'Mana Tahan ...' dan Kosakata Gaul Tahun 1980-an

4 menit baca
bram herdiana
Ditulis oleh bram herdiana diterbitkan
Ilustrasi anak muda tahun 1980-an. (Sumber: Pexels | Foto: MART PRODUCTION)
Ilustrasi anak muda tahun 1980-an. (Sumber: Pexels | Foto: MART PRODUCTION)

Berbeda dengan bahasa gaul masa kini yang cenderung singkat dan dipengaruhi teknologi digital, bahasa gaul tahun 1980-an lebih panjang dan penuh nuansa. Kata-kata dirangkai dengan hati-hati, sering kali disertai pengulangan yang membuatnya mudah diingat. Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi pada masa itu tidak hanya berfungsi sebagai penyampaian informasi, tetapi juga sebagai bentuk seni dan ekspresi diri.

Zaman tahun 1980-an merupakan masa yang penuh warna dalam perjalanan budaya populer remaja Indonesia, termasuk para remaja Kota Bandung. Di tengah  perkembangan musik, film, dan gaya hidup, bahasa juga mengalami dinamika yang menarik.  Muncul  kata-kata gaul atau ungkapan khas yang tidak hanya  menjadi alat komunikasi, tetapi juga simbol kebersamaan, keakraban, dan identitas generasi muda saat itu.  Ungkapan seperti Mana tahan, Salam kompak selalu, Tiada kesan tanpa  kehadiranmu, atau Empat kali empat sempat tidak sempat harus dibalas, menjadi bagian dari keseharian yang sarat makna.

Ungkapan MANA TAHAN misalnya, sering digunakan untuk mengekspresikan perasaan tidak kuat menahan sesuatu, baik itu rasa rindu, godaan, atau bahkan tekanan hidup. Kalimat ini sederhana, tetapi memiliki kekuatan emosional yang besar. Biasanya digunakan dalam konteks santai, ungkapan ini mencerminkan kejujuran perasaan seseorang. Dalam pergaulan remaja 1980-an, kata ini menjadi cara halus untuk mengungkapkan kegelisahan tanpa harus terdengar terlalu serius.

Ungkapan lain yang tak kalah populer adalah SALAM KOMPAK SELALU. Kalimat ini biasanya digunakan sebagai penutup dalam surat atau pesan. Maknanya sederhana, yaitu harapan agar hubungan tetap solid dan penuh kebersamaan. Kata “kompak” di sini mencerminkan nilai kebersamaan yang sangat dijunjung tinggi oleh generasi 1980-an. Dalam dunia jiwa remaja yang belum serba maya, kekompakan dibangun melalui interaksi nyata dan komunikasi yang penuh kehangatan.

Kemudian ada ungkapan TIADA KESAN TANPA KEHADIRANMU yang memiliki nuansa lebih puitis dan romantis. Kalimat ini sering digunakan untuk menyampaikan bahwa kehadiran seseorang sangat berarti. Dalam konteks pertemanan maupun percintaan, ungkapan ini menjadi cara manis untuk menunjukkan penghargaan terhadap orang lain. Gaya bahasa seperti ini menunjukkan bahwa meskipun sederhana, komunikasi pada masa itu memiliki kedalaman rasa yang kuat. Sering juga dipakai sebagai kata-kata di akhir kartu undangan  party biar yang diundangbisa  hadir.

Sementara itu, ungkapan EMPAT KALI EMPAT ENAM BELAS, SEMPAT TIDAK SEMPAT HARUS DI BALAS memiliki nuansa yang lebih unik. Kalimat ini sering muncul dalam surat-menyurat antar teman atau  sahabat pena, yang pada masa itu menjadi salah satu cara utama berkomunikasi  jarak jauh. Ungkapan  ini mengandung pesan agar penerima surat tetap membalas, meskipun dalam keadaan sibuk. Ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga komunikasi dan hubungan sosial pada masa tersebut. Tidak sekadar kata-kata, tetapi juga bentuk perhatian dan harapan akan kesinambungan hubungan.

Selain itu ada istilah yang populer di kalangan anak muda Bandung seperti kata-kata di bawah ini, diantaranya :

  •   DARMAJI  = Dahar lima ngaku hiji

  • JEGER   =    Sebutan untuk seseorang yang ditakuti

  • MABAL  =   Pergi dari rumah tapi tidak sampai  ke sekolah

  • ASOY   =      Plesetan dari kata asyik

  • SETE’NG-SETE’NG =  Bagi dua, setengah-setengah

  • KEKI   =    Perasaan tidak suka pada seseorang

  • SOHIB   =  Sahabat

Majalah Remaja Gadis edisi September 1980. (Sumber: Instagram | Foto: Koleksi Goeni)
Majalah Remaja Gadis edisi September 1980. (Sumber: Instagram | Foto: Koleksi Goeni)

Dikala bercanda saat nongkrong atau istirahat sekolah, para remaja Bandung sering menyebutkan nama depan seorang temannya yang disambungkan dengan dengan nama-nama peralatan. Semisal BRAM SILE’T, AGUS RANTE’, DIKI KAMPAK, HERU BEDOG,  IWAN OBE’NG, ALEKS KAWAT, DENI PE’SO, ASE’P TOMBAK, JUJUN BE’CE’NG, JAFAR LINGGIS. Ketika nama seseorang tersebut disambungkan dengan suatu peralatan maka kita akan tertawa lepas setelah mendengarnya dan itu hanya jokes, tentu saja julukannya juga bersifat sementara selama terucap saja.

Kata-kata gaul yang fenomenal adalah kata-kata yang ada di kamus bahasa prokem. Kata-kata di kamus tersebut menjadi pedoman gaya bicara para kawula muda Indonesia. Kata-kata tersebutut masih sering terdengar seperti bokap, nyokap, doi, doku, pembokat,  sepokat,  dan gokil. Meski pada masa yang lain kata-kata tersebut tergantikan oleh istilah-istilah yang dibuat oleh generasi berikutnya.

Fenomena bahasa gaul tahun 1980-an tidak bisa dilepaskan dari media yang berkembang saat itu. Radio, majalah remaja, dan film layar lebar menjadi sarana penyebaran ungkapan-ungkapan populer. Selain itu, budaya menulis surat juga memainkan peran penting. Dalam setiap surat, orang tidak hanya menyampaikan kabar, tetapi juga menyisipkan ungkapan-ungkapan khas yang mempererat hubungan emosional.

Menariknya, banyak dari ungkapan tersebut yang masih dikenang hingga sekarang. Meskipun tidak lagi digunakan secara luas, kata-kata tersebut memiliki nilai nostalgia yang kuat. Bagi mereka yang pernah hidup di era tersebut, mendengar kembali ungkapan seperti “mana tahan” atau “salam kompak selalu” dapat membangkitkan kenangan indah tentang masa muda, persahabatan, dan kisah cinta yang sederhana.

Selain itu, bahasa gaul  tahun 1980-an juga mencerminkan nilai-nilai sosial yang berlaku saat itu. Ada penekanan pada kesopanan, kehangatan, dan kejujuran dalam berkomunikasi. Meskipun bersifat santai, ungkapan-ungkapan tersebut tetap mengandung etika dan rasa hormat. Ini berbeda dengan sebagian bahasa gaul modern yang terkadang cenderung lebih bebas dan bahkan kasar.

Dengan demikian, bahasa gaul  atau kata-kata tahun 1980-an bukan sekadar kumpulan kata-kata unik, tetapi juga bagian dari identitas budaya yang kaya. Ungkapan-ungkapan tersebut menjadi bukti bahwa bahasa selalu berkembang mengikuti zaman, sekaligus menjadi cermin dari nilai dan cara hidup masyarakatnya. Di tengah arus modernisasi yang terus berjalan, mengenang kembali bahasa gaul masa lalu  dapat menjadi cara untuk memahami akar budaya kita sekaligus menjaga nilai-nilai kebersamaan yang pernah begitu kuat. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

bram herdiana
Tentang bram herdiana
GURU SMK PARIWISATA TELKOM BANDUNG

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Jul 2026, 20:05

Melihat Dunia dari Bandung: Dari Objek Kolonial ke Subjek Global

Suara Bandung tidak selalu terdengar konsisten. Kadang menguat, kadang tenggelam. Tergantung pada konteks global yang sedang berlangsung.

Museum Konferensi Asi-Afrika. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 18:01

Urgensi Bandara Husein Sastranegara Menuju Konektivitas ASEAN

Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung perlu segera mendesak agar pemerintah pusat mengijinkan rute internasional untuk Bandara Husein

Bandara Husein Sastranegara dilihat dari lantai 9 Gedung Pusat Manajemen PT Dirgantara Indonesia. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 17:00

Jejak-jejak Sejarah 'Kawadanaan' di Kecamatan Lembang

Salah satu potensi dan daya tarik wisata sejarah yang dimiliki Kota Lembang yaitu bangunan “Pendopo eks Kawedanaan”.

Alun alun Lembang tahun 1902. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 16:44

Luas 150 Hektar, Bagaimana Cara Jelajah TMII dalam Sehari?

Bingung keliling TMII dalam sehari? Cek rute terbaik, rekomendasi anjungan, kereta gantung, museum, hingga atraksi Tirta Cerita.

Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 16:28

Ada Lohbener, Ada Losarang

Semula, toponimi dua kecamatan ini adalah toponim sungai yang mengalir melintasi Indramayu.

Lokasi Lohbener dan Losarang di Kabupaten Indramayu. (Sumber: Google maps)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 15:22

Sisa Peradaban Lama di Utara Bandung

Tak jauh dari kawasan Kebun Binatang Bandung terdapat arca Ganesha yang terdapat di gerbang depan Institut Teknologi Bandung.

Arca Ganesha di gerbang ITB. (Sumber: Dokumentasi Malia 2026)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 14:46

Menimbang Kembali Peran Ayah dalam Memperingati Hari Ayah Nasional

Maka di Hari Ayah Nasional ini, mari kita mencoba untuk menimbang dan melihat kembali, bagaimana peran ayah sesungguhnya terhadap anak-anak dan keluarganya.

Ilustrasi seorang ayah dan anaknya. (Sumber: Pexels | Foto: Faisal Allam)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 14:03

Panduan Wisata Situ Gunung Sukabumi: Tiket, Jembatan Gantung, dan Curug Sawer

Panduan lengkap Situ Gunung Sukabumi, mulai dari harga tiket, jalur wisata, Jembatan Gantung terpanjang di Asia Tenggara, Curug Sawer, hingga cara menuju lokasi.

Danau Situ Gunung Sukabumi.
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 13:34

Diskursus Intelektual dalam Pendidikan Bernuansa Islami

Era teknologi telah memunculkan paradigma baru, bahwa pemikiran-pemikiran baru mengalami diskursus intelektual. Apakah ini juga menjadi tantangan bagi pendidikan bernuansa islami.

Anak-anak beragama Islam sedang mengaji di masjid. (Sumber: Pexels/Hera hendrayana)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 12:09

Redesain Kota Bandung: Sehat Rakyatnya Jaya Kotanya

Dapat kita ketahui bahwa kesehatan merupakan salah satu kebijakan yang perlu diambil sesegera mungkin selain pendidikan.

Suasana Jalan Braga, Kota Bandung saat diberlakukannya Braga Free Vehicle pada Sabtu, 4 Mei 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 09:47

Menyusuri Jejak Dunia Hiburan Indonesia Era Tahun 70-an

Annie Rae sebagai pendatang baru tengah menanjak popularitasnya di blantika musik pop Indonesia.

Sampul Majalah Variasari edisi Juli 1970 yang menampilkan Annie Rae, biduanita ternama asal Bandung. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 08:01

Kecerdasan Buatan dalam Waktu ke Waktu

Menelusur sejarah perkembangan kecerdasan buatan.

Kecerdasan buatan bukan sekadar teknologi, tetapi sebagai pemahaman bahwa menusia selalu mencari lebih dari Batasan yang telah ada.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 21:54

Masjid Agung Al-Ittihad: Representasi Multikulturalisme di Kota Benteng

eberadaan Masjid Agung Al-Ittihad memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding fungsi religius semata.

Masjid Agung Al-Ittihad Kota Tangerang. (Sumber: Pemerintah Kota Tangerang)
Wisata & Kuliner 09 Jul 2026, 18:37

Kerak Telor Betawi, Kuliner Tradisional Jakarta dengan Sejarah Panjang

Kerak Telor merupakan kuliner khas Betawi yang menjadi ikon Jakarta. Simak sejarah, bahan, cara memasak, dan fakta menarik di balik hidangan legendaris ini.

Kerak Telor Betawi.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 18:00

Asal Usul dan Perkembangan Ampiang Dadiah: Tradisi Kuliner Minangkabau dari Masa ke Masa

Membahas Ampiang Dadiah yogurt yang terbuat dari susu kerbau berasal dari Sumatera Barat.

Es Ampiang Dadiah, dibeli di Pasar Ateh, Bukittinggi. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:48

69 Tahun Navigasi Birokrasi: Mengukuhkan LAN sebagai Think Tank Strategis di Tengah Badai Disrupsi

LAN RI di usia ke-69 memperkuat perannya sebagai think tank strategis yang mendorong transformasi birokrasi melalui inovasi, digitalisasi, dan kebijakan berbasis bukti menuju Indonesia Emas 2045.

Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia. (Sumber: LAN RI)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:11

Antara Bandung dan Yogyakarta, Semarak Kuliner Tiada Henti

Kuliner menjadi patron wisata yang menarik wisatawan. Bandung dan Yogyakarta memiliki karakter budaya yang berbeda, tetapi dengan wisata kuliner, dua kota itu menghadirkan Indonesia kini.

Kehadiran Tjitarum sebagai toko bolu dan kue bukan sekadar membuka ruang baru bagi wisatawan untuk membeli buah tangan. Namun simbol bagaimana kuliner bisa menjadi bahasa pelestarian budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:59

Bedah Konsistensi Strategi Digital PR pada Peluncuran Mobil Listrik Keluaran Terbaru

Peluncuran New Air ev & Cloud EV bukti konsistensi Wuling bangun citra kendaraan listrik modern. Lewat web & Instagram, Wuling tampilkan pesan & visual inovatif masa depan.

Ilustrasi mobil listrik. (Sumber: Wuling Motors)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:05

Menari, Merayakan Masa Kecil

Setiap tarian memang berhenti saat musik usai, tapi cerita ihwal keberanian Kakang berjoged untuk pertama kalinya akan terus hidup, tumbuh subur saat dirawat, dipelihara, dipupuk & menari dalam hati.

Kakang bergaya sebelum tampil menari di spot foto yang ada serambi masjid Al-Hidayah, Kebonterong Cibiru Kota Bandung, Rabu (24/6/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 15:05

Menelusuri Jejak Rasa (Bagian II): Penjaga Memori dan Tradisi Kuliner Bandung

Setelah membedah lima ikon pertama pada bagian sebelumnya, mari kita lanjutkan penelusuran enam ikon kuliner legendaris lainnya.

Hidangan Warung Kopi Purnama (Foto: GMAPS)