Kota Bandung juga mendapat julukan Kota pelajar tidak pernah lepas dari kegiatan membaca dan menulis yang sekarang dikenal dengan istilah kegiatan literasi. Banyaknya lembaga sekolah atau perguruan tinggi membawa dampak terhadap perkembangan literasi di Kota Bandung ini. Sebagai sebuah kota yang dinamis oleh salah satunya kegiatan pendidikan otomatis perangkat utama yaitu buku, baik yang utama maupun pendukung menjadi sesuatu yang harus dimiliki demi menunjang hasil pencapaian pembelajaran yang maksimal.
Penggunaan buku pada tahun 1980-an begitu melambung sehingga di jalan-jalan besar atau kawasan tertentu Kota Bandung, banyak toko buku atau pusat penjualan buku baik buku baru maupun buku bekas. Di Kawasan Cikapundung, Braga, Asia Afrika, Palasari dan beberapa kawasan lainnya, pada masa tersebut selalu dipadati masyarakat yang ingin membeli buku atau juga menjual buku. Transaksi begitu padat karena masing-masing membutuhkan buku demi mengisi pengetahuan dimasa-masa sebelum adanya internet seperti saat kini yang mengubah segalanya termasuk bidang kegiatan literasi menjadi serba digital.
Pasar Buku Cikapundung ini menjadi pasar buku tertua di Bandung yang sudah ada sejak tahun 1960-an. Pada tahun 1990-an, toko buku di Jalan Cikapundung Barat menjadi tempat berkumpulnya buku-buku langka dan penting. Saat memasuki kawasan ini, masyarakat akan menemukan gerobak buku dan majalah bekas berjejer di trotoar Jalan Cikapundung Barat atau juga secara "Parlan" alias ngampar di jalan. Banyak buku langka yang dijual di sini, antara lain buku sejarah, filsafat, teknik kimia, fisika, ekonomi, dan kesehatan.
Ada juga banyak novel asing yang ditulis dalam bahasa Inggris. Buku-buku ini terutama diterbitkan pada tahun 1920-an. Selain buku, di sana juga menjual majalah-majalah lama dalam dan luar negeri. Majalah ini mencakup berbagai topik, termasuk arsitektur, desain grafis, dan desain interior termasuk yang 'hot". Di sini berbagai buku antik dan langka banyak diburu para kolektor. Harga setiap buku yang ditawarkan pun sangat terjangkau dan bervariasi.
Bergerak ke arah selatan ada satu hal yang tidak berubah di Pasar Buku Palasari, kawasan Lodaya Kota Bandung adalah sambutan hangat para penjual ketika konsumen memasuki pasar. Seperti halnya di pasar, pemilik kios pun tanggap terhadap kebutuhan pembeli. Jika tidak ada, mereka dapat membantu kita menemukannya di toko buku lain. Pasar Buku Palasari berdiri pada tahun 1980-an.
Awalnya, para pedagang berjualan di kawasan Cikapundung, dekat Alun-alun Bandung, tetapi, karena akan ada Konferensi Asia Afrika, pemerintah memindahkan sebagian para pedagang ke lantai dua gedung pasar di Jalan Palasari. Pasar tersebut mengalami kebakaran pada awal tahun 1993 dan Agustus tahun 2007. Para pedagang telah pindah ke lokasi sementara yang sebelumnya digunakan sebagai tempat parkir. Namun lahan sementara tersebut kini menjadi lahan permanen.
Buku-buku yang dijual di Palasari sangat beragam. Mulai dari buku pengetahuan umum, agama, sastra, novel, hingga komik bisa kalian temukan di sini. Selain buku, Pasar Parasari juga menyediakan jasa percetakan dan jasa sampul buku. Banyak pilihan buku yang dijual, mulai dari terbitan baru hingga buku bekas yang langka namun banyak dibaca, bahkan buku yang sudah tidak lagi dicetak. Harga buku di sini sangat terjangkau karena sebagian besar penjual membeli langsung dari penerbit, dan kalian juga dapat menegosiasikan harga dengan pengecer.
Sedangkan pasar lainnya adalah Pasar Buku Jalan Dewi Sartika terletak di jantung Kota Bandung, sebelah selatan dari dan dekat Alun Alun Bandung. Mereka menempati beberapa trotoar dan emper toko pakaian. Harga buku bekas dan baru bisa dinegosiasikan di sini. Di Pasar Buku Dewi Sartika, pengunjung disambut hangat dengan deretan kios buku. Selain dijual di kios, beberapa pengecer juga menggunakan gerobak untuk menjual buku. Koleksi buku di Pasar Buku Dewi Sartika memang tidak sama banyaknya dengan di Pasar Buku Palasari. Para pemburu buku dapat dengan mudah menemukan buku-buku yang kadang tidak ada di toko atau sudah tidak dicetak ulang oleh penerbitnya.
Untuk mendapatkan buku-buku baru khususnya, di Bandung banyak berdiri toko buku yang menyediakan berbagai kebutuhan buku dengan berbagai topik dan sangat menunjang untuk pembelajaran anak SMA maupun yang kuliahan. seperti Toko buku Angkasa di Jl. Merdeka. Toko ini banyak menjual buku-buku yang diterbitkan oleh penerbit Angkasa dan Penerbit Mutiara.

Kemudian juga ada Toko buku Dahlan, Jl. Oto Iskandar Dinata, khusus menjual buku-buku nuansa keIslaman. Bukunya disimpan di rak berkaca setinggi satu meter, dan disimpan di rak yang tingginya sampai ke langit-langit. Serta Toko buku Gramedia, Jl. Merdeka, menjadi babak baru toko buku di Bandung. Utamanya menjual buku-buku yang diterbitkan oleh Gramedia, tapi menjual juga buku-buku dari berbagai penerbit, juga menjual alat tulis kantor.
Sarana lainnya yang berkaitan dengan membaca atau literasi, yaitu pernah ada Taman Bacaan atau toko sewaan novel dan komik di kawasan Lapangan Lodaya yang bernama Aneka. Tempat sewaan ini tepatnya berada di jalan Taman Siswa Kota Bandung. Kebetulan sekali di daerah tersebut banyak berdiri sekolah baik negeri maupun swasta sehingga seusai sekolah, para pelajar meluangkan waktu untuk membaca atau menyewa yang biasanya juga ditandai dengan menjadi anggota terlebih dahulu. (*)