Berburu Buku Tahun 1980-an

4 menit baca
bram herdiana
Ditulis oleh bram herdiana diterbitkan
Ilustrasi toko buku di Pasar Palasari. (Sumber: Ayobandung.id)
Ilustrasi toko buku di Pasar Palasari. (Sumber: Ayobandung.id)

Kota Bandung juga mendapat julukan Kota pelajar tidak pernah lepas dari kegiatan membaca dan menulis yang sekarang dikenal dengan istilah kegiatan literasi. Banyaknya lembaga sekolah atau perguruan tinggi membawa dampak terhadap perkembangan literasi di Kota Bandung ini. Sebagai sebuah kota yang dinamis oleh salah satunya kegiatan pendidikan otomatis perangkat utama yaitu buku, baik yang utama maupun pendukung menjadi sesuatu yang harus dimiliki demi menunjang hasil pencapaian pembelajaran yang maksimal.

Penggunaan buku pada tahun 1980-an begitu melambung sehingga di jalan-jalan besar atau kawasan tertentu Kota Bandung, banyak toko buku atau pusat penjualan buku baik buku baru maupun buku bekas. Di Kawasan Cikapundung, Braga, Asia Afrika, Palasari dan beberapa kawasan lainnya, pada masa tersebut selalu dipadati masyarakat yang ingin membeli buku atau juga menjual buku. Transaksi begitu padat karena masing-masing membutuhkan buku demi mengisi pengetahuan dimasa-masa sebelum adanya internet seperti saat kini yang mengubah segalanya termasuk bidang kegiatan literasi menjadi serba digital.

Pasar Buku Cikapundung ini menjadi pasar buku tertua di Bandung yang sudah ada sejak tahun 1960-an. Pada tahun 1990-an, toko buku di Jalan Cikapundung Barat menjadi tempat berkumpulnya buku-buku langka dan penting. Saat memasuki kawasan ini, masyarakat akan menemukan gerobak buku dan majalah bekas berjejer di  trotoar Jalan Cikapundung Barat atau juga secara "Parlan" alias ngampar di jalan. Banyak buku langka yang dijual di sini, antara lain buku sejarah, filsafat, teknik kimia, fisika, ekonomi, dan kesehatan. 

Ada juga banyak novel asing yang ditulis dalam bahasa Inggris. Buku-buku ini terutama diterbitkan pada tahun 1920-an. Selain buku, di sana juga menjual majalah-majalah lama dalam dan luar negeri. Majalah ini mencakup berbagai topik, termasuk arsitektur, desain grafis, dan desain interior termasuk yang 'hot". Di sini berbagai buku antik dan langka banyak diburu para kolektor. Harga setiap buku yang ditawarkan pun sangat terjangkau dan bervariasi.

Bergerak ke arah selatan ada satu hal yang tidak berubah di Pasar Buku Palasari, kawasan Lodaya Kota Bandung adalah sambutan hangat para penjual ketika konsumen memasuki pasar. Seperti halnya di pasar, pemilik kios pun tanggap terhadap kebutuhan pembeli. Jika tidak ada, mereka dapat membantu kita menemukannya di toko buku  lain. Pasar Buku Palasari berdiri pada tahun 1980-an.

Awalnya, para pedagang berjualan di kawasan Cikapundung, dekat Alun-alun Bandung,  tetapi, karena akan ada Konferensi Asia Afrika, pemerintah memindahkan sebagian para pedagang ke lantai dua gedung pasar di Jalan Palasari. Pasar tersebut mengalami kebakaran pada awal tahun 1993 dan Agustus tahun 2007. Para pedagang telah pindah ke lokasi sementara yang sebelumnya digunakan sebagai tempat parkir. Namun lahan sementara tersebut kini menjadi lahan permanen. 

Buku-buku yang dijual di Palasari sangat beragam. Mulai dari buku pengetahuan umum, agama, sastra, novel, hingga komik bisa kalian temukan di sini. Selain buku,  Pasar Parasari juga menyediakan jasa percetakan dan jasa sampul buku. Banyak pilihan buku yang dijual, mulai dari terbitan baru hingga buku bekas yang  langka namun banyak dibaca, bahkan buku yang sudah tidak lagi dicetak. Harga buku di sini sangat terjangkau karena sebagian besar penjual membeli langsung  dari penerbit, dan kalian juga dapat menegosiasikan harga dengan pengecer.

Sedangkan pasar lainnya adalah Pasar Buku Jalan Dewi Sartika terletak di jantung Kota Bandung,  sebelah selatan dari dan dekat Alun Alun Bandung. Mereka menempati beberapa  trotoar  dan emper toko pakaian. Harga buku bekas dan baru  bisa dinegosiasikan di sini. Di Pasar Buku Dewi Sartika, pengunjung disambut hangat dengan deretan kios buku. Selain dijual di kios, beberapa pengecer juga menggunakan gerobak untuk menjual buku. Koleksi buku di Pasar Buku Dewi Sartika memang tidak sama banyaknya dengan di Pasar Buku Palasari. Para pemburu buku dapat dengan mudah menemukan buku-buku yang kadang tidak ada di toko atau sudah tidak dicetak ulang oleh penerbitnya.

Untuk mendapatkan buku-buku baru khususnya, di Bandung banyak berdiri toko buku yang menyediakan berbagai kebutuhan buku dengan berbagai topik dan sangat menunjang untuk pembelajaran anak SMA maupun yang kuliahan. seperti Toko buku Angkasa di Jl. Merdeka. Toko ini banyak menjual buku-buku yang diterbitkan oleh penerbit Angkasa dan Penerbit Mutiara.

Kemudian juga ada Toko buku Dahlan, Jl. Oto Iskandar Dinata, khusus menjual buku-buku nuansa keIslaman. Bukunya disimpan di rak berkaca setinggi satu meter, dan disimpan di rak yang tingginya sampai ke langit-langit. Serta Toko buku Gramedia, Jl. Merdeka, menjadi babak baru toko buku di Bandung. Utamanya menjual buku-buku yang diterbitkan oleh Gramedia, tapi menjual juga buku-buku dari berbagai penerbit, juga menjual alat tulis kantor.

Sarana lainnya yang berkaitan dengan membaca atau literasi, yaitu pernah ada Taman Bacaan atau toko sewaan novel dan komik di kawasan Lapangan Lodaya yang bernama Aneka. Tempat sewaan ini tepatnya berada di jalan Taman Siswa Kota Bandung. Kebetulan sekali di daerah tersebut banyak berdiri sekolah baik negeri maupun swasta sehingga seusai sekolah, para pelajar meluangkan waktu untuk membaca atau menyewa yang biasanya juga ditandai dengan menjadi anggota terlebih dahulu. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

bram herdiana
Tentang bram herdiana
GURU SMK PARIWISATA TELKOM BANDUNG

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 27 Sep 2026, 19:12

Eksplorasi Gastronomi Bandung: Menyingkap Jejak Rasa, Sejarah, dan Warisan Budaya Pasundan

Memahami kuliner Bandung bukan sekadar aktivitas konsumsi, melainkan sebuah penelusuran antropologis terhadap budaya Pasundan yang menempatkan harmoni alam di atas piring saji.

Soto Bandung tampil unik dengan kuah bening kaldu sapi sebagai pembeda dari soto bersantan di daerah lain, dipadukan secara khas dengan potongan lobak. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 16:09

Jalan yang Benar di 'Google Maps' Belum Tentu Benar bagi Kendaraan Kita

Google Maps tidak berada di balik kemudi. Ia tidak tahu secara langsung apakah kendaraan tertentu membawa muatan berlebih atau apakah mesin kendaraan sedang prima.

Google Maps (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 10:36

Cuma Rp216 Bisa Keliling Bandung! Merayakan Ulang Tahun Kota Kembang Naik Bandros dan TMB

Pemerintah Kota Bandung memberikan kado spesial kepada seluruh warga dan wisatawan dalam rangka merayakan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216.

Salah satu video Youtube Boby Rachma "BANDUNG TOUR ON BUS!! KELILING KOTA BANDUNG NAIK BANDROS!!".
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 10:06

Ekstrakurikuler yang Membahagiakan sebagai Resiliensi Pendidikan Berkelanjutan

Hadirnya pembelajaran ekstrakurikuler bagi murid diwujudkan dengan kegiatan yang lebih tepat dan memberi ruang bagi murid untuk mengekspresikan dirinya sesuai dengan hobi atau minat bakatnya.

Ilustrasi murid sekolah negeri. (Sumber: Pexels/Yazid N)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 08:26

Kamera Dulu, Peluk dan Tolong Kemudian

Fenomena masyarakat modern yang lebih mengutamakan kamera dan dokumentasi dibandingkan dengan mengutamakan empati.

Fenomena yang sering terjadi pada masyarakat modern yang menjadikan dokumentasi satu-satunya yang penting ketika terjadi sesuatu (Sumber: Generated AI)
Beranda 26 Sep 2026, 11:23

46 Kilometer Jalan yang Melintasi Kota Bandung Ini Bukan Milik Pemkot

Berdasarkan dokumen itu, sebagian besar ruas jalan nasional yang melintasi Kota Bandung tersebut membentang dari barat ke timur.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 19:46

MJT: Program Pemerintah Jawa Barat yang Cukup Solutif untuk Mengurangi Kemacetan

Metro Jabar Trans menjadi program yang cukup bermanfaat untuk meminimalisir kemacetan juga alternatif kendaraan umum yang terjangkau bagi masyarakat

Metro Jabar Trans menjadi salah satu transportasi umum pilihan masyarakat (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 18:19

Menonton Film di Bioskop Legendaris Bandung Era 90-an

Jauh sebelum bioskop hadir di dalam pusat perbelanjaan dan sinepleks modern, Bandung memiliki banyak gedung bioskop yang menjadi bagian dari denyut kehidupan kota.

Penulis berdiri di seberang bekas Bioskop Dian, Jalan Dalem Kaum, tepat di seberang kawasan Alun-Alun Bandung. (Sumber: Agus Wahyudi)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 17:24

Apa yang Salah Ketika Kekerasan Dipertontonkan di Sosial Media secara Vulgar?

Tontonan pada konten media sosial kini banyak yang mempertontonkan kekerasan secara vulgar. Nilai-nilai humanistik kian tergerus. Apakah kita bisa bijak dan memikirkan dampaknya untuk masa depan?

Ilustrasi korban kekerasan. (Sumber: Pexels | Foto: Daniel Reche)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 16:50

Nilai Diri 'Dus Obat' dalam Perspektif Industri Farmasi

Dus obat yang sering kita sepelekan ternyata tidak sesederhana yang kita pikirkan karena perlu spesifikasi tertentu saat diproduksi.

Dus Obat. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Seni Budaya 25 Sep 2026, 15:21

Mengenal Makna Kehidupan Melalui Batik

Legenda Ki Bahu Reksa dihadirkan melalui empat panel batik tulis Pekalongan yang menggambarkan perjalanan hidup manusia.

Luqiani Octa Pratiwi menghidupkan legenda Ki Bahu Reksa melalui wayang beber dan batik tulis khas Pekalongan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 15:17

Membenahi Kompetensi Sopir, Atasi Jalur Tengkorak di Bandung Raya

Regulasi mewajibkan pemerintah menjamin penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi pengemudi

Ilustrasi jalur tengkorak di Bandung Raya. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 13:32

Api Biru Papandayan: Ketika Foto Indah Justru Bisa Menyimpan Bahaya

Foto yang baik tidak harus menjadi bukti bahwa fotografer berhasil mengalahkan jarak.

Fenomena blue fire. (Sumber: kemenparekraf.go.id)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 10:19

Jejak Kuliner Nusantara: Telaah Literatur Resep Masakan Indonesia Pascakemerdekaan (1950–1979)

Secara keseluruhan, literatur resep masakan kurun 1950 hingga 1979 berhasil meletakkan fondasi kokoh bagi kebudayaan Indonesia modern.

Di antara buku-buku resep masakan yang terbit pada kurun 1950 hingga 1979 telah berhasil meletakkan fondasi kokoh bagi kebudayaan Indonesia modern. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 08:28

Kado Istimewa Hari Jadi Kota Bandung:  Penghargaan Nasional Layanan Investasi

Pada semester pertama tahun 2026 telah mencatatkan angka investasi yang sangat impresif, yaitu melampaui Rp 6 triliun

Penghargaan Nasional Layanan Investasi 2026 untuk  kota Bandung (Sumber: dok bandung.go.id)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 20:45

Becak Listrik Bandung dan Penyakit Lama Kebijakan Publik

Becak listrik adalah alat produksi. Ia menghasilkan uang hanya ketika bergerak dan membawa penumpang. Kalau baterai habis, ada risiko pendapatan hilang.

Becak listrik bantuan Presiden tiba di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayobandung)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 18:56

Koleksi Media Cetak Lawas: Merawat Ingatan dan Sumber Pengetahuan 

Di tengah derasnya arus informasi digital yang serba cepat dan instan, koleksi media cetak lawas menghadirkan cara lain untuk memahami perjalanan bangsa.

Mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, melakukan penelitian terhadap surat kabar Pikiran Rakyat edisi lawas. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 17:27

Toponimi yang Lahir dari Respons Indra Manusia terhadap Stimulus Gempa 

Guncangan gempa bumi yang besar dengan kehancuran permukiman, akan menimbulkan emosi dan rasa takut, sebab inilah yang dapat menjadi alasan lahirnya toponim Cieundeur dan Cigenjlong.

Korban Gempa Cianjur. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 16:03

Mengapa Sejarah Kelam G30S Harus Tetap Dibaca?

Seyogianya sejarah harus tetap dibaca, meski itu adalah sejarah kelam. Sejarah bukanlah alat untuk menebar kebencian, tetapi dari sejarah kita belajar. Pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila.

Poster rilis film Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI tahun 1984 oleh Perusahaan Produksi Film Negara. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 13:53

Mengapa Hari Tani dan Reforma Agraria Penting bagi Warga Bandung?

Petani dan usaha pertanian di Kota Bandung masih ada dan terus bertahan,

Hamparan sampah di kota Bandung dan petani yang sedang beraktivitas (Sumber: Ayobandung.com)