Membenahi Kompetensi Sopir, Atasi Jalur Tengkorak di Bandung Raya

4 menit baca
Totok Siswantara
Ditulis oleh Totok Siswantara diterbitkan
Ilustrasi jalur tengkorak di Bandung Raya. (Sumber: Ayobandung.com)
Ilustrasi jalur tengkorak di Bandung Raya. (Sumber: Ayobandung.com)

 Jalanan di kawasan Bandung Raya kian hari kian menjadi medan yang mencemaskan. Integrasi mobilitas yang masif di wilayah cekungan ini, yang mempertemukan jalur logistik industri, angkutan massal, dan kendaraan pariwisata, sayangnya belum dibarengi oleh budaya keselamatan jalan raya yang kokoh.

Kondisi ini bukan sekadar kekhawatiran tanpa dasar. Data terbaru Satlantas Polrestabes Bandung menunjukkan bahwa angka kecelakaan lalu lintas terus melonjak tajam. Total kasus kecelakaan tahunan merangkak naik secara signifikan hingga menyentuh 668 kasus, yang mengakibatkan sedikitnya 148 korban jiwa melayang di aspal Kota Bandung.

 Lonjakan paling mengerikan terjadi pada angka luka berat yang meroket drastis hingga menyentuh 142 korban luka berat. Artinya, rata-rata setiap bulan ada belasan nyawa yang hilang secara sia-sia di jalanan kota ini.

Melihat situasi darurat keselamatan angkutan jalan tersebut, para wakil rakyat di DPRD Provinsi Jawa Barat tidak boleh tinggal diam. Melalui fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran daerah, DPRD Jawa Barat didesak untuk mengawal implementasi substansi RUU LLAJ (perubahan atas UU No. 22 Tahun 2009) yang sedang digodok di pusat, sekaligus menelurkan kebijakan daerah yang berfokus pada satu pilar fundamental: peningkatan kompetensi pekerja transportasi secara formal dan menyeluruh.

 Tiga Pilar Utama Kompetensi Pengemudi

 Perubahan tata kelola transportasi darat mesti mampu membedah akar masalah, bukan sekadar memadamkan api di permukaan. Solusi paling mendasar adalah menghadirkan sistem pendidikan dan pelatihan yang efektif bagi para pekerja transportasi, terutama pengemudi angkutan barang logistik dan angkutan penumpang umum yang memadati jalur-jalur rawan seperti Padalarang, Nagreg, hingga kawasan wisata Lembang.

 Mengacu pada standar International Labor Organization (ILO), kompetensi pengemudi tidak boleh dinilai dari kepemilikan SIM semata. Kompetensi nyata merupakan perwujudan dari tiga pilar utama yang saling terintegrasi secara konsisten: 

  • Pertama adalah aspek Pengetahuan (Knowledge), di mana pengemudi wajib memahami secara mendalam regulasi lalu lintas, kapasitas muatan atau batas tonase, serta karakteristik geografis unik khas Bandung Raya yang menantang.
  • Kedua adalah aspek Keterampilan (Skill), yang menuntut kemahiran teknis dalam menerapkan taktik mengemudi defensif (defensive driving) serta kemampuan mengendalikan armada dalam menghadapi simulasi cuaca ekstrem atau medan jalan yang curam.
  • Ketiga adalah aspek Sikap Kerja (Attitude), yaitu kesadaran penuh terhadap etika berkendara dan kedisiplinan dalam manajemen waktu istirahat guna mencegah kelelahan fatal, yang selalu menempatkan keselamatan di atas segalanya.

Dorongan Kolaborasi Daerah dan Revitalisasi Hukum yang Adil

Armada bus Metro Jabar Trans di Terminal Leuwipanjang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Armada bus Metro Jabar Trans di Terminal Leuwipanjang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Kawasan Bandung Raya memiliki karakteristik geografis yang menantang, mulai dari jalur perbukitan curam hingga titik kemacetan parah yang memicu stres dan kelelahan pengemudi. Oleh karena itu, DPRD Provinsi Jawa Barat harus mendorong jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemkot dan Pemkab di Bandung Raya untuk mempererat kerja sama dengan institusi kompeten.

Sinergi perlu dibangun bersama Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Darat melalui Politeknik Transportasi Darat Indonesia-STTD (PTDI-STTD) serta Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk menyelenggarakan pelatihan berkala.

Selain itu, regulasi ke depan harus mengoreksi paradigma lama yang cenderung meletakkan seluruh kesalahan peristiwa kecelakaan pada pundak pengemudi atau pekerja transportasi. Hukum harus adil dan proporsional. Pihak lain yang ikut bertanggung jawab secara hukum wajib diseret ke permukaan, di antaranya peran operator angkutan dalam menyediakan jam kerja yang manusiawi dan armada yang laik.

Begitu pula dengan Pengujian Kendaraan Bermotor (Uji KIR) yang harus diawasi ketat fungsinya oleh DPRD Jabar agar dijalankan oleh Pemerintah Daerah secara berkelanjutan, bukan hanya saat menjelang mudik lebaran atau hari raya keagamaan saja. Aspek lain yang kerap luput adalah urgensi mendorong Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) dan pihak karoseri mematuhi standardisasi dimensi dan ergonomi kabin kemudi yang sesuai dengan fisik rata-rata orang Indonesia demi menekan angka kelelahan fatal.

 Mengawal Regulasi Transportasi Daring

Bandung Raya sebagai wilayah metropolitan juga menjadi rumah bagi ratusan ribu pekerja transportasi daring (ojek dan taksi online). Hingga saat ini, mereka belum memiliki payung hukum yang kuat setingkat Undang-Undang.

Sembari menunggu payung hukum makro dari DPR RI, DPRD Jawa Barat dapat mengambil langkah taktis melalui pengawasan Peraturan Daerah (Perda) terkait perlindungan ketenagakerjaan bagi pekerja sektor informal/kemitraan transportasi daring ini.

Perlu digaris bawahi, mandat regulasi yang mewajibkan pemerintah menjamin penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi pengemudi serta optimalisasi sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) harus segera dihidupkan secara totalitas di Bandung Raya.

Keniscayaan, keselamatan jalan raya adalah hak mutlak warga, dan itu dimulai dari pekerja transportasi yang kompeten, dihargai, dan dilindungi secara hukum. (TS)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Bandung 11 Okt 2026, 21:19

Saksi Bisu Sejarah Sejak 1897, Grand Hotel Preanger Bandung Bertransformasi Jadi Destinasi Heritage Modern

Di tengah tren heritage tourism dan staycation yang kian diminati, keberadaan bangunan cagar budaya bernilai sejarah tinggi seperti Preanger menjadi aset berharga.

Di tengah tren heritage tourism dan staycation yang kian diminati, keberadaan bangunan cagar budaya bernilai sejarah tinggi seperti Preanger menjadi aset berharga. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 15:25

Kemacetan Kopo Itu Ada Usainya atau Tidak, sih?

Kemacetan Kopo yang disebabkan oleh keserakahan para pengendara dengan mengambil jalan pengendara lain dari lawan arus dan solusi agar kemacetan bisa berkurang.

Kemacetan di daerah Kopo. (Sumber: infobandungkota via instagram | Foto: Tanty Malia)
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 13:45

Mengapa Jalan di Kebon Gedang Kembali Rusak? Menelusuri Penyebab di Balik Kerusakan Jalan

Jalan di Kebon Gedang kembali rusak meski telah diperbaiki. Artikel ini menelusuri kemungkinan penyebabnya, mulai dari genangan air, drainase, hingga tingginya aktivitas kendaraan.

 Ilustrasi.
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 12:37

Citarum Masuk Kamar: Dari Jam 8 Malam Sampai Pagi di Katapang

Banjir Sungai Citarum yang masuk hingga ke kamar warga menjadi potret krisis lingkungan. Artikel ini mengulas penyebab, dampak, dan solusi yang harus dilakukan bersama.

Kondisi rumah di Gang Awug, Katapang, setelah banjir semalam akibat luapan Citarum. Air coklat masih menggenang di dalam rumah. (Sumber: Dokumentasi Warga)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 16:20

Zebra Cross di depan UIN Bandung Kampus 1, Apakah Safe-Crossing?

Kurangnya fasilitas yang memadai dan faktor lainnya, zebra cross di depan UIN Bandung Kampus 1 ternyata tidak termasuk ke dalam kategori safe-crossing.

Pejalan kaki yang menyeberang di zebra cross depan gerbang pintu masuk-keluar UIN Bandung Kampus 1. Difoto pada hari Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 06.26 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Evira Dwi Shakira)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 14:39

Darurat Kesehatan Mental dan Ruang Komunikasi Terapeutik Melalui Radio

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. Ini membuktikan pemulihan jiwa butuh empati nyata, bukan sekadar engagement digital.

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. (Sumber: Pexels | Foto: Vie Studio)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 13:19

Jangan Menghukum Saritem karena Reputasinya

Saat nama Saritem disebut, publik tidak hanya membayangkan lokasi geografis di Kota Bandung. Ada citra sosial yang ikut menyeruak, yang terbentuk dari sejarah, pemberitaan, dan percakapan warga. 

Polisi melakukan razia narkoba di Saritem. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 12:23

Gastro-Histori Roti Bagelen: Akulturasi Tiga Budaya dan Jejak Perintis Khoe Pek Goan di Garut Sejak 1885

Dalam khazanah gastro-historis Indonesia, Roti Bagelen menduduki posisi istimewa sebagai penganan legendaris yang melintasi zaman.

Roti Bagelen pertama kali terekam dalam sejarah lahir dan berkembang di Kabupaten Garut sebagai titik awal keberadaannya di Indonesia. (Sumber: Akun Shopee Bagelen Garut)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)