Ekstrakurikuler yang Membahagiakan sebagai Resiliensi Pendidikan Berkelanjutan

4 menit baca
Muh Husen Arifin
Ditulis oleh Muh Husen Arifin diterbitkan
Ilustrasi murid sekolah negeri. (Sumber: Pexels/Yazid N)
Ilustrasi murid sekolah negeri. (Sumber: Pexels/Yazid N)

Pendidikan bukan hanya disampaikan di dalam kelas. Pendidikan selalu luas dalam mengartikannya. Setiap kegiatan pendidikan selalu bermuara pada asas Ki Hajar Dewantara yaitu ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. 

Filosofi tersebut menekankan bahwa pendidikan menjadi gerbang pengetahuan yang dapat divisualisasikan dalam jati diri dan bermanfaat untuk masyarakat. 

Maka tidak ada komentar untuk pentingnya pendidikan bagi masyarakat. Pendidikan sangat wajib bagi masyarakat dan prioritasnya nomor satu. Namun dengan fokusnya pada pembelajaran, tentu saja belajar di ruang kelas saja tidak cukup.

Sedangkan pembelajaran di luar kelas pun sangat penting untuk murid. Maka dari itu ekstrakurikuler yang menyenangkan harus diimplementasikan. 

Hadirnya pembelajaran ekstrakurikuler bagi murid diwujudkan dengan kegiatan yang lebih tepat dan memberi ruang bagi murid untuk mengekspresikan dirinya sesuai dengan hobi atau minat bakatnya.

Sebab hobi atau minat dan bakat murid tentu berbeda-beda. Maka murid dapat diberi fasilitas untuk memilih ekstrakurikuler yang disediakan. Peranan sekolah untuk menyediakan ekstrakurikuler yang sesuai dengan minatnya murid. Sekolah tidak sekadar menyediakan saja, tetapi harus diekspresikan dengan pilihan ekstrakurikuler yang beragam.

Murid dapat memilih dengan caranya, hobinya yang sesuai dengan positif. Mengapa ekstrakurikuler harus dilakukan dengan membahagiakan?

Untuk memilih ekstrakurikuler yang membahagiakan harus dilakukan dengan cara yang terbaik. Maka langkah terbaiknya yaitu pertama, mengenali minat murid yang sebenarnya, bahwa kegiatan yang membuat anak penasaran atau senang menjalaninya, bukan sekadar mengikuti teman atau menuruti ambisi orang tua. 

Orang tua juga mengupayakan agar anak harus diposisikan sebagai anak yang sedang ingin mengembangkan dirinya dalam hal memutuskan untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Minatnya kemana saja harus dimaksimalkan. Tidak perlu ditentang.

Kedua, orang tua harus memperhatikan waktu istirahatnya. Anak memiliki jam belajar yang tidak bisa diganggu dan tidak boleh ditumpuk dengan waktu istirahat dan ekstrakurikuler. Maka harus bisa dijaga. Antara waktu istirahat, waktu belajar, dan waktu ekstrakurikulernya.

Orang tua wajib memastikan jadwalnya tidak berseberangan. Sehingga anak tidak merasakan stres panjang. Fokusnya tetap agar anak mau mengatur diri. 

Ketiga, memberikan anak keleluasaan untuk fokus pada proses mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, tanpa ada target dengan hasil. Bukan mengejar hasilnya. Melainkan berproses dengan baik. Kegiatan ekstrakurikuler yang membentuk karakter, disiplin, dan berkepribadian baik. Melalui seni, musik, olahraga, dan lainnya, tetap mengutamakan untuk berproses secara tepat. 

Ekstrakurikuler yang dipilih benar dengan menikmati prosesnya tanpa beban harus selalu juara. Sebab ekspektasi menjadi juara akan memberikan tekanan psikis kepada murid. Jika proses yang didahulukan maka anak akan menyukainya. 

Keempat, anak diberi ruang untuk mencoba, dalam mencoba ini dimaksudkan ketika anak diberi kesempatan mengikuti ekstrakurikuler maka sebaiknya bersikap bahwa mencoba merupakan hal yang wajar, dengan anak menikmati dalam ekstrakurikulernya. 

Dalam mencoba ekstrakurikuler ini anak akan merasakan manfaatnya, bahwa setiap kegiatan dibutuhkan kesungguhan. Sehingga anak mampu meningkatkan semangat dan terus mencoba akan setiap kegiatan yang dilakukannya. 

Peran Ekstrakurikuler 

Sejumlah siswa dari SMP-SMA Advent Cimindi memunguti sampah di Jalan Babakan Cianjur, Kota Bandung, saat para mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) 2023-2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejumlah siswa dari SMP-SMA Advent Cimindi memunguti sampah di Jalan Babakan Cianjur, Kota Bandung, saat para mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) 2023-2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Pada dasarnya ekstrakurikuler hadir untuk pendidikan dasar dan menengah sebagai ruang aktif di luar kelas yang dikhususkan untuk murid. Kehadiran ekstrakurikuler memiliki peran yang konkrit, berpusat kepada murid dan bekal bagi murid untjk meningkatkan keterampilannya. 

Keterampilan yang dimiliki akan dibawa ke dalam pendidikan kehidupannya kelak. Maka dari itu, ekstrakurikuler sangat penting bagi murid untuk dipilih sebagai tambahan kegiatan yang aktif dan mendukungnya bagi kehidupan murid. 

Dampaknya berkelanjutan, murid mampu meningkatkan kapasitasnya untuk mendapatkan hasil maksimal di kehidupan berikutnya. Maka terdapat tiga dimensi utama dalam peranan ekstrakurikuler, pertama berkaitan dengan pembentukan karakter, kepemimpinan dan kolaborasi, dalam konteks ini murid bisa mengikuti ekstrakurikuler seperti Pramuka, OSIS, atau PMR melatih kemampuan komunikasi, resolusi konflik, dan kerja sama tim yang esensial untuk dunia kerja masa depan.

Organisasi tersebut sangat tepat bagi murid sehingga proses bertumbuh untuk masa depannya sangat berpotensi dan semakin fokus dengan dunia kerjanya kelak.

Kedua, terkait dengan daya juang. Murid bisa mengikuti ekstrakurikuler olahraga atau seni. Dimana murid bisa belajar untuk menghadapi kegagalan, mampu mengevaluasi dari aspek prosesnya, juga bisa konsisten untuk mencapai target. Sederhananya, murid bisa bertahan lebih lama dalam eksperimen ekstrakurikulernya.

Ketiga, yang paling tren saat ini, murid bisa mengikuti ekstrakurikuler robotik dan koding, murid mampu menyiapkan diri menghadapi masa depannya di era digital, dan murid bisa melatih diri memiliki kemampuan berpikirnya. 

Kemudian murid juga bisa mengikuti Karya Ilmiah Remaja (KIR), yang mana murid bisa menumbuhkan budaya meneliti, berpikir kritis, serta mencari solusi berbasis data terhadap masalah sosial atau sains di sekitarnya. 

Menariknya dari dimensi ini sebenarnya murid mengekspresikan diri mengikuti ekstrakurikuler lainnya seperti musik, kegiatan sosial, dan yang bermanfaat lainnya.

Baca Juga: Kamera Dulu, Peluk dan Tolong Kemudian

Pendidikan Berkelanjutan 

Ekstrakurikuler sebagai ekspresi murid untuk mendapatkan kesempatan berprestasi dan menghasilkan prestasi non akademik tentu berpeluang untuk membesarkan nama murid di sekolah, disertai mempraktikkan keterampilannya untuk pendidikan berkelanjutan.

Kesiapan menghadapi masa depannya, murid diberikan otonomi penuh, menguasai diri untuk mengelola kegiatan, mengambil keputusan, dan bertanggung jawab atas konsekuensinya, sehingga mental mandiri mereka terbentuk.

Tidak terbentuk instan melainkan dipupuk sedemikian waktunya, sepanjang mempelajari ekstrakurikuler dengan sungguh-sungguh.

Apresiasi sekolah tidak boleh hanya diberikan kepada murid yang menang kompetisi, melainkan juga pada komitmen, peningkatan kemampuan pribadi, dan kerja keras prosesnya, setelah itu murid juga menyadari bahwa ekstrakurikulernya digunakan untuk menjembatani antara prestasi akademik dan non akademiknya.

Lewat ekstrakurikuler ini, murid bisa menumbuhkan semangat berjuang untuk mencapai tujuan melalui ekstrakurikulernya. Semoga ekstrakurikuler yang dibentuk bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi meraihnya karena senang dan bahagia. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Bandung 11 Okt 2026, 21:19

Saksi Bisu Sejarah Sejak 1897, Grand Hotel Preanger Bandung Bertransformasi Jadi Destinasi Heritage Modern

Di tengah tren heritage tourism dan staycation yang kian diminati, keberadaan bangunan cagar budaya bernilai sejarah tinggi seperti Preanger menjadi aset berharga.

Di tengah tren heritage tourism dan staycation yang kian diminati, keberadaan bangunan cagar budaya bernilai sejarah tinggi seperti Preanger menjadi aset berharga. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 15:25

Kemacetan Kopo Itu Ada Usainya atau Tidak, sih?

Kemacetan Kopo yang disebabkan oleh keserakahan para pengendara dengan mengambil jalan pengendara lain dari lawan arus dan solusi agar kemacetan bisa berkurang.

Kemacetan di daerah Kopo. (Sumber: infobandungkota via instagram | Foto: Tanty Malia)
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 13:45

Mengapa Jalan di Kebon Gedang Kembali Rusak? Menelusuri Penyebab di Balik Kerusakan Jalan

Jalan di Kebon Gedang kembali rusak meski telah diperbaiki. Artikel ini menelusuri kemungkinan penyebabnya, mulai dari genangan air, drainase, hingga tingginya aktivitas kendaraan.

 Ilustrasi.
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 12:37

Citarum Masuk Kamar: Dari Jam 8 Malam Sampai Pagi di Katapang

Banjir Sungai Citarum yang masuk hingga ke kamar warga menjadi potret krisis lingkungan. Artikel ini mengulas penyebab, dampak, dan solusi yang harus dilakukan bersama.

Kondisi rumah di Gang Awug, Katapang, setelah banjir semalam akibat luapan Citarum. Air coklat masih menggenang di dalam rumah. (Sumber: Dokumentasi Warga)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 16:20

Zebra Cross di depan UIN Bandung Kampus 1, Apakah Safe-Crossing?

Kurangnya fasilitas yang memadai dan faktor lainnya, zebra cross di depan UIN Bandung Kampus 1 ternyata tidak termasuk ke dalam kategori safe-crossing.

Pejalan kaki yang menyeberang di zebra cross depan gerbang pintu masuk-keluar UIN Bandung Kampus 1. Difoto pada hari Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 06.26 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Evira Dwi Shakira)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 14:39

Darurat Kesehatan Mental dan Ruang Komunikasi Terapeutik Melalui Radio

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. Ini membuktikan pemulihan jiwa butuh empati nyata, bukan sekadar engagement digital.

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. (Sumber: Pexels | Foto: Vie Studio)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 13:19

Jangan Menghukum Saritem karena Reputasinya

Saat nama Saritem disebut, publik tidak hanya membayangkan lokasi geografis di Kota Bandung. Ada citra sosial yang ikut menyeruak, yang terbentuk dari sejarah, pemberitaan, dan percakapan warga. 

Polisi melakukan razia narkoba di Saritem. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 12:23

Gastro-Histori Roti Bagelen: Akulturasi Tiga Budaya dan Jejak Perintis Khoe Pek Goan di Garut Sejak 1885

Dalam khazanah gastro-historis Indonesia, Roti Bagelen menduduki posisi istimewa sebagai penganan legendaris yang melintasi zaman.

Roti Bagelen pertama kali terekam dalam sejarah lahir dan berkembang di Kabupaten Garut sebagai titik awal keberadaannya di Indonesia. (Sumber: Akun Shopee Bagelen Garut)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)