Persib di Ambang Juara, Pedagang Kecil Otista Bersiap "Lebaran"

5 menit baca
Ilham Maulana
Ditulis oleh Ilham Maulana diterbitkan Sabtu 23 Mei 2026, 08:49 WIB
Deretan lapak penjual jersey dan bendera Persib di kawasanTegalega Kota Bandung, Jumat, 22 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Deretan lapak penjual jersey dan bendera Persib di kawasanTegalega Kota Bandung, Jumat, 22 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

AYOBANDUNG.ID - Di tengah hiruk-pikuk persiapan bobotoh menyambut Persib menjadi juara Super League 2025/2026, ada pedagang kecil yang diam-diam ikut menggantungkan harapan pada kemenangan ini.

Dari penjual jersey, bendera, hingga lapak dadakan musiman, euforia sepak bola memberi mereka sesuatu yang sederhana namun berarti. Dagangan lebih laku, otomotais cuan pun bertambah.

Salah satunya deretan lapak dadakan di sisi jalan di kawasan Otista hingga menuju Tegalega, Kota Bandung. Biru mendadak jadi warna yang paling mudah ditemukan. Jersey Persib bergantung rapat di depan toko, bendera berkibar di pinggir trotoar, sementara klakson kendaraan bersahut-sahutan bersama obrolan soal pertandingan terakhir.

Teriakan “kaosan dikaosan”, “yu Persib juara dijerseyan”, dan “Persib Maung Bandung” menggaung di sepanjang jalan. Sore ini tampak jelas rasa tak sabar warga untuk berpesta, konvoi, dan menyambut “lebarannya” orang Bandung.

Bandung belum resmi berpesta. Namun suasananya sudah terasa seperti perayaan.

Bukan hanya bobotoh yang sibuk menghitung peluang juara, para pedagang atribut pun ikut menunggu hasil pertandingan dengan rasa deg-degan masing-masing.

Bagi Kelvin, riuh persiapan juara Persib bukan sekadar urusan trofi, melainkan momen "lebaran" yang melipatgandakan rezeki di lapak jerseynya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Bagi Kelvin, riuh persiapan juara Persib bukan sekadar urusan trofi, melainkan momen "lebaran" yang melipatgandakan rezeki di lapak jerseynya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Di salah satu lapak, Kelvin (21), pedagang jersey asal Bandung, terlihat sibuk melayani pembeli yang datang silih berganti.

Tumpukan jersey dewasa, baju anak, hingga atribut lain memenuhi tokonya.

“Sebenernya saya mah memang jualan jersey dari dulu, bukan baru sekarang. Jersey, sepatu, kadang atribut lain juga ada. Cuma ya sekarang karena lagi rame Persib mau juara, otomatis orang-orang nyarinya ke atribut Persib semua,” katanya.

Menurut Kelvin, lonjakan pembeli sebenarnya sudah mulai terasa sejak pertandingan melawan Persija beberapa waktu lalu. Namun beberapa hari menjelang laga terakhir, suasananya berubah jauh lebih ramai.

“Dari lawan Persija juga udah mulai rame. Tapi sekarang mah beda. Hari ini malah paling rame. Orang datang terus. Kalau hari biasa mah beda pisan,” ujarnya.

Ia menunjuk salah satu produk yang paling cepat habis. Bukan jersey pemain, melainkan baju jersey anak.

“Yang paling laku sekarang malah baju jersey anak. Kalau lagi begini yang banyak beli justru orang tua. Kalau hari-hari biasa mah anak kecil,” kata Kelvin.

Harga atribut di lapaknya bervariasi, mulai Rp35 ribu hingga Rp120 ribu. Dalam sehari, ia mengaku bisa menjual sekitar 30 potong barang saat momen seperti ini.

“Omzet mah sudah pasti naik jauh dibanding hari biasa. Alhamdulillah. Kalau Persib juara ya sudah pasti ngaruh lagi. Orang-orang makin ramai, makin tahu tempat jualan di sini,” katanya.

Meski persaingan dagang makin ketat karena lapak atribut mendadak bermunculan di banyak titik, Kelvin menganggap itu bagian dari momentum.

“Persaingan pasti ketat. Kadang saling bantu, kadang ya tergantung pembelinya aja. Kalau masuk ke sini ya rezeki sini, kalau ke sana ya rezeki sana. Yang penting mah jualan jalan,” ujarnya sambil tertawa.

Namun di balik optimisme soal pertandingan, ada satu hal yang justru ia khawatirkan. Bukan soal peluang menang atau kalah.

“Kalau pertandingan mah saya percaya Persib. Yang saya takutin mah bobotoh kalau udah turun ke lapang semua, bisi jadina kumaha,” katanya.

Saat diminta menggambarkan suasana Bandung menjelang Persib juara dalam satu kalimat, jawabannya spontan.

“Lebaran. Ini mah lebarannya Bandung.”

Tak jauh dari sana, Erik (23), pedagang asal Garut, berdiri di balik tumpukan bendera Persib berbagai ukuran.

Berbeda dengan Kelvin yang memang sehari-hari berjualan jersey, Erik mengaku hadir khusus karena momen ini.

“Musiman. Setahun sekali, Persib mau juara mah pasti ada perayaan. Ya sudah, jualan bendera,” katanya singkat sambil tertawa.

Ia biasanya berjualan buah di kawasan tersebut. Namun ketika Persib mendekati gelar juara, lapaknya berubah total.

“Kalau Persib mau juara mah pasti jualan beginian. Udah tiap tahun. Sekarang kan momentum lagi,” ujarnya.

Erik hanya menjual bendera. Ukurannya beragam, dengan harga mulai Rp25 ribu hingga sekitar Rp80 ribu. Hari itu menjadi hari pertamanya membuka lapak. Meski baru mulai, belasan bendera sudah terjual.

“Baru hari ini jualan. Tapi lumayan lah. Ada sekitar sepuluhan yang keluar. Mudah-mudahan sampai Minggu makin rame,” katanya.

Modal jualannya pun terbilang mendadak.

“Modal dadakan ini mah,” ujarnya sambil tertawa kecil.

Bagi Erik, jualan atribut Persib bukan semata soal mencari untung, tetapi juga soal membaca denyut kota. Saat Bandung sedang bersiap berpesta, peluang ekonomi ikut bergerak.

“Kalau Persib juara mah mudah-mudahan makin ramai jualannya,” katanya.

Ia tak terlihat terlalu cemas menghadapi pertandingan terakhir.

“Percaya. Udah yakin,” ucapnya mantap.

Bagi Erik, Persib bukan sekadar klub sepak bola. Ia sempat terdiam ketika ditanya arti Persib baginya, lalu menjawab pendek sambil tersenyum.

Hatena lah.”

Hatena artinya bahasa hati. Kalimat sederhana yang mungkin cukup mewakili banyak orang Bandung. Sebab di kota ini, Persib sering kali tak lagi berdiri sebagai klub sepak bola semata. Ia tumbuh menjadi identitas, ruang emosi, dan alasan orang asing saling menyapa di jalan.

Suryana baru kali ini membeli jersey Persib untuk merayakan kemenangan Maung Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Suryana baru kali ini membeli jersey Persib untuk merayakan kemenangan Maung Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Di tengah hiruk-pikuk lapak biru itu, Suryana (36) datang sebagai salah satu pembeli. Hari itu ia membeli jersey Persib untuk pertama kalinya.

“Karena euforianya. Karena hattrick. Karena sudah dipastikan juara lah,” katanya.

Meski baru pertama kali membeli jersey, kecintaannya pada Persib tak perlu dipertanyakan.

“Persib mah segalanya. Bahasa hatena lah,” ujarnya.

Ia mengaku suasana Bandung terasa berbeda menjelang momentum juara.

Beda pisan ayeuna mah. Kerasa. Kota jadi hidup, karena rek merayakan,” katanya.

Bagi Suryana, keberadaan pedagang atribut yang tiba-tiba memenuhi kawasan Otista bukan sesuatu yang mengganggu. Justru sebaliknya. Menurutnya, sepak bola sedang memberi napas ekonomi bagi banyak orang.

“Persib itu ngaruh ke UMKM. Biasanya mungkin sepi, sekarang jadi rame. Orang jualan kebantu ku Persib,” katanya.

Soal pertandingan terakhir, ia terdengar santai. Tak ada rasa terlalu cemas.

“Optimis. Pasti meunang. Urang nonton nobar aja besok,” ujarnya.

Ketika ditanya kalau Persib resmi juara, jawabannya sederhana.

“Bersyukur.”

Menjelang malam, lapak-lapak biru di Otista masih ramai didatangi pembeli. Jersey terus dicoba, bendera terus dibentangkan, obrolan soal skor pertandingan terus berulang dari satu sudut ke sudut lain.

Di Bandung, Persib memang lebih dari klub sepak bola.

Ia bisa mengubah jalanan menjadi pasar, membuat ekonomi rakyat bergerak, menghidupkan pedagang musiman, mempertemukan orang-orang asing dalam obrolan yang sama, bahkan membuat kota terasa seperti sedang bersiap menyambut hari raya.

Atau meminjam kata Kelvin:

“Persib mau juara teh… ini mah lebarannya Bandung.”

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 16 Jun 2026, 13:10

Hak Siar Piala Dunia oleh TVRI, Ekonomi Nobar dan Pengembangan Konten Lokal

Potensi ekonomi nobar yang luar biasa, mesti dikelola lebih baik dengan berbagai kreativitas masyarakat. 

Suasana nonton bareng Piala Dunia 2026 di Taman Film, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ananda Muhammad Firdaus)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 11:04

Karya Purbakala di Hari Purbakala: Sambung Menyambung Tentang Kota Bandung

Karya-karya mahasiswa arkeologi tentang Kota Bandung

Sebuah gua alami yang menyimpan situs purbakala, Gua Pawon. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nuryahya64)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:31

Mengenang Ny. Liem: Maestro Boga dari Kota Kembang dan Legacy di Industri Tata Boga Indonesia

Ny. Liem menempati posisi penting sebagai pionir yang menetapkan standar emas dalam seni pembuatan kue dan pastry.

Produk kemasan dari toko Ny. Liem di Jln. Naripan No.52, Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. (Sumber: Google Maps Review | Foto: Elvita Yuli)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:19

Peran para Pendukung Tim Lokal di Kota Bandung Terhadap Keberlangsungan Persib

Menelaah faktor keberhasilan Maung Bandung pada periode terbaru di era sepakbola modern.

Ribuan bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis 7 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 08:40

Biaya Parkir: Faktor Kecil yang Ternyata Menentukan Pilihan Kita Saat Belanja

Biaya parkir ternyata ikut menentukan pilihan tempat belanja kita. Kecil tapi berdampak besar pada persepsi, kepuasan, dan loyalitas konsumen.

Keputusan Konsumen untuk belanja goyah karena adanya parkir (Foto: muhammad yogi)
Bandung 15 Jun 2026, 21:16

Kolaborasi Bekali Kopi Bersama Petani Lembang Dorong Peningkatan Ekonomi dan Regenerasi Sektor Kopi

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting.

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 18:19

UMKM 'Jangan Cuma Dagang' untuk Berkembang, Belajar dari Perjalanan Bisnis Kebab Factory

Bagi Widya, Rumah BUMN Bandung bukan sekadar tempat pelatihan.

Widya Ratna Puspita, pemilik KebabFactory.id, di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 17:27

Perjalanan Sate Maranggi sebagai Kuliner Khas Kabupaten Purwakarta

Lebih dari sekadar nilai gastronomi, Sate Maranggi mengandung nilai-nilai sosial sebagai pemersatu masyarakat Purwakarta.

Sate Maranggi khas Purwakarta (Sumber: Dokumentasi milik pribadi)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 16:44

Panduan Wisata Kuliner Empal Gentong Cirebon, Jejak Sejarah Kota Pelabuhan dalam Semangkuk Kuah

Kenali sejarah empal gentong Cirebon, perbedaannya dengan empal asem, rekomendasi warung legendaris, serta tips menikmati hidangan khas ini.

Empal gentong, kuliner khas Cirebon. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 16:40

Punya Varian Produk Tak Biasa, Kebab Factory Bisa Ekspor ke Malaysia dan Singapura berkat 'Ide Anak'

Perjalanan Kebab Factory, UMKM Kota Bandung yang terkenal dengan produk uniknya.

Kebab ice cream mellowberry, salah satu varian produk Kebab Faktory di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 15:54

Wayang Wong: Kesenian Unik yang Mengganti Peran Boneka Menggunakan Manusia

Tentang wayang wong, salah satu kesenian tradisional Jawa yang menggabungkan tari, musik, dan drama.

Wayang Wong Ramayana. (Sumber: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 13:17

Hijrah, Ubah, dan Arah

Hijrah digital bukanlah tentang meninggalkan teknologi, melainkan menjadikan teknologi sebagai jalan untuk mendekat pada nilai-nilai kebaikan.

Diskusi Film "Hijrah Digital" Ajak Mahasiswa Refleksi Literasi Digital dan Peran AI dalam Keberagamaan (Sumber: instagram @moeslimah_produktif)
Beranda 15 Jun 2026, 13:02

Jejak Ksatria di Gang Maksudi: Menjaga Amanah, Menghidupkan Nadi Ekonomi Negeri

Kisah Hasan, seorang kurir JNE di Bandung yang sempat dibegal saat berteduh karena hujan, namun kini sudah kembali bekerja berkat bantuan dari tempatnya bekerja.

Kepala Cabang Utama JNE Bandung Iyus Rustandi menyerahkan bantuan sepeda motor baru kepada Hasan sebagai bentuk nyata komitmen dan kepedulian perusahaan terhadap keselamatan karyawannya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Arif Budianto)
Linimasa 15 Jun 2026, 12:58

Ketika Selisih Harga BBM Terasa Sampai Akhir Bulan

Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat banyak pengendara memilih antre demi mendapatkan Pertalite.

Pengendara rela mengantre lebih panjang di SPBU setelah kenaikan harga BBM Pertamax. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 11:45

Itinerary Wisata Yogyakarta 1–2 Hari, Destinasi, Kuliner, dan Budget Lengkap

Jelajahi Yogyakarta berdasarkan pembagian kawasan wisata agar perjalanan lebih nyaman. Cocok untuk liburan singkat satu hingga dua hari.

Tugu Jogja, ikon Yogyakarta. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 11:28

Dulu Pakai Ritual, Kini Pakai Kimia: Perubahan Praktik Bertani di Desa Pamoyanan

Perjalanan pertanian Desa Pamoyanan merekam pergeseran dari sistem kepercayaan Sunda Buhun menuju metode pertanian modern yang dianggap lebih efektif dan rasional.

Foto Hamparan sawah di Desa Pamoyanan, Cianjur Selatan, pada 21 Maret 2026. (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Nadhil Ayudiya Az Zahra)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 09:59

Potensi Ulat Sutra Solusi Masalah Bahan Baku Industri Tekstil

Mengatasi krisis bahan baku industri tekstil dengan ulat sutra.

Industri rakyat berbasis benang sutra binaan Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Karaha di Desa Cipondok Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya. (Foto: Humas PGE)
Beranda 15 Jun 2026, 09:46

Jejak Persib di Kota Bandung, Jalan-jalan Bobotoh Menyusuri Memori yang Nyaris Dilupakan

Bobotoh menyusuri jejak sejarah Persib di berbagai sudut Kota Bandung, mengungkap kisah, tempat, dan memori yang nyaris terlupakan oleh waktu.

Peserta Bobotoh Story Walk menyusuri jalanan Bandung sambil mendengarkan kisah-kisah yang membentuk sejarah Persib. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Linimasa 15 Jun 2026, 08:43

Layangan Adu, Hobi yang Tidak Lekang oleh Usia

Layangan adu tetap digemari lintas usia dan menjadi ruang silaturahmi para pehobinya.

Layangan adu, hobi yang tak mengenal usia. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 08:40

Sinergi Batalyon Pangan dengan Petani Mengatasi Deflasi Komoditas Pertanian

Eksistensi Yonif TP sebaiknya turut menyelesaikan masalah hilir komoditas pertanian hingga ke pasar induk atau pasar tradisional serta pasar modern.

Bimtek Ketahanan Pangan dan Peningkatan Kemampuan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP). (Foto: dok Puspen TNI)