Konten 'Kuliah Itu Scam' yang Sempat Viral

Nenah Haryati
Ditulis oleh Nenah Haryati diterbitkan Minggu 01 Feb 2026, 16:55 WIB
Ilustrasi wisuda kuliah. (Sumber: Pexels | Foto: Gül Işık)

Ilustrasi wisuda kuliah. (Sumber: Pexels | Foto: Gül Işık)

Meski riuhnya sudah berlalu beberapa minggu, fenomena promosi nikah muda dengan bumbu narasi anti-pendidikan di jagat media sosial masih menyisakan perbincangan hangat. Publik seolah diingatkan kembali pada tren konten yang mengusik logika: narasi yang mengunggulkan pilihan hidup tertentu sambil merendahkan jalur pendidikan formal.

Puncaknya, sering kali kita temui kreator konten yang melontarkan pernyataan bahwa kuliah hanyalah sebuah scam atau penipuan. Pernyataan ini sangat berbahaya karena meremehkan esensi menuntut ilmu hanya demi memvalidasi pilihan hidup pribadi.

Sangat disayangkan narasi sekasar itu muncul di ruang publik. Bagi segelintir orang yang sudah memiliki kenyamanan finansial, kuliah mungkin dianggap aktivitas sia-sia. Namun bagi mayoritas masyarakat, pendidikan tetaplah tangga utama untuk memperbaiki nasib.

Mengutip data dari PT Mitra Utama Madani (MUM.id), memang terjadi pergeseran paradigma di mana dunia kerja kini mulai mengadopsi skill-based hiring. Namun, hal ini bukan berarti gelar sarjana kehilangan nilai. Pendidikan formal tetap fundamental dalam membangun thinking framework (kerangka berpikir) dan jaringan profesional. Menempatkan label "penipuan" pada institusi pendidikan bukannya terlihat keren, justru malah memberikan contoh yang menyesatkan bagi generasi muda yang sedang berjuang meniti karier dari nol.

Dewasa Itu Soal Bijak Bertutur, Bukan Sekadar Status

Daya tarik Bandung sebagai kota pendidikan sekaligus ekosistem pendidikan, terletak pada reputasi perguruan tinggi ternama. (Sumber: Pexels/Muhamad Firdaus)
Daya tarik Bandung sebagai kota pendidikan sekaligus ekosistem pendidikan, terletak pada reputasi perguruan tinggi ternama. (Sumber: Pexels/Muhamad Firdaus)

Pada akhirnya, kedewasaan seseorang terlihat dari kemampuannya memilih kata yang bijaksana. Saya pribadi sangat sadar bahwa menikah adalah sebuah ibadah dan setiap orang sudah memiliki ketentuan jalan hidup masing-masing. Menikah muda bukanlah hal yang salah untuk dijalani. Namun, jika sebuah konten sengaja dibangun untuk mendiskreditkan kelompok lain demi engagement, bukankah itu tanda bahwa kedewasaan yang digaungkan belum benar-benar matang? Narasi "jangan terlambat dewasa" yang sering dibawa para kreator ini justru menjadi bumerang.

Dewasa berarti paham bahwa setiap orang punya garis start yang berbeda. Bagi banyak Gen Z, prioritas saat ini adalah membangun personal branding dan kemandirian finansial lewat jalur yang legal dan terukur, termasuk pendidikan. Sebab, kedewasaan yang sesungguhnya bukan hanya soal berani mengambil keputusan besar seperti menikah, tapi juga bijak dalam melihat realitas sosial di sekitar kita.

Perlu digarisbawahi bahwa mayoritas netizen sebenarnya tidak mempermasalahkan pilihan seseorang untuk menikah muda, melainkan cara penyampaian narasi yang minim empati. Realita yang dihadapi mayoritas Generasi Z saat ini sangat jauh berbeda dengan apa yang ditampilkan di layar ponsel.

Baca Juga: Koh Sonny, Peneratas Lintas Agama, dan Petualangan ‘Hidden Gem’ di Bandung

Ada jurang antar generasi dalam menilai pendidikan. Bagi banyak Gen Z tanpa privilege, gelar sarjana tetap menjadi modal utama untuk bersaing di pasar tenaga kerja yang semakin ketat. Menjual narasi "anti-kuliah" kepada mereka yang tidak memiliki bantalan ekonomi adalah tindakan yang kurang pas atau kurang empati. Jujur sebagai bagian dari Gen Z saya merasa gerah tatkala melihat konten yang menggiring opini seakan-akan 'anti pendidikan'.

Ijazah mungkin bukan lagi "tiket emas" seperti di zaman dulu, namun seperti yang disebutkan dalam ulasan industri kerja terbaru, gelar sarjana adalah toolkit dasar yang harus dilengkapi dengan soft skill. Merusak motivasi orang untuk kuliah sama saja dengan memutus salah satu akses mereka menuju mobilitas vertikal.

Stop mengikuti FOMO yang hanya memperlihatkan sisi indahnya saja di FYP. Pernikahan atau karier adalah tentang bagaimana kita bisa menjadi versi terbaik bagi diri sendiri. Tunda dulu ambisi menjadi trendsetter jika narasi yang dibawa justru berpotensi mematahkan semangat orang lain yang sedang berjuang memperbaiki masa depan lewat jalur pendidikan. Karena pada akhirnya, pendidikan adalah investasi pola pikir yang manfaatnya akan terasa saat kita mendidik generasi penerus kelak. Satu hal yang perlu diingat: mendidik itu tidak bisa mendadak. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Nenah Haryati
Tentang Nenah Haryati
Mahasiswa yang hobi mengamati sisi lain kehidupan sehari-hari, terutama yang dialami Generasi Z.

Berita Terkait

Sekolah Bengkel Akhlak?

Ayo Netizen 29 Jan 2026, 20:03 WIB
Sekolah Bengkel Akhlak?

Urug Cisarua

Ayo Netizen 30 Jan 2026, 13:06 WIB
Urug Cisarua

News Update

Ayo Netizen 04 Feb 2026, 09:39 WIB

Aan Merdeka Permana Penulis Spesialis Tema Padjadjaran

Yayasan Kebudayaan Rancagé menetapkan sastrawan Sunda senior Aan Merdeka Permana sebagai peraih Hadiah Jasa 2026.
Buku-buku karya Aan Merdeka Permana. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 04 Feb 2026, 08:04 WIB

Ngabuburit dari Masa ke Masa

Ngabuburit di kota Bandung mengalami pergeseran nilai dan aktifitas serta cara melakukannya.
Masjid Al-Jabar di Kota Bandung. (Sumber: Pexels/Andry Sasongko)
Bandung 03 Feb 2026, 21:16 WIB

Misi Kemanusiaan dan Esensi CSR Berkelanjutan dalam Memulihkan Luka Bencana Cisarua

CSR berkelanjutan bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang hadir dan tetap ada hingga masyarakat benar-benar mampu berdiri kembali di atas kaki sendiri.
Dalam skenario bencana sebesar Cisarua, kecepatan respons adalah kunci utama untuk menyelamatkan nyawa dan harapan. (Sumber: SANY Indonesia)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 19:40 WIB

Kisah Sentra Karangan Bunga Pasirluyu Bandung, Panen Rezeki saat Rajab dan Syaban

Jalan Pasirluyu Selatan Bandung berubah menjadi sentra karangan bunga. Bulan Rajab dan Syaban membawa lonjakan pesanan papan ucapan pernikahan dan hajatan.
Salah satu deretan toko bunga di Pasirluyu, Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Mildan Abdalloh)
Beranda 03 Feb 2026, 19:00 WIB

Info Ciumbuleuit, Homeless Media yang Hidup dari Kepercayaan Warga Sekitar

“Kalau sampai ada yang keberatan atau komplain, jujur saja bingung mau berlindung ke siapa. Kita kan nggak punya lembaga atau badan hukum,” tuturnya.
Pemilik dan pengelola akun Info Ciumbuleuit, Dio Rama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 18:19 WIB

UU ITE dan Ancaman Kebebasan Ekspresi: Menggugat Pelanggaran Asas Lex Certa

Menganalisis pelanggaran asas lex certa dalam UU ITE yang memicu chilling effect dan mengancam kebebasan berekspresi serta kualitas demokrasi di Indonesia.
Ilustrasi kebebasan berekspresi dan berpendapat. (Sumber: Pixabay | Foto: SimulatedCitizen)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 17:02 WIB

Lakon Kelaparan dan Kemiskinan Melalui Puasa Ramadan

Puasa itu mengajarkan menahan diri, zakat menyempurnakannya. Ia menumbuhkan kesadaran sosial dan kebahagiaan bagi sesama.
Ilustrasi puasa Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Abdullah Arif)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 16:33 WIB

Sejarah Pasteur Bandung, Jejak Peradaban Ilmu Pengetahuan di Kota Kembang

Kawasan Pasteur Bandung tumbuh dari pusat riset vaksin kolonial menjadi simpul penting ilmu kesehatan nasional yang jejaknya masih bertahan hingga kini.
Suasana di Jalan Pasteur, Kota Bandung. Salah satu titik lalu lintas yang selalu padat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 16:31 WIB

Hikayat Indische Partij, Partai Politik Pertama yang Lahir dari Bandung

Didirikan di Bandung pada 1912, Indische Partij menjadi organisasi politik pertama yang secara terbuka menuntut kemerdekaan penuh dari kekuasaan kolonial Belanda.
Logo Indische Partij.
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 15:13 WIB

Di Tengah Tekanan Zaman, Seni Menjadi Cara Bertahan

Di tengah kecemasan, kisah “Nihilist Penguin” bertemu tekanan hidup kota. Dari luka personal lahir Florist Project dan lagu “Cemas”, seni yang tak menggurui, tapi menemani manusia belajar bertahan.
Belajar dan menanamkan cinta pada anak-anak (Sumber: Arsip Penulis, Ekspedisi Nusantara Jaya 2016)
Bandung 03 Feb 2026, 12:52 WIB

Berlari Menjemput Cahaya Pendidikan: Jejak Kebaikan di Balik DH Run 2026

Di balik kemeriahan medali dan garis finis, DH Run 2026 membawa misi sosial yang menyentuh akar kehidupan.
Konferensi pers DH Run 2026 yang membawa misi sosial untuk menyentuh akar kehidupan. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 12:43 WIB

Raih Hadiah Jasa Rancage, Aan M.P. Sebut KDM Tidak Senang Bantu Sastrawan Miskin

Aan Merdeka Permana, lahir di Bandung, 16 Novémber 1950 dipandang panitia pantas menerima Hadiah Jasa.
Aan Merdeka Permana, lahir di Bandung, 16 Novémber 1950 dipandang panitia pantas menerima Hadiah Jasa. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 11:11 WIB

Tema Ayo Netizen Februari 2026: Bandung Raya dan Bulan Puasa

Tema ini menjadi ajakan terbuka bagi para penulis Ayo Netizen untuk mengirim tulisan terbaik.
Ayo Netizen Ayobandung.id mengangkat tema "Bandung Raya dan Bulan Puasa: Tradisi, Ekonomi, dan Realita Saat Ini" untuk edisi Februari 2026. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan AI ChatGPT)
Bandung 03 Feb 2026, 10:58 WIB

Dari Kaki Lima ke Ruko Lantai Tiga: Strategi Awug Cibeunying Bertahan di Tengah Zaman

Rizky turut serta menjaga kualitas dan kuantitas awug supaya tetap terjaga meski pasang-surut perubahan zaman telah dihadapi bersama keluarga besarnya selama membangun bisnis ini.
Kios Awug Cibeunying. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 09:36 WIB

Kian Banyak Tertemper Kereta Api, Perlintasan Sebidang Titik Paling Mematikan

Setelah perlintasan sebidang dibangun jalan layang atau terowongan, ternyata kebijakan daerah sangat lemah.
Perlintasan sebidang di Cimindi yang sangat rawan. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Bandung 03 Feb 2026, 09:19 WIB

Digitalisasi Jejak Karbon: Menakar Teknologi Berkelanjutan dalam Layanan Pelanggan Singapore Airlines

Penumpang dan pelanggan kargo SIA dapat menghitung dan mengimbangi emisi karbon penerbangan mereka, baik sebelum maupun setelah terbang.
Maskapai Singapore Airlines. (Sumber: Singapore Air)
Beranda 03 Feb 2026, 07:12 WIB

Di Antapani, Komunitas Temu Tumbuh Menjadi Tempat Pulang bagi Percakapan yang Jujur

Nilai-nilai dalam kacamata tuntutan masyarakat inilah yang kemudian memantik kecenderungan rasa cemas manusia di masa kini.
Komunitas Temu Tumbuh membuka ruang diskusi yang aman dan nyaman untuk saling berbagi dan bertumbuh. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 02 Feb 2026, 19:47 WIB

Susah Payah Menjaga Tertib Bahasa Dicengkram Mesin Algoritma

Standar Bahasa Indonesia perlahan tidak lagi dibentuk oleh komunitas diskusi, melainkan oleh mesin berbasis data global.
Ilustrasi bahasa mesin yang menentukan algoritma. (Sumber: Sketsa oleh ChatGPT)
Ayo Netizen 02 Feb 2026, 17:43 WIB

Quo Vadis BKKBN dalam Kepungan Patologi Sosial

Jika fenomena YOLO, FOMO, dan FOPO dihubungkan, muncul gambaran yang lebih luas mengenai bagaimana komunikasi digital mempengaruhi kesehatan mental individu.
Ilustrasi perubahan perilaku generasi milenial dan Z. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 02 Feb 2026, 17:06 WIB

Mojang Bandung Merumput: Geliat Akar Rumput dan Investasi Masa Depan di Kota Sepak Bola

Lapangan hijau Kota Bandung tak lagi hanya didominasi oleh anak laki-laki, melainkan riuh dengan langkah kaki mojang-mojang cilik yang membawa harapan baru bagi industri sepak bola putri Indonesia.
Mojang-mojang cilik yang membawa harapan baru bagi industri sepak bola putri Indonesia lewat kemeriahan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Bandung Seri 2 2025 - 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)